DPD Gerindra Jawa Tengah : Puja Puji Untuk Gerindra

Jawa Tengah – Eksistensi sikap Fraksi Partai Gerindra di DPR RI menolak kenaikan harga BBM menuai sambutan positif masyarakat. Terutama kaum petani dan nelayan yang hidup di pedesaan. Meski pada akhirnya sikap penolakan itu kalah di tingkat voting, namun masyarakat mengapresiasi  perjuangan Gerindra tersebut.

Itulah secuil pengalaman manis yang ditemui H. Abdul Wakhid, anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra saat melakukan kunjungan ke daerah pemilihannya di Kabupaten Demak, Jepara, dan Kudus bertepatan masa reses, akhir April silam. Menurut Wakhid, tidak sedikit anggota masyarakat yang manyalami dan memberikan selamat kepadanya, terkait siap Fraksi Gerindra tersebut.

“Intinya memang masyarakat kita itu sedang kepayahan menanggung beban hidup yang terus meningkat. Dan, kalau harga BBM itu benar-benar naik, niscaya kesulitan itu akan bertumpuk-tumpuk”, kata Wakhid.

Memanfaatkan masa reses itu, Wakhid lebih banyak melakukan sosialisasi  UU Pemilu yang baru disahkan, sesaat sebelum masa reses. Wakhid melakukan itu untuk memompa semangat kader dan simpatisan Gerindra, terlebih menyangkut angka 3,5%, yaitu batas Parliamantary Threshold yang telah ditetapkan DPR.

“Jadi, secara nasional, Gerindra harus mampu mendapatkan suara di atas 3,5% agar bisa menempatkan wakilnya di DPR. Kalau sampai gagal, berarti tidak ada satupun kader yang bisa duduk di Senayan. Artinya, keinginan untuk menempatkan Prabowo sebagai presiden pun bisa terganggu”, katanya.

(partaigerindra.or.id)


DPD Gerindra NTB : Song For Sambelia

Nusa Tenggara Barat – Bancana banjir bandang yang menimpa masyarakat Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu  menarik simpati barbagai kalangan untuk meringankan beban para korban. Termasuk Dewan Pimpinan Daerah (PDD) Gerindra NTB dan DPC Gerindra Lombok Timur.

Untuk membantu meringankan beban penderitaan para korban banjir bandang itu, DPD Gerindra NTB menggandeng Forum Anak Band se-NTB  untuk ambil bagian dalam aksi penggalangan dana. Mereka menggelar kegiatan bhakti sosial bertajuk Song for Sambelia. Acara itu dilaksanakan di Mataram pada Minggu (25/3) sore dengan melibatkan 40 grup band se-NTB.

Sumbangan yang berhasil dikumpulkan, baik berupa uang maupun makanan, diserahkan langsung esok harinya kepada  masyarakat korban banjir bandang Sambelia. Hadir dalam penyerahan sumbangan tersebut, pengurus DPD Gerindra NTB, antara lain:  H. Willigo Zainar,  M. Saddudin, dan Hamza, beserta  Ketua DPC Lombok Tengah dan Lombok Timur.

Pada kesempatan itu, Willigo mengharapkan agar bantuan itu bisa meringankan penderitaan para korban. Menurut Willigo, kegiatan sosial semacam itu patut dilanjutkan, karena bisa menumbuhkan rasa kebersamaan dan persatuan antarwarga masyarakat.

Ia tak lupa menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasih atas kerjasama dan dukungan yang diberikan oleh Forum Anak Band se-NTB dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

(partaigerindra.or.id)


DPC Gerindra Depok, Jawa Barat : Panggung Betawi Ngumpul

Depok – Khawatir  dengan nasib seni budaya Betawi yang semakin tergusur, anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra dapil Depok dan Bekasi, Ir. H. Nuroji   menggelar even seni budaya Betawi bertajuk: “Panggung Betawi Ngumpul.” Acara tersebut dihelat pada Sabtu (14/4) bertempat di halaman rumah makan Betawi Ngoempoel, Jl. Raya Tanah Baru, Kelurahan Tanah Batu, Kecamatan  Beji,  Depok, Jawa Barat.

Panggung  Betawi Ngumpul itu berlangsung  dari pukul 12.00  hingga jam 24.00 WIB. Sepanjang jalannya acara,  praktis membuat lalulintas di daerah itu padat merayap. Kondisi ini disebabkan oleh hilir mudiknya pengunjung yang tidak pernah berhenti, terlebih saat malam mulai larut. Menariknya, para peserta acara ini hampir seluruhnya mengenakan baju khas Betawi.

Acara ini mengambil tema: ‘Melalui Pagelaran Seni Tradisional Mari Kita Tumbuh Kembangkan Kembali Seni dan Budaya Betawi Depok.’ Berbagai macam seni budaya Betawi ditampilkan dalam acara itu. Khususnya seni budaya yang berada di wilayah Depok, Jawa Barat, seperti: Gendang Pencak, Gambang Keromong, dan Lenong Betawi.

Beberapa seniman kondang Betawi ikut meramaikan acara tersebut. Mereka itu antara lain:  H. Malih Tong Tong, H. Nirin Kumpul, Ucup Samin (si Entong), Madhin dan Katong, serta grup Gong Sibolong. Tak ketinggalan padepokan silat Beksi Tradisional H. Abdullah dan Giri Gombel Pasir Putih Pengasinan.

Menurut Sukardi, salah seorang panitia,  rencananya panggung Betawi Ngumpul akan dilaksanakan saban tahun. Namun, untuk jenis kesenian, seperti silat Betawi atau Gambang Keromong akan dilaksanakan enam bulan sekali. Atau kalau memang dikehendaki bisa dilaksanakan lebih sering lagi.

“Apa yang dilakukan Bapak Nuroji   ini patut ditiru semua kalangan, apalagi orang-orang betawi yang sudah berhasil. Apalagi tujuannya semata-mata agar  seni budaya Betawi bisa bertahan hingga anak cucu”, kata Sukardi.

(partaigerindra.or.id)


Delapan Unit Kesira Segera Terwujud di Wilayah Banten

Lebak – Badan Kesehatan Indonesia Raya (KESIRA) yang akan memberikan pelayanan kesehatan secara murah, terjangkau dan terpadu kepada seluruh masyarakat, khsusunya warga kurang mampu di delapan wilayah kabupaten dan kota yang berada Provinsi Banten segera terwujud.

Hal tersebut terungkap saat acara rapat koordinasi seluruh pengurus Kesira sewilayah Banten, yang dilangsungkan di kantor DPC Kesira kota Tangsel, Provinsi Banten, Minggu (8/4).

 Menurut ketua Kesira Provinsi Banten, dr Bangbang Susanto, pendirian klinik pelayanan Kesehatan Indonesia Raya dimaksudkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat, terutama masyarakat menengah ke bawah.

”Tujuan utamanya, untuk membantu warga yang kurang beruntung dalam bidang pelayanan berbagai kesehatan. Kami yang tergabung dari para dokter specialist dan dokter ahli yang berada di Indonesia merasa terpanggil, untuk memberikan sesuatu yang terbaik buat bangsa, khususnya dalam soal pelayanan kesahatan di masyarakat,”ungkap dr Bangbang Susanto.

Kata Bangbang, saat ini dari delapan kabupaten/kota yang ada di Provinsi Banten, DPC Kesira kota Tangsel adalah salah satu wilayah yang sudah berjalan dan sudah lakukan berbagai langkah dalam membantu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

”Awal bulan depan, insya Allah semua kabupaten dan kota di Banten sudah bisa berjalan dan kita lengkapi dengan berbagai perlengakapan penunjangnya, termasuk dengan  unit mobil ambulan dan ketersediaan tenaga medis serta obat-obatan yang lengkap. Kabupaten Lebak, adalah salah satu wilayah skala prioritas bagi tim kami,”timpalnya.

Untuk itu, kata Bangbang lagi,pihaknya berharap kepada seluruh pengurus Kesira di seluruh kabupaten dan kota untuk segera mempersiapkan segala sesuatunya, khususnya gedung yang akan dijadikan tempat pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum.

”Keberadaan Klinik Kesira nantinya juga, selain memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat umum yang murah dan terjangkau, keberadaan lembaga ini juga akan terus membantu mempasilitasi masyarakat yang tidak mampu untuk rujukan ke setiap rumah sakit di daerah hingga ke rumah sakit di pusat. Termasuk bergerak dalam bhakti sosial memberikan pelayanan berbagai pelayanan kesehatan secara gratis di setiap pelosok daerah,”kata Bangbang lagi.

Ketua DPC Kesira Kabupaten Lebak,  yang juga wakil sekretaris Partai Gerindara DPC Lebak, Isbath Al Bachtiar, mengaku sudah mempersiapkan sepenuhnya rencana pendirian Klinik Kesira di wilayah Lebak.

”Kalau kita sepenuhnya sudah siap. Sejak awal niatanuntuk mendirikan Klinik tersebut, kita sudah lakukan langkah-langkah termasuk sudah koordinasi dengan berbagai pihak khsusunya dengan Dinas Kesehatan dan lembaga terkait,” ujarnya singkat.

(partaigerindra.or.id)


150 Donor Ikuti ‘Revolusi Merah’ Gerindra Medan

Medan – Sebanyak 150 kader dan simpatisan Partai Gerindra DPC Kota Medan mengikuti kegiatan ‘revolusi merah’ untuk donor darah, Sabtu (31/3). Kegiatan sosial ini bekerjasama dengan RSU Herna.

Ketua DPC Gerindra Kota Medan Yohana Pardede mengatakan, donor darah ini merupakan rangkaian dari berbagai kegiatan sosial yang diadakan Gerindra. Hal ini menindaklanjuti dari program yang disampaikan Gerindra Pusat.

Yohana didampingi Sekretaris Agung Alkautsary, Ketua PAC Medan Perjuangan Sahat Simbolon, Ketua PAC Medan Marelan Surianto, pengurus partai yang juga Direktur Akpar RSU Herna Mastiur Pangaribuan, Ketua Tidar (organisasi sayap Gerindra) Medan Hendro Siagian dan pengurus lainnya mengatakan, kegiatan ini akan diadakan setiap 3-4 bulan sekali.

Menurutnya, selain Revolusi Merah, Gerindra juga mengadakan aksi sosial Revolusi Hijau yakni penanaman 5000 bibit pohon jati di kawasan Medan Marelan. “Kegiatan ini masih terus berlangsung. Targetnya, akan menanam 20 ribu,” ucapnya.

Kemudian, lanjutnya, mereka juga mengadakan kegiatan Revolusi Putih berupa pemberian susu kepada anak usia sekolah. Sampai saat ini, mereka sudah menyalurkan 2.700 kotak susu ke 34 lembaga pendidikan PAUD (pendidikan anak usia dini) di Kota Medan. Dan jumlah penerima susu ini akan terus ditambah.

“Apa yang dilakukan ini sebagai wujud kepedulian yang tinggi Gerindra terhadap masyarakat. Sebab, kehadiran Gerindra di tengah-tengah masyarakat harus dapat dirasakan. Dalam waktu dekat, kami juga akan melakukan aksi sosial ke rumah-rumah ibadah khususnya musalla,” tegasnya.

Dia melanjutkan, RSU Herna untuk aksi donor darah itu karena pihak rumah sakit memiliki Unit Donor Darah (UDD) dan dilengkapi fasilitas screening dan penyimpanan.

Direktur Pelaksana Harian RSU Herna, dr Elis Widjaja didampingi Penanggung Jawab Unit Layanan Darah dan Laboratorium Dr dr Rosita SPKK mengatakan, kebutuhan masyarakat akan darah saat ini belum diimbangi dengan ketersediaan pasokan darah.

“Seperti di RSU Herna ini, kebutuhan darah bisa mencapai 10-15 kantong per hari. Selain itu, kita juga berusaha memenuhi permintaan bantuan dari rumah sakit lain yang bisa mencapai 30 kantong darah per hari,” jelasnya.

Oleh sebab itu, tutur Rosita, kegiatan seperti ini harus didukung dan ditingkatkan agar dapat memenuhi permintaan darah dari masyarakat.

Rosita menambahkan, seluruh darah yang diterima pihaknya terlebih dahulu discreening untuk mengetahui ada tidaknya penyakit seperti hepatitis, spilis dan HIV/AIDS.

“Bagi yang positif, maka darah tersebut tidak boleh digunakan. Sedangkan yang terbukti bersih, kita letakkan di fasilitas penyimpanan. Umumnya darah ini dibutuhkan bagi pasien yang hendak dioperasi, maupun untuk membantu mengatasi berbagai penyakit,” jelasnya.


21 Pages« First...91011...20...Last »