Semangat Prabowo Dalam Mewujudkan Ekonomi Kerakyatan

Semangat-Prabowo-Dalam-Mewujudkan-Ekonomi-Kerakyatan
Ekonomi kerakyatan sering dimaknai sebagai sistem ekonomi yang menekankan pada keadilan dalam penguasaan sumberdaya ekonomi, proses produksi dan konsumsi. Dalam ekonomi kerakyatan ini kemakmuran rakyat lebih diutamakan daripada kemakmuran individu. Sedangkan Ekonomi Rakyat adalah kegiatan ekonomi orang kecil (wong cilik), yang karena merupakan kegiatan keluarga, tidak merupakan usaha formal berbadan hukum, tidak secara resmi diakui sebagai sektor ekonomi yang berperanan penting dalam perekonomian nasional.

Perbincangan soal ekonomi kerakyatan, kini kembali mengedepan setelah muncul fenomena soal “kegagalan” pendekatan pembangunan yang mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi, dalam mewujudkan pemerataan pembangunan bagi seluruh warga bangsa, pada waktu yang bersamaan. Yang terjadi, terutama jika kita cermati data tahun 2001 hingga 2012, pertumbuhan ekonomi cukup tinggi dan stabil, namun tingkat kesenjangan nya pun makin melebar. Indeks Gini sebesar 0,41 menunjukkan besar nya ketimpangan tersebut.

Ekonomi Kerakyatan sendiri, banyak disebut-sebut sebagai solusi untuk mengurangi ketimpangan diantara berbagai golongan dalam masyarakat. Ekonomi Kerakyatan dengan karakter pokok nya mengutamakan “kemakmuran bangsa” secara keseluruhan dibanding dengan kemakmuran orang seorang atau golongan, pada hakekat nya merupakan penjabaran nyata dari Sistem Demokrasi Ekonomi seperti yang diamanatkan dalam Pasal 33 dan 34 Undang Undang Dasar 1945. Demokrasi Ekonomi yang ingin diwujudkan, jelas harus dikaitkan dengan ciri-ciri positip dan ciri-ciri negatif nya. Tiga hal yang harus kita tolak kehadiran nya adalah terjadi nya “free fight liberalism”. Persaingan bebas inilah yang akan menyuburkan tumbuh nya kepentingan perorangan. Mereka lupa bahwa dibalik itu ada sikap kebersamaan yang harus mewarnai gerak langkah pembangunan ekonomi bangsa. Lalu, etatisme atau dominasi negara yang terlalu besar dalam kehidupan perekonomian juga perlu dihindari. Bahkan monopoli sendiri, bukanlah sesuatu kondisi yang direkomendasikan.

Dihadapkan pada kondisi yang demikian, terutama bila hal ini kita kaitkan dengan suasana yang tengah berlangsung selama ini, tampak benar yang nama nya Demokrasi Ekonomi, barulah sedap diwacanakan. Sedangkan dalam fakta nya sendiri, terbukti yang nama nya gaya hidup yang hedonis cenderung lebih menguasai perilaku para pelaku ekonomi kita sehari-hari. Sikap individualistik terekam lebih menonjol ketimbang membangun dan mempraktekan sikap kebersamaan dalam mengarungi kehidupan ekonomi. Aura kapitalistik benar-benar “menelan” nilai-nilai kehidupan yang sarat dengan aura kebersamaan.

Ekonomi Rakyat yang rata-rata dilakoni oleh pelaku-pelaku rumah tangga di daerah, sudah barang tentu menuntut ada nya sistem perekonomian yang senafas dengan spirit kerakyatan nya sendiri. Beberapa pengamat menilai, ketimbang menerapkan sistem kapitalistik, ternyata sistem ekonomi kerakyatan dinilai lebih pas untuk diterapkan. Dalam bahasa lain, sistem ekonomi kerakyatan merupakan solusi cerdas terjadi nya kemakmuran yang lebih nyata dari oada kapitalisme yang cenderung menguntungkan perorangan atau golongan semata.

Dari sekian banyak tokoh nasional, Prabowo Subianto merupakan sosok yang sangat konsisten dalam membewarakan penting nya Ekonomi Kerakyatan. Beberapa buku yang ditulis nya memperlihatkan konsistensi yang tegas dalam memperjuangkan terwujud nya Ekonomi Kerakyatan. Hal ini sungguh senafas dengan harapan berbagai pihak yang inti nya menunggu suasana kehidupan yang makmur dalam kebersamaan dan bersama dalam kemakmuran bangsa. Ke arah sanalah selayak nya kita melangkah.

Dukung Semangat Prabowo


Seminar kewirausahaan

Berikut adalah dokumentasi saat kegiatan seminar tanggal 2 november 2013 pukul 10.00 WIB di STAI Al-Mukhlisin Ciseeng.
narasumber yaitu Hj. Juliana Wahid, SE. M.pd dengan tema

Meningkatkan Jiwa Kewirausahaan dengan Memperkuat Ketermpilan Diri dalam Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Anak Bangsa.

seminar kewirausahaan 1


Perang Kemerdekaan Jilid Kedua

Pemilu 2014

Pemilu 2014 yang tinggal beberapa bulan lagi merupakan Perang Kemerdekaan Jilid Kedua. Oleh karena itu seluruh kader Gerindra harus militan dan kuat serta bekerja keras untuk mewujudkan Indonesia Raya. Kader Gerindra harus terus beraksi nyata dan turun langsung ke masyarakat dengan mengamalkan Tri Dharma Kader Gerindra: belajar dari rakyat, berjuang untuk rakyat, berkorban demi rakyat.

Prabowo Subianto: “Rakyat sudah dekat dan mengarah pada kita. Giliran kita yang mendekat kepada rakyat. Saya instrusikan semua kader untuk turun ke rakyat. Ketok pintu tiap hari, cari anggota baru, Kalau bisa tambah 6 orang tiap bulan, kalau tidak bisa 5, tidak bisa juga 4 dan jika tidak bisa cukup 2 anggota baru.”

Sudah siapkah sahabat untuk menghadapi Perang Kemerdekaan Jilid Kedua?


Pentingnya Inklusi Ekonomi Pancasila dan Produktivitas Berkelanjutan Dalam Sistem Pendidikan Nasional

Jakarta, (22/9/2013). Pukul 10:00

Ini

Prof.Ir. Suhardi menyampaikan kuliah umum dalam acara penyambutan mahasiswa baru di STKIP Kusuma Bangsa dengan tema “Wajah Pendidikan Indonesia”. Dalam kesempatan ini, Prof. Ir. Suhardi di depan 1.300 mahasiswa-mahasiswi baru STKIP Kusuma Bangsa menyampaikan orasi mengenai pentingnya perubahan kurikulum pendidikan Indonesia yang berbasis kapitalistik dan konsumerisme menuju pembangunan ekonomi yang berbasis produktivitas berkelanjutan (sustainable) dan sadar akan pentingnya ekonomi Pancasila.

Ini 2Prof. Suhardi menyampaikan bagaimana salah satu penyebab rusaknya alam serta eksploitasi besar-besaran sumber daya alam Indonesia tanpa berimplikasi langsung dengan peningkatan kesejahteraan rakyat adalah kuatnya paradigma ekonomi kapitalistik yang asal dicomot dari budaya Barat yang menonjolkan pandangan-pandangan kepentingan pribadi dan prinsip profit maximizing. Prof. Ir. Suhardi kemudian menyampaikan pentingnya pendidikan tidak hanya sebagai proses transfer ilmu namun juga sebagai media utama pembentukan karakter bangsa. “Oleh karenanya, unsur-unsur ekonomi Pancasila yang berlandaskan keadilan sosial, kemandirian ekonomi, dan moralitas harus dibentuk sejak dini sebagai upaya pembangunan ekonomi khas Indonesia”, papar beliau. Beliau mencontohkan bagaimana kegiatan produksi berkelanjutan dapat dimulai dari diri sendiri dengan memulai menanam pohon dan mengkonsumsi bahan pangan alternatif sebagai upaya untuk memulai usaha ketahanan pangan nasional.


Prabowo: Pangan Adalah Masalah Hidup-Mati Suatu Bangsa


“Bapak saya itu memang dari dulu adalah penganut ekonomi kerakyatan” begitu sebut Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam wawancara eksklusif dengan tabloid “The Politic”.

Prabowo menjelaskan di dunia ini terdapat dua mazhab ekonomi, mazhab kapitalisme dan juga ada mazhab sosialisme, namun ada juga yang ingin mengambil yang terbaik dari keduanya. “Inilah yang disebut oleh Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir, Bapak saya, Ekonomi Kerakyatan” jelas Prabowo.

“Bapak saya dalam meja makan selalu cerita, istilah beliau adalah Ekonomi Campuran, yang terbaik dari kapitalis dan yang terbaik dari sosialis ini yang kita pakai” lanjut Prabowo menjelaskan alasan beliau memperjuangkan ekonomi kerakyatan.


34 Pages« First...91011...20...Last »