DPD Gerindra Kalteng Berkurban

Pada hari Sabtu pagi tanggal 27 Oktober 2012 DPD Gerindra Kalteng ‘berkurban’ tujuh ekor sapi. Kegiatan keagamaan Islam ini dipimpin Langsung oleh Ketua DPD H.Iwan Kurniawan dan dilaksanakan di lokasi bakal kantor DPD Kalteng yang beberapa hari lalu baru saja dilaksanakan peletakkan batu bata pertama oleh Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Letjend (Purn) Prabowo Subianto.

Menurut H.Iwan kegiatan itu merupakan pertama kalinya dilaksanakan. “ini merupakan yang pertama kali dan sengaja kita laksanakan di lokasi bakal kantor DPD Gerindra Kalteng Jalan Seth Adji agar membawa ‘Berkah’ bagi kemajuan Gerindra ke depan sekaligus memenangkan bapak Prabowo Subianto menjadi Presiden RI berikutnya,”terang H.Iwan penuh senyum.

Daging hewan kurban diberikan kepada kader dan ribuan masyarakat yang tidak mampu. Turut hadir Sekretaris DPD Anggoro D. Purnomo dan beberapa pengurus DPD Kalteng diantaranya Junaedy Asfandi, Beneri Repelita, Andhi Karyadi, Hasanudin dan Fernando Raja Guk Guk.


Kegiatan GLADIAN II

1. Kamis, 8, November , 2012 : Karantina Grandlinalist Lomba Karya Ilmiah
Aplikatif LH.

2. Jum’at, 9, November, 2012 : Puncak Acara di Taman Ujung-Bali Timur, Karangasem, Bali.
(acara: Presntasi Para Grandfinalist,
Pidato Bapak Prabowo/ Bapak Ketum: Bazaar Rakyat Bali Timur.

3. Sabtu-Minggu, 10-11 November, 2012 : Wisata LH.


LAZIRA (LEMBAGA AMIL ZAKAT INDONESIA RAYA)

Zakat merupakan salah satu rukun Islam, dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk dalam kategori ibadah seperti salat, haji, dan puasa yang telah diatur secara rinci berdasarkan Al-Qur’an dan As Sunnah. Zakat juga merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan ummat manusia.

LAZIRA dibentuk oleh GEMIRA (Gerakan Muslim Indonesia Raya) yang merupakan sayap dari Partai Gerindra adalah Lembaga Amil Zakat Indonesia Raya yang mengelola Zakat, Infaq, dan Shodaqoh tingkat nasional dalam upaya meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan secara produktif dana zakat dan shodaqoh, baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya.

Latar belakang berdirinya LAZIRA terdiri atas dua faktor (1) Fakta bahwa Indonesia masih berselimut dengan kemiskinan yang makin meluas, kebodohan dan indeks pembangunan manusia yang sangat rendah, Semuanya berakibat dan sekaligus disebabkan tatanan keadilan sosial yang lemah. (2) Zakat diyakini mampu bersumbangsih dalam mendorong keadilan sosial, pembangunan manusia dan mampu mengentaskan kemiskinan.

Berdirinya LAZIRA dimaksudkan sebagai Lembaga pengelola zakat dengan manajemen professional yang dapat menghantarkan zakat menjadi bagian dari penyelesain masalah sosial masyarakat yang terus berkembang.

Semoga dengan semakin Banyak masyarakat yang menjadi Muzakki, maka semakin sedikit masyarakat yang menjadi Mustahiq. Tentunya, melalui program-program yang dilakukan oleh LAZIRA. Sehingga, tujuan untuk peningkatan kesejahteraan umat dapat tercapai dengan maksimal dan merata. Insya Allah”.


DPD Kesira Banten : Tambah Fasilitas Layanan Kesehatan

Banten – Badan Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) merupakan sayap Partai Gerindra yang bergerak dibidang   kesehatan. Seperti namanya, organisasi ini terus berusaha  menyediakan pelayanan kesehatan secara murah, terjangkau, dan terpadu. Khususnya bagi    keluarga kurang mampu.

Saat ini, Kesira sudah menyebar hampir di seluruh Indonesia. Salah  satu  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kesira yang tak pernah berhenti memberikan pelayanan dan menyediakan fasilitas kesehatan kepada masyarakat   adalah  Provinsi Banten. Rencananya, Juni nanti  delapan kabupaten/kota yang ada di Provinsi Banten bakal meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Mereka juga berencana mendirikan klinik dan memenuhi  berbagai perlengakapan penunjangnya. Mulai dari mobil ambulan hingga kesiapan tenaga medis dan  obat-obatan yang lengkap.

Pendirian klinik itu, menurut ketua Kesira Provinsi Banten dr. Bambang Susanto,  dimaksudkan untuk memberikan  pelayanan kesehatan yang lebih baik  kepada seluruh masyarakat. Terutama masyarakat menengah ke bawah.

”Tujuan utamanya  membantu warga yang kurang beruntung dalam bidang pelayanan   kesehatan. Kami yang tergabung dalam dokter spesialis dan dokter ahli  merasa terpanggil untuk memberikan yang terbaik buat bangsa, khususnya dalam soal pelayanan kesahatan di masyarakat,” kata dr. Bangbang Susanto menambahkan.

Di wilayah Banten, DPC Kesira Kota Tangsel dinilai paling maju dibanding daerah lain. Selama ini mereka sudah  berjalan dan melakukan berbagai kegiatan  pelayanan kesehatan.  Untuk itu,  Bangbang berharap,  seluruh pengurus Kesira di kabupaten/kota Provinsi Banten  segera mempersiapkan segala sesuatunya. Khususnya  gedung yang akan dijadikan sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum.

”Selain memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat, klinik ini juga bisa digunakan untuk  memfasilitasi masyarakat  tidak mampu guna dirujuk ke  rumah sakit   daerah hingga  pusat. Termasuk  memberikan  pelayanan bhakti sosial  dan kesehatan  gratis di  pelosok daerah,” kata Bambang.

(partaigerindra.or.id)


DPD Gerindra Jawa Tengah : Puja Puji Untuk Gerindra

Jawa Tengah – Eksistensi sikap Fraksi Partai Gerindra di DPR RI menolak kenaikan harga BBM menuai sambutan positif masyarakat. Terutama kaum petani dan nelayan yang hidup di pedesaan. Meski pada akhirnya sikap penolakan itu kalah di tingkat voting, namun masyarakat mengapresiasi  perjuangan Gerindra tersebut.

Itulah secuil pengalaman manis yang ditemui H. Abdul Wakhid, anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra saat melakukan kunjungan ke daerah pemilihannya di Kabupaten Demak, Jepara, dan Kudus bertepatan masa reses, akhir April silam. Menurut Wakhid, tidak sedikit anggota masyarakat yang manyalami dan memberikan selamat kepadanya, terkait siap Fraksi Gerindra tersebut.

“Intinya memang masyarakat kita itu sedang kepayahan menanggung beban hidup yang terus meningkat. Dan, kalau harga BBM itu benar-benar naik, niscaya kesulitan itu akan bertumpuk-tumpuk”, kata Wakhid.

Memanfaatkan masa reses itu, Wakhid lebih banyak melakukan sosialisasi  UU Pemilu yang baru disahkan, sesaat sebelum masa reses. Wakhid melakukan itu untuk memompa semangat kader dan simpatisan Gerindra, terlebih menyangkut angka 3,5%, yaitu batas Parliamantary Threshold yang telah ditetapkan DPR.

“Jadi, secara nasional, Gerindra harus mampu mendapatkan suara di atas 3,5% agar bisa menempatkan wakilnya di DPR. Kalau sampai gagal, berarti tidak ada satupun kader yang bisa duduk di Senayan. Artinya, keinginan untuk menempatkan Prabowo sebagai presiden pun bisa terganggu”, katanya.

(partaigerindra.or.id)


22 Pages« First...91011...20...Last »