Semua Bacalegnya Penuhi Syarat, Gerindra Bidik Posisi Ketua DPRD Sidrap

Semua Bacalegnya Penuhi Syarat, Gerindra Bidik Posisi Ketua DPRD Sidrap

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan daftar calon sementara (DCS) anggota DPRD Sidrap yang akan bertarung dalam Pileg 2019.

Salah satu partai yang bacalegnya dinyatakan 100 persen memenuhi syarat, yakni Partai Gerindra.

 Partai besutan mantan Pangkostrad, Prabowo Subianto itu menyiapkan 35 bacaleg yang akan bertarung dalam empat dapil di Sidrap.

“Alhamdulillah, 100 persen bacaleg Gerindra Sidrap dinyatakan memenuhi syarat. Ini merupakan tanda, sekaligus bukti bahwa Gerindra Sidrap sudah siap tempur dalam Pileg mendatang,” kata Ketua DPC Partai Gerindra Sidrap, Mulyono Ali Samandang, kepada TribunSidrap.com, Senin (13/8/2018).

Selain itu kata dia, dengan lolosnya 35 bacaleg Gerindra dalam DCS yang dirilis KPU, bakal menjadi energi tersendiri mewujudkan target dalam Pileg mendatang.

Apalagi Gerindra menargetkan dapat meraih minimal 8 kursi di DPRD Sidrap. Meningkat dibanding perolehan kursi sebelumnya pada Pileg 2014, yang hanya meraih 3 kursi.

“Bukan hanya 8 kursi, kita juga target Gerindra dapat merebut posisi Ketua DPRD Sidrap,” ujarnya.

Sekadar diketahui, posisi Ketua DPRD Sidrap saat ini masih dipegang Partai Golkar.

Partai berlambang pohon beringin itu meraih suara terbanyak pada Pileg 2014 di Sidrap, dengan raihan 42.119 suara.

Golkar juga berhasil menempatkan 9 kader terbaiknya di DPRD Sidrap.

 

Sumber

 


Struktur Tim Pemenangan Prabowo Sudah Rampung

Struktur Tim Pemenangan Prabowo Sudah Rampung

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan bagan struktur tim pemenangan bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah rampung. Pihaknya saat ini akan membahas struktur tersebut dengan pimpinan partai pengusung.

“Sebagai sebuah rancangan sudah selesai dan akan kami sampaikan kepada partai pengusung untuk dilakukan pembahasan dan persetujuan,” kata Muzani di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (13/8).

Muzani mengaku pihaknya belum membahas nama-nama yang bakal masuk dalam tim pemenangan Prabowo-Sandiaga. Menurut Wakil Ketua MPR itu, pihaknya saat ini baru sebatas membentuk struktur tim pemenangan.

Muzani menyebut dalam struktur tim pemenangan Prabowo-Sandiaga yang telah disusun, ada tim harian yang melakukan kerja dan evaluasi secara berkala. Menurutnya, dalam tim harian itu terdapat beberapa anggota yang akan melakukan kerja-kerja teknis.

“Sehingga tidak semuanya perlu dicantumkan dalam struktur,” ujarnya.

“Sebagian dimasukkan karena ini menyangkut nama-nama orang yang ingin berharap namanya dicantumkan dalam Komisi Pemilihan Umum,” kata dia.

Lebih lanjut, Muzani mengatakan bahwa para ketua umum partai politik pengusung juga akan dilibatkan dalam tim pemenangan. Namun, Muzani belum mau menyebut posisi yang bakal diemban para ketua umum tersebut.

Ia hanya menyatakan bahwa para ketua umum partai politik pengusung ini akan ditempatkan pada posisi yang terhormat.

“Karena ketum sangat penting dalam penentuan kebijakan parpolnya dan kebijakan parpol akan dituangkan dalam platform perjuangan capres, cawapres,” ujarnya.

Muzani menyebut para ketua umum ini yang dilibatkan dalam tim pemenangan di antaranya Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Presiden PKS Sohibul Iman, hingga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, penempatan para ketua umum partai politik ini sangat penting.

“Termasuk Pak SBY dan para ketum parpol lainnnya,” kata dia.

Prabowo dan Sandiaga telah resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada Jumat (10/8). Prabowo-Sandiaga diusung oleh empat partai politik, yaitu Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat.

 

Sumber


Gerindra Yakin Prabowo-Sandi Didukung Ijtimak Ulama II

Gerindra Yakin Prabowo-Sandi Didukung Ijtimak Ulama II

Habib Rizieq Syihab meminta Ijtimak Ulama II digelar usai Prabowo Subianto memilih Sandiaga Uno sebagai cawapres di Pilpres 2019. Gerindra yakin para ulama akan tetap melabuhkan dukungan bagi pasangan Prabowo-Sandi.

“Kan dalam waktu dekat GNPF Ulama akan menyelenggarakan Ijtimak Ulama dua untuk menyikapi pencalonan Prabowo-Sandi. Gerindra optimistis Ijtimak Ulama kedua ini akan tetap mendukung Pak Prabowo dan akan mendukung Bang Sandi sebagai cawapres,” kata anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade, Sabtu (11/8/2018) malam.

Alasannya, Ijtimak Ulama merekomendasikan Prabowo sebagai capres. Cawapres rekomendasi Ijtimak Ulama pun setia mendukung Prabowo meski tak dipilih.

Ijtimak Ulama diketahui merekomendasikan dua nama cawapres Prabowo. Dua nama itu ialah Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad.

“Karena Pak Prabowo capres yang diusulkan Ijtimak Ulama. Kemudian yang kedua, cawapres yang diusulkan Ijtimak Ulama, Salim Segaf, juga mendukung pencalonan Pak Prabowo. Dia mendampingi Pak Prabowo deklarasi, bahkan ikut Pak Prabowo saat mendaftar ke KPU,” ujar Andre.

Selain itu, sosok Sandi juga dinilai Andre dekat dengan ulama. Dia kemudian membeberkan sejumlah alasan mengapa Sandi layak disebut sebagai santri era modern.

Ketiga, figur Bang Sandi ini dekat dengan ulama. Beliau adalah salah satu motor gerakan Subuh berjamaah di DKI. Bang Sandi ini kan santri milenial, atau pos-Islamisme seperti yang dikatakan Sohibul Iman (Presiden PKS). Beliau pengusaha muda yang saleh, salat Duha-nya nggak pernah putus, puasa Senin-Kamis nggak pernah putus, bahkan salat malamnya nggak putus, sehingga kehidupannya penuh berkah,” tuturnya.

Seblumnya, Habib Rizieq Syihab meminta digelar Ijtimak Ulama II. Ini merupakan reaksi karena dua nama yang direkomendasikan sebagai cawapres Prabowo Subianto tak ada yang dipilih.

“Beri kesempatan yang Luas & Lapang kepada para Habaib & Ulama serta Tokoh Perjuangan kita melakukan “Ijtihad Politik” melalui “Ijtima’ Ulama II” untuk menjaga maslahat Agama, Bangsa & Negara demi meraih Ridho Allah SWT,” kata Rizieq lewat akun Twitter-nya, @RizieqSyihabFPI, Jumat (10/8).

 

Sumber


Gerindra-PKS-Anies Rapat Bahas Pengganti Sandiaga Usai Idul Adha

Gerindra-PKS-Anies Rapat Bahas Pengganti Sandiaga Usai Idul Adha

Partai Gerindra, PKS, dan Gubernur Jakarta Anies Baswedan bakal bersama-sama membahas penentuan wakil gubernur pengganti Sandiaga Uno. Pembahasan itu akan dilaksanakan setelah Idul Adha.

“Akan dirapatkan bersama oleh Gerindra dan PKS bersama Mas Anies sebagai Gubernur, yakni user-nya,” kata anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade, kepada detikcom, Sabtu (11/8/2018).

Anies akan diajak bicara karena Anies merupakan ‘pengguna jasa’ wakil gubernur yang baru nanti. Pendapat Anies akan dipertimbangkan dengan masak-masak oleh Gerindra dan PKS.

“Kita akan rapat bersama dan mendengarkan masukan Mas Anies, siapa kira-kira tokoh yang paling cocok dan mampu bekerja sama dengan Mas Anies dalam empat tahun sisa masa jabatan wakil gubernur,” tutur Andre.

Namun rapat bersama itu baru akan digelar sekitar dua pekan mendatang. “Akan didiskusikan habis Lebaran Haji,” kata Andre.

Lebaran Haji adalah Idul Adha, diperkirakan jatuh pada 22 Agustus 2018, sekitar dua pekan mendatang.

Gerindra dan PKS merupakan dua partai pengusung pasangan Anies-Sandi di Pilgub DKI 2017. Kini Sandiaga telah meninggalkan jabatan Wagub DKI karena berlaga pada Pilpres 2019 sebagai calon wakil presiden pendamping capres Prabowo Subianto.

 

Sumber

 


Soal Tes Kesehatan, Fadli Zon: Prabowo Bugar dan Sandi Masih Muda

Prabowo Bugar dan Sandi Masih Muda

Usai mendaftar sebagai peserta Pemilu Presiden 2019, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Senin (13/8/2018).

Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengatakan tidak ada persiapan khusus menjelang tes kesehatan.

Menurutnya Prabowo saat ini sehat dan bugar, begitu juga dengan Sandiaga Uno.

“Prabowo apa lagi pak Sandi gitu ya masih muda, fit dua-duanya. Fit lah InsyaAllah engga ada masalah dan selama ini juga sangat memelihara kesehatan,” kata Fadli Zon di Kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (10/8/2018).

Lolos tes kesehatan merupakan syarat Capres dan Cawapres sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) nomor 5 tahun 2018 tentang tentang Tahapan, Program dan Jadwal Pemilihan Umum 2019.

PKPU pada huruf C poin 2 disebutkan bahwa masa pemeriksaan kesehatan bagi pasangan capres-cawapres berlangsung pada 5-13 Agustus.

Adapun rumah sakit yang telah ditunjukan untuk menguji kesehatan para Capres dan Cawapres yakni RSPAD Gatot Subroto dengan bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Pada Pemilu 5 tahun lalu RSPAD dan IDI melakukan 17 tes bagi Capres dan Cawapres.

Tes yang harus dilalui yakni pemeriksaan urine, pemeriksaan darah pertama, pemeriksaan USG perut (Abdomen), pemeriksaan gigi, pemeriksaan penyakit dalam, dan pemeriksan kejiwaan.

Selain itu pemeriksaan darah kedua, pemeriksaan jantung, mata, pemeriksaan bedah, paru- paru, THT, MMR kepala, Thoraks dan psikiatri.

Setelah tes kesehatan maka KPU akan melakukan Verifikasi kelengkapan dan kebenaran dokumen persyaratan adminsitratif bakal pasangan calon‎ pada 11-14 Agustus 2018.

 

Sumber