Ramai Peminat, Gerindra Perpanjang Masa Pendaftaran Balon Wali Kota

Ramai Peminat, Gerindra Perpanjang Masa Pendaftaran Balon Wali Kota

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Makassar Arif Bahagiawan mengatakan, akan memperpanjang masa pendaftaran bakal calon wali kota Makassar satu pekan kedepan. Hal tersebut dikatakan Arif Bahagiawan saat dikonfirmasi di Sekretariat DPC Gerindra, Jalan Nuri, Kecamatan Mamajang, Makassar, Selasa (2/5/2017) kemarin.

“Kita akan perpanjang 1 Minggu pendaftaran calon wali kota Makassar karena DPD akan melakukan survey secara serentak di 12 kabupaten,” ungkapnya kepada KABAR.NEWS.

Arif Bahagiawan membeberkan alasan partainya memperpanjang masa pendaftaran. Dikatakan oleh Arif, Partai Gerindra lebih awal membuka pendaftaran untuk menjaring bakal calon wali kota yang bakal diusung pada kontestasi Pilkada Serentak 2018 mendatang.

“Partai Gerindra lebih awal membuka pendaftaran, kita start awal,” kata Arif usai Haris YL mengambil formulir pendaftaran yang saat itu diwakili oleh LO-nya, Andi Sugeng Mappanyompa.

Partai Gerindra tercatat sebagai partai yang pertama kali membuka daftar penjaringan bakal calon (Balon) wali kota Makassar. Pendaftaran dibuka Sejak tanggal 10 April hingga 10 Mei melalui Desk Pilkada.

Sejauh ini, desk pilkada telah menjaring 6 nama bakal calon untuk dilakukan verifikasi lebih lanjut melalui tahapan yang sudah ditentukan oleh partai, kemudian selanjutnya akan diserahkan ke DPD sebelum akhirnya dikirim ke tingkat DPP.

Adapun calon yang telah mengambil formulir di desk pilkada DPC Gerindra Makassar yakni, Hj Nunung Dasniar (kader Partai Gerindra), Andi Mustaman (Direktur STIE Wirabhakti), Irman Yasin Limpo (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel), Andi Rachmatika Dewi (Ketua DPC Partai NasDem Makassar), Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto (Wali Kota Makassar) dan Haris Yasin Limpo (Direktur PDAM Kota Makassar).

 

Sumber


Gerindra resmi usung Mulyadi di Pilgub Jabar

dpd

Ketua Umum DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi resmi diusung sebagai kandidat calon kepala daerah untuk berlaga di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2018-2018 berdasarkan hasil rapimda partai tersebut, di Sentul, Bogor, beberapa waktu lalu.

“Seluruh jajaran pengurus partai di Jawa Barat mendukung penuh Bapak Mulyadi untuk maju dalam Pilgub Jabar 2018, hal ini atas pertimbangan dan aspirasi pengurus, kader dan simpatisan Partai Gerindra yang ada di Jawa Barat,” kata Sekjen DPD Partai Gerindra Jawa Barat Abdul Harris Bobihoe, ketika dihubungi melalui telepon, Rabu.

Menurut dia, sebagai kader sejati Partai Gerindra, sosok Mulyadi memiliki kapasitas, integritas, dan loyalitas terhadap visi dan misi perjuangan partai.

Selain itu, lanjut Harris, sosok Mulyadi juga merupakan putra daerah yang memahami karakteristik sosio-kultur masyarakat Provinsi Jawa Barat.

“Beliau sosok pemimpin muda yang berintegritas dan kreatif. Kepemimpinan kaum muda merupakan yang dirindukan oleh pemilih Jabar,” kata dia.

Menyikapi keputusan DPD Gerindra Jawa Barat yang mengusulkan Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat sebagai kandidat calon kepada daerah di Pilgub Jabar 2018, Pengamat Politik Veri Muhlis Arifuzzaman dari Kantor Konsultan Politik dan Lembaga Survei Konsepindo Research and Consulting menilai positif keputusan itu.

“Ditunjuknya Pak Mulyadi sebagai kandidat pada Pilgub Jabar 2018 menunjukan kesiapan internal partai menyambut kontestasi Pilkada 2018. Bagaimana mau siap ikut kontes, kalau calon dari internal saja tidak ada. Saya kira ini tradisi positif,” kata Veri.

Ia mengatakan siapa pun calon yang diusung Partai Gerindra Jabar pasti akan memberi deterrence effect atau efek gentar, akan menjadi lawan berat siapapun.

“Hal ini bukan semata karena Gerindra merupakan pemenang Pilkada DKI Jakarta yang amat heboh itu, namun ibarat bunga, Gerindra sekarang memang sedang mekar-mekarnya,” kata dia.

Ia menambahkan dalam berbagai survei yang dilakukan oleh lembaganya di berbagai daerah terkait Pilkada serentak 2017 dan menyongsong Pilkada Serentak 2018, Partai Gerindra kebanyakan berada di posisi tiga besar.

 

Sumber


Keputusan Gerindra Bikin Gentar

Pilgub jabar

Keputusan DPD Gerindra Jawa Barat mengusulkan Mulyadi untuk ikut dalam Pilkada 2018  mendatang memberikan efek gentar (deterrence  effect) bagi lawan politiknya.

Begitu dikatakan pengamat politik Veri Muhlis Arifuzzaman dari Kantor Konsultan Politik dan Lembaga Survei Konsepindo Research & Consulting seperti diberitakan RMOLJabar.com, Selasa (2/5).

“Ini bukan semata karena Gerindra merupakan pemenang Pilkada DKI yang amat heboh itu, namun ibarat bunga, Gerindra sekarang memang sedang mekar-mekarnya,” jelasnya.

Menurut Muhlis, dalam banyak survei yang dilakukan pihaknya di berbagai daerah di Pilkada serentak 2017 dan menyongsong pilkada serentak 2018, Gerindra kebanyakan berada di posisi 3 besar.

Karenanya, dia menilai Gerindra sudah siap mengikuti pesta demokrasi warga Jabar tersebut

“Bagaimana mau siap ikut kontes, kalau calon dari internal saja tidak ada? Saya kira ini tradisi positif,” demikian Muhlis

 

Sumber


Ketua Gerindra Jawa Tengah Didukung Maju Pilgub 2018

Ketua Gerindra Jawa Tengah Didukung Maju Pilgub 2018

Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Abdul Wachid didukung para kadernya untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah tahun 2018 mendatang. Namun belum diketahui dengan siapa Partai Gerindra akan berkoalisi.

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah sekaligus ketua desk Pilkada, Sriyanto Saputro mengatakan sudah sejak beberapa tahun lalu Gerindra ingin mengusung sendiri calon Gubernur Jawa Tengah. Kemenangan pasangan Anies-Sandi dalam Pilgub DKI Jakarta menjadi pemicu semangat kader di Jawa Tengah.

“Kita siapkan dari kader. Kader yang ada sampai saat ini, Pak Abdul Wachid,” kata Sriyanto di kantor DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Jalan Kanguru Raya, Semarang, Sabtu (29/4/2017).

Dukungan terhadap Wachid, lanjut Sriyanto, sudah mendapat persetujuan dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subiyanto. Wachid didukung sebagai calon Gubernur Jateng, namun belum diketahui siapa yang akan diusung sebagai wakilnya.

“Pak Prabowo saat ke sini sudah mempersilakan. Pak Prabowo berikan wahana sesuai aturan main,” katanya.

Sriyanto mengakui Gerindra tidak bisa maju sendiri dalam Pilgub Jateng sehingga harus berkoalisi. Saat ini Gerindra sudah menjalin komunikasi dengan partai lain terus dilakukan, namun belum ada kepastian dengan partai apa Gerindra akan berkoalisi.

“Gambaran final koalisinya, belum. Penjajagan hampir dengan semua partai,” tegasnya.

Wachid selama ini dikenal sebagai Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI)

Sementara itu Wachid ketika ditanya mengatakan DPD Partai Gerindra Jawa Tengah sebelumnya ikut fokus membantu Anies-Sandi di Pilgub DKI Jakarta. Saat ini, pihaknya akan kembali fokus ke Pilgub Jateng dan segera melakukan deklarasi dukungan.

“Secepatnya (deklarasi), karena kemarin fokus DKI. Ini akan segera deklarasi Jawa Tengah,” kata Wachid.

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan akan mendukung dalam Pilgub Jateng. Ia juga memberikan saran agar lebih mengenal rakyat dan tahu apa yang diinginkan rakyat agar bisa menang dan memimpin Jateng.

“Insya Allah dengan semangat ini saya dukung Pak Wachid untuk berjuang. Kuncinya mengenali dan dekat dengan rakyat,” kata Sandi.

 

Sumber


Video #BeragamItuBasukiDjarot Tak Tunjukkan Kondusivitas

Video #BeragamItuBasukiDjarot Tak Tunjukkan Kondusivitas

Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, turut angkat bicara mengenai munculnya video tentang keberagaman yang diunggah oleh Cagub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Muzani menilai video tersebut tak mencerminkan suasana kondusivitas dan suasana bersahabat.

“Ya pokoknya video tidak menunjukkan kondusivitas, tidak menunjukan suasana yang bersahabat, suasana yang sudah capai, kita bangun. Tiba-tiba ada video seperti itu. Jadi saya nggak tahu maksudnya apa,” ujar Muzani di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Jl Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jaksel, Senin (10/4/2017).

Muzani tahu mengenai video tersebut dari koleganya di Partai Gerindra. Menurutnya, video itu seakan-akan memancing dan tidak menampilkan kesejukan dalam Pilgub DKI putaran kedua ini.

“Tadi sejumlah kawan-kawan, menginformasikan seperti itu. Kesannya kok memancing-mancing. Menurut saya kita harus menjaga kondusivitas pilkada ini dengan kesejukan, keramahan dan dengan ya begitulah ya. Saya kira semua komponen harus memiliki keterpanggilan itu,” terang Muzani.

Selain itu, dia juga tidak mengetahui maksud dari makna video #BeragamItuBasukiDjarot. Pihaknya disebut Muzani kini tengah mempelajari apakah video tersebut akan dilaporkan atau tidak.

“Kita sedang mempelajari ya,” ujar anggota Komisi I DPR itu.

Muzani pun mengharapkan suasana ke depan dalam hajatan pemilu lima tahunan ini berjalan dengan aman. Tidak ada intimidasi atau ketakutan yang dirasakan masyarakat ketika menyalurkan hak politiknya.

“Karena kita berharap pilkada ini suasana lebaran di mana orang bersuka ria, orang Jakarta untuk mentukan pilihan gubernurnya sehingga tidak ada intimidasi, tidak ada ancaman, tidak ada ketakuran karena itu menjadi sesuatu penting orang meluapkan kegembiraan itu,” kata Muzani.

Sebelumnya, ACTA melaporkan Ahok-Djarot ke Bawaslu karena menilai video tersebut menyerang agama tertentu. Video berdurasi dua menit itu menampilkan secara jelas berisi adegan di mana terjadi kerusuhan dan demo, yang pelakunya adalah orang berpeci dan bersurban.

 

Sumber


72 Pages123...10...Last »