Jokowi-Ahok Berpotensi Besarkan Gerindra

Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama punya cerita mengenai ditariknya dia ke Gerindra oleh Prabowo.

Ia menjelaskan bahwa ide Jokowi dan Ahok menjadi alasan Prabowo untuk menaikkan image partainya yang masih memiliki sedikit massa.

Ceritanya adalah bahwa Prabowo yang mengajaknya bergabung terlebih dahulu.

“Prabowo mengajak saya untuk menaikkan citra Gerindra,” jelasnya di Jakarta, Sabtu (9/6/2012).

Maka dari itu ia mencari pemimpin yang bersih dan mempunyai track record yang bagus.

“Kalau main materi, ia sadar Gerindra bakal kalah, karena Demokrat sudah berkuasa lama, oleh karena itu ia mencari pemimpin berdasarkan track record yang jelas, lalu saya dipasangkan dengan Jokowi,” jelasnya.

Ia berujar bahwa Prabowo tidak pernah menjanjikan menang atau apa yang jelas keuangan atau materi tidaklah terlalu penting baginya.

“Saya tidak terikat dengan Prabowo, maka dari itu saya pilih bergabung dengan Gerindra,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa meskipun tidak terlalu berambisi Prabowo memang berharap kepada kemenangan Jokowi-Ahok.

“Kalau kalian tidak berhasil maka kami juga tidak berhasil juga di 2014,” ujar Ahok menirukan ucapan Prabowo.


Gerindra tak Terpengaruh Hasil Survei LSI

Bandung – Partai Gerindra cuek melihat hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Berdasarkan survei LSI, Dede Yusuf diprediksi memenangkan Pilgub Jabar 2013. Sementara bakal calon (balon) gubernur dari Gerindra, termasuk Rachel Maryam, raihan suaranya jeblok.

“Buat saya, hasil yang kemarin itu (LSI – red) tidak berpengaruh baik ke saya pribadi atau partai,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Oo Sutisna saat ditemui di Kantor DPD Gerindra Jabar, Jalan Cimanuk, Jumat (8/6/2012).

Ia sendiri mengajak semua pihak berpikir logis melihat hasil survei LSI. Sebab orang yang disurvei jumlahnya sedikit. Sementara jumlah penduduk Jabar di atas 43 juta orang.

“Yang disurvei kan sedikit. Saya bukan tidak percaya, hanya harus kita lihat berapa yang disurvei, berapa persen dari penduduk Jabar. Yuk kita berpikir rasional,” jelasnya.

Oo mengatakan, pihaknya tetap optimistis meski hasil survei menempatkan para balon Gerindra di posisi bawah. “Kenapa kita harus panas dingin mengetahui hasil survei itu. Tapi itu membuat kami semangat untuk berusaha memenangkan pilgub,” tandasnya.

Ia pun mengajak para balon gubernur dari Gerindra untuk tetap punya keyakinan bisa memenangkan pilgub. “Jangan kecil hati. Masih banyak peluang untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas,” tegasnya.

Meski cuek dengan hasil survei, Oo menyampaikan selamat pada Dede Yusuf yang diperkirakan bakal memenangkan pilgub. “Yang jelas saya ucapkan selamat pada orang yang hasil surveinya paling tinggi,” tandasnya.

(ors/ern – detik Bandung)


DPT Bermasalah, Gerindra Tak Mau Main di Comberan

Tim sukses Jokowi-Ahok menggelar jumpa pers terkait temuan Daftar Pemiih Tetap (DPT) bermasalah untuk pemilukada DKI tahun ini.

Partai Gerindra sebagai partai yang mengusung pasangan tersebut, menegaskan tidak mau turut serta dalam pemilukada jika masih ada temuan DPT bermasalah.

Juru bicara Jokowi-Ahok, Muhammad Taufik, menjelaskan pada hari Minggu (3/6/2012) kemarin lima tim sukses pasangan calon sepakat untuk menindaklanjuti temuan DPT bermasalah dengan melaporkan ke PTUN, Polda Metro Jaya, Mahkamah Konstitusi, dan DPR.

Menurutnya hal itu akan dilakukan jika KPU DKI bersikukuh tak mau mengubah data yang ada dalam DPT, yang sudah ditetapkan tanggal 2 Juni kemarin.

“Kami mau main di kolam renang yang bersih, ini kan comberan. DPT ini bereskan dulu, dan itu tidak mengganggu tahapan pemilukada,” kata Taufik, Selasa (5/6/2012) di Media Center Jokowi-Ahok.

Taufik pun menegaskan bila ada pihak yang mengatakan bagi yang tidak mau menerima keputusan DPT maka lebih baik bubar saja, menurut politisi Partai Gerindra ini orang yang mengatakan hal tersebut tak mengerti aturan main.

“Hari Sabtu (2/6/2012) kemarin KPU DKI dengan segala kesalahannya menetapkan DPT. Kalau lima pasangan calon menolak, ya tidak jadi pertandingannya. Karena dalam peraturan disebutkan minimal harus dua pasangan calon. Kalau tidak bersih, lima pasangan calon akan boikot, jadi tidak hanya Faisal Basri saja yang mau boikot,” tandasnya.


Jelang Deklarasi, Gerindra Makassar Target 15 Ribu Massa

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Makassar, Amar Bustanul mengatakan, sekitar 15 ribu orang massa akan digerakkan memenuhi Stadion Mattoanging, Minggu (10/6).

Massa ini berasal dari elemen-elemen masyarakat, khusus disiapkan oleh DPC Gerindra Makassar. “Jumlah 15 ribu massa ini adalah semua DPC kabupaten/kota se Sulsel digerakkan dalam deklarasi ini. Seluruh kader akan hadir dalam kegiatan ini,” ungkap Amar juga Anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Makassar. Dia menegaskan, Rudiyanto Asapa maju sebagai cagub Sulsel dengan kekuatan dan optimisme tinggi meraih dukungan dari masyarakat. “Rudiyanto Asapa maju bukan sebagai pemecah suara. Setiap kader maju telah mempertimbangkan kekuatannya,” singkatnya. ()

 

(upeksOnline)


Prabowo Bawa Tokoh Nasional

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto dipastikan membawa sejumlah tokoh nasional, utamanya partai pengusung cagub Sulsel, Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi saat deklarasi di Stadion Andi Mattalatta, 10 Juni mendatang.
Rencananya, Prabowo dan rombongan menumpangi pesawat jet pribadi dari Jakarta ke Makassar. Prabowo yang dikenal memiliki banyak uang memang sering mengenakan pesawat jet pribadi saat bepergian di wilayah Indonesia. “Malamnya kan dia baru tiba dari Korea Selatan, jadi 10 Juni pagi dia baru berangkat dari Jakarta ke Makassar menggunakan pesawat jet pribadi,” tandas Ketua DPD Gerindra Sulsel, Rudiyanto.
Dalam deklarasi yang dijadwalkan 10 Juni mendatang, pasangan Rudi-Nawir bakal memberi kejutan bagi publik Sulsel, utamanya mengenai partai pengusung. Sejauh ini, Rudi masih sangat merahasiakan partai mana saja yang akan mendukungnya di pilgub Sulsel, dengan alasan urusan partai pengusung adalah tanggung jawab Probowo.
Yang pasti, saat deklarasi Rudi-Nawir, Prabowo akan menyerahkan bantuan berupa 24 mobil ambulance ke masing-masing DPC Gerindra di Sulsel. Mobil ini diharapkan dijadikan Gerindra di Sulsel sebagai mobil bantuan bagi masyarakat Sulsel yang sedang berduka. Ambulance yang merupakan bantuan Prabowo ini saat ini sudah ada di Makassar bahkan ada yang sudah dibranding dengan atribut Rudi-Nawir.
Kendati sampai saat ini baru Gerindra yang pasti mengusung Rudi-Nawir, namun bupati Sinjai dua periode ini menegaskan dirinya tidak pernah sekalipun memikirkan maju di pilgub Sulsel melalui jalur independen sebagaimana yang berkembang selama ini.
“Saya dan tim tidak pernah sekalipun berpikir bertarung di Sulsel melalui jalur independen. Karena partai pengusung sudah ada dan itu mencukupi,” tegas Rudi.
Sebelumnya, Rudi sesumbar menyatakan akan didukung partai koalisi dengan jumlah kursi di DPRD Sulsel mencapai 24. Selama ini, Rudi-Nawir memang sangat berharap Hanura dan PKS Sulsel menjatuhkan pilihan pada pasangan ini. (ujungpandangekspres)


76 Pages« First...10...717273...Last »