LAZIRA (LEMBAGA AMIL ZAKAT INDONESIA RAYA)

Zakat merupakan salah satu rukun Islam, dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk dalam kategori ibadah seperti salat, haji, dan puasa yang telah diatur secara rinci berdasarkan Al-Qur’an dan As Sunnah. Zakat juga merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan ummat manusia.

LAZIRA dibentuk oleh GEMIRA (Gerakan Muslim Indonesia Raya) yang merupakan sayap dari Partai Gerindra adalah Lembaga Amil Zakat Indonesia Raya yang mengelola Zakat, Infaq, dan Shodaqoh tingkat nasional dalam upaya meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan secara produktif dana zakat dan shodaqoh, baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya.

Latar belakang berdirinya LAZIRA terdiri atas dua faktor (1) Fakta bahwa Indonesia masih berselimut dengan kemiskinan yang makin meluas, kebodohan dan indeks pembangunan manusia yang sangat rendah, Semuanya berakibat dan sekaligus disebabkan tatanan keadilan sosial yang lemah. (2) Zakat diyakini mampu bersumbangsih dalam mendorong keadilan sosial, pembangunan manusia dan mampu mengentaskan kemiskinan.

Berdirinya LAZIRA dimaksudkan sebagai Lembaga pengelola zakat dengan manajemen professional yang dapat menghantarkan zakat menjadi bagian dari penyelesain masalah sosial masyarakat yang terus berkembang.

Semoga dengan semakin Banyak masyarakat yang menjadi Muzakki, maka semakin sedikit masyarakat yang menjadi Mustahiq. Tentunya, melalui program-program yang dilakukan oleh LAZIRA. Sehingga, tujuan untuk peningkatan kesejahteraan umat dapat tercapai dengan maksimal dan merata. Insya Allah”.


DPD Kesira Banten : Tambah Fasilitas Layanan Kesehatan

Banten – Badan Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) merupakan sayap Partai Gerindra yang bergerak dibidang   kesehatan. Seperti namanya, organisasi ini terus berusaha  menyediakan pelayanan kesehatan secara murah, terjangkau, dan terpadu. Khususnya bagi    keluarga kurang mampu.

Saat ini, Kesira sudah menyebar hampir di seluruh Indonesia. Salah  satu  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kesira yang tak pernah berhenti memberikan pelayanan dan menyediakan fasilitas kesehatan kepada masyarakat   adalah  Provinsi Banten. Rencananya, Juni nanti  delapan kabupaten/kota yang ada di Provinsi Banten bakal meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Mereka juga berencana mendirikan klinik dan memenuhi  berbagai perlengakapan penunjangnya. Mulai dari mobil ambulan hingga kesiapan tenaga medis dan  obat-obatan yang lengkap.

Pendirian klinik itu, menurut ketua Kesira Provinsi Banten dr. Bambang Susanto,  dimaksudkan untuk memberikan  pelayanan kesehatan yang lebih baik  kepada seluruh masyarakat. Terutama masyarakat menengah ke bawah.

”Tujuan utamanya  membantu warga yang kurang beruntung dalam bidang pelayanan   kesehatan. Kami yang tergabung dalam dokter spesialis dan dokter ahli  merasa terpanggil untuk memberikan yang terbaik buat bangsa, khususnya dalam soal pelayanan kesahatan di masyarakat,” kata dr. Bangbang Susanto menambahkan.

Di wilayah Banten, DPC Kesira Kota Tangsel dinilai paling maju dibanding daerah lain. Selama ini mereka sudah  berjalan dan melakukan berbagai kegiatan  pelayanan kesehatan.  Untuk itu,  Bangbang berharap,  seluruh pengurus Kesira di kabupaten/kota Provinsi Banten  segera mempersiapkan segala sesuatunya. Khususnya  gedung yang akan dijadikan sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum.

”Selain memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat, klinik ini juga bisa digunakan untuk  memfasilitasi masyarakat  tidak mampu guna dirujuk ke  rumah sakit   daerah hingga  pusat. Termasuk  memberikan  pelayanan bhakti sosial  dan kesehatan  gratis di  pelosok daerah,” kata Bambang.

(partaigerindra.or.id)


DPD Gerindra Jawa Tengah : Puja Puji Untuk Gerindra

Jawa Tengah – Eksistensi sikap Fraksi Partai Gerindra di DPR RI menolak kenaikan harga BBM menuai sambutan positif masyarakat. Terutama kaum petani dan nelayan yang hidup di pedesaan. Meski pada akhirnya sikap penolakan itu kalah di tingkat voting, namun masyarakat mengapresiasi  perjuangan Gerindra tersebut.

Itulah secuil pengalaman manis yang ditemui H. Abdul Wakhid, anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra saat melakukan kunjungan ke daerah pemilihannya di Kabupaten Demak, Jepara, dan Kudus bertepatan masa reses, akhir April silam. Menurut Wakhid, tidak sedikit anggota masyarakat yang manyalami dan memberikan selamat kepadanya, terkait siap Fraksi Gerindra tersebut.

“Intinya memang masyarakat kita itu sedang kepayahan menanggung beban hidup yang terus meningkat. Dan, kalau harga BBM itu benar-benar naik, niscaya kesulitan itu akan bertumpuk-tumpuk”, kata Wakhid.

Memanfaatkan masa reses itu, Wakhid lebih banyak melakukan sosialisasi  UU Pemilu yang baru disahkan, sesaat sebelum masa reses. Wakhid melakukan itu untuk memompa semangat kader dan simpatisan Gerindra, terlebih menyangkut angka 3,5%, yaitu batas Parliamantary Threshold yang telah ditetapkan DPR.

“Jadi, secara nasional, Gerindra harus mampu mendapatkan suara di atas 3,5% agar bisa menempatkan wakilnya di DPR. Kalau sampai gagal, berarti tidak ada satupun kader yang bisa duduk di Senayan. Artinya, keinginan untuk menempatkan Prabowo sebagai presiden pun bisa terganggu”, katanya.

(partaigerindra.or.id)


DPD Gerindra NTB : Song For Sambelia

Nusa Tenggara Barat – Bancana banjir bandang yang menimpa masyarakat Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu  menarik simpati barbagai kalangan untuk meringankan beban para korban. Termasuk Dewan Pimpinan Daerah (PDD) Gerindra NTB dan DPC Gerindra Lombok Timur.

Untuk membantu meringankan beban penderitaan para korban banjir bandang itu, DPD Gerindra NTB menggandeng Forum Anak Band se-NTB  untuk ambil bagian dalam aksi penggalangan dana. Mereka menggelar kegiatan bhakti sosial bertajuk Song for Sambelia. Acara itu dilaksanakan di Mataram pada Minggu (25/3) sore dengan melibatkan 40 grup band se-NTB.

Sumbangan yang berhasil dikumpulkan, baik berupa uang maupun makanan, diserahkan langsung esok harinya kepada  masyarakat korban banjir bandang Sambelia. Hadir dalam penyerahan sumbangan tersebut, pengurus DPD Gerindra NTB, antara lain:  H. Willigo Zainar,  M. Saddudin, dan Hamza, beserta  Ketua DPC Lombok Tengah dan Lombok Timur.

Pada kesempatan itu, Willigo mengharapkan agar bantuan itu bisa meringankan penderitaan para korban. Menurut Willigo, kegiatan sosial semacam itu patut dilanjutkan, karena bisa menumbuhkan rasa kebersamaan dan persatuan antarwarga masyarakat.

Ia tak lupa menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasih atas kerjasama dan dukungan yang diberikan oleh Forum Anak Band se-NTB dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

(partaigerindra.or.id)


DPC Gerindra Depok, Jawa Barat : Panggung Betawi Ngumpul

Depok – Khawatir  dengan nasib seni budaya Betawi yang semakin tergusur, anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra dapil Depok dan Bekasi, Ir. H. Nuroji   menggelar even seni budaya Betawi bertajuk: “Panggung Betawi Ngumpul.” Acara tersebut dihelat pada Sabtu (14/4) bertempat di halaman rumah makan Betawi Ngoempoel, Jl. Raya Tanah Baru, Kelurahan Tanah Batu, Kecamatan  Beji,  Depok, Jawa Barat.

Panggung  Betawi Ngumpul itu berlangsung  dari pukul 12.00  hingga jam 24.00 WIB. Sepanjang jalannya acara,  praktis membuat lalulintas di daerah itu padat merayap. Kondisi ini disebabkan oleh hilir mudiknya pengunjung yang tidak pernah berhenti, terlebih saat malam mulai larut. Menariknya, para peserta acara ini hampir seluruhnya mengenakan baju khas Betawi.

Acara ini mengambil tema: ‘Melalui Pagelaran Seni Tradisional Mari Kita Tumbuh Kembangkan Kembali Seni dan Budaya Betawi Depok.’ Berbagai macam seni budaya Betawi ditampilkan dalam acara itu. Khususnya seni budaya yang berada di wilayah Depok, Jawa Barat, seperti: Gendang Pencak, Gambang Keromong, dan Lenong Betawi.

Beberapa seniman kondang Betawi ikut meramaikan acara tersebut. Mereka itu antara lain:  H. Malih Tong Tong, H. Nirin Kumpul, Ucup Samin (si Entong), Madhin dan Katong, serta grup Gong Sibolong. Tak ketinggalan padepokan silat Beksi Tradisional H. Abdullah dan Giri Gombel Pasir Putih Pengasinan.

Menurut Sukardi, salah seorang panitia,  rencananya panggung Betawi Ngumpul akan dilaksanakan saban tahun. Namun, untuk jenis kesenian, seperti silat Betawi atau Gambang Keromong akan dilaksanakan enam bulan sekali. Atau kalau memang dikehendaki bisa dilaksanakan lebih sering lagi.

“Apa yang dilakukan Bapak Nuroji   ini patut ditiru semua kalangan, apalagi orang-orang betawi yang sudah berhasil. Apalagi tujuannya semata-mata agar  seni budaya Betawi bisa bertahan hingga anak cucu”, kata Sukardi.

(partaigerindra.or.id)


22 Pages« First...91011...20...Last »