Dugaan Politik Uang Jokowi Terbantahkan

JAKARTA – Hari ini Panitia Pengawas Pemilu DKI Jakarta menegaskan bahwa laporan yang diajukan tim Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli terkait politik uang yang dilakukan tim Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama terbantahkan.

“Tadi sore jumat 20 juli 2012 saksi-saksi yang diduga menerima uang sudah dihadirkan di Panwaslu DKI. Apakah benar uang itu untuk saksi pasangan calon Jokowi-Ahok,” ujar Ketua Panwaslu DKI, Ramdansyah saat dihubungi wartawan, Jumat (20/7/2012).

Saksi yang datang, kata Ramdan adalah yang menerima baju kotak-kotak, uang Rp75 ribu dan surat mandat saksi di Tempat Pemungutan Suara dari tim Jokowi-Ahok.

Menyoal putusan resmi, Ramdan mengakui pihaknya belum mengadakan rapat pleno komisioner Panwas DKI Jakarta, “Belum rapat pleno komisioner, tapi kami merasa sudah cukup memanggil saksi saksi dan terlapor,” terangnya.

“Mungkin Selasa akan kami putuskan, sampai sekarang belum ada keterangan saksi atau bukti-bukti yang dapat memberatkan pihak terlapor,”

Sebelumnya, Kamis (19/7/2012), Ramdansyah mengungkapkan bahwa pemberian uang untuk membayar saksi ini dilakukan pada tanggal 10 Juli sekira pukul 15.00 WIB. Sementara serangan fajar yang dituduhkan terjadi pada tanggal 11 Juli sekira pukul 03.00 WIB sampai 06.30 WIB di RW 07 Kelurahan Pegangsaan itu tidak terbukti.

Seperti diketahui, pasangan calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Jokowi-Ahok dituding kubu Fauzi Bowo melakukan money politics saat pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) DKI Jakarta 11 Juli 2012 silam. Praktik bagi-bagi uang itu dilakukan sebelum hari pencoblosan kepada warga Pegangsaan.
(ugo)


Gerindra Yakin Jokowi Kalahkan Foke di Putaran Kedua Pilgub DKI

Jakarta Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon yakin sekali Jokowi akan menang telak di rekapitulasi KPUD DKI. Selanjutnya Jokowi akan memenangkan putaran kedua Pilgub DKI.

“Saya kira tidak mengejutkan karena kami juga punya real count. Saya kira rekapitulasi KPUD DKI tidak akan berbeda jauh dari hasil quick count itu. Jadi keunggulan Jokowi-Basuki ya sesuai lah dengan perkiraan kita,”kata Fadli kepada detikcom, Selasa (17/7/2012).

Menurut Fadli, momentum ini harus dijaga oleh Jokowi dan Ahok. Agar bisa menang di putaran kedua yang bisa jadi lebij berat.

“Ini momentum yang perlu dijaga sampai putaran kedua karena momentum seperti ini perlu dijaga. Sulit merubah keadaan, kami optimis sekali akan menang,”kata Fadli.

Dia tak mendorong Fauzi Bowo mundur di awal. Menurutnya setiap cagub bebas menghadapi putaran Pilgub yang diatur UU.

“Ya saya kira itu kurang arif lah ya. Inikan suatu kompetisi. Saya kira itu akan menjadi preseden yang kurang baik. Saya kira kurang baik. Kecuali memang aturan mainnya oleh MK dalam judicial review bisa dikoreksi. Kita harus memberi kesempatan Pak Foke untuk berlanjut dengan fair, kalah menang urusan belakang,”pungkasnya.


Gerindra: Jokowi Unggul di 4 Wilayah DKI, Foke Sebaiknya Mundur


Jakarta Rekapitulasi Pilgub yang dilakukan KPU DKI menunjukkan pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) unggul di 4 wilayah. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo didesak mundur, sehingga Pilgub DKI tak perlu dua putaran.

“Memang kalau untuk menghemat ada baiknya juga dipertimbangkan Pak Fauzi Bowo dengan besar hati mundur. Lebih terhormat bagi Pak Fauzi Bowo dan dikenang menjadi gubernur yang legowo,” kata anggota Dewan Pembina Gerindra, Martin Hutabarat, kepada di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/7/2012).

Menurut Martin dari rekapitulasi sudah terlihat keunggulan Jokowi. Dia yakin perolehan suara Jokowi cukup signifikan.

“Karena ternyata hasil Pemilukada sudah menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Jakarta, dua per tiga rakyat Jakarta memberi penilaian bahwa Pak Foke tidak berhasil,”katanya.

Namun Gerindra tak masalah kalau Foke meneruskan ke putaran ke dua. Namun tentu sesumbar Foke Pilgub hemat menjadi tak terealisasi. Selain itu, tren kemenangan Jokowi juga semakin terlihat.

“Namun untuk tetap maju ke putaran kedua itu juga adalah hak Pak Foke. Kalaupun itu yang dipilih kita menghargai. Tapi harus dilihat kalau tren keinginan perubahan itu tidak bisa dibendung lagi, ada keinginan rakyat Jakarta untuk memulai perubahan itu dari Jakarta saja. Ada keinginan merubah Indonesia dari Jakarta. Karena kemenangan Jokowi ini betul-betul bukan karena uang. Dia datang dengan komitmen serius untuk memberantas korupsi Indonesia,”pungkasnya.

Seperti diketahui dari hasil rekapitulasi di 4 wilayah di Jakarta hari ini suara pasangan Jokowi-Ahok unggul dari semua pasangan yang ada. Jokowi-Ahok menang di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Sementara itu KPU Wilayah Jakarta Selatan hingga siang ini belum merampungkan penghitungannya.


Jokowi Unggul Sementara di Semua Quick Count


Jakarta Survei hitung cepat Pilgub DKI Jakarta menunjukkan pasangan nomor 3 Jokowi-Ahok unggul sementara. Pergerakan suara Jokowi-Ahok ini disusul pasangan nomor 1, Fauzi Bowo-Nahcrowi Ramli.

Pantauan detikcom di hitung cepat versi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang ditayangkan TVOne, Rabu (11/7/2012) per pukul 13.50 WIB, Jokowi unggul di 37,65 persen, disusul Foke pada 33,30 persen dan Hidayat 14,23 persen.

Kemudian hitung cepat versi Prisma yang ditayangkan Global TV, Jokowi unggul di posisi 53,9 persen, Foke 29,74 persen dan Hidayat 8,98 persen. Hitung cepat versi Lembaga Survei Indonesia (LiSI) yang ditayangkan Indosiar, Jokowi unggul pada 54,6 persen, Foke di posisi 28,73 persen serta Hidayat 8,46 persen.

Sementara hitung cepat versi Indobarometer yang ditayangkan Metro TV, Jokowi berada di 44,5 persen, Foke 32,6 persen dan Hidayat 11,1 persen.

Hasil ini masih sementara karena belum banyak suara-suara yang masuk. Apakah posisi ini masih bisa berubah? Kita tunggu saja.


Nyoblos Tanpa Didampingi Prabowo, Ahok Yakin Menang


Jakarta Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto semula dijadwalkan mendampingi cawagub Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di TPS 059 RT 08/RW 014 di Jalan Muara Karang, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Namun Prabowo ternyata absen dan digantikan Ketua Umum Gerindra Suhardi. Ahok optimistis akan menang.

Ahok bersama istrinya, Veronica, dengan mengenakan baju kotak-kotak datang ke TPS 059 di Jalan Muara Karang, Pluit, Jakarta Utara, Rabu (11/7/2012) pada pukul 09.00 WIB.

Saat Ahok datang, tidak begitu banyak orang yang memilih di TPS itu, hanya ada sekitar 5-8 orang menunggu untuk mencoblos. Menunggu tak berapa lama, Ahok dan istri dipanggil untuk mencoblos dalam bilik suara. Setelah itu Ahok dan istri menyalami warga yang ada di TPS itu sambil berbincang sejenak.

“Kita optimis menang. Karena Pilkada Jakarta itu penentu 2014. Persoalamn utama saya kasih contoh seperti karakter yang teruji, Ahmadinejad. Dia seorang walikota yang kemudian jadi presiden.
Jadi itu yang dibutuhkan, kepemimpinan hari ini yang dibutuhkan adalah pemimpin yang mau melayani dan berkorban,” jelas Ahok.

Ahok berjanji jika terpilih akan membuka APBD DKI 2013 agar masyarakat bisa tahu peruntukan anggaran.

Di mana Prabowo yang dijadwalkan akan mendampingi Ahok? Ketua Umum Gerindra Suhardi menjawabnya.

“Beliau tidak bisa hadir tapi beliau meminta untuk diwakilkan. Kebetulan beliau ada acara di Jawa Timur dan Kalimantan,” jawab Suhardi.

Suhardi menyampaikan pesan Prabowo untuk memenangi Pilgub DKI ini.


75 Pages« First...10...666768...70...Last »