Gerindra Siapkan Kejutan di Deklarasi Rudi-Nawir

MAKASSAR – Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Sulsel menjanjikan sebuah kejutan saat deklarasi pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi nanti.

Sekretaris DPD Gerindra Sulsel, Anwar Wahab mengatakan demi mematangkan kejutan saat deklarasi nanti dan atas instruksi Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto, maka pelaksanaan deklarasi diundur dari 26 Mei 2012 hingga 10 Juni 2012.

“Pokoknya akan ada kejutan saat deklarasi pasangan sekaligus deklarasi partai pengusung,” kata Anwar via telepon selulernya, Rabu (23/5/2012).

Duet Rudi-Nawir dipastikan bakal mengantongi dukungan 1 kursi dari Partai Gerindra di DPRD Sulsel. Namun demikian, Anwar memastikan tetap optimistis dapat meraih dukungan dari sejumlah partai politik di Pilgub hingga mencukupi persyaratan minimal.

“Itulah kejutannya, partai mana saja yang akan mengusung pasangan Rudi-Nawir nanti bisa ditau saat deklarasi, tidak etis kalau saya yang umumkan, biar partai masing-masing yang deklarasikan,” ujar Anwar.

(tribunnews)


PDIP dan Gerindra Laporkan Dinas Dukcapil

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra, resmi melaporkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, Purba Hutapea ke Bareskrim Polri, kemarin (23/5). Dalam laporan nomor LP/407/V/2012/Bareskrim, disebutkan Purba telah melakukan rekayasa dalam pendataan pemilih tetap Pilkada DKI.

Wakil Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, ada dugaan pemalsuan daftar pemilih fiktif. Untuk itu, demi menegakkan keadilan, pihaknya melakukan pelaporan ke Mabes Polri.

“Sebab, hal ini berkaitan dengan tindak pidana umum, pasal 263, pemalsuan dokumen,” kata Prasetyo, saat ditemui di Gedung Bareskrim, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.

Menurut Prasetyo, data fiktif dalam Pilkada DKI adalah kejahatan yang luar biasa. Karena merugikan pihak-pihak yang hendak bertarung dalam pilkada. “Kami mengambil langkah hukum ini sebagai bentuk pencegahan dan menyelamatkan Pilkada DKI itu sendiri,” ujarnya.

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik berharap, polisi segera menindaklanjuti laporan ini. Pihak-pihak terkait harus diperiksa, salah satunya Kepala Dinas Dukcapil DKI. “Ini ada daftar pemilih fiktif jumlahnya ribuan dan ini suatu bentuk kejahatan demokrasi. Maka kami laporkan ke Bareskrim,” ungkapnya.

Hal tersebut juga telah diberikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena harus ada yang bertanggung jawab. “Kalau cuma satu sampai tiga (calon pemilih), kami bisa maklumi sebagai “human error”. Tapi ini ribuan, ini kan sistem. Karena itu suatu bentuk kejahatan, harus ada yang bertanggung jawab,” kata Taufik.

Total daftar pemilih yang bermasalah yang ditemukan tim sukses Jokowi-Ahok sekitar 900 ribu. Tim sukses calon gubernur dan wakil gubernur Jokowi-Ahok resmi melaporkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, Purba Hutapea, ke Bareskrim Mabes Polri dengan nomor laporan LP/407/V/2012/Bareskrim. Purba diduga melakukan rekayasa dalam pendataan pemilih tetap Pilkada DKI. (wok/ibl/pes)

(jpnn)

DPT Kacau, Timses Jokowi-Ahok Lapor Bareskrim

Tim sukses calon gubernur dan wakil gubernur Joko Widodo dan Ahok mendatangi Bareskrim Mabes Polri.

Maksud kedatangan mereka untuk melaporkan karut marut Daftar Pemilih Tetap (DPT) jelang pilkada DKI pada 11 Juli 2012 mendatang.

“NIK ganda, ada tiga, ada dua. Ini suatu bentuk kejahatan demokrasi makanya kita laporkan ke Bareskrim,” kata Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Muhammad Taufik, sebelum memasuki Gedung Bareskrim Mabes Polri, Rabu 23 Mei 2012.

Menurut Taufik, NIK ganda merata di semua wilayah DKI Jakarta. Pihaknya telah menemukan ribuan NIK ganda. Juga dari beberapa teman lainnya. “Totalnya hampir 900 ribu, setiap pilkada kayak gini terus,” Taufik heran.

Dia mengklaim bahwa pihaknya telah memberikan berkas kekurangan DPT itu ke Komisi Pemilihan Umum. Menurut dia, persoalan tersebut harus ada yang bertanggung jawab.

“Ini bukan human error, kalau cuma satu sampai tiga kita bisa maklumi sebagai human error. Kalau ribuan, ini kan sistem. Karena itu sesuatu bentuk kejahatan. Jangan dibiarkan begitu saja,” ucapnya.

Oleh karena itu, dalam laporan ke Bareskrim ini, mereka akan melaporkan Kepala Dukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil). Taufik menilai institusi tersebut adalah pihak yang paling bertanggung jawab.

Sebelumnya, sejumlah partai politik mempersoalkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilukada DKI Jakarta. Mereka menuntut KPUD DKI Jakarta membereskan data yang dinilai bermasalah itu.

Dalam sebuah diskusi, Jumat 18 Mei 2012, perwakilan Gerindra, PKS, PDI Perjuangan, PPP dan Golkar, menyatakan kesamaan sikap mereka atas ketidakberesan DPT tersebut. Padahal, pemilukada DKI akan digelar dua bulan mendatang.

Soal DPT ganda ini, Sabtu 19 Mei lalu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta dengan tegas membantahnya.

“Sudah jelas ada data, nama, alamat, dan nomor induk kependudukan (NIK),” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta, Purba Hutapea. (umi)

(VivaNews)


Prabowo Restui Rudiyanto Asapa-Nawir Pasinringi

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto merestui Ketua DPD Gerindra Sulsel Andi Rudiyanto Asapa berpasangan dengan legislator Partai Demokrat DPRD Sulsel Andi Nawir sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan 2013.

Jubir Rudiyanto, Nasrullah Mustamin mengatakan, restu Rudiyanto-Nawir, usai Prabowo menggelar pertemuan enam mata Rudi-Nawir di kediaman Prabowo, Bukit Hambalan, Bogor, Jawa Barat, kemarin (21/5/2012).

“Tadi malam mulai jam 19.00-23.00, beliau-beliau membahas soal itu. Cuma, Pak Prabowo meminta supaya deklarasi diundur tanggal 10 Juni 2012, karena tanggal 26 Mei beliau ada kegiatan yang tidak bisa digeser,” kata Nasrullah kepada Tribun Timur, Makassar, Selasa (22/5/2012).

(TribunNews)


Prabowo Minta Hercules dan Gerindra Cek ‘Pemilih Hantu’ Pilkada DKI

Pemilih fiktif atau hantu (ghost voters) adalah salah satu hal yang dikhawatirkan peserta Pilkada DKI Jakarta 11 Juli, termasuk Prabowo Subianto. Karena itu, pendiri Gerindra ini memerintahkan kadernya dan Gerakan Rakyat Indonesia Baru pimpinan Hercules untuk mengantisipasinya.

“Sekarang saya juga dengar tentang pemilih hantu terkait pemilihan cagub DKI mendatang. Saya harap GRIB dan Gerindra turun mengecek ke ranting-ranting, untuk mengecek pemilih hantu,” ujar Prabowo.

Hal ini disampaikan Prabowo dalam pidato sambutan peresmian kantor GRIB di Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (20/5/2012). Prabowo mengenakan kemeja putih, berbicara di depan 2.000-an pendukung GRIB. Di antara hadirin terdapat juga Ahok, peserta pilkada dari Gerindra.

Peringatan Prabowo ini terkait statemen Mustofa dari Pusat Pergerakan Pemuda Indonesia (P3I) menyampaikan jika ada 1,4 juta pemilih fiktif dalam Pilkada DKI 11 Juli mendatang.

“(Pemilih hantu) Ini sangat keji dan jahat, ini harus kita lawan dan perbaiki. Jadi saya harap, GRIB dan Gerindra benar-benar turun untuk mengecek dan beri tekanan pada KPU dan organisasi-organisas di bawah KPU. Kalau demokrasi terbukti dibajak, risikonya sangat menakjubkan kawan-kawan,” tegas Prabowo.

Prabowo tak lupa mempromosikan jagoan Gerindra, Jokowi-Ahok. “Dari keluarga besar Gerindra, kami menilai, yang pantas menjadi DKI-1 adalah Jokowi dan Ahok!” ujarnya.

Keduanya adalah pemimpin yang bersih, yang tidak memperkaya diri dan tidak menipu rakyat, melainkan melayani rakyat.

“Saya harap ormas GRIB dan Gerindra, meyakinkan rakyat agar memilih putra terbaik (Jokowi). Kita tidak memandang suku, ras, tapi kita mencari yang melayani rakyat. Bukan agama, etnisnya, tapi orangnya,” ajaknya.

“Saya percaya, nanti ada kejutan di DKI bahwa yang terpilih adalah pemimpin yang melayani rakyat,” imbuh purnawirawan jenderal yang pernah berdinas di Timtim ini. Dia menekankan, GRIB harus setia dan bekerjasama dengan aparat demi kesejukan masyarakat.

Pada bagian lain, Prabowo menyambut dukungan GRIB untuk mencapreskannya pada 2014. “Memang rakyat saat ini ingin pembaharuan, rakyat ingin pemimpin bersih. Kita ingin pemimpin-pemimpin yang melayani rakyat, oleh karena itu saya terima hasrat GRIB,” katanya.

Prabowo mengingatkan, untuk mencapai pembaharuan, GRIB harus meyakinkan rakyat dan merebut hati rakyat. “Saya sudah percaya GRIB karena saya sudah lihat kegiatan GRIB itu nyata. Saya sudah lihat GRIB, sudah melayani, membantu rakyat,” kata Prabowo.

“Harapan saudara terhadap saya, insya Allah kita sama-sama memberikan perubahan ke depannya,” tutupnya.

Dalam acara itu, hadir juga Hotman Paris Hutapea, pengacara kondang. Dia mengenakan kemeja putih. Hotman mengaku hadir di acara itu karena Hercules adalah temannya.

“Kalau teman hajatan kita datang dong. Tadi malam dia datang ke hajatan saya,” katanya saat ditanya wartawan. Semalam, Hotman mengadakan pesta untuk anak gadisnya.

Hotman juga memuji Hercules yang berpidato. “Gue baru tahu Hercules pinter ngomong. Mirip Soekarno dia,” ujarnya.

Jadi datang bukan karena gabung Gerindra dong? “Kebetulan perusahaan Prabowo, gue pengacaranya. Gue mah independen,” jawabnya.

Setelah acara berakhir, Ahmad Dhani yang berkemaja hitam juga datang. Dia menyanyikan 3 judul lagu yaitu Separuh Nafas, Sedang Ingin Bercinta dan Madu Tiga. Tak ada pidato khusus, dia hanya mengucapkan selamat atas peresmian kantor GRIB.


69 Pages« First...10...666768...Last »