Moekhlas Sidik

Laksamana Madya TNI (Purn.) Moekhlas Sidik, M.P.A. (lahir di Jombang, Jawa Timur, 12 Juli 1953; umur 63 tahun) adalah seorang purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Laut yang berasal dari Satuan Komando Pasukan Katak dan Korps Pelaut. Ia merupakan alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) 1977 angkatan 23 dan mengawali karier militernya sebagai perwira divisi Bahari KRI Lambung Mangkurat. Selain penugasan di dalam dan luar negeri serta komandan kapal perang berbagai jenis dan tipe, Panglima Armada RI Kawasan Barat dan Timur. Putra kelahiran Jombang ini juga merupakan prajurit Pasukan Katak dan menjabat Komandan Satuan Pasukan Katak Koarmatim tahun 1997. Pada tanggal 3 Maret 2010 di percaya menduduki jabatan Komandan Sesko TNI Menggantikan Marsdya TNI Edy Harjoko. Sebelumnya Moekhlas Sidik menjabat Wakil KSAL.

Pendidikan
○ Akabri (AAL) (1977)
○ Komando Pasukan Katak (1983)
○ Selapa (1985)
○ SESKOAL (1993/1994)
○ Magister Public Adminitstation of Philiphines (1994)
○ SESKO TNI (1998/1999)
○ LEMHANAS (2002)

Karier Militer
Letnan Dua S/d Kapten
○ Perwira Divisi Bahari KRI Lambung Mangkurat-374 (1977)
○ Perwira Denmako Armada (1978-1979)
○ Perwira KRI Lambung Mangkurat-374 (1979-1980)
○ ADC Panglima Armada (1980-1982)

Mayor
○ Komandan KRI Martadinata-343 (1982-1983)
○ Komandan Pasukan Katak (1983-1987)
○ PBU Athan Filipina Bais ABRI (1988-1992)

Letnan Kolonel
○ Seintelstrat BAIS ABRI (1992-1994)
○ Komandan KRI Samadikun-341 Armatim (19941995)
○ Komandan KRI Singa-651 Armatim (1995-1996)
○ Komandan KRI Malahayati-362 Armatim (1996-1997)

Kolonel
○ Komandan Satuan Pasukan Katak Armatim (1997-2000)
○ Komandan Satuan Amfibi Armatim (2000-2001)
○ Komandan Flotila Armatim (2001-2002)

Laksamana Pertama
○ Komandan Guskamla Armatim (2002-2003)
○ Komandan Lantamal VI/Manado (2003-2004)
○ Kepala Staf Armabar (2004-2005)
○ Dosen Lemhanas (2005-2006)

Laksamana Muda
○ Panglima Armabar (2006-2006)
○ Panglima Armatim (2006-2007)
○ Asops Kasal (2007-2008)

Laksamana Madya
○ Wakil Kasal(2008-2010)
○ Dansesko TNI (2010-2011)

Karier Politik
Setelah pensiun dari dinas kemiliteran, Laksamana Madya TNI (Purn) Moekhlas Sidik merasa terpanggil untuk terus berkiprah membangun negeri dengan terjun ke dunia politik. Pada tahun 2012, Laksamana berbintang tiga ini mendatangi kantor DPP Partai Gerindra untuk mendaftar menjadi anggota. Oleh Ketua Dewan Pembina Partai GERINDRA, Prabowo Subianto, Moekhlas Sidik diterima dan diminta untuk menjadi Calon Anggota Legislatif pada tahun 2013. Akan tetapi, seiring dengan dibentuknya Badan Pemenangan Nasional Pemilihan Umum oleh DPP Partai GERINDRA, yang bersangkutan diminta mundur dari pencalonannya dan didaulat menjadi Ketua Badan tersebut. Di bawah kepemimpinannya, Partai GERINDRA mendapatkan kemajuan yang sangat pesat, yakni kenaikan perolehan suara dari periode sebelumnya atau 73 kursi Anggota DPR-RI. Setelah Ketua Umum Alm. Prof. Suhardi meninggal dunia karena sakit, Prabowo Subianto didaulat menjadi Ketua Umum DPP Partai GERINDRA sekaligus sebagai Ketua Dewan Pembina Partai GERINDRA, maka terjadi perubahan struktur organisasi di DPP Partai GERINDRA dengan menambahkan salah satu unsur penting dalam kepengurusan, yakni Ketua Harian DPP Partai GERINDRA. Oleh karena kemampuannya dalam memimpin, Laksamana Madya TNI (Purn) didaulat menjadi orang nomor 2 di Partai Gerindra sebagai Ketua Harian.

Anggota Partai GERINDRA (2012)
○ Ketua Badan Pemenangan Nasional Pemilihan Umum DPP Partai GERINDRA (2013-2014)
○ Wakil Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta (2014-2014)
○ Ketua Harian DPP Partai GERINDRA (2015-sekarang)