• Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra

Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?

Warga Madura Dukung Prabowo, Gerindra : La Nyala Ralat Janji Potong Leher

La Nyala Ralat Janji Potong Leher

Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra, Andre Rosiade mengatakan, bahwa pihaknya makin yakin dan mampu memenangkan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Madura.

Pendapatnya ini, menurut Andre, bukan tanpa alasan. Selain banyaknya relawan yang sudah mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo-Sandi, pernyataan La Nyalla Mattalitti yang sebelumnya sesumbar akan memotong leher jika Prabowo-Sandi menang di Madura namun akhirnya diralat juga membuatnya semakin yakin.

“Awalnya La Nyalla sombong sampai nantang warga Madura potong lehernya. Sekarang dia ralat. Mungkin dia juga semakin tahu bahwa Prabowo-Sandi banyak dapat dukungan di Madura,” ujar Andre Rosiade dalam keterangannya, (26/12/18).

Andre juga mengatakan bahwa pihaknya merasa beruntung La Nyalla sudah tidak ada lagi di kubunya. Menurut Andre, sikap yang ditunjukan La Nyala selama ini sangat kontra produktif dengan apa yang menjadi cita-cita luhur Prabowo.

“Alhamdulillah, kami bersyukur manusia macam La Nyala sudah tidak berada di tempat kami. Dia sendiri yang mengaku selama ini menebar fitnah. Dan sikap semacam itu bukan bagian dari tujuan kami membangun negeri,” kata Andre.

Tak hanya itu, Andre juga juga beranggapan bahwa siapa pun yang didukung oleh La Nyala akan kalah dalam hal apa pun. Karena dukungannya malah akan berdampak buruk kepada yang didukung.

“Energi yang dipancarkan La Nyala ini sangat negatif. Dan itulah yang kami syukuri setelah dia sudah tidak ada di sini. La Nyala bawa sial. Yang didukung La Nyala biasanya kalah. Jadi kami yakin Prabowo-Sandi akan menang Pilpres 2019,” tandasnya.

 

Sumber


Gerindra Bela Rachel Maryam Soal Freeport: Pemerintah Buru-buru

GerindPemerintah Buru-buru

Anggota Badan Komunikasi Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Andre Rosiade menjelaskan cuitan kader partainya, Rachel Maryam, soal divestasi PT Freeport Indonesia. Rachel mengkritisi langkah pemerintah membeli mayoritas saham Freeport ketimbang menunggu masa kontrak habis pada 2021.

Menurut Andre, inti dari cuitan rekannya itu adalah untuk mengkritisi pemerintah lantaran terlalu terburu-buru untuk membeli saham Freeport. Padahal, menurut dia, apabila pemerintah menunggu sejenak, paling tidak hingga masa pemerintahan baru, Indonesia bisa mendapatkan tambang di Papua itu dengan harga yang murah, bahkan cuma-cuma.

“Ada wacana kontraknya habis 2021, kan dua tahun sebelumnya yaitu pada 2019 kita bisa negosiasi dengan Freeport untuk memperpanjang kontrak atau tidak, seharusnya tunggu pemerintah baru dulu di 2019,” ujar Andre kepada Tempo, Selasa, 25 Desember 2018.

Sebelumnya Rachel menyindir tak sedikit pihak yang mengapresiasi keberhasilan Indonesia menguasai 51,2 persen saham PTFI tersebut. “Ada rumah dikontrakin ke orang. Pas kontraknya abis, untuk bisa ambil alih rumahnya sendiri, si pemilik rumah harus beli ke yg ngontrak. Belinya pake duit utang ke tetangga. Lalu semua tepuk tangan bahagia,” ujarnya seperti dikutip dari cuitan di akun Twitter-nya, @cumarachel pada Sabtu pekan lalu, 22 Desember 2018.

Cuitan itu sempat menuai berbagai respons warganet hingga pakar ekonomi. Lantaran itu, Rachel pun kembali membuat cuitan anyar soal Freeport. “Gini lho. Dari pada utang untuk bayar saham yg sebenernya gausah dibeli di thn 2021, lebih baik uang hutangnya dipakai untuk beli modal aset2 untuk mengganti aset2 yg khawatir akan diangkutin si pengontrak itu. Sama-sama ngutang, tapi kedaulatan menjadi 100 persen,” cuit dia.

Senada dengan Rachel, Andre menyebut pemerintah mestinya mencermati bahwa Freeport masih memiliki kewajiban untuk membayar denda akibat sejumlah pelanggaran yang dilakukannya. Salah satu perkara yang diungkit Andre adalah soal temuan Badan Pemeriksa Keuangan mengenai kerusakan lingkungan yang diakibatkan aktivitas perusahaan pertambangan itu.

“Hasi audit BPK-nya kan kita rugi ratusan triliun dengan kerusakan lingkungan itu, harusnya tunggu dulu kita tunggu dulu pemerintahan baru, jangan dikemas sekadar untuk pencitraan,” ujar Andre. Ia tak ingin gara-gara Pemilu, pemerintah jadi terburu-buru mengeluarkan kocek dari utang dengan nominal hingga di atas Rp 50 triliun itu. “Ini bisa menambah beban untuk bangsa kita, padahal kita bisa dapat lebih murah, bahkan gratis.”

 

Sumber


Pertemuan SBY-Prabowo Tangkis Kabar Kurang Harmonis

Pertemuan SBY-Prabowo Tangkis Kabar Kurang Harmonis

Politikus Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menangkis bahwa hubungan partai Gerindra dan Partai Demokrat kurang harmonis.

Hal ini terkait dengan pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY dengan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto pada Jumat (21/12/2018) kemarin.

“Jadi saya kira polemik di luar yang menyatakan bahwa seolah-olah ada hubungan yang kurang pas antara Gerindra dengan Demorkat itu salah ya. Justru Demokrat memberikan dukungan yang baik, dukungan yang besar, dukungan yang luas, dan kongkrit,” kata Riza saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/12/2018).

Untuk itu, Riza menegaskan bahwa dukungan dan komitmen dari partai Demokrat tidak perlu diragukan lagi dalam mendukung pasangan Prabowo-Sandi.

Lanjutnya, orang-orang tidak perlu mempermasalahkan lagi hubungan partai Gerindra dan partai Demokrat karena tidak ada yang dipermasalahkan.

“Kita tahu pak SBY adalah presiden 10 tahun yang berhasil, yang komitmennya sangat besar, sangat tinggi. Dan kami yakin komitmen dukungan partai Demokrat pada Prabowo-Sandi akan membuahkan hasil pada pemenangan Pilpres 2019,” ujarnya.

Terkait tidak hadirnya Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dan Sekretaris Jenderal Partai Gerindar Ahmad Muzani, Riza menyebut tidak perlu dipermasalahkan karena memang keduanya tidak bisa hadir pada saat pertemuan tersebut.

“Jadi masa semua harus hadir, apalagi kan ini sedang reses anggota dewan rata-rata di dapil masing-masing,” katanya.

 

Sumber

 

 


Pernyataan Prabowo Indonesia Akan Punah Bukan untuk Menakuti Rakyat

Pernyataan Prabowo Indonesia Akan Punah Bukan untuk Menakuti Rakyat

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa apa yang disampaikan calon presiden Prabowo Subianto soal Indonesia punah bukan untuk menakut-nakuti masyarakat.

Ia juga yakin masyarakat Indonesia tidak takut dengan pernyataan Prabowo tersebut.

“Di Indonesia ini engga pernah takut bangsa Indonesia ini engga pernah takut kita pernah berjuang 350 tahun. Tiga setengah abad melawan penjajah, hari-hari hidup seperti ini sekalipun menderita, susah, lapar, susah cari kerja engga pernah takut orang Indoneisa. Nyatannya kita hadapi semua,” kata Riza di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/12/2018).

Maksud Prabowo dalam pidatonya tersebut hanya mengingatkan mengenai kondisi Indonesia sekarang ini.

Bahwa sejumlah permasalahan yang terjadi jangan dianggap remeh.

Mulai dari masalah lapangan pekerjaan, hingga masalah stunting.

“Yang dimaksud oleh beliau pak Prabowo – Sandi ini loh potret bangsa Indonesia mari sama samakita eling, waspada mari sama-sama kita pahami dan sama-sama kita benahi. jangan kita gampangin semua. Padahal sekarang orang susah nyari kerja ada angka tinggi terhadap stunting, kekurangan gizi di Asmat,” katanya.

Prabowo menurut Riza bukannya mengnginkan Indonesia bubar atau punah.

Prabowo merupakan purnawirawan Jenderal yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi.

 

Sumber

 

 


Prabowo Sebut Gerindra Ikut Tersakiti Perusakan Baliho Demokrat

Prabowo Sebut Gerindra Ikut Tersakiti Perusakan Baliho Demokrat

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan simpati atas peristiwa perusakan dan penurunan baliho serta bendera Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau. Prabowo berujar Gerindra turut merasa disakiti jika ada yang menyakiti Partai Demokrat.

Calon presiden nomor urut 02 ini secara khusus meminta agar pernyataannya tersebut disampaikan kepada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY.

“Sampaikan ke Pak SBY, kalau Demokrat disakiti, kami merasa disakiti juga. Kalau ada yang robek-robek baliho Demokrat, sama dengan robek-robek balihonya Gerindra,” kata Prabowo di acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin, 17 Desember 2018.

Acara konferensi nasional itu turut dihadiri para elite partai koalisi pengusung calon presiden-wakil presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga Uno. Dari Partai Demokrat, hadir Wakil Ketua Umum Syarief Hasan.

Perusakan dan penurunan baliho serta bendera diduga terjadi pada Sabtu dini hari kemarin, 15 Desember 2018. Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengklaim ada 200 baliho dan bendera yang diturunkan dan ribuan lainnya yang diturunkan.

Saat ini kepolisian telah menangkap seorang pelaku yang diduga melakukan perusakan. Ferdinand mengklaim, tim Demokrat di daerah juga telah melakukan penelurusan di beberapa lokasi. Dia mengklaim menemukan bukti bahwa ada keterlibatan penguasa dalam insiden perusakan itu.

Prabowo lantas meminta agar perusakan dan penurunan baliho dan bendera semacam itu tak terulang. Namun, tak jelas kepada siapa dia menujukan permintaan itu. “Dan kami mengimbau jangan robek-robek baliho, jangan robek-robek spanduk,” kata Prabowo.

Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus ini berujar, demokrasi harus dilaksanakan dengan baik. Prabowo pun mengatakan bahwa pihaknya juga memiliki kekuatan.

“Bagaimana GMD? Kamu berani atau tidak? Bagaimana singa-singa tua? PPIR?” tanya Prabowo kepada dua organisasi sayap partainya. Pertanyaan itu dijawab dengan teriakan “siap” dan “berani” dari GMD dan PPIR.

 

Sumber


854 Pages« First...345...10...Last »