Meski Naturalisasi Sungai Pakai Beton, Gerindra DKI Tetap Dukung Anies

Foto ilustrasi Kali Ciliwung

Naturalisasi sungai semula direncanakan tanpa menggunakan beton sebagai material dinding sungai. Namun kini, Pemprov DKI pimpinan Gubernur Anies Baswedan tak mempermasalahkan penggunaan sheet pile beton untuk memperkuat bantaran sungai. Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI tetap mendukung kebijakan Anies.

“Pasti kita support (dukung), mau itu beton mau itu pakai apa pun, kita support,” kata Ketua Komisi D Bidang Pembangunan DPRD DKI dari Partai Gerindra, Iman Satria, kepada wartawan, Rabu (10/4/2019).

Iman, yang juga Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra, memastikan Gubernur Anies sudah menelaah dan mengkaji naturalisasi sungai. Dia memahami nantinya lingkungan sungai akan dipercantik secara estetika agar sesuai dengan konsep naturalisasi.

“Setahu saya, naturalisasi dinding sungai itu ditutup dengan tanaman-tanaman supaya natural. Ini yang membedakan dengan normalisasi,” kata Iman.

Soal penguatan dinding sungai, dia melihat ada solusi selain menggunakan beton, yakni menggunakan keranjang kawat pembungkus batu alias bronjong. “Dengan bronjong kan bisa, ditutup dengan tanaman. Tidak harus dengan sheet pile,” kata Iman.

Sebelumnya, anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP, Manuara Siahaan, menilai pernyataan Anies ini menggelitik. Soalnya konsep naturalisasi akhirnya menggunakan beton juga. Dia menilai istilah ini keliru tapi harus terus dilanjutkan karena Gubernur Anies sudah telanjur mengemukakan istilah itu.

Kini Anies sudah meneken Pergub Nomor 31 Tahun 2019 tentang Pembangunan dan Revitalisasi Prasarana Sumber Daya Air secara Terpadu dengan Konsep Naturalisasi.

Naturalisasi sungai dicanangkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada awal tahun lalu. Naturalisasi, menurut Anies, akan mengembalikan fungsi sungai seperti aslinya.

“(Mengatasi banjir) salah satunya ada soal naturalisasi sungai. Bagaimana sungai itu bisa mengelola air dengan baik. Bagaimana mengamankan (air) tidak melimpah, tapi juga ekosistem sungai dipertahankan,” kata Anies di Pluit, Jakarta Utara, Rabu (7/2/2018) silam.

Anies pun tidak mau ada pembetonan dalam naturalisasi. “Anda tidak ketemu betonisasi. Karena yang kita lakukan adalah naturalisasi,” kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2018).

 

Sumber


Gerindra Berpeluang Salip PDIP

kampanye di lampung

Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman menyebut peluang partai Gerindra menyalip PDIP dalam pemilu 2019 sangat terbuka lebar.

Meskipun keduanya diprediksi mendapatkan efek ekor jas (coat-tail effect), namun terdapat perbedaan perolehan efek yang cukup mencolok di antara kedua partai.

Pertama, pengaruh dari Capres 02 Prabowo Subianto sebagai ketum partai. Perbedaan ini, yang cukup menguntungkan bagi Gerindra. Mengingat, tingginya elektabiktas Prabowo membawa dampak positif langsung bagi Gerindra.

Sementara itu, elektabitas Jokowi tidak memberi pengaruh yang signifikan bagi PDIP dalam Pemilu kali ini.

Bahkan, lanjut Jajat, beberapa waktu lalu beredar video tentang pengakuan dari pendukung Jokowi jika kali ini pengaruh Jokowi tidak begitu besar.

“Sehingga berimbas kepada PDIP ditambah dengan banyaknya kader PDIP yang terjerat kasus korupsi menjadi salah satu penyebab timbulnya efek negatif bagi PDIP dalam pemilu 2019 ini,” kata Jajat dalam keterangan tertulisnya, Selasa 9 April 2019.

Kedua, Gerindra pandai memanfaatkan potensi dalam berkampanye di hampir semua platform media sosial yakni Facebook, Twitter, Instagram hingga Youtube melalui channel Gerindra TV.

Gerindra yang sudah mendominasi pembicaraan partai politik di ranah digital, mampu memenuhi hasrat khalayak yang kesulitan mendapatkan informasi tentang berbagai kegiatan capres 02 Prabowo Subianto yang tidak ditampilkan di media arus utama dengan menghadirkan GerindraTV sebagai sumber informasi alternatif terkait agenda Prabowo.

Lebih jauh, kata Jajat, pada era yang serba cepat seperti sekarang ini masyarakat kerap memafaatkan media sosial untuk mencari berbagai informasi.

“Untuk itu siapa yang mampu menguasai media sosial maka akan semakin menarik perhatian masyarakat. Untuk diketahui, hingga saat ini hanya Gerindra yang sangat konsisten memanfaatkan media sosial untuk berkampanye sehingga peluangnya untuk menjadi jawara pemilu 2019 semakin terbuka lebar,” kata Jajat.

 

Sumber


Gerindra: Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Menang 17 April 2019

prabowo-sandiaga

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan semua kampanye pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno adalah sukses. Ia yakin Prabowo-Sandi akan menang pada hari pencoblosan 17 April 2019.

“Sejak kampanye terbuka dilakukan sampai sekarang, Alhamdulillah semua rencana berjalan dengan baik dan lancar di semua tempat,” kata Muzani saat ditemui di acara konferensi pers Forum Sekjen Koalisi Adil Makmur Perjalanan Kampanye dan Persiapan Kampanye Akbar GBK di Prabowo Sandi Media Center, Jakarta, Sabtu malam (7/4) dilansir Antara.

Ia mengatakan antusiasme masyarakat Indonesia dalam menyambut kampanye Prabowo-Sandiaga selama ini telah menambah dan mempertebal optimisme bagi kemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut dua tersebut.

“Seluruh tempat yang dihadiri oleh Pak Sandi dan Pak Prabowo disambut dengan antusias dan sigap oleh masyarakat kita. Meriah dan luar biasa sehingga kami yakin paslon kosong dua akan menang dalam pilpres pada tujuh belas April mendatang,” katanya.

Ahmad Muzani menyebutkan tumpah ruahnya masyarakat Indonesia dalam menyambut kehadiran Prabowo dan Sandiaga menjadi pertanda baik tentang akan adanya presiden baru.

“Antusiasme itu tergambar dari tumpah ruahnya masyarakat dari berbagai daerah sampai ke pelosok, sebuah pertanda baik untuk kita semua,” ungkapnya.

Menurutnya, kesuksesan kampanye yang telah diselenggarakan selama ini tidak ada unsur keterpaksaan dari pihak manapun.

“Mereka semua datang dengan selalu sukarela memberikan kontribusinya untuk acara paslon nomor urut dua,” katanya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa komunikasi dengan berbagai pihak akan terus dilakukan demi melancarkan kampanye dan acara-acara mendatang.

“Kami akan meningkatkan kerja sama dengan berbagai partai pendukung dan para relawan serta komunikasi akan terus dilancarkan agar semua masalah yang kami hadapi di lapangan dapat diselesaikan dengan baik,” tutupnya.

Pemilihan Presiden 2019 diikuti oleh dua pasang calon. Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi dan Ma’ruf Amin, serta pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Hari pencoblosan adalah Rabu 17 April 2019.

 

Sumber


Ratusan Orang Ikut Jalan Sehat, yang Digelar Ketua DPP Gerindra Priscilia Waworuntu

jalan-sehat-yang-digelat-dpp-partai-gerindra-di-kota-bitung

Seratusan orang yang didominasi perempuan tumpah ruah di lahan kosong, perumahan Bimoli Kelurhan Girian Indah dan lapangan Giper Kecamatan Girian Kota Bitung, Minggu (7/4/2019).

Sambil menggunakan kaos warna coklat bergambar dan tulisan pasangan capres dan cawapres nomor 02 Prabowo – Sandi serta kaos bergambar Priscilia Ester Waworuntu memegang Pedang Garuda Yaksa.

Mereka mengikuti jalan sehat yang digagas Priscilia Ester Waworuntu (PEW) ketua DPP Partai Gerindra yang tercatat sebagai peserta Pemilu pemilihan legislatif (pileg) 2019.

Sejak pagi peserta pendukung PEW yang tengah bertarung sebagai caleg DPRD Sulut daerah pemilihan (Dapil) Minut – Bitung, sudah memadati tempat start jalan sehat.

Jalan sehat dimulai dari Perumahan Bimoli Girian Indah, dilepas oleh Wenny Warouw dan Priscilla Ester Waworuntu dan finish dilapangan Girian Permai, Bitung.

“Pedang Garuda Yaksa merupakan simbol penghargaan tertinggi dari Partai Gerindra terhadap kadernya,” tutur Prisicilia, Minggu (7/4/2019).

Usai jalan sehat diisi senam dan ditutup dengan penjelasan dari Prisicilia Ester Waworuntu tentang peserta pemilu Pilpres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

“Pak Prabowo lahir dari ibu asal Sulawesi Utara, oleh karenanya beliau sangat memperhatikan orang Sulawesi Utara dengan banyak melibatkannya dalam aktifitas Pak Prabowo. Seperti saya dan suami saya Simon Mantiri sudah ikut Pak Prabowo sekitar 12 tahun,” tutur Priscilia.

Menariknya pada kesempatan itu Priscilla Waworuntu mengungkap alasan Prabowo Subianto memilih putera berdarah Gorontalo, Sandiaga Uno, sebagai calon Wakil Presidennya.

Dia jelaskan waktu akan dipilih calon Wakil Presiden oleh Pak Prabowo, dirinya berada langsung dipertemuan itu.

Masing-masing partai politik pengusung Pak Prabowo seperti PAN, PKS dan Partai Demokrat memiliki calon Wakil Presiden yang akan diusulkan guna dipasangkan dengan Pak Prabowo.

Pada kesempatan itu Pak Prabowo tidak memilih calon Wakil Presiden dari Ulama karena Pak Prabowo menghormati Ulama dan memandang Ulama lebih tinggi posisinya dari pada jabatan politik.

“Pak Prabowo Subianto memilih Sandiaga S Uno karena salah satunya dia pengusaha. Pak Prabowo akan memperhatikan khusus masalah ekonomi”, jelas perempuan Pris yang pernah mengenyam pendidikan Institut Teknologi Bandung (ITB).

 

Sumber


Stadion GBK Memutih, Begini Ungkapan Haru Sandi dan Politikus Gerindra

sandiaga-uno-di-gbk

Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno berterima kasih kepada pendukungnya yang antusias menghadiri kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Minggu (7/4), khususnya kepada mereka yang hadir lebih awal demi menghadiri acara kampanye terbuka ini.

“Selamat pagi dari Stadion GBK Jakarta. Terima kasih sebesar-besarnya kepada masyarakat yang telah hadir. Ada yang sudah dari tadi malam menginap, ada yang jauh-jauh datang dari luar kota,” tulis Sandiaga dalam akun Instagramnya, @sandiuno, Minggu.

Sandiaga juga mengajak masyarakat, khususnya para pendukungnya, untuk memanjatkan doa untuk Indonesia yang lebih baik lagi.

“Mari kita panjatkan doa untuk Indonesia yang lebih baik, serta terwujudnya Indonesia yang adil dan makmur,” kata dia.

Antusiasme pendukung pasangan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga ditunjukkan politikus muda Partai Gerindra, Rahayu Saraswati, dengan mengunggah video suasana keramaian di SUGBK pada pukul 03.00 WIB.

Saking banyaknya pendukung Prabowo-Sandiaga, dia terharu dan tidak bisa menuliskan kata-kata di akun media sosialnya itu. Bahkan, kata dia, ada pendukung kubu 02 yang sudah ada di SUGBK sejak dua hari sebelum kampanye akbar ini digelar hari ini.

“Ini kiriman teman saya jam 3 pagi tadi di GBK. Sungguh tiada kata2. Bahkan ada yang saya tahu sudah ‘camping’ di GBK selama 2 malam demi menghadiri #KampanyeAkbar02 ini,” tulis Saraswati dengan menyertakan tanda pagar #demimasadepanbangsa dan #PrabowoSandi.

 

Sumber