Prabowo Panglima Tertinggi Gerindra

Kongres Luar Biasa Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) telah mengukuhkan Prabowo Subianto sebagai Ketua Dewan Pembina Partai. Prabowo pun dikukuhkan sebagai Panglima tertinggi Gerindra dalam menghadapi Pemilu 2009.

“Dengan dikukuhkannya Prabowo sebagai Ketua Dewan Pembina Partai, beliau juga menjadi Panglima tertinggi di Partai Gerindra dalam menghadapi pemilu 2009,” kata Sekjen partai Gerindra H Ahmad Muzani ketika dihubungi INILAH.COM, Selasa (14/10) malam.

Menurut Muzani, panglima tertinggi dalam istilah ketentaraan juga bisa diartikan sebagai dewan syuro partai lain. Hal ini dimaksudkan agar putra begawan Ekonomi Sumitro Djojohadikusumo ini dapat memimpin partai Gerindra dalam pertarungan politik di 2009.

“Begitu Prabowo menjadi Panglima, Prabowo bisa memerintahkan berbagai keputusan. Dan sebagai anak buah, seluruh kader Gerindra berkewajiban untuk mematuhi segala perintahnya,” papar Muzani. “Mematuhi dalam hal ini satu komando, seperti ide-ide dan pandangan beliu bisa menjadi panutan kader Gerindra,” imbuhnya.

Adapun batasan dan wewenang panglima tertinggi Gerindra, lanjut Muzani akan diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga partai yang akan selesai satu bulan setelah Rapimnas selesai.

Muzani menambahkan, dengan ditunjuknya Prabowo menjadi panglima tertinggi Gerindra, diharapkan akan cepat meningkatkan popularitas partai.

“Dengan popularitas beliau, akan cepat meningkatkan popularitas partai,” pungkasnya. ( inilah.com)


Prabowo Panglima Tertinggi Gerindra

Kongres Luar Biasa Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) telah mengukuhkan Prabowo Subianto sebagai Ketua Dewan Pembina Partai. Prabowo pun dikukuhkan sebagai Panglima tertinggi Gerindra dalam menghadapi Pemilu 2009.

“Dengan dikukuhkannya Prabowo sebagai Ketua Dewan Pembina Partai, beliau juga menjadi Panglima tertinggi di Partai Gerindra dalam menghadapi pemilu 2009,” kata Sekjen partai Gerindra H Ahmad Muzani ketika dihubungi INILAH.COM, Selasa (14/10) malam.

Menurut Muzani, panglima tertinggi dalam istilah ketentaraan juga bisa diartikan sebagai dewan syuro partai lain. Hal ini dimaksudkan agar putra begawan Ekonomi Sumitro Djojohadikusumo ini dapat memimpin partai Gerindra dalam pertarungan politik di 2009.

“Begitu Prabowo menjadi Panglima, Prabowo bisa memerintahkan berbagai keputusan. Dan sebagai anak buah, seluruh kader Gerindra berkewajiban untuk mematuhi segala perintahnya,” papar Muzani. “Mematuhi dalam hal ini satu komando, seperti ide-ide dan pandangan beliu bisa menjadi panutan kader Gerindra,” imbuhnya.

Adapun batasan dan wewenang panglima tertinggi Gerindra, lanjut Muzani akan diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga partai yang akan selesai satu bulan setelah Rapimnas selesai.

Muzani menambahkan, dengan ditunjuknya Prabowo menjadi panglima tertinggi Gerindra, diharapkan akan cepat meningkatkan popularitas partai.

“Dengan popularitas beliau, akan cepat meningkatkan popularitas partai,” pungkasnya. ( inilah.com)


Demi Prabowo Gerindra Siap Koalisi

Untuk memenangkan cita-cita mengusung Prabowo sebagai calon presiden, Partai Gerindra siap untuk berkoalisi. Namun, Gerindra akan memilih partai yang memiliki azas yang sama.

“Suatu hari kita juga ingin memperkuat jaringan. Kita ingin memenangkan pencalonan presiden. Tapi kita juga ingin membuat mitra di parlemen,” papar ketua Umum DPP Partai Gerindra Suhardi, usai Kongres Luar Biasa Partai Gerindra, di Jakarta Convention Center, Selasa (14/10).

Untuk itu, partai berlambang kepala garuda itu akan membuka kesempatan yang sama terhadap semua partai. Terutama kepada partai yang memiliki azas yang sama.

Bahkan, lanjut Suhardi, sejumlah partai secara jelas menyatakan keinginannya untuk berkoalisi dengan Gerindra. Namun, ia enggan menyebutkan partai yang dimaksud.

Gerindra juga menargetkan dalam waktu tujuh bulan sudah mendapat perolehan suara 15%. Untuk itu, mereka masih memiliki waktu enam bulan ke depan untuk dapat meningkatkan target lebih tinggi lagi.

“Ya tentu saja kita optimis. Karena dari nol koma menjadi 15%. Bahkan, orang bilang 25%. Jadi kita yakin. Tapi kita tidak boleh lengah. Kita harus jaga betul,” tegasnya. (inilah.com)


Prabowo: Kader Gerindra Pro rakyat!

Bursa boleh tutup, tapi kepedulian kepada pembangunan sawah-ladang, kelautan dan sektor energi serta pemberdayaan wong cilik harus diutamakan guna mencapai swasembada pangan dan energi. Ini menjadi perhatian Partai Gerindra.

Itulah sebabnya, kata Prabowo Subianto, bagi Partai Gerindra, penutupan bursa saham di Bursa Efek Jakarta (BEI) sejak Rabu (8/10) tidak menjadi perhatian utama partainya.

“Kita tidak kenal bursa-bursaan yang hanya dinikmati segelintir orang. Biar saja bursa tutup, Tidak patheken. Kita akan mengurus sawah atau jagung. Kita akan mencapai swasembada pangan dan energi. Rakyat merindukan perubahan secara damai dan demokratis,” kata mantan Danjen Kopasus itu dalam pembekalan 1700 caleg dan kader Partai Gerindra di Jakarta, Sabtu (11/10).

Kata-kata Prabowo yang berpidato spontan, didampingi Mayjen TNI (purn) Glenny Kairupan itu, disambut teriakan para kadernya: “Siap Presiden! Baik, Presiden!”

Di Cibubur yang sejuk itu, tampak para kader Gerindra selalu memanggil ‘Presiden’ jika bertemu Prabowo, suatu isyarat dan kosmologi politik yang harus dihayati benar oleh Prabowo dan para elite Gerindra.

Indonesianis Dr Lance Castles pernah mengingatkan munculnya mitos Ratu Adil di masyarakat, dan ia melihat fenomena itu ketika SBY tampil dalam pilpres 2004.

“Harus dicamkan dan dipahami para elite politik bahwa masyarakat Jawa, Sunda dan Indonesia umumnya, niscaya merindukan Ratu Adil yang ditunggu-tunggu untuk memperbaiki nasib rakyat kecil. Dari dulu, mitos Ratu Adil itu muncul sampai kini,’’ kata Castles.

Adakah Prabowo menyadari bahwa rakyat menginginkannya menjadi Ratu Adil? Barangkali saja. Namun yang jelas, Prabowo mengusung perubahan dengan fokus ekonomi rakyat dan sektor riil sebagai strategi pembangunannya di masa depan.

Setelah kegagalan SBY jadi Ratu Adil, dimana ekonomi rakyat kian memburuk, orang-orang kecil menoleh ke Prabowo, dan ia memberi harapan. “Tampaknya, Prabowo adalah harapan,” kata Direktur Reform Institute Yudi Latif PhD.

Setelah namanya kian melejit, Prabowo bikin gebrakan lagi. Kali ini ia mengumpulkan 1.700 kader Gerindra untuk digembleng dalam program Candradimuka I, di Cibubur, Jakarta agar memiliki bekal mental, fisik dan spiritual menghadapi medan laga pemilu 2009.

Prabowo diingatkan para analis agar memperluas jaringan relawan, selain memperkuat partainya. Hanya dengan keterlibatan besar-besaran dari para relawan, maka Prabowo bisa meraih suara yang meyakinkan dalam pemilu nanti.

“Prabowo harus didukung kaum relawan, tetap rendah hati, konsisten dan konsekuen memberdayakan rakyat kecil agar kredibilitas dan nama baiknya tetap terjaga. Bagaimanapun ia membawa nama baik keluarga Prof Dr Sumitro Djojohadikusumo, begawan ekonomi kita,” kata Nehemia Lawalata, mantan Sekretaris Politik Prof Sumitro dan kini Ketua PKPI (Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia ) pimpinan Meutia Hatta.

Gerindra, partai baru yang masih muda ini juga akan mengadakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 15-16 Oktober di Jakarta Convention Center (JCC). Menghadapi pemilu tahun depan, partai ini tidak menargetkan jumlah kursi namun akan berjuang maksimal. “Kita akan raih sebesar-besarnya. Pokoknya kita akan bekerja sebaik-baiknya untuk rakyat dan berpolitik haruslah untuk memperbaiki kehidupan masyarakat, kehidupan ekonomi dan sosial rakyat,” tegasnya.

Dalam persepsi Prabowo, politik justru dapat menentukan kebijakan mengenai arah kehidupan rakyat menuju kemakmuran. “Karena itu jangan sampai alergi terhadap politik. Hadirnya puluhan partai politik diharapkan menjadi wadah politisi yang jujur dan ikhlas mengabdi kepada rakyat,” katanya. (inilah.com)


Bahas Pemilu 2009, Gerindra Gelar Rapimnas

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) terus merapatkan barisan menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2009. Untuk memenangkan Pemilu, Gerindra akan menggelar Rapimnas dan kongres luar biasa yang akan digelar 14-16 Oktober mendatang.

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menjelaskan, dalam Rapimnas yang akan digelar di Jakarta Convention Centre (JCC) tersebut akan membahas tiga agenda penting.

“Pertama, kesiapan Gerinda menghadapi pemilu. Kedua, pembahasan tentang program aksi pemenang pemilu. Dan ketiga, rekomendasi politik tentang suatu hal untuk pemenangan pemilu,” kata Ahmad dalam jumpa persnya di DPP Gerindra, Jalan Brawijaya IX nomor I, Jakarta, Senin (13/10/2008).

Namun, lanjut Ahmad, dalam pembahasan tersebut tidak menutup kemungkinan untuk membahas nama Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

“Tentang cawapres juga akan bicarakan. Namun pembahasan paling tinggi hanya menyebutkan nama saja,” tandasnya. (okezone.com)


741 Pages« First...10...731732733...740...Last »