• Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra

Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?

Kader Gerindra Turun Gunung!

Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto, meminta para calon anggota legislatif (caleg) yang diusung partai ini pada Pemilu 2009 untuk mengintensifkan tatap muka dengan para konstituennya.

“Ini merupakan salah satu cara jitu dalam upaya meraih suara dalam pemilu mendatang,” kata Prabowo dalam konsolidasi caleg Partai Gerindra dari daerah pemilihan Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (20/9) malam.

Menurut dia, masih ada waktu sekitar 150 hari menjelang Pemilu 2009, bagi para caleg untuk memperkenalkan dirinya. Ia menuturkan, tatap muka secara langsung dengan konstituen dinilai cukup efektif agar masyarakat mengenal secara langsung calon wakil rakyatnya.

“Kalau perlu, temui para konstituen dari rumah ke rumah,” kata calon Presiden yang diusung Partai Gerindra ini. Ia optimistis, dengan cara ini Gerindra akan meraih suara cukup tinggi dalam pemilu.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Danjen Kopassus ini menyatakan, perjuangan dalam upaya memenangi Pemilu 2009 sama dengan menghadapi peperangan.

“Dalam peperangan kita mengenal adanya intelejen yang bertugas mengetahui kondisi musuh yang akan dihadapi, demikian juga dalam upaya menghadapi pemilu,” katanya.

Menurut dia, dalam menghadapi Pemilu 2009, Gerindra harus mempu mengidentifikasi situasi yang akan dihadapi di masa yang akan datang.(Inilah.com)


Prabowo Bicara Pertanian

Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Prabowo Subianto akan berbicara soal revolusi pertanian di hadapan perwakilan tani se-Jateng di Vina House Jl Diponegoro No 39 Semarang, hari ini (20/9), pukul 15.00.

Menurut Sunarto, panitia, acara dalam bentuk diskusi itu, diprakarsai oleh Kelompok Diskusi Wartawan (KDW) Provinsi Jateng. Selain Prabowo, turut menjadi narasumber lainnya Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jateng Prof Dr Bambang Sudariyanto, Wakil Ketua Kadin Jateng Bidang Agrobisnis Khafid Sirotudin, dan Ketua LSM PPNSI Muh Riyono. (suaramerdeka.com)


Gerindra Gelar Baksos Korban Kebakaran Rawamangun

Dua sayap Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) dan Perempuan Indonesia Raya (Perindra) memberi bantuan dan membuat dapur umum di pusat kebakaran di Jalan Kayu Jati V, Rawamangun, Jakarta Timur.
Menurut Ketua Perindra Dahlia aksi ini sesuai dengan visi dari Gerindra yaitu turut membantu kelompok yang mengalami musibah.

“Kami tidak melihat korban berasal dari partai mana, ini bukan soal partai tapi lebih pada rasa kemanusiaan,” ujar Dahlia usai memberikan bantuan, Jumat (19/9/2008).

Dahlia juga memaparkan Perindra berniat untuk menerjunkan tim konseling bagi para korban, “Mereka butuh didengar dan butuh dukungan. Apalagi menjelang Lebaran,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Satria Heru Johansyah mengatakan, Satria akan mendirikan dapur umum bagi 80 Keluarga yang mengalami kebakaran.

Rencananya Satria akan memasang tenda barak, yang biasa dipakai militer, sebagai pusat kegiatan bagi para korban.

“Mestinya pemerintah setempat tanggap dengan kejadian seperti ini. Anda lihat mereka masih ditampung di masjid, padahal banyak anak kecil yang rentan terkena penyakit,” papar Heru.

Sedangkan calon Legislatif daerah pemilihan Sumatra Selatan Adek Prakarsa yang turut hadir menyatakan keheranannya.

“Bencana kebakaran seolah-olah menjadi agenda tahunan. Hampir tiap tahun menjelang lebaran, bencana kebakaran selalu marak,” ungkap Adek yang meminta pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap hal ini. (Okezone.com)


Data Pemilih Memprihatinkan

DPR Meragukan Akurasi Data

Sebagian besar anggota Komisi II DPR meragukan akurasi Data Pemilih Sementara yang sedang dimutakhirkan dan disusun Komisi Pemilihan Umum. Untuk itu, KPU harus lebih giat menyosialisasikan pendaftaran pemilih dan membagikan Data Pemilih Sementara kepada partai politik di tingkat kelurahan.

Berbagai pertanyaan, masukan, dan imbauan disampaikan para anggota Komisi II DPR ketika melaksanakan rapat dengar pendapat dengan KPU, Badan Pengawas Pemilu, dan Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Departemen Dalam Negeri Abdul Rasyid Saleh di Jakarta, Kamis (18/9).

Anggota Komisi II, Lena Maryana Mukti (Fraksi Partai Persatuan Pembangunan), mengungkapkan, dari sepuluh tahapan pemilu, penyusunan daftar pemilih merupakan tahapan yang paling penting. DPR, lanjutnya, telah mengingatkan Direktorat Jenderal Administrasi Kependudukan untuk menyusun sistem informasi administrasi kependudukan yang akurat sehingga bisa menjadi data awal penyusunan data pemilih pemilu.

“Tahapan itu merupakan roh demokrasi Indonesia. Akurasi data pemilih sangat penting. KPU harus mempunyai terobosan baru untuk mengumumkan daftar pemilih sehingga masyarakat mengetahui apakah sudah terdaftar atau belum. Saya lihat di website KPU juga tidak ada, jadi bagaimana bisa mengakses pengumuman DPS (Data Pemilih Sementara)?” kata Lena.

Andi Yuliani Paris (Fraksi Partai Amanat Nasional) mengatakan, ketika turun ke daerah-daerah, ada beberapa desa yang tidak memasang DPS. Selain itu, DPS yang seharusnya diserahkan ke parpol untuk mendapat masukan juga tak dilaksanakan Panitia Pemilihan Kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Ia juga menerima adanya laporan data penduduk berupa cakram padat setelah dibuka ternyata kosong.

Anggota Komisi II, Ferry Mursyidan Baldan (Fraksi Partai Golkar), mempertanyakan optimalisasi pemutakhiran data pemilih yang telah dilakukan di daerah- daerah. “KPU pernah menjamin KTP bisa dijadikan kartu pemilih di pemilu, apakah ini nanti juga bisa diberlakukan?” katanya.

Menanggapi hal itu, anggota KPU, Sri Nuryanti, yang menjadi Ketua Pokja Pemutakhiran Data Pemilih, mengungkapkan, ada beberapa kendala dalam pemutakhiran data pemilih, seperti masalah geografis yang sulit dijangkau petugas PPS sehingga membutuhkan waktu untuk menjangkau sebuah tempat.

“Selain itu, juga perubahan stelsel pasif menjadi stelsel aktif untuk mendapatkan data pemilih. Misalnya, masyarakat yang didatangi belum tentu ada di rumah sehingga harus menunggu atau mendatangi lagi,” ujar Sri.

Mengenai pertanyaan data penduduk yang kosong, ia mengungkapkan, data per tanggal 5 April yang diserahkan pemerintah kepada KPU memang ada yang masih kurang. “Jadi bukan kosong, tetapi datanya belum masuk. Namun, saat ini semua data penduduk sudah ada,” katanya.

Menurut data KPU, jumlah pemilih yang terdaftar dalam DPS sebanyak 172.800.716 jiwa, kemudian dimutakhirkan menjadi 170.752.862 jiwa. Dengan demikian, ada penurunan sebesar 2.047.854 jiwa. Menurut Sri Nuryanti, penurunan angka DPS karena banyak data yang dobel.  (kompas)


Pembekalan Caleg Gerindra

Selama dua hari dari tangal 15 – 16 September 2008, berlangsung Pembekalan Calon Legislatif DPR RI dari Partai Gerindra yang diikuti sekitar 250 caleg dari nomor urut satu sampai tiga.Tampak hadir juga dari kalangan artis yang menjadi caleg , antara lain Rachel Mariam, Jamal Mirdad, Ana Tairas dan Steve Imanuel.

Acara yang berlangsung di Puri Agung, Hotel Sahid Jakarta dibuka oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prof. Suhardi, senin kemarin. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan untuk para caleg partai ini. Banyak pembicara didatangkan dalam acara ini, antara lain Didik Supriyanto, ahli komunikasi Effendi Gozali, Fadli Zon, Amran Nasution, Hadar Gumay dari CETRO dan lain lain. Materi Khusus pembekalan ini disampaikan oleh Letjen TNI Purn Prabowo Subianto selaku Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Antusias peserta begititu tinggi, sampai waktu dua setengah jam terasa singkat untuk mendengarkan pidato Prabowo itu..Mantan Pangkostrad ini berharap Partai Gerindra akan mendapatkan dukungan dari masyarakat yang sebanyak banyaknya dan menjadi partai pemenang pemilu 2009.Tentunya dengan kerja keras para kadernya dan ujung tombaknya adalah para caleg. (MAM)


805 Pages« First...10...797798799...Last »