• Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra

Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?

Gerindra Tahu Cara PDIP Dominasi Kekuasaan di Jateng, Tapi Rakyat Tetap Miskin

Gerindra Tahu Cara PDIP Dominasi Kekuasaan di Jateng, Tapi Rakyat Tetap Miskin

PDIP mengaku tahu orang-orang di balik pendirian posko-posko Prabowo-Sandiaga di Jawa Tengah. Belakangan, Prabowo-Sandi memang gencar mendirikan posko pemenangan di Jawa Tengah. Sebab, salah satu target utama kubu oposisi ini menaklukan ‘Kandang Banteng’ di Pilpres 2019.

“Kami juga sudah tahu jaringan dan sponsor mereka (PDIP),” kata Waketum Gerindra, Ferry Juliantono kepada merdeka.com, Rabu (2/1). Pernyataan Ferry membalas komentar Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno .

Tidak hanya itu, Ferry juga mengaku tahu cara kerja PDIP sehingga bisa berkuasa dan mendominasi di Jawa Tengah. Sayang dia tak mau mengungkap lebih dalam tentang hal tersebut.

“Dan bagaimana cara kerja mereka melanggengkan dominasi kekuasaan di Jawa Tengah, di tengah masyarakat Jawa Tengah yang tetap miskin,” kata Ferry.

 

Sumber


Pelantikan Doni Monardo Ditunda, Gerindra: Presiden Sudah Biasa Batalkan Peristiwa Besar

Presiden Sudah Biasa Batalkan Peristiwa Besar

Ketua DPP Gerindra Sodik Mudjahit angkat bicara terkait batalnya pelantikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang sedianya dilakukan pagi ini, Rabu, (2/1/2019).

Menurut Sodik Mudjahid, Presiden Jokowi sudah biasa membatalkan secara mendadak peristiwa-peristiwa besar.

“Sudah jadi kebiasaan presiden dan kabinetnya membatalkan beberapa peristiwa penting seperti kenaikan BBM,pelantikan BNPB bahkan penetapan Cawapres,” ujar Sodik Mudjahit, Rabu, (2/1/209).

Hal tersebut menurut Sodik Mudjahit, menunjukkan bahwa pemerintahan sekarang kurang kuat dan solid.

“Ini tentu menjukkan kurang kuat,kurang matang,kurang tajam dan kurang solid nya tim,” kata Sodik Mudjahid.

Terkait BNPB sendiri, Sodik Mudjahit mengatakan lembaga tersebut sudah bagus dalam menanggulangi sejumlah bencana. Hanya saja masih lemah dalam mitigasi bencana.

“BNPB selama ini sudah cukup bagus dalam menangani darurat bencana tapi bersama BMKG masih lemah dalam mitigasi antisipasi dan kewaspadaan bencana,” katanya.

Sempat beredar kabar Letjen Doni Monardo akan dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang baru, menggantikan Willem Rampangilei.

Pelantikan rencananya akan dilakukan di Istana Negara hari ini, Rabu pagi, 2 Januari 2019.

Namun, pelantikan tersebut mendadak ditunda karena alasan Presiden Joko Widodo harus berangkat ke Lampung meninjau korban bencana tsunami.

Sumber

 

 


Dirikan Seknas Prabowo-Sandi di Jateng, M Taufik Yakin Taklukan ‘Kandang Banteng’

Dirikan Seknas Prabowo-Sandi di Jateng, M Taufik Yakin Taklukan 'Kandang Banteng'

Prabowo-Sandiaga mendirikan kantor Sekretariat Nasional di dekat rumah Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah. Kubu oposisi merasa sangat yakin mampu melakukan perlawan di ‘kandang banteng’, basis massa terkuat PDIP di Jawa Tengah.

Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno, Muhammad Taufik menjelaskan, Seknas Prabowo-Sandi itu kan membantu gerakan pemenangan Prabowo-Sandi. Jateng salah satu pemilih dengan suara terbanyak setelah Jabar dan Jatim.

“Kita yakin bisa dapat suara signifikan di Jateng. Karena, begitu kita ingin dirikan posko di Jateng waktu itu, banyak orang menawarkan. Artinya ada keberanian muncul sekarang di tengah-tengah masyarakat Jateng. Respons masyarakat Jateng positif sekali. Kita sangat apresiasi,” kata M Taufik kepada wartawan, Rabu (2/1).

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta itu mengatakan, pendirian posko bukan tanpa sebab. Dia mendengar banyak permintaan masyarakat kecil di Jateng agar Prabowo-Sandi mendirikan posko pemenangan di sana.

Taufik akan terus perkuat konsolidasi pemenangan Prabowo-Sandiaga, khususnya di Jawa Tengah. Posko Seknas Prabowo-Sandi menjadi salah satu pintu menangkap aspirasi rakyat Jateng.

“Jangan anggap remeh suara-suara masyarakat kecil. Kami akan terus kerja keras dan kerja cerdas. Kami tak pernah lelah konsolidasi menemui langsung masyarakat. Pintu posko seknas di Jakarta, Jateng, dan daerah lain selalu terbuka untuk rakyat. Silakan sampaikan aspirasi,” tegas Taufik.

Taufik juga menjelaskan, posko Seknas Prabowo-Sandi bukan hanya di Solo. Tapi juga di berbagai titik di Jateng.

“Ada empat posko di Jateng. Ada di Solo Raya, Semarang, Pekalongan, dan Kendal. Sudah diresmikan Mas Sandi hari Minggu tanggal 30 Desember 2018. Insya Allah nanti di Jatim juga akan ada, termasuk beberapa daerah lain. Nanti kita cek dulu,” tutur dia.

Diketahui, Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno didampingi Direktur Materi Debat dan Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said mesmikan Posko Sekretariat Nasional Prabowo-Sandi Solo Raya, di Jalan Adi Soemarmo, Klodran, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (30/12) petang.

Posko tersebut berada tak jauh dari kediaman pribadi Presiden Joko Widodo ( Jokowi), Sumber, Banjarsari, Kota Solo. Dari penelusuran merdeka.com, posko tersebut hanya berjarak sekitar 2,5 kilometer arah barat dari kediaman Calon Presiden nomor urut 01 tersebut. Bangunan yang dulunya digunakan sebagai minimarket tersebut mempunyai lebar 28 meter dan panjang sekitar 100 meter.

Dalam sambutannya Sandi mengatakan, selain Solo, turut diresmikan juga 4 posko lainnya secara serentak. Yakni di Semarang, Pekalogan, Kendal dan Bantuan, Yogyakarta. Dengan keberadaan posko seknas tersebut diharapkan bisa membantu koordinasi dan mobilisasi gerak juang di wilayah Jawa Tengah.

“Hari ini kita meresmikan operasional seknas untuk Solo Raya. Jadi ini merupakan inisiasi dari Seknas Pusat untuk membantu koordinasi dan mobilisasi gerak juang kita di wilayah Jawa Tengah,” ujar Sandi.

Posko tersebut juga diharapkan menjadi tempat berkumpul para relawan serta bisa menyerap aspirasi dari masyarakat di Kota Solo dan sekitarnya. Dengan difungsiksannya posko tersebut, lanjut Sandi, bukan berarti pemindahan markas pemenangan pusat ke tempat tersebut. Untuk pemindahan, lanjut dia masih dalam persiapan oleh tim yang dikoordiasikan oleh Sudirman Said.

Sandi optimis saat pemilihan 17 April nanti perolehan suara akan lebih baik. Meskipun saat Pilpres 2014 Prabowo tertinggal jauh dari Jokowi, namun saat Pilgub Jateng lalu, Sudirman memperoleh suara yang signifikan dan hanya selisih sedikit dengan Ganjar Pranowo.

“Saya yakin 2019 kita akan lebih baik di Jawa Tengah,” katanya.

 

Sumber


Bercermin Kemenangan Jabar, Gerindra Optimistis Geser PDIP Di Jateng

Bercermin Kemenangan Jabar, Gerindra Optimistis Geser PDIP Di Jateng

Provinsi Jawa Tengah (Jateng) selama ini dianggap sebagai basis atau lumbung suara PDI Perjuangan.

Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meyakini itu hanya mitos dan bisa dipecahkan pada Pemilu 2019 ini.

“Ya memang bukan suatu hal yang mustahil jika mitos itu terpecahkan nantinya,” kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (1/1).

Asumsi tersebut didasarkan kemenangan Gerindra dan Prabowo Subianto di Provinsi Jawa Barat (Jabar) di Pemilu 2014 silam. Sehingga ada kemungkinan pengaruh itu juga berimbas ke tetangganya, Jateng.

“Jika memang nanti di Jateng menang, berarti memang ada pergeseran politik yang terjadi,” tambah Ujang.

Dia menjelaskan, Jateng sebagai provinsi dengan jumlah penduduk yang besar memang acapkali diperebutkan oleh kubu pengusung pasangan capres-cawapres.

“Ya sama dengan di daerah Jawa lainnya seperti Jabar, Jatim, DKI dan Banten, Jateng menjadi daerah yang banyak lumbung suaranya,” demikian Ujang

 

Sumber


Gerindra Akan Laporkan Penyebar Poster Berisi Hoax tentang Prabowo

Gerindra Akan Laporkan Penyebar Poster Berisi Hoax tentang Prabowo

Muncul sebuah poster digital bertuliskan ‘9 Alasan Tak Memilih Prabowo’. Gerindra menilai isi poster tersebut berisi informasi bohong alias hoax.

Ada 9 poin isu yang dijabarkan dalam poster tersebut, mulai dari isu agama sampai kabar keinginan Prabowo Subianto membangun istana khusus di Hambalang. Waketum Partai Gerindra Sufmi Dasco menilai poin-poin yang dijabarkan dalam poster tersebut tidak masuk akal. Dia berencana melaporkan ke Bareskrim Polri terkait hoax yang dicantumkan dalam poster.

“Dalam waktu dekat soal konten hoax dan cenderung mencemarkan nama baik dari Prabowo tersebut akan kami laporkan ke Bareskrim Polri,” ujar Dasco dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/12/2018).

Satu dari 9 poin yang ada, nama Dasco dibawa-bawa dalam poster itu. Prabowo, ditulis dalam poster itu memerintahkan Tim Mawar di Gerindra untuk ‘melenyapkan’ Dasco.

“Sebenarnya bukan cuma poin yang menyangkut nama saya tapi secara keseluruhan menyangkut konten tidak benar. Saya pikir ada pihak-pihak yang ingin mengail di air keruh, memecah belah internal kubu Prabowo. Sehingga membuat isu itu yang sekarang ramai di medsos-medsos,” jelas Dasco.

Dasco yang menjabat sebagai Waketum merasa isu tersebut tak masuk akal. Dia mengatakan tak mungkin diangkat menjadi Waketum Gerindra jika dinilai sebagai ancaman partai.

“Saya sebagai Waketum Partai Gerindra yang tentunya tidak masuk akal kalau kemudian saya sebagai dianggap sebagai ancaman lalu sekarang diangkat menjadi Waketum Prabowo,” ujarnya.

 

Sumber