Istri Anggota DPR-RI Partai Gerindra Tebar Paket Sembako

Istri-Anggota-DPR-RI-Partai-Gerindra-Tebar-Paket-Sembako

KESIRA, LEBAK-Setelah Badan Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) DPC Gerindra Lebak,berikan bantuan kepada sejumlah warga korban bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah yang terkena bencana, sejumlah istri anggota DPR-RI dari Partai Gerindra (Pindra) bersama, perempuan Indonesia raya (Pira) pusat dan DPC Gerindra Lebak, memberikan bantuan paket sembako kepada ratusan warga kampung Bojong Cae Masjid kecamatan Cibadak Lebak, Banten, Minggu (27/1).

Bantuan berupa 500 paket sembako diserahkan secara langsung kepada para korban oleh ketua Kesira DPC Lebak, yang didampingi seluruh pengurus DPC Lebak, PAC kecamatan Cibadak, dan PR Desa Bojong Cae, disaksikan tokoh masyarakat dan kepala desa setempat.

Menurut ketua Pindra pusat, Ibu Muzani, pihaknya mengaku sangat prihatin atas musibah yang terjadi di Lebak. Atas keprihatinan itulah, pihaknya bersama-sama dengan seluruh pengurus dan anggota yang tergabung di para istri anggota DPR-RI dari Partai Gerindra, untuk memberikan bantuan kepada para warga yang menjadi korban.”

Sebetulnya bantuan bukan saja kita berikan kepada warga yang ada di Lebak. Karena bencana banjir dan longsor juga terjadi di beberapa wilayah,maka bantuanpun kita sebar di beberapa lokasi bencana, seperti di Tangerang, Serang termasuk untuk wilayah Jakarta,” katanya.

Diharapkan bantuan ini bisa meringankan beban bagi para warga yang menjadi korban bencana.”Bantuan yang kita berikan tidak seberapa nilainya. Paket sembako yang kami berikan ini bentuk dari kepedulian dan ke prihatinan kami atas musibah yang menimpa saudara –saudara kita juga.”paparnya lagi.

Ketua DPC Gerindra Lebak, Bangbang Fajar Suseno, yang didampingi ketua OKK, H Oong Syahroni, mengatakan musibah banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Lebak, dan sempat merendam ribuan rumah dan lahan pertanian warga, agar menjadi sebuah keprihatian berbagai pihak.”Apa yang kami lakukan saat ini, kalaupun bencana telah usai, mudah-mudahan bisa meringankan beban warga, kalaupun yang kita berikan nilainya tidak seberapa,”papar keduanya.

Ratusan warga yang hadir dan mendapat bantuan sangat berterimakasih. Warga juga mengharapkan agar bantuan untuk perbaikan tempat tinggal warga yang hancur akibat disapu meluapnya sungai Ciujung juga bisa diberikan kepada para korban. (isbath bachtiar).

Sumber: KESIRA


GEMIRA : Makna Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Makna-Peringatan-Maulid-Nabi-Muhammad-SAW

Hakikat cinta sebenarnya adalah mau menuruti segala apa yang diminta oleh orang yang kita cinta, bukan hanya memberi kata puja dan rayu. Cinta pada Rosululloh, berarti kita mau menuruti dan bersemangat untuk melakukan sunnah-sunnahnya serta menjauhi apa yang dilarangnya. Adapun membaca dan melantunkan “Sholawat” pada Rosul Shollahu ‘alaihi wa sallam belum menjamin kalau kita cinta padanya. Namun harus lebih dibuktikan dengan sejauh mana sunnah dan ajarannya dapat kita laksanakan. Sebab Islam bukan hanya terpaku pada tataran teoritis, namun juga implementatif. Karena islam sebagai perwujudan dari iman yang telah diikrarkan.

Allah Ta’ala berfirman:
“Apa yang datang dari Rosululloh, ambillah. Dan apa yang dilarang Rosululloh, jauhilah”.(al Hasyr/59:7).

Selanjutnya Alloh Ta’ala juga berfirman,
“Katakanlah, jika kalian mencintai Alloh, maka ikutilah aku (Muhammad). Maka Alloh akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian, Dan Alloh Maha Pengampun lagi penyayang” (Ali Imron: 31).

Ibnu Katsir menafsirkan: “ فَاتَّبِعُونِي (ikutilah aku)”, adalah mengikuti dan menjalankan syariat dan Sunnah Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam (perkataan, perbuatan dan yang ditetapkan beliau)”,

Ayat tersebut sudah sangat jelas bahwa persyaratan muthlak untuk mendapatkan cinta Alloh Ta’ala adalah kita terlebih dahulu harus mencintai Rosululloh dengan cara mengikuti dan menjalankan sunnah-sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam serta menjauhi perkara yang tidak pernah diperintah oleh beliau.

Salah satu alasan Allah menurunkan Rasulullah untuk memberikan contoh kepada kita tentang cinta. Rasulullah adalah pribadi yang hangat, setiap orang yang bertemu dengan Rasulullah akan merasakan ketentraman, kalaupun ada yang membenci Rasulullah bukan karena pribadi Rasulullah, tapi apa yang dibawa oleh Rasul, yaitu Islam. Rasulullah adalah guru cinta yang luar bisa, karena baliau adalah murid dari Maha Guru, اَللّهُ swt. Apapun ekspresi cinta Rasulullah merupakan ekspresi cintanya kapada Allah.

Dalam riwayat Anas bin Malik Rasulullah diceritakan seperti ini, Ada seseorang berada di samping Rasullah lalu seorang sahabat berlalu di depannya. Orang yang disamping Rasulullah tadi berkata: “Aku mencintai dia ya Rasulullah”, lalu Rasul menjawab “Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?” Lalu orang tersebut memberitahukan kepada sahabat itu seraya berkata “Sesungguhnya aku

mencintaimu karena Allah”, kemudian orang yang dicintai itu menjawab “Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena Allah”.
Subahanallah terdengar sangat indah, jika diperhatikan dari percakapan diatas, ungkapan cinta itu diucapkan kepada sesama gender, dan ini tidak berlaku untuk lawan jenis yang bukan muhrimnya (mana ada cinta karena Allah, tapi melanggar syariat dari Allah). Kalau bahasa yang sering digunakan oleh aktivis adalah “Ana uhibbukifillah (untuk ke wanita), Ana uhibbukafillah (untuk ke pria)” yang artinya Aku mencintaimu karena Allah. Bagi mereka kata-kata ini bisa mempererat hubungan persahabatan mereka. Tidak ada persaan ‘maho’, karena mereka mempunyai ikatan ukhuwah yang diikatkan oleh Allah.

Pada saat kita belajar cinta kapada Rasulullah berarti kita belajar mencintai segalanya karena Allah. Cinta Rasulullah bukan basa basi, cinta Rasulullah itu tanpa dusta, karena cinta beliau merupakan ekspresi cinta beliau kepada Allah, maka Rasulullah tidak melanggar syariat
Dua tingkatan tersebut adalah:

1- Tingkatan yang fardhu (wajib), yaitu kecintaan (kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang mengandung konsekuensi menerima dan mengambil semua petunjuk yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari sisi Allah dengan (penuh rasa) cinta, ridha, hormat dan patuh, serta tidak mencari petunjuk dari selain jalan (sunnah) beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam secara utuh. Kemudian, mengikuti dengan baik agama yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sampaikan dari Allah, dengan membenarkan semua berita yang beliau sampaikan, manaati semua kewajiban yang beliau perintahkan, maninggalkan semua perbuatan haram yang dilarangnya, serta menolong dan berjihad (membela) agamanya, sesuai dengan kemampuan untuk (mengahadapi) orang-orang yang menentangnya. Tingkatan ini harus dipenuhi (oleh setiap muslim) dan tanpanya keimanan (seseorang) tidak akan sempurna.

2- Tingkatan fadhl (keutamaan/kemuliaan), yaitu kecintaan (kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang mengandung konsekuensi meneladani beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan baik, mengikuti sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan benar, dalam tingkah laku, adab (etika), ibadah-ibadah sunnah (anjuran), makan, minum, pakaian, pergaulan yang baik dengan keluarga, serta semua adab beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sempurna dan akhlak beliau yang suci. Demikian juga memberikan perhatian (besar) untuk memahami sejarah dan perjalanan hidup beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, rasa senang dalam hati dengan mencintai, mengagungkan dan memuliakan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Senang mendengarkan ucapan (hadits) beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan selalu (mendahulukan) ucapan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas ucapan selain beliau. Dan termasuk yang paling utama dalam tingkatan ini adalah

meneladani beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sikap zuhud beliau terhadap dunia, mencukupkan diri dengan hidup seadanya (sederhana) di dunia, dan kecintaan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada (balasan yang sempurna) di akhirat (kelak).

Keluarga Besar Gerakan Muslim Indonesia Raya (GEMIRA) mengucapkan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1434 H “Jadikan Teladan Kepada Rasulullah SAW sebagai bukti keimanan dan semangat dalam menggapai Kejayaan Indonesia Raya”

Oleh :
Pimpinan Pusat GEMIRA
Hb.Mahdy Alatas & Hb.A.Rahman Habsyi


Satria Gerindra Jateng Siap Menangkan Pilgub Jateng

Satria-Gerindra-Jateng-Siap-Menangkan-Pilgub-Jateng

LENSAINDONESIA.COM: Sayap Partai Gerindra “Satria Gerindra” Jawa Tengah siap memenangkan Pilgub Jawa Tengah 2013 mendatang.

Hal itu ditegaskan Teguh OS, Pimpinan Daerah (PD) Satria Gerindra Jawa Tengah, Minggu (20/1/2013). Kekuatan sayap partai Satria Gerindra Jawa Tengah ini memang cukup luar biasa di tingkat bawah. Mulai pematapan dan konsolidasi dengan agenda yang sudah disiapkan pemenangan Pilgub, Pileg dan Pilpres di wilayah dapil 1 Salatiga, Kendal, Semarang dan Kabupaten Semarang. Meskipun untuk Pileg dan Pilpres masih setahun lagi digelar.

“Mulai sekarang sudah disiapkan mulai Pileg dan Pilres. Satria Gerindra Jawa Tengah sudah siap mengawal pemenangan Pilgub mendatang,” jelasnya.

Bahkan, lanjutnya, pihaknya tidak akan salah pilih dalam penentuan kandidat yang akan membawa masa depan Jawa Tengah ke arah yang lebih baik.

“DPP Partai Gerindra yang akan memberitahukan siapa kandidiat yang nantinya kita usung. Yang jelas untuk partai Gerindra dan Satria Jawa Tengah sebagai sayap partai siap,” pungkasnya. @yuwana

Sumber: LENSAINDONESIA.COM


GEMIRA DKI dan GEMIRA PANDEGLANG-BANTEN AKSI PEDULI BANJIR

GEMIRA-DKI-dan-GEMIRA-PANDEGLANG-BANTEN

Banjir tak ayal lagi selalu menyita pelbagai hal, mulai dari penghujung
2012 sampai pertengahan Januari 2013 tetap saja menjadi kewaspadaan seluruh
warga. Betapa tidak, mulai dari pulau Jawa hingga kepulauan lainnya di
Nusantara banjir merupakan kejadian alam yang tidak saja membebankan warga,
akan tetapi menjadi PR terbesar bagi seluruh aparat maupun masyarakat yang
berkewajiban untuk menanganinya.

DI awal tahun ini, Ibukota kembali dilanda musibah banjir yang menurut
perkiraan sama seperti bencana besar banjir di Tahun 2007. Pada hari
kamis,17 Januari 2013 hampir sebagian besar Ibukota terendam banjir yang
menyebabkan warga di bantaran kali Ciliwung dan daerah sekitarnya terkena
banjir hingga 4 meter. Tentu hal ini sangat menjadi beban bagi warga yang
terkena musibah banjir, dalam upaya meringankan beban para korban banjir
GEMIRA DKI melaksanakan aksi sosial Peduli Bencana Banjir dengan Membuka
Posko Dapur Umum dan Bantuan sosial. Posko ini terpusat di Jl.Lodan Ancol
Barat Ancol – Jakarta Utara. Setiap hari mendistribusikan 3x nasi bungkus.
Kegiatan ini dilakukan sampai banjir benar-benar surut ujar H.Zainuddin
Ketua Gemira DKI Jakarta.

Selain di Ibukota Bencana Banjir juga melanda Provinsi Banten, mulai dari
Tangerang-Serang-Pandeglang-Lebak wilayah ini beberapa pekan terakhir
digenangi air bah yang tak terbendung. Betapa tidak ini sangat
penyesakkan, karena banjir melumpuhkan jalur transportasi, akses
informasi, kegiatan ekonomi dan setumpuk permasalahan jadi perhatian
warga, dikarenakan ada yang sangat mendasar yaitu terjangkitnya penyakit
merupakan bagian yang vital dalam kelangsungan hidup sehat.

Sebagai masyarakat yang peduli terhadap bencana banjir, kesekian kalinya
GEMIRA PANDEGLANG bekerjasama dengan Dompet Peduli Bencana Banten kerja
bareng Yayasan Kami Peduli, Kabar Banten dan Banten TV, LKP Adenis, Gemira
Pandeglang, Yayasan Bani As-Syuro, PWI Pandelang, secara serentak para
Relawan berelaborasi mulai dari Pengimpunan: baik dana, pakain layak
pakai, sembako dan obat-obatan serta pelaksanaan Pendistribusian yang
selalu diberitakan di Kabar Banten dan Banten TV.

Beberaga titik yang telah diberikan santunan mencapai 720 KK yang terpusat
di Kecamatan Pagelaran dan Sukaresmi, ” dengan lebih 2.000an warga di
kampung Pinggirkali Cikuya dan kampung Terusan Sidamukti alhamdulih telah
tersantuni “, sahut Uung Shobari-Korlap Aksi, sekaligus Ketua PC GEMIRA
Kab.Pandeglang-Banten.

Hal serupa pada aksi sosial 19 Januari 2013 disampaikan oleh Pengurus
Yayasan Bani As-Syuro Cisoka Tangerang Abi Wahyu yang turun langsung
bersama para murid TKIT Al-Mahwa dan SDIT Al-Istiqra, mereka merasa terharu
dapat terlibat aksi sosial seperti ini. ” Beras 5 kwintal, ratusan pakain
baru-layak pakai, puluhan selimut, 100 bungkus mie instans, kue, dan
makanan-minuman lainnya, susu dan uang tunai 1 juta rupiah untuk Madrasah
di Kp. Terusan dan kediaman Ust. Ahmad di Kp. Pinggirkali, alhamdulillah
sudah diterima dan didistribusikan dengan baik dan teratur,” sahut
Rahmatullah salah satu tokoh muda di Pagelaran dan Sukaresmi yang sekaligus
Ketua Bidang Pendidikan Sosial Gemira Pandeglang.

Sumber: INFOKOM GEMIRA


Organisasi Sayap Gerindra Gelar Aksi Sosial Peduli Banjir

Organisasi Sayap Gerindra Gelar Aksi Sosial Peduli Banjir

Laporan Wartawan Tribun Timur,Yasdin

TRIBUNNEWS.COM MAKASSAR, Dua organisasi sayap Partai Gerindra, Tunas Indonesia Raya (Tidar) dan Satuan Indonesia Raya (Satria) menggelar aksi sosial peduli banjir bertajuk Tidar Sulsel roadshow to grassroot Garuda-Na (Gerakan Andi Rudiyanto Asapa dan Andi Nawir Pasinringi) bersama Satria Sulsel.

Koordinator lapangan aksi sosial peduli banjir, Uga mengatakan, ini bertujuan untuk menyalurkan bantuan kepada warga korban banjir di beberapa wilayah di Sulsel. Sehingga sekecil apapun bantuan itu akan membantu meringankan beban korban bencana. Oleh karena itu, Uga mengajak, seluruh warga Sulsel untuk berpatisipasi pada kegiatan tersebut.

” Bentuk partisipasi masyarakat, dapat disubambangkan dalam bentuk makanan, pakaianbekas layak pakai, obat-obatan, tenda, selimut, karpet dan lain-lain yang dapat membantu sanak saudara kita. Silakan membawa langsung di Kantor DPD GERINDRA Sulsel di Jl Ratulangi, Posko Bravo Garuda-Na di Jl Pengayoman atau hubungi Uga di 085255141249 dan kami bisa jemput,” kata Uga melalui Blackberry Massenger (BBM) kepada TRIBUN-TIMUR.COM, Senin (7/1/2013).

Sumber: tribunnews.com


18 Pages« First...234...10...Last »