• Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra

Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?

Cegah Kampanye Hitam, Partai Gerindra Siapkan Tim Siber

Cegah Kampanye Hitam, Partai Gerindra Siapkan Tim Siber

DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Jawa Timur (Jatim) menyiapkan Tim Siber untuk membantu menyebarluaskan visi misi pasangan calon Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno ke masyarakat. Pelatihan dilakukan di seluruh kabupaten dan kota se-Jatim bersama dengan tim dari Saifullah Yusuf-Puti.

“Selain untuk menyebarkan visi dan misi paslon yang kami usung, tim siber ini juga bertujuan mengantisipasi black campaign (kampanye hitam) baik langsung maupun lewat media sosial,” kata Wakil Ketua DPD Gerindra Jatim, Hendro Subiyantoro seusai diskusi Merawat Kebhinnekaan “potensi politik identitas dan isu SARA dalam Pilkada Jatim 2018” di Surabaya, Kamis (22/2/2018).

Terkait pemasangan baliho pasangan Saifullah Yusuf-Puti, Hendro mengaku belum dilakukan. Ini karena masih menunggu launching dukungan pada paslon nomor urut 2 ini. Baliho dan poster Gus Ipul, panggilan akrab Saifullah Yusuf dan Puti akan dipasang di seluruh desa.

Di Jatim, ada 8.501 desa. Nantinya, ada personel yang bertugas memasang baliho dan poster Gus Ipul-Puti. Personel ini, berada di kecamatan-kecamatan.

“Setelah pembekalan bertingkat yang dilakukan di 8.501 desa, kami melakukan bimbingan teknis di seluruh daerah di Jatim untuk personil di tingkat kecamatan. Personel kecamatan inilah yang akan tatap muka langsung ke masyarakat di setiap desa, plus pemasangan baliho dan poster Gus Ipul-Puti di desa-desa,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat politik yang juga Direktur The Initiative Institute, Airlangga Pribadi, dalam acara diskusi ini mengatakan, Pilkada Jatim  2018 kurang dinamis, terutama dari para calon wakil gubernur. Menurut dia, popularitas Gus Ipul dan Khofifah sudah optimal, tapi performa cagub ini tidak diimbangin oleh para pendamping mereka.

“Kampanye dari para cawagub kurang inovatif. Padahal, cawagub ini sangat berperan penting dalam mendongkrak perolehan suara,” kata pengajar di Universitas Airlangga

Sumber


Pemerintah Bukalah Hati Nurani Anda, Sudah Jatuh Banyak Korban

Kembali lagi terjadi kecelakaan pada proyek infrastruktur yang sedang digarap pemerintahan Jokowi.

Teranyar, kecelakaan terjadi pada tiang grider Tol Becakayu yang ambruk pada Selasa dini hari tadi (20/2). Dilaporkan ada tujuh orang pekerja yang menjadi korban. Ketujuh korban tersebut saat ini dalam keadaan kritis di RS UKI Jakarta Timur.

“Bukan kali ini saja terjadi kecelakaan pada proyek infrastruktur. Ini sudah yang kesekian kalinya dari rentetan kecelakaan yang pernah terjadi. Dan setiap kecelakaan selalu saja para pekerja rendahan yang menjadi korban,” ujar Ketua Umum Satria Gerindra, Moh. Nizar Zahro.

Dalam bulan ini saja ia mencatat sudah banyak terjadi kecelakaan. Pertama, dinihari tadi di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur. Kedua, ambruknya dinding di Perimeter Bandara Soekarno Hatta sesaat setelah dilewati Kereta Bandara pada 5 Februari lalu. Dalam kecelakaan ini seorang pelintas tewas dan seorang kritis. Dan ketiga, jatuhnya crane pada proyek double-double track di Jatinegara Jakarta Timur yang mengakibatkan empat pekerja tewas.

“Sedari awal sudah banyak pihak yang mengkritik pengerjaan proyek yang dilakukan secara kalap. Tenaga rakyat kecil dipacu untuk memenuhi ambisi presiden. Proyek dikebut siang dan malam untuk mengejar acara peresmian yang akan oleh presiden,” kata Nizar mengkritisi.

Porsi kerja yang di luar kemampuan manusia menjadikan proyek terkesan dikerjakan asal-asalan. Maka ia tidak heran jika satu-per satu mulai bermunculan kecelakaan. Ironis lagi kata dia, meskipun sudah berkali-kali jatuh korban, tidak ada evaluasi yang dilakukan.

“Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu sebuah ungkapan yang menggambarkan betapa pemerintah tidak memperdulikan hujan kritik dari masyarakat. Dan proyek-proyek pun terus dikerjakan dengan tidak mengindahkan keselamatan pekerja dan masyarakat yang melintas,” kecamnya.

Menurut dia, pengerjaan proyek yang sarat dengan kecelakaan menjadikan proyek infrstruktur yang sedang digarap pemerintak tak ubahnya proyek kerja rodi di zaman kolonial Belanda atau romusha di era penjajahan Jepang.

“Nyawa rakyat sama-sama dihargai dengan murah karena yang terpenting proyek harus selesai sesuai target. Bila di era kolonial, bila ada pekerja yang lambat maka akan dihukum cambuk. Sementara di era sekarang, pekerja yang terkesan lambat bisa terancam dipecat,” jelasnya.

Kerja di bawah tekanan super berat itulah yang menjadikan pekerja kehilangan kemampuan terbaiknya sehingga menghasilkan proyek infrastruktur berlabel asal jadi. Ia pun mengimbau bagi para pekerja yang sedang menggarap proyek tetap jaga kewaspadaan.

“Jangan sampai menjadi korban yang berikutnya. Masyarakat yang melintas atau sedang memakai proyek infrastruktur juga harus hati-hati. Dan pemerintah sebagai penanggung jawab proyek, bukalah hati nurani Anda, sudah banyak korban berjatuhan. Hentikanlah ambisi yang kalap tersebut,” tegasnya

 

Sumber


Nomor 2 Tanda Kemenangan Gerindra

Partai Gerindra bersyukur mendapat angka 2 sebagai nomor urut peserta Pemilu 2019. Angka 2 adalah simbol kedamaian yang diharapkan dapat membawa berkah bagi Indonesia.

“Nomor dua adalah lambang kedamaian, semoga ini menjadi petanda alam bahwa Gerindra kedepan akan menjadi pemenang pemilu yang membawa kedamaian bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Jakarta Timur, Adi Kurnia kepada wartawan, Senin (19/2).

Namun demikian, menurut Adi, apalah artinya sebuah nomor urut bilamana tidak disertai kerja keras seluruh kader.

Adi mengatakan, pada akhirnya nomor urut dua hanya akan bermakna baik apabila mendatangkan manfaat bagi rakyat. Sebagaimana cita-cita kehadiran partai sebagai alat politik dalam berbangsa dan bernegara.

Karenanya, Adi mengajak kepada seluruh kader berlambang burung garuda untuk mulai bahu membahu bekerja keras memenangkan pemilu dan Pilpres 2019.

“Saat ini, kami setidaknya sudah memulai dari wilayah Jakarta Timur, untuk bekerja keras merebut hati rakyat dalam rangka memenangkan Geri‎ndra dan Pak Prabowo sebagai Presiden 2019-2024,” tandasnya

 

Sumber


Nomor Urut 2 Buat Gerindra Lebih Mudah Diingat

Nomor Urut 2 Buat Gerindra Lebih Mudah Diingat

Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menyatakan partainya senang mendapat nomor urut 2 sebagai peserta pemilu 2019. Fadli menyebut Gerindra dapat lebih mudah melakukan sosialisasi dengan nomor urutan 2.

“Saya tadi malam bersama Pak Prabowo bersama Sekjen (Ahmad Muzani) kami senang sekali dapat nomor urut 2. Jadi nomor 2 mudah untuk melakukan sosialisasi kepada para pendukung,” kata Fadli di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (19/2/2018).

Menurut Fadli, angka tersebut mudah diingat. Nomor 2 pun menjadi alat peraga yang mudah saat dilakukan sosialisasi.

“Saya kira itu juga nomor yang mudah untuk diingat. Walaupun semua nomor bagus-bagus saja, tapi kadang-kadang untuk melakukan sosialisasi secara alat peraga lebih mudah,” ujarnya.

Wakil Ketua DPR RI bidang Koordinator Politik dan Keamanan ini juga menyebut partainya telah menyiapkan jargon untuk kampanye. “Tagline-nya ya Gerindra menang, Pak Prabowo presiden. Rebut kembali Indonesia,” ungkapnya.

Berikut hasil undian berupa nomor urut parpol-parpol di Pemilu 2019:

1. PKB
2. Gerindra
3. PDIP
4. Golkar
5. NasDem
6. Partai Garuda
7. Partai Berkarya
8. PKS
9. Perindo
10. PPP
11. PSI
12. PAN
13. Hanura
14. Partai Demokrat

 

Sumber


Gerindra Bukan Partai Milik Pribadi

Gerindra Bukan Partai Milik Pribadi

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebut rakyat Indonesia berharap Gerindra bisa membela kepentingan mereka dan Gerindra memang dibentuk untuk membela cita-cita para pendiri bangsa.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato di HUT ke-10 Gerindra, di Kantor DPP Gerindra, Jakarta, Sabtu (10/2). Gerindra berdiri pada 6 Februari 2008, setahun sebelum Pemilu 2009.

“Kita harus sadar bangsa dan rakyat mengharapkan kita, mereka mencari suatu tempat, suatu pihak, suatu kekuatan yang bisa membela kepentingan mereka,” kata Prabowo.

Dia menegaskan bahwa Gerindra bukanlah partai miliknya pribadi dan merupakan milik semua kader dan rakyat Indonesia.

“Kita dirikan partai enggak gampang. Partai ini bukan partai Prabowo, bukan partainya pak Hasyim, Fadli Zon, ini partai kita semua,” tuturnya.

Prabowo berkata bahwa salah satu indikator sulitnya membangun partai adalah ketika tahap verifikasi faktual yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bisa mengikuti Pemilu.

Menurut dia, verifikasi faktual tak otomatis bisa membuat partai bisa lolos ikut Pemilu, apalagi bila partai tersebut berada di luar pemerintahan.

“Gara-gara verifikasi, itu tidak gampang. Apalagi untuk kita partai di luar kekuasaan. Kita kalau kurang dikit pasti…. Ya sudahlah saya enggak teruskan, ada wartawan,” tutur Prabowo.

 

Sumber


825 Pages« First...101112...20...Last »