Perjuangkan Hak Perempuan, Anna Tairas Bergabung Dengan Gerindra

Aktris yang yang terkenal pada era 1980-an, Anna Tairas bergabung dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sebagai calon legislatif (caleg) DPR RI untuk daerah pemilihan (dapil) Riau II. Anna mengatakan bahwa bergabungnya ia dengan partai Gerindra berawal dari keprihatinan melihat kondisi bangsa.

“Sebelum saya memutuskan untuk terjun ke dunia politik, saya melihat bahwa kondisi bangsa ini terus terpuruk karena korupsi yang terus merajalela. Banyak uang rakyat yang diselewengkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Korupsi seakan sudah menjadi budaya karena telah menyentuh hampir semua aspek mulai dari pemerintahan pusat hingga daerah sudah terjangkit korupsi. Banyak uang rakyat yang diselewengkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Penegakan hukum terhadap korupsi juga tidak maksimal. Kegelisahan terhadap kondisi seperti ini membuat saya berpikir, apa yang dapat saya lakukan untuk membuat perubahan.” tutur Anna.

Anna kemudian menyadari bahwa untuk mewujudkan suatu perubahan suatu nyata adalah dengan terjun langsung ke dunia politik. “Saya memutuskan untuk bergabung dengan partai Gerindra karena melihat partai ini punya komitmen dan sikap yang tegas dalam pemberantasan korupsi. Gerindra adalah partai yang tanpa kompromi memecat kader dan anggota partainya yang terbukti melakukan tindak korupsi. Selain itu saya melihat Gerindra sangat pro rakyat terutama rakyat kecil.”

Sosok Prabowo Subianto juga diakui oleh Anna menjadi faktor yang menjadi penarik bagi dirinya untuk bergabung dengan Gerindra, “saya menilai Bapak Prabowo sebagai sosok yang tegas, berwibawa, negarawan, dan punya jiwa kepemimpinan. Saya menilai beliau sanggup untuk menyelesaikan permasalahan bangsa dan juga mampu untuk mewujudkan perubahan yang besar untuk bangsa ini.”

Di daerah pemilihannya, Anna memfokuskan kegiatan sosialisasi dengan bertatap muka dan berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat, “Saya bersosialisasi langsung dengan masyarakat untuk memperkenalkan diri serta untuk mengetahui apa saja permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Dalam sosialisasi tersebut saya menyampaikan visi dan misi Partai Gerindra yang tertuang dalam 6 Program Aksi Transformasi Bangsa Partai Gerindra. Di dapil saya banyak berinteraksi dengan komunitas perempuan. Salah satu misi pribadi saya sebagai caleg adalah masalah pemberdayaan perempuan. Sekarang ini banyak isu mengenai perempuan yang dimarjinalkan dan dilecehkan secara moral. Banyak juga perempuan yang menjadi korban dari perdagangan manusia. Permasalahan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, hak perempuan harus diperjuangkan. Bersama Gerindra saya ingin memperjuangkan nasib mereka.” tandasnya.

Partai Gerindra

Partai Gerindra adalah partai politik yang mempunyai visi untuk menjadi partai politik yang mampu memberikan kesejahteraan pada rakyat, keadilan sosial, dan tatanan politik negara yang berlandaskan nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas dalam wadah NKRI. Hingga saat ini, Gerindra adalah satu-satunya partai politik yang mempunyai program kerja yang jelas dan terukur yang dituangkan dalam 6 Program Aksi Transformasi Bangsa Partai Gerindra. Dari banyaknya penghargaan yang diterima partai Gerindra diantaranya adalah penghargaan dari Transparency International Indonesia (TII) dan Indonesia Corruption Watch (ICW) sebagai partai politik dengan transparansi keuangan terbaik.


Tak Ingin Bangsa Terus Terpuruk, Derry Drajat Maju Sebagai Caleg Gerindra

Berawal dari kegelisahan atas kondisi bangsa yang terus terpuruk, Derry Drajat memutuskan untuk terjun ke dunia politik dengan menjadi calon legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) daerah pemilihan Jawa Barat VI (Kota Depok).

“Saya memutuskan untuk menjadi calon wakil rakyat berawal dari panggilan hati dan niat yang kuat. Saat memutuskan untuk mencalonkan diri saya melihat kondisi bahwa saya sudah merasa aman nyaman dan tentram dan nyaman dari segi keluarga, untuk menjadi wakil rakyat tentu bukan hal yang mudah. Saya harus fokus pada tugas dan pekerjaan tanpa harus terganggu dengan masalah keluarga.”

Menurut Derry, untuk menjadi wakil rakyat butuh pemahaman yang cukup mengenai tugas sebagai wakil rakyat. Karena tugas menyangkut legislasi, controlling, budgeting butuh ilmu dan pemahaman. Jadi tidak semata2 mengejar jabatan sebagai anggota dewan.

“Adanya dua hal yang saya sebutkan tadi didasari oleh pemahaman mengenai bangsa dan negara yang saya cintai ini. Saya punya 4 anak yang mempunyai cita-cita berbeda, tentunya anak-anak lain di seluruh pelosok negeri juga mempunyai cita-cita. Namun melihat kondisi bangsa yang seperti ini, akan sangat sulit bagi anak2 untuk mengejar cita2nya meskipun mereka pintar dan cerdas. Saat ini kita dihadapkan pada kondisi utang negara yang mencapai Rp 3.000 triliun dan sistem pendidikan yang menurut saya gagal. Hal inilah yang terus berkecamuk dalam pikiran saya.” tutur Derry.

“Hal tersebut diperparah dengan kekayaan bangsa berupa sumber daya energi, mineral, dan lain sebagainya yang dikuasai oleh pihak asing. Untuk kedepannya, anak-anak bangsa akan dapat apa? Saya mengamati dalam kurun waktu 15 tahun terakhir lembaga penyelenggara negara baik eksekutif, legislatif, yudikatif makin buruk dalam menjalankan tugasnya, semakin jauh pula dari tujuan mewujudkan kesejahteraan rakyat. Gerakan perubahan yang didengungkan oleh wakil rakyat selama 15 tahun terakhir ini gagal total.” tandasnya.

Derry mengatakan bahwa tahun 2014 adalah tahun penentuan bagi masa depan bangsa Indonesia. Jika tidak ada perubahan yang berarti maka kondisi bangsa akan semakin terpuruk. “Maka dari itulah saya merasa ini saatnya bagi saya untuk terlibat langsung untuk mewujudkan perubahan. Saya melihat Gerindra dan Prabowo Subianto adalah sosok yang tepat untuk mewujudkan hal tersebut. Bergabungnya saya dengan Gerindra tidak hanya berasal dari keinginan pribadi. Pada tahun 2010 saya mencalonkan diri sebagai Walikota Depok melalui jalur Independen, seluruh pendukung serta kader dan relawan mendorong saya untuk maju sebagai wakil rakyat melalui Gerindra. Hal ini menunjukkan adanya kepercayaan yang sangat besar kepada Gerindra untuk mewujudkan perubahan.”

Sebagai caleg, pria yang sebelumnya dikenal sebagai aktor ini mengatakan bahwa kegiatannya lebih difokuskan pada pertemuan dan komunikasi langsung dengan masyarakat, “hampir 80 persen kegiatan saya sebagai caleg adalah blusukan. Bagi saya hanya ada dua jenis caleg yang akan dipilih oleh rakyat, yang pertama adalah yang punya banyak uang, yang kedua adalah yang banyak bersosialisasi. Saya memilih yang kedua. Tentu saja saya menyadari resiko pilihan tersebut. Dengan bertemu masyarakat setiap hari, saya harus mendengarkan aspirasi, keluh kesah, bahkan masyarakat yang banyak menuntut atau yang bisa dikatakan dengan “wani piro”. Tentunya ini kenyataan yang harus saya hadapi.”

“Pada akhirnya saya menyadari bahwa hal terpenting yang bisa dilakukan adalah memberikan informasi mengenai tugas seorang caleg kepada masyarakat. Banyak masyarakat yang tidak tahu siapa wakilnya di legislatif, banyak pula yang tidak tahu jika wakil rakyat punya dana aspirasi sebesar Rp. 2-3 miliar per tahun untuk masyarakat di dapilnya. Bagaimana mungkin masyarakat bisa menyuarakan aspirasi, keluhan, maupun gagasan untuk pembangunan jika tidak tahu harus menyampaikan kepada siapa. Maka dari itu, pendidikan politik sangat penting untuk disampaikan kepada masyarakat.”

Partai Gerindra

Partai Gerindra adalah partai politik yang mempunyai visi untuk menjadi partai politik yang mampu memberikan kesejahteraan pada rakyat, keadilan sosial, dan tatanan politik negara yang berlandaskan nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas dalam wadah NKRI. Hingga saat ini, Gerindra adalah satu-satunya partai politik yang mempunyai program kerja yang jelas dan terukur yang dituangkan dalam 6 Program Aksi Transformasi Bangsa Partai Gerindra. Dari banyaknya penghargaan yang diterima partai Gerindra diantaranya adalah penghargaan dari Transparency International Indonesia (TII) dan Indonesia Corruption Watch (ICW) sebagai partai politik dengan transparansi keuangan terbaik.


Gerindra: Sudah Saatnya Anas Membuka Lembaran Baru Kasus Hambalang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Anas Urbaningrum dengan pasal tindak pidana pencucian uang pada 5 Maret 2014. KPK antara lain mengenakan Pasal 3 dan atau Pasal 4 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

KPK kemudian melakukan penyitaan terhadap aset-aset yang dimiliki Anas. Aset yang disita terdiri dari dua bidang lahan di Kelurahan Mantrijeron, Yogyakarta seluas 7.670 meter persegi dan 200 meter persegi atas nama Attabik Ali, sebidang lahan dan bangunan di Jalan Selat Makassar C9/22 di Duren Sawit Jakarta Timur dan tiga bidang lahan di Desa Panggungharjo, Bantul, atas nama Dinas Az yang merupakan anak Attabik Ali. Attabik Ali adalah mertua Anas Urbaningrum.

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prof. Dr. Suhardi mengatakan bahwa dengan disitanya aset-aset yang dimiliki Anas, sudah saatnya Anas membuka lembaran baru dalam kasus korupsi Hambalang.

“Saat mundur dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas pernah mengatakan bahwa hal tersebut baru lembaran awal. Lembaran berikutnya hingga saat ini belum juga terungkap. Anas harus membuka lembaran baru yang pernah ia janjikan.” tutur Prof. Suhardi.

Menurut Prof. Suhardi keberanian Anas adalah kunci dalam pengungkapan kasus Hambalang. “Anas harus berani mengungkap siapa saja pihak yang terkait dalam kasus tersebut. KPK juga harus memberi keleluasaan kepada Anas. Kedua elemen ini sangat penting untuk membuka lembaran baru pengungkapan kasus Hambalang.”

Partai Gerindra

Partai Gerindra adalah partai politik yang mempunyai visi untuk menjadi partai politik yang mampu memberikan kesejahteraan pada rakyat, keadilan sosial, dan tatanan politik negara yang berlandaskan nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas dalam wadah NKRI. Hingga saat ini, Gerindra adalah satu-satunya partai politik yang mempunyai program kerja yang jelas dan terukur yang dituangkan dalam 6 Program Aksi Transformasi Bangsa Partai Gerindra. Dari banyaknya penghargaan yang diterima partai Gerindra diantaranya adalah penghargaan dari Transparency International Indonesia (TII) dan Indonesia Corruption Watch (ICW) sebagai partai politik dengan transparansi keuangan terbaik.


Gerindra Pertanyakan Kesiapan Pemilu Terkait Logistik Yang Bermasalah

Sekretaris Jenderal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Ahmad Muzani mempertanyakan kesiapan KPU dalam pengadaan logistik Pemilu Legislatif 2014, “Pemilu legislatif yang kurang dari sebulan lagi menghadapi banyak masalah dalam logistik. Sebagai contoh, kotak suara untuk pemilu mendatang berbahan kardus yang rawan rusak dan keamanannya dipertanyakan.”

“Permasalahan logistik bukan hanya pada kotak suara, tinta sebagai tanda bukti pemilih telah memberikan suaranya juga ternyata mudah luntur. Begitu juga dengan adanya kertas suara yang rusak dan telah dicoblos nama calon tertentu. Kertas suara juga mudah untuk dipalsukan.” tutur Muzani.

Muzani mengatakan bahwa logistik pemilu yang bermasalah sangat berpotensi untuk menimbulkan terjadinya kecurangan. “Kotak suara yang terbuat dari kardus bisa saja dilubangi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu jika kotak suara terjatuh, apakah bisa dijamin bahwa kotak suara tersebut tetap utuh. Kotak suara yang berbahan alumunium saja masih bisa dicurangi apalagi kotak suara yang berbahan kardus.”

Menurut Muzani, Pemilu yang dicurangi pada akhirnya akan merugikan bangsa dan negara serta rakyat Indonesia. “Masa depan bangsa ini ditentukan oleh penyelenggaraan pemilu yang bersih, jujur, dan adil. Rakyat tentunya akan mempertanyakan legitimasi pemimpin yang terpilih jika pemilu dicurangi. Jangan sampai negara ini makin kacau karena penyelenggaran pemilu yang tidak beres.”

“Dalam waktu yang sangat singkat menjelang pemilu legislatif, KPU harus memperbaiki segala permasalahan mulai dari logistik hingga Data Pemilih Tetap (DPT). Kita semua tentu berharap Pemilu 2014 berjalan dengan lancar tanpa ada masalah demi kemenangan seluruh rakyat Indonesia.” Tutup Muzani.

Partai Gerindra

Partai Gerindra adalah partai politik yang mempunyai visi untuk menjadi partai politik yang mampu memberikan kesejahteraan pada rakyat, keadilan sosial, dan tatanan politik negara yang berlandaskan nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas dalam wadah NKRI. Hingga saat ini, Gerindra adalah satu-satunya partai politik yang mempunyai program kerja yang jelas dan terukur yang dituangkan dalam 6 Program Aksi Transformasi Bangsa Partai Gerindra. Dari banyaknya penghargaan yang diterima partai Gerindra diantaranya adalah penghargaan dari Transparency International Indonesia (TII) dan Indonesia Corruption Watch (ICW) sebagai partai politik dengan transparansi keuangan terbaik.


Tak Ingin Bangsa Terus Terpuruk, Derry Drajat Maju Sebagai Caleg Gerindra

Berawal dari kegelisahan atas kondisi bangsa yang terus terpuruk, Derry Drajat memutuskan untuk terjun ke dunia politik dengan menjadi calon legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) daerah pemilihan Jawa Barat VI (Kota Depok).

“Saya memutuskan untuk menjadi calon wakil rakyat berawal dari panggilan hati dan niat yang kuat. Saat memutuskan untuk mencalonkan diri saya melihat kondisi bahwa saya sudah merasa aman nyaman dan tentram dan nyaman dari segi keluarga, untuk menjadi wakil rakyat tentu bukan hal yang mudah. Saya harus fokus pada tugas dan pekerjaan tanpa harus terganggu dengan masalah keluarga.”

Menurut Derry, untuk menjadi wakil rakyat butuh pemahaman yang cukup mengenai tugas sebagai wakil rakyat. Karena tugas menyangkut legislasi, controlling, budgeting butuh ilmu dan pemahaman. Jadi tidak semata2 mengejar jabatan sebagai anggota dewan.

“Adanya dua hal yang saya sebutkan tadi didasari oleh pemahaman mengenai bangsa dan negara yang saya cintai ini. Saya punya 4 anak yang mempunyai cita-cita berbeda, tentunya anak-anak lain di seluruh pelosok negeri juga mempunyai cita-cita. Namun melihat kondisi bangsa yang seperti ini, akan sangat sulit bagi anak2 untuk mengejar cita2nya meskipun mereka pintar dan cerdas. Saat ini kita dihadapkan pada kondisi utang negara yang mencapai Rp 3.000 triliun dan sistem pendidikan yang menurut saya gagal. Hal inilah yang terus berkecamuk dalam pikiran saya.” tutur Derry.

“Hal tersebut diperparah dengan kekayaan bangsa berupa sumber daya energi, mineral, dan lain sebagainya yang dikuasai oleh pihak asing. Untuk kedepannya, anak-anak bangsa akan dapat apa? Saya mengamati dalam kurun waktu 15 tahun terakhir lembaga penyelenggara negara baik eksekutif, legislatif, yudikatif makin buruk dalam menjalankan tugasnya, semakin jauh pula dari tujuan mewujudkan kesejahteraan rakyat. Gerakan perubahan yang didengungkan oleh wakil rakyat selama 15 tahun terakhir ini gagal total.” tandasnya.

Derry mengatakan bahwa tahun 2014 adalah tahun penentuan bagi masa depan bangsa Indonesia. Jika tidak ada perubahan yang berarti maka kondisi bangsa akan semakin terpuruk. “Maka dari itulah saya merasa ini saatnya bagi saya untuk terlibat langsung untuk mewujudkan perubahan. Saya melihat Gerindra dan Prabowo Subianto adalah sosok yang tepat untuk mewujudkan hal tersebut. Bergabungnya saya dengan Gerindra tidak hanya berasal dari keinginan pribadi. Pada tahun 2010 saya mencalonkan diri sebagai Walikota Depok melalui jalur Independen, seluruh pendukung serta kader dan relawan mendorong saya untuk maju sebagai wakil rakyat melalui Gerindra. Hal ini menunjukkan adanya kepercayaan yang sangat besar kepada Gerindra untuk mewujudkan perubahan.”

Sebagai caleg, pria yang sebelumnya dikenal sebagai aktor ini mengatakan bahwa kegiatannya lebih difokuskan pada pertemuan dan komunikasi langsung dengan masyarakat, “hampir 80 persen kegiatan saya sebagai caleg adalah blusukan. Bagi saya hanya ada dua jenis caleg yang akan dipilih oleh rakyat, yang pertama adalah yang punya banyak uang, yang kedua adalah yang banyak bersosialisasi. Saya memilih yang kedua. Tentu saja saya menyadari resiko pilihan tersebut. Dengan bertemu masyarakat setiap hari, saya harus mendengarkan aspirasi, keluh kesah, bahkan masyarakat yang banyak menuntut atau yang bisa dikatakan dengan “wani piro”. Tentunya ini kenyataan yang harus saya hadapi.”

“Pada akhirnya saya menyadari bahwa hal terpenting yang bisa dilakukan adalah memberikan informasi mengenai tugas seorang caleg kepada masyarakat. Banyak masyarakat yang tidak tahu siapa wakilnya di legislatif, banyak pula yang tidak tahu jika wakil rakyat punya dana aspirasi sebesar Rp. 2-3 miliar per tahun untuk masyarakat di dapilnya. Bagaimana mungkin masyarakat bisa menyuarakan aspirasi, keluhan, maupun gagasan untuk pembangunan jika tidak tahu harus menyampaikan kepada siapa. Maka dari itu, pendidikan politik sangat penting untuk disampaikan kepada masyarakat.”

Partai Gerindra
Partai Gerindra adalah partai politik yang mempunyai visi untuk menjadi partai politik yang mampu memberikan kesejahteraan pada rakyat, keadilan sosial, dan tatanan politik negara yang berlandaskan nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas dalam wadah NKRI. Hingga saat ini, Gerindra adalah satu-satunya partai politik yang mempunyai program kerja yang jelas dan terukur yang dituangkan dalam 6 Program Aksi Transformasi Bangsa Partai Gerindra. Dari banyaknya penghargaan yang diterima partai Gerindra diantaranya adalah penghargaan dari Transparency International Indonesia (TII) dan Indonesia Corruption Watch (ICW) sebagai partai politik dengan transparansi keuangan terbaik.


22 Pages« First...91011...20...Last »