Khataman dan Wisuda Santriwati Ma’had Ali al Ittihad

8

SALAM INDONESIA RAYA

Caleg Hj. Juliana Wahid, SE. M.Pd (caleg DPR RI JABAR V Kab. Bogor) dan Yanti Hasbian, SE, M.Pd (Caleg DPRD Dapil V kab. Bogor) dalam acara Khataman dan Wisuda Santriwati Ma’had Ali al Ittihad Sekolah Tinggi Laa Roiba pada tanggal 02 Februari 2014 di gedung Stai Laa Roiba Cibinong Kabupaten Bogor.

“Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan rutin dan menjadi kebanggaan untuk kami segenap pimpinan pondok pesantren mahad ali al ittihad. Santri yang kami luluskan pada tahun ini sejumlah 20 orang. Mereka adalah putri – putri kebanggaan yang siap menyongsong hidup yang lebih baik dan siap menghadapi tantangan sehingga menjadi generasi penerus bangsa “ ungkap Hj. Juliana Wahid, SE. M.Pd.

Dalam kegiatan ini pula turut hadir para tokoh pimpinan dari berbagai pondok pesantren lainnya yaitu pondok pesantren Darul Ulum Lido, Al-Ghazali, Baitussalam, Darussalam, YAPIA dan Antam Bina Insani dan Darul Muttaqien. Semua turut hadir dan ikut serta dalam keharuan acara tersebut. selain para tokoh, turut hadir seluruh wali santri yang merupakan keluarga besar Ma’had Ali yang juga siap mendukung kegiatan pencalegan dan merasa yakin untuk menjatuhkan pilihan terhadap Hj. Juliana Wahid, SE, M.Pd (JW) caleg DPR RI Jabar V no urut 7 dan Yanti Hasbian, SE, M.Pd Caleg DPRD Kab Bogor no urut 4 dan pilpres sehingga prabowo menjadi presiden.

Salam Indonesia Raya, Salam Jiwa Raga


Caleg Gerindra Menyopiri Ambulans Mengantar Jenazah

BONE – Banyak cara dilakukan sejumlah calon anggota legislatif (caleg) untuk lebih dekat dengan pemilih menghadapi pimilihan legislatif (Pileg) yang digelar digelar 9 April mendatang. Sayangnya, cara-cara yang biasa dilakukan para caleg terkesan elitis dan jauh dari empati masyarakat. Karena tetap ada jarak antara caleg dengan masyarakat.

Namun berbeda yang dilakukan Caleg Partai Gerindra di Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Iwan Aras (AIA). Tak hanya menyiapkan sejumlah unit mobil ambulans dan bahan bakarnya kepada masyarakat, Caleg DPR nomor urut 4 Dapil 2 Sulsel ini juga kerap mengemudikan mobil ambulans tiap kali masyarakat membutuhkan untuk menangkut jenazah di Kabupaten Bone dan Wajo, Sulsel.

Menariknya, sebelum program ini dijalankan, AIA mengumumkan program ambulans gratisnya kepada masyarakat tidak mampu di iklan baris di salah satu media lokal. Dan ternyata animo masyarakat cukup besar. Ketika ditanya tujuan dirinya menyopiri ambulans untuk masyarakat yang sedang kesusahan, AIA dengan santai menjawabnya.

“Setelah iklan baris itu muncul di koran, kami banyak dihubungi oleh masyarakat yang anggota keluarganya meninggal dunia. Karena kebetulan tidak ada orang lain, saya sopiri sendiri. Kan apa yang saya lakukan itu biasa saja. Itu manusiawi. Tak perlu dibesar-besarkan. Karena memang sudah semestinya kita wajib saling membantu. Mohon untuk tidak dipolitisisasi,” ujar AIA dalam keterangan persnya, Senin (3/2).

Terpisah, pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Hasrullah menyatakan apa yang dilakukan AIA dengan menjadi sopir ambulans untuk masyarakat merupakan cara yang baik untuk seorang caleg. Karena dengan cara seperti itu, AIA tidak membuat jarak dengan masyarakat. Bahkan, Hasrullah berani mengatakan langkah yang dilakukan Andi Iwan Aras itu tak jauh berbeda dengan ’blusukan’ ala Jokowi.

”Kalau Jokowi bertemu langsung dengan masyarakat sambil keliling kampung. Tapi dengan menjadi sopir ambulans pun tak kalah baik. Karena menyentuh langsung empati masyarakat. Yang terpenting, apa yang dilakukan harus dengan niat yang baik dan apa adanya. Karena seperti kita ketahui, tiap kali ada yang mengalami kesusahan dan membutuhkan ambulans, pasti harus mengeluarkan biaya mahal,” ulas Hasrullah.

Karakter-karakter calon pemimpin seperti itu, lanjut Hasrullah, harus dimunculkan. Karena langsung berdampak di masyarakat. Dan dilihat dari sisi komunikasi politik, apa yang dilakukan Andi Iwan cukup jitu karena bermuatan komunikasi politik humanis yang di dalamnya ada sambung rasa.

”Meskipun harus diakui, melakukan cara-cara seperti itu membutuhkan stamina ekstra. Tapi yang terpenting kan masyarakat bias merasakan langsung,” pungkas Hasrullah. (awa/jpnn)

Sumber: jpnn.com


Kampanye Unik, Caleg Jalan Kaki Punguti Sampah Plastik

Kampanye Unik, Caleg Jalan Kaki Punguti Sampah Plastik

Dia bertekad ini jadi gerakan rutin yang digelar tiap hari Minggu.

VIVAnews – Beragam cara dilakukan untuk meraih simpati pemilih pada Pemilihan Anggota Badan Legislatif (Pileg) yang bakal digelar 9 April mendatang. Salah satunya adalah seperti yang dilakukan Made Muliawan Arya, caleg nomor urut 2 dari Partai Gerindra untuk DPRD Kota Denpasar.

Pimpinan ormas Pemuda Bali Bersatu (PBB) itu berjalan kaki memunguti sampah plastik. Ya, ia tak sendirian. Ratusan anggota ormas yang dipimpinnya ikut menyertai langkah kaki pria yang akrab disapa De Gajah itu menyisir jalan memunguti sampah plastik.

Ditemui di sela aksinya, De Gajah mengaku kesadarannya tumbuh setelah bencana bertubi-tubi menghantam berbagai daerah di Indonesia. Belakangan, bencana banjir juga sering menghampiri Kota Denpasar. Tak mau hal itu terus berlanjut, De Gajah berharap tindakannya menjadi pelecut warga Kota Denpasar untuk tidak membuang sampah sembarangan, utamanya sampah plastik.

“Ide aksi bersama membersihkan sampah plastik datang dari relawan kami dan warga masyarakat agar apa yang terjadi di Jakarta seperti banjir, tidak terjadi di Bali,” jelas dia, Minggu 2 Februari 2014.

De Gajah mengaku gerakannya ini akan dijadikan gerakan rutin yang digelar tiap hari Minggu. Meski seorang caleg, De Gajah tak canggung memunguti sampah plastik yang menyumbat got. Ia rela berjalan belasan kilometer agar sampah tak lagi menjadi momok menakutkan.

“Saya berharap kesadaran kita akan kondisi lingkungan yang bersih bisa tumbuh dalam keseharian warga Denpasar,” kata dia.

Untuk Disumbangkan

Uniknya, seluruh sampah yang terkumpul ditimbang dan dijual untuk didaur ulang. Lalu, uang yang terkumpul itu disumbangkan untuk korban bencana.

“Awalnya uang hasil sampah plastik ini akan kita sumbangkan ke yayasan yatim piatu. Tapi karena sedang marak bencana, maka dananya kita sumbangkan untuk korban bencana melalui PMI,” imbuh De Gajah.

Pria yang enam tahun menetap di Amerika Serikat ini melanjutkan, menjaga dan menciptakan lingkungan bersih dan sehat bukan hanya tugas pemerintah, namun menjadi kewajiban seluruh masyarakat. “Jangan hanya mengandalkan pemerintah, namun masyarakat turut serta membangun lingkungan yang sehat, sehingga bisa mencegah terjadinya bencana seperti banjir,” imbuhnya.

“Kalau bukan kita siapa lagi. Mari kita bekerjasama, bersinergi bersama dalam mendukung program lingkungan,” tambah De Gajah. Tak tanggung-tanggung, hari ini De Gajah bersama ormasnya berhasil mengumpulkan 200 kilogram lebih sampah plastik. (ren)

Sumber: news.viva.co.id


Nelayan Asing Sering Curi Ikan di perairan Malang selatan

moreno dgnnelayan2

– Perairan di wilayah abupaten Malang selatan sering kebobola ikan di wilayah newgeri ini dicuri oleh nelayan dari Negara lain dengan menyiasati membeli perahu warga agar bisa masuk di perairan wilayah Malang Selatan.

Murjito (40) warga Dusun Dadapan Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjingwetan Kabupaten Malang mengaku perairan di daerahnya sering dimasuki oleh nelayan dari Negara lain dengan membeli perahu milik warga agar bisa memasuki wilayah Malang selatan dan mengambilikan ikanyang ada di laut Malang selatan.

Biasanya perahu yang sudah dibeli dirombak sedemikian rupa sehingga mempunyai kecepatan yang tinggi sehingga mereka dengan mudah masuk ke perairan Indonesia lantaran sebagian pekerjanya juga warga Negara Indonesia .

Salah satu Polairud yang bertugas di wilayah Malang selatan yang enggan disebutkan namanya mengaku pengambilan ikan ikan di wilayahnya sering dilakkukan dengan berkedok perahu warga . “kesulitan kita adanya pembatasan solar dan bahan bakar sehingga kita sulit untuk mengejarnya.

Sedangkan Moreno Suprapto meminta pemerintah untuk mengambil kebijakan secara serius terkait pengambilan ikan ikan di Malang selatan yang dilakukan oleh nelayan asing .”ini tak ubahnya seperti rencana Australia memberikan pendidikan ke desa dan menempatkan di desa desa sama aja Cuma beda bentuk,”ujar Moreno kepada wartawan .
dari Malang


Bus Juliana Wahid

bus jw 1

bus jw 2

bus jw 3


7 Pages« First...234...Last »