Gerindra Yakin Ketokohan Jokowi Menangkan Pilkada DKI Jakarta

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Gerindra yakin ketokohan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahja Purnama (Ahok) akan memuluskan kemenangan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta putaran kedua. Gerindra tak khawatir bila Partai Persatuan Pembangunan, Partai Keadilan Sejahtera bahkan Partai Amanat Nasional dan Partai Golkar mendukung pasangan Fauzi Bowo(Foke)-Nachrowi Ramli (Nara), rival Jokowi-Ahok di putaran kedua.

Hal itu ditegaskan anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (27/7). Martin mengatakan, partainya tetap optimistis Jokowi-Ahok menang meski tanpa tambahan dukungan dari partai politik lain. Sebab, dalam pilkada DKI Jakarta masyarakat lebih memilih ketokohan Jokowi sebagai pemimpin merakyat dan bersih.

“Rakyat sudah begitu gondok dengan korupsi, maka perfomance Jokowi yang tidak korupsi di Solo menjadi kekuatan dia. Rakyat menginginkan perubahan, dimulai dari pemilihan gubernur sekarang,” kata Martin.

Martin mengatakan, partai politik musti berfikir dua kali untuk membuat keputusan yang berseberangan dengan konstituen. Sebab, rakyat menginginkan pemerintahan yang bersih. Buktinya, banyak konstituen partai lain banyak yang memilih Jokowi-Ahok. “Mereka harus memperhitungkan risikonya kalau rakyat Jakarta mayoritas memilih yang lain,” kata Martin.

Karena itu, Gerindra tak khawatir jika seandainya benar sejumlah parpol mendukung Foke-Nara. Sebab dukungan parpol bukan jaminan. “Saya yakin rakyat cerdas dan lebih percaya pada rekam jejak Jokowi,” kata Martin.(Andhini)

sumber : metrotvnews.com


Jokowi-Ahok Luncurkan Boneka karena Miskin

Calon Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur DKI Joko Widodo dan Basuki T Purnama (Ahok), kembali akan memproduksi boneka dan menjualkan kepada masyarakat. Hal tersebut dilakukan lantaran pasangan ini memang tak memiliki dana untuk kampanye.

“Itu kan sah-sah saja, enggak apa-apa. Ya karena kita miskin,” kata Timses Calon Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur DKI Joko Widodo dan Basuki T Purnama (Ahok), Eva Sundari Kusuma saat berbincang dengan Okezone, Selasa (24/7/2012).

Dia menambahkan saat putaran pertama, Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi menjual baju kotak-kotak mampu menutupi biaya kampanye.

“Ya waktu kemarin itu cukup, bahkan banyak masyarakat yang antusias,” ungkapnya.

Sebelumnya boneka yang menggambarkan keduanya tetap menggunakan baju kotak-kotak. Sama dengan baju kotak-kotak sebelumnya,boneka Jokowi-Ahok ini juga akan diproduksi di dua tempat, Solo dan Jakarta.

Hanya saja Jokowi belum bersedia menunjukan lokasi pembuatan boneka tersebut. Termasuk harga jual sepasang boneka tersebut. “Pokoknya di Solo juga ada. Nanti kalau udah jadi saya kasih tahu tempatnya,” jelas Jokowi Selasa 24 Juli kemarin.

Menurut Jokowi, ide awal pembuatan sepasang boneka Jokowi-Ahok tersebut berasal dari tim suksesnya. Dia mengaku tidak takut nasib sepasang boneka ini akan bernasib sama dengan baju kotak-kotak yang tiba-tiba hilang dipasaran.

“Tidak apa-apa hilang lagi di pasaran,yang penting bonekanya laku dan ekonomi usaha kecil menengahnya berdaya. Itu yang terpenting,”pungkasnya.


Dugaan Politik Uang Jokowi Terbantahkan

JAKARTA – Hari ini Panitia Pengawas Pemilu DKI Jakarta menegaskan bahwa laporan yang diajukan tim Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli terkait politik uang yang dilakukan tim Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama terbantahkan.

“Tadi sore jumat 20 juli 2012 saksi-saksi yang diduga menerima uang sudah dihadirkan di Panwaslu DKI. Apakah benar uang itu untuk saksi pasangan calon Jokowi-Ahok,” ujar Ketua Panwaslu DKI, Ramdansyah saat dihubungi wartawan, Jumat (20/7/2012).

Saksi yang datang, kata Ramdan adalah yang menerima baju kotak-kotak, uang Rp75 ribu dan surat mandat saksi di Tempat Pemungutan Suara dari tim Jokowi-Ahok.

Menyoal putusan resmi, Ramdan mengakui pihaknya belum mengadakan rapat pleno komisioner Panwas DKI Jakarta, “Belum rapat pleno komisioner, tapi kami merasa sudah cukup memanggil saksi saksi dan terlapor,” terangnya.

“Mungkin Selasa akan kami putuskan, sampai sekarang belum ada keterangan saksi atau bukti-bukti yang dapat memberatkan pihak terlapor,”

Sebelumnya, Kamis (19/7/2012), Ramdansyah mengungkapkan bahwa pemberian uang untuk membayar saksi ini dilakukan pada tanggal 10 Juli sekira pukul 15.00 WIB. Sementara serangan fajar yang dituduhkan terjadi pada tanggal 11 Juli sekira pukul 03.00 WIB sampai 06.30 WIB di RW 07 Kelurahan Pegangsaan itu tidak terbukti.

Seperti diketahui, pasangan calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Jokowi-Ahok dituding kubu Fauzi Bowo melakukan money politics saat pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) DKI Jakarta 11 Juli 2012 silam. Praktik bagi-bagi uang itu dilakukan sebelum hari pencoblosan kepada warga Pegangsaan.
(ugo)


Gerindra Yakin Jokowi Kalahkan Foke di Putaran Kedua Pilgub DKI

Jakarta Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon yakin sekali Jokowi akan menang telak di rekapitulasi KPUD DKI. Selanjutnya Jokowi akan memenangkan putaran kedua Pilgub DKI.

“Saya kira tidak mengejutkan karena kami juga punya real count. Saya kira rekapitulasi KPUD DKI tidak akan berbeda jauh dari hasil quick count itu. Jadi keunggulan Jokowi-Basuki ya sesuai lah dengan perkiraan kita,”kata Fadli kepada detikcom, Selasa (17/7/2012).

Menurut Fadli, momentum ini harus dijaga oleh Jokowi dan Ahok. Agar bisa menang di putaran kedua yang bisa jadi lebij berat.

“Ini momentum yang perlu dijaga sampai putaran kedua karena momentum seperti ini perlu dijaga. Sulit merubah keadaan, kami optimis sekali akan menang,”kata Fadli.

Dia tak mendorong Fauzi Bowo mundur di awal. Menurutnya setiap cagub bebas menghadapi putaran Pilgub yang diatur UU.

“Ya saya kira itu kurang arif lah ya. Inikan suatu kompetisi. Saya kira itu akan menjadi preseden yang kurang baik. Saya kira kurang baik. Kecuali memang aturan mainnya oleh MK dalam judicial review bisa dikoreksi. Kita harus memberi kesempatan Pak Foke untuk berlanjut dengan fair, kalah menang urusan belakang,”pungkasnya.


Gerindra: Jokowi Unggul di 4 Wilayah DKI, Foke Sebaiknya Mundur


Jakarta Rekapitulasi Pilgub yang dilakukan KPU DKI menunjukkan pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) unggul di 4 wilayah. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo didesak mundur, sehingga Pilgub DKI tak perlu dua putaran.

“Memang kalau untuk menghemat ada baiknya juga dipertimbangkan Pak Fauzi Bowo dengan besar hati mundur. Lebih terhormat bagi Pak Fauzi Bowo dan dikenang menjadi gubernur yang legowo,” kata anggota Dewan Pembina Gerindra, Martin Hutabarat, kepada di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/7/2012).

Menurut Martin dari rekapitulasi sudah terlihat keunggulan Jokowi. Dia yakin perolehan suara Jokowi cukup signifikan.

“Karena ternyata hasil Pemilukada sudah menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Jakarta, dua per tiga rakyat Jakarta memberi penilaian bahwa Pak Foke tidak berhasil,”katanya.

Namun Gerindra tak masalah kalau Foke meneruskan ke putaran ke dua. Namun tentu sesumbar Foke Pilgub hemat menjadi tak terealisasi. Selain itu, tren kemenangan Jokowi juga semakin terlihat.

“Namun untuk tetap maju ke putaran kedua itu juga adalah hak Pak Foke. Kalaupun itu yang dipilih kita menghargai. Tapi harus dilihat kalau tren keinginan perubahan itu tidak bisa dibendung lagi, ada keinginan rakyat Jakarta untuk memulai perubahan itu dari Jakarta saja. Ada keinginan merubah Indonesia dari Jakarta. Karena kemenangan Jokowi ini betul-betul bukan karena uang. Dia datang dengan komitmen serius untuk memberantas korupsi Indonesia,”pungkasnya.

Seperti diketahui dari hasil rekapitulasi di 4 wilayah di Jakarta hari ini suara pasangan Jokowi-Ahok unggul dari semua pasangan yang ada. Jokowi-Ahok menang di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Sementara itu KPU Wilayah Jakarta Selatan hingga siang ini belum merampungkan penghitungannya.


75 Pages« First...10...666768...70...Last »