Ribuan Kader Ikuti Orientasi Partai Gerindra

Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto membuka pembekalan kader partai bertajuk  Orientasi Candradimuka 1 di Lapangan Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (11/10).

Pembukaan orientasi ini lebih mirip dengan apel gaya militer. Ribuan orang dengan dipimpin oleh komandan batalyon berbaris rapi. Dengan menggunakan topi dan seragam putih tampak memenuhi lapangan utama. Lagu Indonesia Raya mengawali rentetan upacara.

Masa Orientasi Candradimuka 1 diikuti oleh 1.349 caleg dan kader dari seluruh Indonesia. Mereka datang sejak Jumat (10/10) kemarin, dengan menggunakan bus maupun mobil pribadi. Menurut Komandan Resimen yang memberikan pelatihan, Asril H Tanjung, kegiatan ini berfungsi memberikan “bekal psikologi lapangan” agar nantinya mereka lebih tajam menyerap aspirasi dari rakyat.

Dari pantauan Kompas.com terdapat puluhan tenda di lapangan belakang. Tenda-tenda ini seharusnya dipakai oleh para peserta Orientasi, Namun kenyataannya tenda yang mirip barak militer ini kosong ditinggal penghuninya. “Mereka pada ngungsi tadi malem, soalnya hujan deras, tanah jadi becek. Mereka pada tidur di Hotel Maharaja dan Kaisar di daerah Warung Buncit,” kata anggota keamanan, Sholeh. Kejadian ini membuat acara yang seharusnya dimulai pukul 9.00 WIB diundur hingga pukul  13.00 WIB. (kompas.com)


Prabowo : Kita Tak Butuh Bursa-bursaan

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mentatakan penutupan bursa saham di Bursa Efek Jakarta sejak Rabu (8/10) tidak menjadi perhatian partainya.  “Kita tidak kenal bursa-bursaan, Biar saja bursa tutup, Tidak pateken, Kita hanya akan mengurus sawah, kita hanya akan mengurus jagung. Kita akan capai swasembada pangan dan energi,” kata mantan Danjen Kopasus semasa Presiden Soeharto itu dalam pembekalan caleg dan kader Partai Gerindra di Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (11/10).

Partai baru yang masih muda ini juga akan mengadakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 15-16 Oktober di Jakarta Convention Center (JCC). Menghadapi pemilu tahun depan Partai ini tidak menargetkan jumlah kursi namun akan berjuang maksimal. “Kita akan raih sebesar-besarnya. Pokoknya kita akan bekerja sebaik-baiknya untuk rakyat,” tegasnya. (kompas.com)


Prabowo akan Tendaan di Cibubur

Tendaan alias berkemah mewarnai acara pelantikan 1.349 kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto pun bakal ikutan.

“Nanti malam saya akan tendaan, kalau perlu kita buat api unggun,” ujar Prabowo di hadapan para kadernya di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta, Sabtu (11/10).

Selain itu mantan Danjen Kopassus ini mengutarakan alasannya terjun ke dunia politik. Prabowo mengaku ingin memperbaiki kehidupan masyarakat dan rakyat. Jika dirinya tidak berpolitik, berarti tidak bisa ikut mengambil keputusan.

“Seperti pepatah nenek moyang dulu, kalau orang baik semua diam, berarti yang berkuasa orang jahat,” ucap mantan menantu almarhum mantan Presiden Soeharto ini.

Menurutnya, jika ingin memperbaiki kondisi Tanah Air, mengubah keadaan rakyat, atau keluar dari kemiskinan, harus ikut mengambil keputusan yang benar untuk rakyat.

“Kita ingin menjadi wakil rakyat, kita harus kuat dan tahan. Tidak boleh menghindar dari kesulitan,” pungkasnya. (inilah.com)


Prabowo Kalem Masuk 3 Besar Capres

Hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN) menempatkan tingkat elektabilitas Prabowo Subianto meroket hingga menempati ranking 3 besar capres. Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini kalem saja.

“Yang penting kita terus bekerja agar mendapat kepercayaan masyarakat. Kadang-kadang survei bisa naik bisa turun,” ucap Prabowo usai acara pelantikan 1.349 kader Partai Gerindra di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta, Sabtu (11/10).

Mengenai perolehan suara Gerindra pada Pemilu 2009, mantan Danjen Kopassus ini menargetkan sebesar-besarnya. Sedangkan untuk capres maupun cawapres masih jauh.

Jika duet SBY-JK kembali muncul dalam Pilpres 2009? “Tidak masalah. Rakyat yang akan menentukan,” ujarnya sambil memasuki mobil Lexus putih B 107 PS.

LSN melansir hasil survei tingkat elektabilitas Prabowo berada di peringkat 3, yang akan dipilih 14,2 persen responden jika pilpres dilakukan hari ini. Sedangkan SBY ada di ranking pertama dengan 30 persen, Megawati pada posisi kedua dengan 15,3 persen.

Popularitas mantan menantu almarhum mantan Presiden Soeharto tersebut mencuat karena iklan Prabowo dinilai memikat. Sebanyak 79,9 persen publik mengaku suka iklan Prabowo yang mengandung pesan-pesan simpatik mewakili masyarakat petani, nelayan, dan pedagang pasar tradisional. Prabowo dinilai sebagai sosok tegas dan berwibawa untuk memimpin RI.

Hasil survei LSN selengkapnya untuk tingkat elektabilitas yakni SBY (30 persen), Megawati (15,3%), Prabowo (14,2%), Hidayat Nurwahid (4,8%), Sri Sultan HB X dan Yusril Ihza Mahendra (4,3%), Amien Rais (2%), Wiranto (1,5%), Gus Dur (1,3%), Jusuf Kalla, Sutiyoso, dan Soetrisno Bachir (0,8%), Rizal Mallarangeng (0,5%), Akbar Tandjung (0,3%).

Sedangkan mengenai siapa paling pantas menjadi capres, SBY menjadi jawara dengan 55,4 persen, kemudian Prabowo (47,7%), Megawati (32,8%), Wiranto (28,7%), Sri Sultan HB X (26,4%). (inilah.com)


Popularitas Prabowo Meroket

Setelah sempat terpuruk akibat kebijakan kenaikan harga BMM, popularitas SBY kini kembali naik (rebound). Sementara Prabowo Subianto menjadi satu-satunya pesaing SBY yang paling fenomenal. Tingkat elektabilitas Prabowo terus meroket bersamaan semakin bersinarnya popularitas Partai Gerindra.

Hal itu terungkap dalam survei Lembaga Survei Nasional (LSN) yang dilakukan tanggal 20-27 September 2008.

Dalam siaran pers yang diterima INILAH.COM, Kamis (9/10) terungkap, tingkat elektibilitas SBY menduduki rangking pertama sebesar 30,%. Kemudian disusul Megawati 15,3%, Prabowo Subianto 14,2%, Hidayat Nur Wahid 4,8%, dan Sultan HB X sebesar 4,3%.

Menurut Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry, bangkitnya populariats SBY tidak terlepas dari kinerja KPK beberapa bulan terakhir ini.

“Gebrakan yang dilakukan KPK beberapa bulan terakhir ini dipersepsikan publik sebagai bentuk keseriusan SBY memberantas korupsi,” katanya. Di samping itu, kebijakan pemberian Bantuan Langsung Tunai juga cukup menghibur masyarakat miskin,” ujarnya.

Sedangkan ihwal meroketnya figur Prabowo, Umar menilai tidak terlepas dari iklan politik yang ditampilkan di media visual selama ini. “Sebanyak 79,9 % publik mengaku suka terhadap iklan Prabowo yang mengandung pesan-pesan simpatik mewakili masyarakat petani, nelayan dan pedagang pasar tradisional,” jelasnya. (inilah.com)


740 Pages« First...10...731732733...740...Last »