Gerindra Dorong Ekonomi Rakyat

Ampang, Padek—Partai Gerakan Indonesia Raya (Ge­rindra) Padang akan mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Dengan harapan terjadi perbaikan ekonomi dalam upaya peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat.

“Upaya Partai Gerindra Padang, saat ini berupaya membela kepentingan seluruh pedagang di Pasar Raya,” kata Ketua DPC Partai Gerindra Padang, Afrizal di sela-sela Panggung Rakyat dihelat pemuda dan masyarakat Ampang, Kecamatan Kuranji Minggu (8/7) malam.

Afrizal menyebutkan hal itu juga sejalan dengan visi, misi dan 8 program aksi Partai Gerindra yang telah digariskan. Yakni, berjuang untuk kepentingan pedagang, petani, nelayan dan buruh. “Kami harus membuktikan di tengah masyarakat, fungsionaris partai, kader dan simpatisan Gerindra tidak obral janji, tapi memberikan bukti melalui kerja dan karya nyata di masyarakat,” jelas Afrizal.

Saat itu, masyarakat dan pemuda setempat mendesak Ketua DPC Partai Gerindra Padang, Afrizal untuk maju jadi Calon Wali Kota (Cawako) Padang.


Gerindra: Ada yang Panik Popularitas Jokowi Naik


TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA–Sekjen DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Ahmad Muzani mengungkap, saat ini adaupaya sekelompok orang yang melakukan black campaign, melakukan provokasi mendiskreditkan Jokowi – Basuki. Sikap ini, menurutnya, karena ada pasangan calon yang merasa khawatir, atas popularitas Jokowi-Basuki.

“Popularitas Jokowi-Basuki semakin hari semakin meningkat, karena kesederhanaan dan kesahajaannya, sehingga menimbulkan simpati yang sangat baik dari warga Jakarta yang bosan dengan upaya-upayajahat, seperti black campaign dan mendiskreditkan orang lain,” kata Muzani dalam pernyataannya, Senin (9/7/2012).

Ia menegaskan, mnghadapi black campaign yang dialamatkan kepada Jokowi-Basuki, akan disikapi positif dan tidak perlu dibalas. “Biarlah mereka yang melakukan black campaign menanggung akibatnya sendiri, terutama akan mendapatkan antipati dari masyarakat,” kata Muzani.

Black campaign yang dilakukan, ujarnya, membuktikan kepada warga Jakarta bahwa ada pihak-pihak tertentu yang merasa panik dengan tingkat popularitas Jokowi-Basuki yang semakin diterima oleh warga Jakarta karena ide-idenya yang realistis dan mendapat tempat yang baik di hati warga Jakarta.

“Menghadapi Pilkada DKI Jakarta ini, kami mengimbau semua pihak untuk bersikap fair, dan jujur dalam menghadapi Pilkada yang sudah di ambang pintu ini. Karena hanya dengan sikap yang demikianlah, maka kita bisa melahirkan Pemimpin yang baik dan jujur,” Muzani mengingatkan.


Jokowi-Ahok Siapkan Bankum kepada Simpatisan yang Tidak Bisa Nyoblos


JAKARTA – Juru bicara tim sukses pasangan Jokowi-Ahok, Muhammad Taufik, mengatakan akan memberikan bantuan hukum kepada 35 orang simpatisan Jokowi-Ahok yang tidak dapat mencoblos dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada).

“Jika mereka mengajukan gugatan kami siap membantu dengan memberikan bantuan apapun,” kata Taufik kepada Okezone, Selasa (10/7/2012).

Pengajuan gugatan harus dilakukan, kata Taufik karena itu merupakan penghilangan terhadap hak politik para simpatisan yang dilindungi oleh UUD 1945.

“Hak politik merupakan hak yang dimiliki setiap warga negara Indonesia (WNI),” tuturnya.

Menurutnya, Pemilukada DKI Jakarta 2012 saat ini, paling buruk dari Pemilukada sebelumnya. Pasalnya, permasalahn Daftar Pemilih Tetap (DPT) masih menjadi perdebatan namun KPU DKI Jakarta tetap melaksanakan pemilihan.

Sebelumnya, 35 simpatisan Jokoei-Ahok yang merupakan warga Rw 03, Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur, tidak dapat melakukan pencoblosan pada 11 Juli nanti.

Nama para simpatisan ini, tidak terdaftar dalam DPS maupun DPT yang dikeluarkan oleh KPU DKI Jakarta. Untuk itu, mereka berencana melakukan perlawanan secara politik dan hukum.


Partai Gerindra Tepis Isu Perpecahan

VIVAnews – Partai Gerindra binaan Prabowo Subianto menampik adanya gesekan di internal partai menyusul mundurnya Wakil Ketua Umum Gerindra Halida Hatta dari partai, dan dicoretnya nama Ketua Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Fami Fachrudin dari kepengurusan partai.

“Tidak ada. Ibu Halida mengajukan pengunduran diri sudah cukup lama, sekitar tiga-empat bulan lalu karena permintaan dari kantor barunya, yaitu sebuah perusahaan Jepang, yang tidak membolehkan stafnya berpolitik,” kata Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi, kepada VIVAnews, Kamis 5 Juli 2012.

Namun terkait Fami, Suhardi tidak bisa berkomentar banyak. Partai Gerindra pasca Kongres Luar Biasa Maret 2012 memang menggodok dan menetapkan kepengurusan baru. “Saya tidak tahu kenapa Fami tidak dimasukkan. Ada tim khusus yang mengolah (menetapkan nama-nama pengurus), bukan saya,” terang Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM itu.

Kongres Luar Biasa Gerindra yang baru berlangsung menetapkan Prabowo sebagai calon presiden sekaligus secara tersirat menetapkan kembali kepengurusan. “Artinya, kepengurusan berlanjut, tapi berubah format,” ujar Suhardi. Perubahan ini diperlukan agar Gerindra dapat menampung aspirasi masyarakat luas.

Pasalnya, jelas Suhardi, saat ini banyak orang ingin masuk Gerindra bahkan telah masuk Gerindra, sehingga keanggotaan membludak dan kepengurusan harus dilebarkan. “Ada tim khusus untuk menyeleksi siapa yang masuk ke kepengurusan sekarang,” kata dia.

Sebelumnya Fami yang ikut merumuskan manifesto Gerindra, memprotes terbuka perihal tidak dimasukkannya dirinya ke kepengurusan Gerindra lewat jejaring sosial twitter. Fami menengarai namanya hilang karena kritik yang pernah ia sampaikan lewat pesan singkat kepada Prabowo.

“Ada sebuah acara di televisi, di mana Prabowo berbicara mengenai agenda kerakyatan. Namun di TV itu justru diperlihatkan Prabowo menaiki kuda, punya kantor luas, dan ajudannya banyak. Akibatnya banyak orang mengkritik,” kata Fami. Kritikan orang-orang yang masuk melalui dirinya itulah yang ia sampaikan kepada Prabowo.

Sayangnya Fami merasa Prabowo merespons negatif maksudnya. Bahkan dalam salah satu forum partai, Prabowo menyinggung soal adanya kader yang tidak loyal kepadanya. “Orang tak paham maksudnya siapa. Tapi saya tahu, itu saya yang disebut,” ujarnya.

Apapun, Suhardi menegaskan Partai Gerindra saat ini dalam kondisi utuh. “Kami solid, Kongres Luar Biasa juga solid. Lihat partai lain yang luar biasa ributnya, tapi tidak ada masalah di kami,” kata dia. (umi)


Gerindra: Banyak Partai Tersandera Kasus Korupsi

Jakarta Anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat berpendapat saat ini makin banyak partai tersandera kasus korupsi. Citra partai menjadi anjlok di mata publik.

Yang paling banyak disoroti adalah anggotanya di DPR baik pusat maupun daerah karena mentalitas anggota yang tak lagi menjaga idealisme.

“Partai ini banyak yang tersandera. Banyak orang masuk ke DPR bukan idealisme tapi mata pencaharian. Lembaga survei menyatakan DPR sebagai lembaga terkorup karena sudah hampir 100 anggota DPR ditahan lembaga penegak hukum,” kata Martin dalam dialektika di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/7/2012).

Menurut Martin, sampai kemudian terlihat parpol saling sandera. Namun pernyataan elite Senayan parpol saling sandera dengan kasus hukum tak bisa dibuktikan.

“Saya melihat Pak SBY katakan bukan hanya PD tapi partai lain juga. Jadi kemudian seperti saling menyandera. Tiba-tiba kok muncul kasus Zulkarnaen Djabbar. Padahal kasus ini sudah muncul sejak lama tapi ini tidak bisa dibuktikan,” katanya.

“Bahwa tugas kita adalah menjawab hasil survei mudah-mudahan tahun mendatang DPR tidak menjadi lembaga terkorup. Hasil reformasi adalah demokrasi harus kita perkuat agar rakyat mendapatkan kesejahteraannya. Tapi kalau ternyata DPR tidak benar, kita bisa melawan karena cita-cita reformasi kita,” lanjut Martin.


17 Pages« First...234...10...Last »