Gerindra Siap Gelar Tablig Akbar dan Jalan Santai

Gerindra Siap Gelar Tablig Akbar dan Jalan Santai
 Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya (DPC Partai Gerindra) Kabupaten Sukabumi mempersiapkan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Gerindra ke-VII. Bahkan, dalam rencana agendanya, kegiatan tersebut bakal diisi dengan jalan santai, donor darah, tablig akbar dan kegiatan sosial lainnya.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara mengatakan, HUT Partai Gerindra ke-VII akan dilaksanakan secara nasional di Jakarta bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada 6 Februari 2016 mendatang.

“Kami di DPC akan melaksanakan kegiatan perayaan HUT itu dengan sederhana tetapi bermanfaat untuk banyak orang. Di antaranya kami rencanakan tablig akbar dan jalan santai,” kata Yudha kepada Radar Sukabumi di sela rapat persiapan, sabtu (16/1/16)

Ia menjelaskan, rapat tersebut juga sekaligus pembentukan panitia dan menetapkan agenda Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Partai Gerindra. Lantaran sebelumnya, Partai Gerindra belum pernah melaksanakan raker. “Kita akan melaksanakan raker agar jelas rencana kegiatan Partai Gerindra ke depan. Meskipun Gerindra belum melaksanakan musyawarah cabang (muscab). Karena, raker dilaksanakan dalam rangka menyusun agenda kegiatan, baik jangka pendek, menengah maupun panjang. Hal ini tentunya untuk menyikapi pemilihan legislatif (pileg) dan pilpres mendatang,” bebernya.

Ketua Panitia HUT Partai Gerindra ke-VII Kabupaten Sukabumi, Ucok menjelaskan, pihaknya masih melakukan pembahasan dan perencanaan untuk menggelar kegiatan tersebut.

Ia juga berharap, dengan kegiatan HUT itu, masyarakat Kabupaten Sukabumi khususnya bisa menerima manfaat keberadaan partai.

Selain itu, tablig akbar dan jalan santai itu juga menjadi salah satu silaturahmi antar pengurus dengan pengurus dan antar pengurus dengan masyarakat. Dengan demikian, dari kegiatan itu diharapkan, bisa meningkatkan militansi pengurus dan kader partai dalam membangun citra yang baik.

“Kita sedang merancang agendanya, apakah akan dilaksanakan sama pada tanggal 6 Februari atau setelahnya. Mudah-mudahan ada pihak lain (sponsorship) yang mau bergabung dalam rangka kegiatan ini,” harapnya.

 

Sumber


Partai Gerindra Kab. Cirebon Intens Bekali Kader Pendidikan Politik

Partai Gerindra Kab. Cirebon Intens Bekali Kader Pendidikan Politik

Sebagai pemenang ketiga dalam pemilihan umum (Pemilu) 2014 lalu, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Cirebon intens merapatkan barisan dengan menyelaraskan  gerakan partai hingga ke pengurus tingkat desa. Partai Gerindra pun terus membekali kadernya dengan menggelar pendidikan politik.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Cirebon, H Subhan, seusai memberikan materi Pendidikan Politik kepada kader-kader Partai Gerindra di tingkat kecamatan atau pengurus PAC, Minggu (6/12) di Aula DPC Gerindra di Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon mengatakan, setiap reses Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Kabupaten Cirebon maupun DPRD Provinsi Jawa Barat, seluruh kadernya melakukan konsolidasi internal.

Tujuannya, untuk melakukan penguatan gerakan partai dalam membantu dan mewujudkan cita-cita bangsa serta masyarakat. Dengan seringnya bertemu antara pengurus ditingkat desa, kecamatan hingga kabupaten, Partai Gerindra akan lebih solid dan kuat serta mengetahui persoalan yang tengah terjadi diakar rumput.

“Pendidikan politik kita berikan kepada kader, untuk memperkuat structural partai,” katanya.

Sejak berdiri, lanjut dia, Partai Gerindra selalu, dan selalu bergerak dalam menjalankan fungsinya sebagai wadah berpolitik masyarakat di Kabupaten Cirebon. Program-program partai selalu dijalankan agar cita-cita yang diharapkan oleh masyarakat yang tertuang dalam visi misi partai tercapai. Setelah dijalankan, program tersebut dievaluasi untuk mengetahui sejauhmana pencapaiannya, sehingga selalu ada pembaharuan program kerja.

“Ketika pemilihan umum tiba, semua kader partai dari level atas sampai paling bawah sudah siap untuk memenangkan partai ini,” jelasnya.

Dikatakannya, Pada periode kedua kepemimpinannya di Partai Gerindra, Subhan ingin partainya mempunyai peran yang lebih terhadap pembangunan di Kabupaten Cirebon. Oleh sebab itu, jumlah 6 kursi di DPRD Kabupaten Cirebon coba dimaksimalkan. Semua anggota legislatif yang telah dipercaya oleh masyarakat untuk mewakili suaranya diparlemen, dituntut untuk ikut berperan aktif dalam setiap program legislasi daerah, sehingga Partai Gerindra mampu memberikan rasa dan warna di Kabupaten Cirebon.

“Kita bersama partai lain secara collective collegial mendorong dan memberikan trobosan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya yang sangat urgen,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon ini.

Menelisik progress yang sudah dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Cirebon saat ini, Subhan berpandangan, harus lebih meningkatkan kinerjanya dan mendudukan segala sesuatu secara proporsional dan professional.

“Membangun sebuah daerah, jangan melihat pada satu sisi saja. Tapi, harus menyeluruh. Dalam konteks ini, kepala daerah harus mampu menggenjot segala potensi dan seluruh elemen harus diajak keterlibatannya dalam kerangka membangun daerah kearah yang lebih baik, termasuk kualitas SDM aparatur pemerintah harus ditingkatkan,” pungkasnya.

 

Sumber


DPD Gerindra Riau Gelar Silaturahmi dengan DPC se- Provinsi

DPD Gerindra Riau Gelar Silaturahmi dengan DPC se- Provinsi

Baru saja ditunjuk oleh DPP Gerindra, pengurus baru DPD Gerindra Riau gelar silaturrahmi dengan para pengurus DPC Gerindra se-Riau. Dalam silaturrahmi, juga dibagikan SK pengurus baru DPD Gerindra Riau periode 2015 sampai waktu yang tidak ditentukan.

“Hari ini kita gelar silaturrahmi dengan seluruh pengurus baru Gerindra serta pembagian SK pengurus baru yang ditandatangani oleh Pak Prabowo selaku ketum DPP dan Pak Ahmad Muzani selaku Sekjend DPP,” kata Marwan Yohanis, Ketua baru DPD Gerindra Riau kepada riauterkinicom di salah satu hotel, Pekanbaru, Ahad (18/10/15).

Untuk pengurus baru kali ini, dari 45 jumlah struktur kepengurusan, 60 persen sebutnya masih didominasi dari pengurus lama DPD Gerinda Riau. Jika dibandingkan periode lalu, jumlah pengurus kali ini, lebih banyak dari periode sebelumnya “60 persen masih didominasi pengurus lama, 40 persennya tidak masuk, karena ada yang pindah tempat tinggal, ada yang tidak aktif dan ada juga evaluasi untuk pengurus baru, dalam artian wajah baru untuk keperluan penyegaran partai,” ungkapnya.

Di samping itu, ia menghimbau kepada pengurus baru agar senantiasa menjaga kekompakan dan kesolidan dalam membesarkan partai. Menurutnya hal ini mesti dijaga selalu, apalagi partai yang dipimpinnya, bukanlah partai biasa.

“Kita ingin partai ini bisa besar, terutama di Riau. Ingat, dalam menjalankan roda partai, ada empat O yang mesti diketahui, Otak, Otot, Ongkos dan Ontok atau jangan banyak bicara jika tidak bisa membesarkan partai dengan Otak, Otot maupun Ongkos,” ujarnya.

Sementara itu, Taufik Arrakhman, Bendahara baru DPD Gerindra Riau meyakini, dengan susunan pengurus baru kali ini, Partai Gerindra bisa besar dan lebih maju dari tahun sebelumnya. Apalagi susunan pengurusnya, tidak sembarangan orang diputuskan DPP partai.

“Tugas atau yang menjadi kewajiban kita dalam waktu dekat ini, salah satunya yakni memenangkan calon yang diusung partai pada Pilkada sembilan kabupaten/kota yang dilaksanakan Desember mendatang,” tutupnya.

Sebagai data tambahan, dalam SK DPP Nomor: 07-0121/Kpts/DPP-GERINDRA/2015 ini juga mencamtumkan nama Marjohan Hasimu selaku sekretaris baru DPD Gerindra Riau.

 

Sumber

 

 


Rina Aditya Sediakan Ambulans Gratis untuk Korban Banjir

Rina Aditya Sediakan Ambulans Gratis untuk Korban Banjir

 

Setelah menemui korban banjir di wilayah Tomang dan Grogol, Jakarta Barat, pada Selasa (10/2/2015), Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra, Rina Aditya Sartika, kembali menyambangi korban banjir di dua lokasi, Rabu (11/2/2015).

Dalam kunjungannya itu, korban banjir mengeluh tak adanya pelayanan kesehatan gratis dari Pemda DKI. Mendengar hal tersebut Anggota Komisi B itupun mempersilahkan warga untuk menggunakan ambulans milik Rumah Peduli dan Pengabdian Rina Aditya Sartika.

Dua lokasi yang kunjungi tepatnya di Jalan Jelambar Jaya IV RT 02/03, Kelurahan, Jelambar Baru, Kecamatan Grogol Petamburan dan Kampung Bali di Jalan Kali Sekretaris, RT 07, 08, 09, 10 dan 11, RW 05, Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Di Kedua lokasi tersebut masih tergenang banjir sekitar 40 cm.

Di Jalan Jelambar Jaya IV, Rina memberikan bantuan sembako dan susu kepada para korban banjir. Dirinya tak peduli meski harus menerobos genangan setinggi demi bertemu warga. Ia tetap memberi semangat agar korban sabar menghadapi musibah.

Rina juga memberikan pencerahan kepada warga, bahwa banjir lebih disebabkan beberapa pompa air milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI rusak saat hujan mengguyur Jakarta. “Ibu-ibu dan bapak-bapak pasti sudah tahu dari media kalau Pak Gubernur bilang pompa-pompa air ada sebagian yang rusak,” kata Rina.

Sambut gembira
Sementara itu, salah satu warga korban banjir di RT 02, Heru (45), mengapresiasi kedatangan anggota dewan ke pemukimannya. “Alhamdulillah dengan adanya bantuan sembako dari bu Rina. Meski sebelumnya ada bantuan dari Pak Lurah, itupun sudah habis. Dengan adanya bantuan dari ibu dewan dapat mengurangi beban masyarakat. Mudah-mudahan kunjungan bu Rina dan bantuan yang diberikannya bisa menjadi perhatian bagi pihak yang lain,” harap Heru.

Kepada Rina, Heru yang mewakili warga korban banjir mengeluhkan tidak adanya posko pengobatan gratis di wilayahnya. Rina pun menanggapi keluhan dari warga itu dan berjanji akan mendorong Pemprov DKI khususnya, dan rekan sesama anggota dewan agar memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan korban banjir. “Seharusnya Pemprov DKI sigap di hari pertama banjir. Pengobatan gratis seharusnya sudah ada,” kata Rina seraya berjanji akan berkoordinasi dengan rekan-rekannya yang duduk di Komisi E dan Palang Merah Indonesia (PMI) supaya pengobatan gratis tersedia.

Dalam kesempatan terpisah, Rina juga menyalurkan bantuan berupa sembako bagi warga Kampung Bali di Jalan Kali Sekretaris, RT  07, 08, 09, 10 dan 11, Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Di pemukiman penduduk ini, banjir masih belum surut.

Eli (40), warga RT 09/05, salah satu korban banjir mengungkapkan, rumahnya yang berlantai dua masih tergenang air di lantai dasarnya. Di rumahnya dihuni 3 Kepala Keluarga (KK). Ibu beranak tiga ini mengaku, bersyukur mendapat bantuan sembako dari Rina Aditya Sartika. “Karena banjir, kemana-mana susah. Bersyukur sekali dikasih sembako oleh bu Rina. Bersyukur banget, terbantu sekali bisa meringankan beban,”ujar Eli.

Siapkan Ambulans Gratis

Sementara Parno (50), ketua RT 08/05, menyayangkan tidak adanya pengobatan gratis dan layanan kesehatan di wilayahnya. “Pengobatan gratis belum ada,” ucapnya. Mendengar keluhan itu, Rina mempersilahkan warga untuk tak segan-segan memakai ambulans milik Rumah Peduli dan Pengabdian Rina Aditya Sartika. “Catat nomor saya pak. Ambulancs stand by 24 jam,” kata Rina.


Pentingnya Inklusi Ekonomi Pancasila dan Produktivitas Berkelanjutan Dalam Sistem Pendidikan Nasional

Jakarta, (22/9/2013). Pukul 10:00

Ini

Prof.Ir. Suhardi menyampaikan kuliah umum dalam acara penyambutan mahasiswa baru di STKIP Kusuma Bangsa dengan tema “Wajah Pendidikan Indonesia”. Dalam kesempatan ini, Prof. Ir. Suhardi di depan 1.300 mahasiswa-mahasiswi baru STKIP Kusuma Bangsa menyampaikan orasi mengenai pentingnya perubahan kurikulum pendidikan Indonesia yang berbasis kapitalistik dan konsumerisme menuju pembangunan ekonomi yang berbasis produktivitas berkelanjutan (sustainable) dan sadar akan pentingnya ekonomi Pancasila.

Ini 2Prof. Suhardi menyampaikan bagaimana salah satu penyebab rusaknya alam serta eksploitasi besar-besaran sumber daya alam Indonesia tanpa berimplikasi langsung dengan peningkatan kesejahteraan rakyat adalah kuatnya paradigma ekonomi kapitalistik yang asal dicomot dari budaya Barat yang menonjolkan pandangan-pandangan kepentingan pribadi dan prinsip profit maximizing. Prof. Ir. Suhardi kemudian menyampaikan pentingnya pendidikan tidak hanya sebagai proses transfer ilmu namun juga sebagai media utama pembentukan karakter bangsa. “Oleh karenanya, unsur-unsur ekonomi Pancasila yang berlandaskan keadilan sosial, kemandirian ekonomi, dan moralitas harus dibentuk sejak dini sebagai upaya pembangunan ekonomi khas Indonesia”, papar beliau. Beliau mencontohkan bagaimana kegiatan produksi berkelanjutan dapat dimulai dari diri sendiri dengan memulai menanam pohon dan mengkonsumsi bahan pangan alternatif sebagai upaya untuk memulai usaha ketahanan pangan nasional.


23 Pages« First...91011...20...Last »