• Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra

Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?

Prabowo Cawapres? No Way!

Calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menegaskan belum akan menyikapi wacana bahwa dirinya bakal diusung sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi capres PDIP, Megawati Soekarnoputri.

“Saya ini kan capres dari Gerindra, jadi kalau jadi cawapres, apa kata konstituen saya nanti?” kata Prabowo usai deklarasi dukungan dari Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS) di Bogor, Senin (19/1).

Prabowo dengan yakin mengatakan bahwa partainya akan membuat kejutan pada Pemilu 9 April nanti. Namun ia tidak merinci lebih lanjut kejutan yang dimaksudnya tersebut.

Gerindra oleh beberapa kalangan memang disebut-sebut sebagai ‘kuda hitam’ yang siap menyaingi suara partai-partai besar dalam Pemilu 2009.

Mantan Pangkostrad tersebut juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya. “Golput adalah tindakan orang yang menyerah. Hanya dengan satu contrengan pada 9 April nanti, kita bisa mengubah nasib bangsa,” katanya.

Dalam deklarasi tersebut, GIBAS yang beranggotakan lebih dari 500 ribu orang di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten juga mengangkat Prabowo sebagai Ketua Dewan Kehormatan untuk masa jabatan 2007-1012.

Sementara itu, mengenai strategi untuk meraih 20 persen electoral treshold (ET), Prabowo mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi mengenai visi dan misi. (Inilah.com)


Prabowo Serap Suara Anak Kolong

Prabowo Subianto terus memperluas basis dukungannya. Di Jawa Barat, mantan Pangkostrad yang kini capres dari Partai Gerindra itu merekrut komunitas ‘anak kolong’ di bawah naungan Gerakan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi alias GIBAS.

“Dalam acara simposium yang diselenggarakan Institut Garuda Nusantara ini Prabowo mungkin juga akan dideklarasikan oleh salah satu ormas yang menjadi peserta simposium menjadi Ketua Badan Kehormatan,” kata Waketum DPP

Gerindra Fadli Zon kepada INILAH.COM di IPB International Convention Centre, Bogor, Senin (19/1).

 

Namun pria berkacamata bulat ini enggan berkomentar lebih lanjut tentang hal itu. Ia hanya mengataka, acara ini juga merupakan bagian dari sosialisasi kebijakan-kebijakan dan pemikiran Praboiwo jelang Pilpres 2009.

Sementara itu, salah seorang panitia yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, GIBAS merupakan ormas yang bergerak di sektor informal yang anggotanya terdiri dari petani, pedagang pasar, dan nelayan. Basis massa

dari ormas ini hanya terkonsentrasi di 26 kab/kota di seluruh Jawa Barat.

“Itu seperti organisasi yang istilahnya anak kolong lah. Jumlah anggotanya sekitar 400 ribu lebih yang tersebar di seluruh Jawa Barat,” ujar pria yang menggunakan kemeja putih dengan dasi merah ini.

Dalam acara tersebut, terlihat ratusan massa menggunakan pakaian serba hitam bertuliskan GIBAS dengan gambar kepala macan yang sedang mengaum. Terlihat pula beberapa peserta yang hadir dari HKTI dan KTNA.(Inilah.com)


Biro Logistik KPU Tolak Ubah DPT

Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana mengubah daftar pemilih tetap (DPT) melalui Perpu. Namun rencana itu ditolak Biro Logistik KPU. Hal itu dinilai akan menyulitkan proses pengadaan logistik.

“Itu bisa bahaya, nggak benar itu. Perubahan nggak benar karena mengubah perencanaan logistik yang sudah pasti,” kata Kepala Biro Logistik KPU Dalail di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2009).
Dalail mengatakan, KPU memang boleh menambah jumlah pesanan kepada pemenang tender maksimal 10 persen sesuai kesepakatan yang dibuat (adendum). Namun, kata Dalail, kesepakatan itu berlaku hanya jika terjadi salah hitung.
“Kalau perubahan terus, kapan pemilunya?” ujarnya tertawa.
Mengenai rencana perubahan DPT itu, Dalail mengaku belum diajak berkoordinasi oleh KPU. Dia hanya mengingatkan, kalau sampai perubahan tetap dilakukan, KPU akan terkena getahnya.
“Misalnya ada penambahan 1 TPS saja, harus tambah logistik seperti tinta, surat suara, kotak dll. Kalau nggak tersedia bisa dituntut kita. Kita maunya bekerja sesuai prosedur saja,” tandasnya.
KPU berniat mengubah DPT karena banyak masukan dari masyarakat dan partai politik. Menurut mereka, masih banyak calon pemilih yang belum terdaftar dalam DPT. (Detik.com)

Gerindra Sambut Keinginan Gus Dur

Partai Gerindra menyambut baik keinginan KH Abdurrahman Wahid agar para pendukung setianya juga berkoalisi dengan Gerindra. Bahkan partai pengusung Prabowo Subianto itu selama ini sudah terlebih dahulu menjalin kerja sama dengan PKB Gus Dur di beberapa daerah.

“Alhamdulliah akhirnya gayung bersambut. Seruan yang sangan bagus,” ucap singkat Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (19/1).

Dia mengatakan, Partai Gerindra sudah sebulan atau dua bulan lalu menjalin kerja sama dengan PKB Gus Dur di daerah, seperti kabupaten Klaten. Dari 26 kecamatan yang ada sudah 20 kecamatan yang merupakan kerja sama Partai Gerindra dengan PKB Gus Dur.

“Hasilnya dari 20 kecamatan itu, kita akan mendeklarasikan Bumi Garuda Sakti. Ini semacam kerjasama relawan Gus Dur dengan Partai Gerindra dalam menarik suara atau dukungan masyarakat,” ujarnya.

Seruan mantan Ketua PBNU itu, lanjut Suhardi, sebenarnya sama dengan keinginan pendukung Gus Dur di kabupaten klaten. Sehingga, harapnya, koalisi dengan PKB Gus Dur itu dapat berlanjut ke tingkat nasional.

“Komunikasi akan terus dilakukan hingga mencapai koalisi tingkat nasional,” imbuhnya.

Dalam keterangan persnya Minggu (18/1) di PBNU setelah caleg PKB versinya ditolak KPU Pusat melalui KPUD Sumsel, Gus Dur menyerukan para pendukungnya di daerah untuk berkoalisi dengan parpol manapun. Koalisi tersebut, katanya hanya bersifat lokal, bukan nasional. (inilah.com)


Anak Siliwangi Dukung Prabowo di Pilpres 2009

Sekira 500 anggota Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (Gibas) akan mendeklarasikan dukungannya terhadap calon presiden Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Selain mengangkat Pak Prabowo sebagai Ketua Badan Kehoramatan Gibas, Gibas juga akan mendeklarasikan dukungannya untuk Pak Prabowo,” ujar Untung Raharjo dari Media Center Gerindra, di Gedung Internasional Convention Center Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat, Senin (19/1/2009).

Deklarasi dijadwalkan digelar pukul 14.00 WIB. “Acaranya pembukaan, ikrar Sakta Setia IBAS, sambutan dari dari DPP, baru deklarasi,” katanya.

Prabowo sudah tampak hadir sejak acara dimulai pukul 12.00 WIB. Kehadiran putera begawan ekonomi Sumitro ini cukup membuat antusias peserta deklarasi. (okezone)


850 Pages« First...10...805806807...810...Last »