8 Instruksi Prabowo Minta Kader Gerindra Jangan Mau Diadu Domba

8 Instruksi Prabowo Minta Kader Gerindra Jangan Mau Diadu Domba

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan sejumlah instruksi kepada kader partainya. Prabowo meminta para kader agar jangan mau diadu domba.

Mulanya, Prabowo Subianto menyebut partainya diberi kehormatan membangun koalisi nasional yang besar. Namun Prabowo juga mengakui bahwa kini Partai Gerindra juga disorot.

“Saudara-saudara, saya sangat optimis melihat masa depan, kita membangun suatu koalisi nasional yang besar, kita diberi kehormatan dan juga harus kita akui, kita juga disorot, kita juga akan ditantang,” kata Prabowo dalam dalam acara memperingati HUT ke-13 Partai Gerinda, di akun YouTube GerindraTV, seperti dilihat Selasa (9/2/2021).

Hal itu sampaikan Prabowo sebagai instruksinya kepada kader Gerindra dalam acara memperingati HUT ke-13 Partai Gerinda yang digelar Sabtu (6/2) lalu. Tampak sejumlah kader dan petinggi Partai Gerindra hadir mendampingi Prabowo.

1. Minta Kader Ingat Diri

Prabowo mengingatkan kader Gerindra untuk tetap ingat diri dan waspada dengan sorotan tersebut. Kader Gerindra juga diingatkan tak besar kepala dan rendah hati.

“Karena itu, kader Gerindra harus selalu waspada, harus selalu eling dan waspada. Ingat, ingat, tidak boleh lupa diri, tidak boleh kagetan, tidak boleh besar kepala. Semakin diberi kepercayaan, semakin kita rendah hati,” ujarnya.

Tak hanya mengingatkan soal kerendahan hati, Prabowo juga juga mengingatkan soal ilmu pendekar hingga ilmu padi. Menurut Prabowo, seorang pendekar ialah sosok yang berani, setia, dan teguh, namun tetap rendah hati.

“Ingat ilmu nenek moyang kita, ilmu pendekar, ilmu padi semakin berisi semakin menunduk. Rendah hati ciri khas seorang pendekar, bukan rendah diri, berani tapi rendah hati, setia rendah hati, teguh rendah hati,” ucap mantan Danjen Kopassus ini.

2. Tak Boleh Pelihara Kebencian

Prabowo kemudian menegaskan bahwa Partai Gerindra tak diperkenankan memelihara kebencian hingga dendam. Prabowo kembali mengingatkan soal sosok pendekar terkait soal itu..

“Kita tidak boleh jadi partai yang memelihara kebencian dan dendam, pendekar ksatria berani tidak pernah dendam, tidak pernah benci, hilangkan kebencian dari hati kita, isi hati kita dengan semangat, dengan cinta tanah air, cinta rakyat,” imbuhnya.

3. Minta Kader Tak Turun Semangat

Prabowo juga sempat menyinggung soal hingga kini Gerindra belum berkuasa mutlak. Namun Prabowo menginstruksikan kader Gerindra agar tak patah semangat.

“Bahwa kita masih belum bisa berkuasa dengan mutlak, itu tidak menjadi sesuatu yang harus menurunkan semangat kita,” sebutnya.

4. Minta Kader Berkuasa dengan Halal

Prabowo memberi pesan kepada kader bahwa Gerindra ingin berkuasa dengan cara halal dan konstitusional. Selain itu, pesan Prabowo adalah ingin berkuasa dengan izin dari rakyat.

Kita tetap ingin berkuasa dengan halal, dengan legitimate, dengan konstitusional, kita ingin berkuasa dengan izin rakyat, kita ingin berkuasa dengan perjuangan yang baik,” ujar Prabowo.

“Tapi jangan pernah ragu bahwa kita terus punya keyakinan bahwa kita mampu memperbaiki bangsa ini,” lanjutnya.

5. Minta Jangan Ada Kegaduhan

Prabowo kemudian menjelaskan bahwa saat ini Indonesia menghadapi kesulitan dengan pandemi COVID-19 yang menghantam seluruh dunia dan menghentikan roda perekonomian dunia. Untuk itu, Prabowo meminta seluruh keluarga besar Gerindra semakin kompak, bersatu, semakin utuh, percaya diri, dan semakin percaya kepada pimpinan.

“Jangan ada kader kita yang justru di tengah kesulitan bangsa kita memperparah dengan menimbulkan isu-isu atau kegaduhan-kegaduhan yang tidak perlu,” imbuhnya.

6. Minta Kader Berkorban

Prabowo, menegaskan bahwa Gerindra tetap teguh dan berjuang. Maka dari itu, dia meminta para kader agar tak segan-segan untuk berkorban.

“Kita siap berkorban, kita siap menahan diri, kita siap dizalimi, kita siap difitnah, kita siap dikhianati, kita siap dihujat. Tapi hati kita tetap teguh, cinta Tanah Air, dan selalu berjuang untuk kebaikan dan kebesaran bangsa kita dan rakyat kita,” tuturnya.

“Itu pribadi, itu jati diri, itu kepribadian Partai Gerindra, yang saya minta saudara-saudara tetap kobarkan di hatimu, kobarkan semangat di hatimu, semangat Merah Putih, semangat Pancasila, semangat Bhinneka Tunggal Ika, semangat persatuan,” sambungnya.

7. Minta Kader Jauhi Adu Domba

Prabowo kemudian mengingatkan kader Gerindra agar menghindari kebencian dan adu domba. Hal itu, kata Prabowo, karena Gerindra hidup di tengah kemajemukan Indonesia.

“Jangan mau diadu domba, jangan mau diajak ke arah kebencian, ingat bangsa kita bangsa yang besar, bangsa yang majemuk, bangsa yang terdiri dari banyak suku yang berbeda-beda, yang banyak kelompok etnis yang berbeda-beda, banyak agama yang berbeda-beda, banyak budaya yang berbeda-beda, tapi satu cita-cita, satu kehendak untuk berbangsa dan bertanah air,” ujar Prabowo.

Untuk bisa mencapai isi pesan tersebut, Prabowo menyebut sejumlah strategi menjaga persatuan. Prabowo bicara soal kerja sama hingga mencari titik temu persoalan.

“Kuncinya adalah bagaimana bisakah kita sebagai bangsa mengelola kekayaan kita sebaik-baiknya, bisakah kita menjadi bangsa yang dewasa, bisakah kita mengatasi masalah kita tidak dengan saling membenci, tidak saling bertikai, tidak saling mencari kekurangan dan kesalahan. Tapi dengan mencari kerja sama, mencari persatuan, mencari titik-titik temu, ini kunci bagi kita sebagai bangsa,” lanjutnya.

8. Partai Lain Bukan Musuh Gerindra

Selain itu, Prabowo mengatakan bahwa partai lain bukanlah musuh politik Partai Gerindra. Prabowo meminta kader Gerindra santun dan tak menghujat.

“Partai-partai lain bukan musuh kita, itu adalah saudara-saudara kita, rival-rival adalah baik, persaingan adalah baik, rivalitas itu alamiah, tapi rival politik bukan musuh politik, mereka adalah saudara-saudara kita,” kata Prabowo.

Dia meminta agar kadernya selalu santun. “Karena itu saya minta Partai Gerindra selalu santun, selalu santun, jangan menghujat, jangan pakai kata-kata kasar,” imbuhnya.

 

Sumber


Gerindra akan Pecat Kadernya Jika Terlibat Narkoba

Gerindra akan Pecat Kadernya Jika Terlibat Narkoba

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan partainya akan memecat kadernya yang menduduki kursi Wakil Ketua Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali berinisial JGKS apabila terbukti menggunakan narkoba. “Kami tidak menolerir perilaku anggota kami yang melanggar hukum. Siapapun termasuk Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali jika terbukti melanggar hukum akan diberhentikan secara tiga rangkap,” kata Sufmi Dasco di Jakarta, Ahad (5/11).

Dia mengatakan, JGKS akan diberhentikan secara tiga rangka apabila terbukti melanggar hukum. Ketiganya yakni sebagai anggota partai, sebagai anggota DPRD dan sebagai pengurus partai.

Menurut dia, Majelis Kehormatan Partai Gerindra akan mencari informasi ke Bali untuk kemudian memutuskan langkah-langkah berikutnya. “Kami tidak akan memberikan bantuan hukum kepada yang bersangkutan. Kami persilakan dia mengurus sendiri masalah hukum yang dia hadapi,” ujarnya.

Anggota Komisi III DPR itu mengatakan, Gerindra mendukung pihak Kepolisian yang menjalankan tugasnya dan menyerahkan sepenuhnya persoalan hukum tersebut kepada pihak Kepolisian. Dia berharap yang bersangkutan bisa diproses berdasarkan alat-alat bukti yang ada sesuai dengan hukum dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. “Partai Gerindra adalah partai kader, kami tidak pernah takut kehilangan kader yang melakukan pelanggaran hukum,” katanya.

Selain itu, dia juga menyerukan kepada anggota dan pengurus Gerindra di Bali untuk tetap tenang dalam melakukan kerja-kerja organisasi kepartaian dan biarkan persoalan tersebut diurus oleh aparat penegak hukum. Sebelumnya, anggota Kepolisian Resor Kota Denpasar menggrebek rumah Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali dari Fraksi Partai Gerindra di Jalan P Batanta No.70, Desa Dauh Puri, Denpasar Barat, pada Sabtu (4/11).

Dalam penggeledahan yang dipimpin oleh Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan beserta tim dari Polresta Denpasar serta Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali, aparat antara lain menemukan tas hitam, paket narkoba jenis sabu-sabu siap edar beserta alat isap, senjata api dan sejumlah senjata tajam. Polisi masih menyelidiki asal narkoba dan senjata api yang ditemukan di kediaman rumah anggota dewan itu.

Dalam perkembangannya, aparat Kepolisian Resor Kota Denpasar masih memburu Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali berinisial JGKS atau Mang Jongol yang melarikan diri saat polisi menggerebek rumahnya karena menduga dia menggunakan narkoba.

 

Sumber


DPD: Kepengurusan Gerindra Aceh Timur Sah

Kepengurusan Gerindra Aceh Timur Sah

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Aceh menegaskan bahwa kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Aceh Timur di bawah kepemimpinan Abdul Azis adalah sah dan telah sesuai dengan mekanisme partai.

Penegasan itu disampaikan Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Partai Gerindra Aceh, Safaruddin, menanggapai tuduhan yang disampaikan oleh Fachroni Risman terhadap kepengurusan Gerindra Aceh Timur.

Dia meminta, Fachroni Risman tidak membuat provokasi yang menyebabkan munculnya kegaduhan di tingkat kepengurusan partai tersebut.

“Kepengurusan DPC Gerindra Aceh Timur adalah sah dan bukan bodong. Hal ini tertuang dalam SK DPP Nomor: 03-0028/kpts/DPP-GERINDRA/2016 yang ditandatangani oleh H Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum dan H Ahmad Muzani SSos sebagai Sekjend pada 4 Maret 2016,” katanya kepada Serambi, Jumat (15/7).

Seperti diberitakan, pengukuhan Ketua Ketua DPC Gerindra Aceh Timur, Abdul Azis, memunculkan protes dari pengurus harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra (sebelumnya tertulis DPP Gerindra Aceh), Fachroni Risman P.

Ia menilai, pengukuhan Abdul Azis sebagai Ketua DPC tidak sah karena bertentangan dengan AD/ART partai. Selain itu, Abdul Azis juga bukan kader partai dan dia berharap pimpinan partai diberikan kepada Ramlan dan Hamdani A Gani SH yang kini duduk sebagai anggota DPRK.

Menanggapi hal itu, Safaruddin menjelaskan, tuduhan yang disampaikan Fachroni Risman tidak benar. Menurut dia, Abdul Azis yang diberikan amanah sebagai ketua partai bukanlah orang luar partai seperti yang dituduhkan. Sebaliknya, Safaruddin justru menyebut bahwa Fachroni Risman bukanlah pengurus harian DPP dan DPD.

“Harusnya jika saudara Fachroni Risman yang menyatakan bahwa sebaiknya ketua DPC Atim diberikan ke Ramlan atau Hamdani AG yang merupakan anggota DPRK Atim, itu pernyataan yang keliru. Karena hemat saya, dua anggota DPRK ini bukan kader yang loyal dan militan. Mereka sudah jauh-jauh hari masuk dalam pertimbangan untuk dievaluasi,” katanya.

Sementara terkait kehadirannya pada rapat koordinasi cabang (Rakorcab) DPC Gerindra Aceh Timur pada 1 Juli 2016, Safaruddin menjelaskan bahwa itu bukanlah untuk mengukuhkan kepengurusan, tetapi menyampaikan keputusan DPP tentang SK DPC Gerindra Aceh Timur yang baru.

Sementara pengukuhan pengurus DPC akan dilaksanakan pada Agustus mendatang setelah struktur partai rampung sampai ke tingkat desa.

Terkait protes tersebut, Safaruddin mencurigai ada permainan dan pemufakatan jahat dari Ramlan dan Hamdani dengan memanfaatkan Fachroni Risman. Begitupun, Safaruddin meminta kepada pengurus dan kader Gerindra di Aceh Timur agar tidak terpengaruh dengan manuver politik tersebut.

“Saya berharap agar Ketua DPD Gerindra Aceh segera mengambil langkah terhadap kedua anggota DPRK ini (Ramlan dan Hamdani A Gani SH). Saya yakin manuver ini dilakukan karena ketidakpuasan mereka terhadap keputusan DPP dan hal ini adalah bentuk pembangkangan untuk segera ditindak,” ungkap Safaruddin.

Sementara Ketua DPD Gerindra Aceh TA Khalid yang dihubungi secara terpisah mengatakan akan menindaklajuti persoalan tersebut. Dia mengaku tidak mengenal Fachroni Risman dan terhadap kedua anggota DPRK tersebut juga akan dievaluasi. “Saya sudah menghubungi DPP menanyakan nama Fachroni Risman dalam kepengurusan. Mereka mengatakan tidak mengenalnya,” katanya.

 

Sumber


Pembentukan Pansus Pilpres Akan Digulirkan Dalam Sidang Paripurna DPR

Rencana pembentukan Panitia Khusus Pilpres akan segera digulirkan pada rapat Paripurna DPR RI yang diselenggarakan pada hari Jumat besok (13/08/2014). Hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara Tim Perjuangan Merah Putih Untuk Kebenaran dan Keadilan pendukung Prabowo-Hatta, Tantowi Yahya.

“Pansus Pilpres akan segera dibentuk pada sidang paripurna DPR pertama setelah sebelumnya DPR sempat melalui masa reses. Tim Koalisi Merah Putih telah melakukan koordinasi terkait dengan pembentukan Pansus tersebut.” ujar Tantowi.

Tantowi mengatakan bahwa dibentuknya Pansus bertujuan untuk melakukan investigasi terhadap masalah-masalah yang terjadi dalam penyelenggaraan Pilpres, “Pansus ini adalah salah satu instrumen untuk melakukan investigasi dan pendalaman terhadap masalah-masalah kecurangan yang terjadi dalam penyelenggaraan Pilpres kemarin. Saya rasa hal tak perlu dipermasalahkan.”

“Kami sejak awal telah menyatakan siap menang atau kalah dengan proses penyelenggaraan proses demokrasi yang jujur dan adil. Adanya kecurangan dalam penyelenggaraan Pilpres menunjukkan proses demokrasi telah dicederai. Pembentukan Pansus ini bukan bertujuan untuk memenangkan salah satu pihak yang bertarung dalam Pilpres, namun bertujuan untuk mewujudkan proses demokrasi di Indonesia yang lebih baik.” tutup Tantowi.

Prabowo – Hatta

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa adalah pasangan yang saling melengkapi dengan kelebihan serta pengalaman yang telah dimiliki oleh masing-masing. Pasangan Prabowo – Hatta yang didukung oleh koalisi Partai Gerindra, PAN, Golkar, PPP, PKS dan PBB ini mempunyai visi yang sepenuh-penuhnya menjadi maksud dan tujuan dari para Pendiri Bangsa, yaitu: Membangun Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur serta bermartabat. Untuk itu, Prabowo Hatta mengemban misi:

1. Mewujudkan Indonesia yang berdaulat, aman dan damai, bermartabat, demokratis, berperan aktif dalam perdamaian dunia, serta konsisten melaksanakan Pancasila dan UUD 45

2. Mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berkerakyatan, dan percaya diri menghadapi globalisasi.

3. Mewujudkan Indonesia yang berkeadilan sosial, dengan sumber daya manusia yang berakhlak berbudaya luhur; berkualitas tinggi: sehat, cerdas, kreatif dan trampil.


Tim Prabowo – Hatta Apresiasi Keberanian dan Kejujuran Saksi Novela Ungkap Kasus Pilpres di Papua

Novela Nawipa yang merupakan saksi Tim Prabowo – Hatta dalam sidang sengketa Pilpres 2014 di Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi buah bibir karena keberaniannya dalam bersaksi di hadapan Hakim MK.

Dalam kesaksiannya, Novela mengungkapkan bahwa di kampungnya tidak ada pelaksanaan Pemilu. Ia mempertanyakan bagaimana mungkin ada pemungutan suara jika di kampungnya sama sekali tidak ada aktivitas Pemilu. Kesaksian Novela tersebut mendapatkan apresiasi dari banyak pihak, termasuk calon presiden Prabowo Subianto.

Prabowo melalui akun Twitter resminya @Prabowo08 menyatakan apresiasinya dengan mengatakan sikap Novela dalam kesaksiannya di persidangan merupakan hal yang luar biasa. Prabowo salut akan sikap Novela yang berani, jujur, tanpa pamrih dalam membela keadilan dan kebenaran.

Anggota Tim Perjuangan Merah Putih Untuk Kebenaran dan Keadilan, Marwah Daud Ibrahim menyatakan apresiasi setinggi-tingginya atas kesaksian Novela, “Saya melihat ini sebagai hal yang sangat luar biasa. Mungkin ini adalah cara Tuhan untuk membantu perjuangan kami. Novela datang jauh-jauh dari ujung timur Indonesia untuk menyampaikan kebenaran tanpa rasa takut pada siapapun kecuali pada Tuhan. Hal ini sungguh menggugah hati nurani.”

“Adanya kesaksian seperti yang diungkapkan oleh Novela semakin menguatkan fakta bahwa telah terjadi kecurangan yang masif, terstruktur, dan sistematis dalam pelaksanaan Pemilu kali ini. Sejak awal kami telah menyatakan bahwa tujuan utama dari pengajuan gugatan ke MK ini bukan untuk memenangkan salah satu pihak, namun demi terwujudnya demokrasi yang lebih baik dengan kedaulatan yang benar-benar berada ditangan rakyat.

Prabowo – Hatta

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa adalah pasangan yang saling melengkapi dengan kelebihan serta pengalaman yang telah dimiliki oleh masing-masing. Pasangan Prabowo – Hatta yang didukung oleh koalisi Partai Gerindra, PAN, Golkar, PPP, PKS dan PBB ini mempunyai visi yang sepenuh-penuhnya menjadi maksud dan tujuan dari para Pendiri Bangsa, yaitu: Membangun Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur serta bermartabat. Untuk itu, Prabowo Hatta mengemban misi:

1. Mewujudkan Indonesia yang berdaulat, aman dan damai, bermartabat, demokratis, berperan aktif dalam perdamaian dunia, serta konsisten melaksanakan Pancasila dan UUD 45

2. Mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berkerakyatan, dan percaya diri menghadapi globalisasi.

3. Mewujudkan Indonesia yang berkeadilan sosial, dengan sumber daya manusia yang berakhlak berbudaya luhur; berkualitas tinggi: sehat, cerdas, kreatif dan trampil.