Koalisi Sepenuhnya Dikelola PKS dan Gerindra

Koalisi Sepenuhnya Dikelola PKS dan Gerindra

Cagub DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan tanggapan mengenai koalisi yang bergabung dengan kubu Anies-Sandi di putaran kedua Pilgub DKI 2017. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada PKS dan Gerindra selaku partai pengusung.

Awalnya, Anies ditanyai perihal perkembangan terbaru soal koalisi. Apalagi, Ketum PKB Muhaimin Iskandar berencana menemui Anies dan pesaingnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pekan depan sebelum mengambil keputusan koalisi.

“Jadi secara prinsip, koalisi antar partai dibicarakan antar pimpinan partai. Saya dan Bang Sandi banyak bicara dalam aspek pengelolaan kampanyenya, pesan-pesannya, organisasi kampanyenya,” ujar Anies di Ketan Susu Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2017).

Saat ini, Anies-Sandi diusung oleh PKS dan Gerindra menempati posisi kedua dalam putaran pertama Pilgub DKI. Berdasarkan hasil real count dari laman resmi KPU pada Jumat (17/2), data masuk sudah 100 persen dari 13.203 TPS. Hasilnya, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh 936.609 suara (17,05 persen), Ahok-Djarot 2.357.587 suara (42,91 persen), dan Anies-Sandi 2.200.636 suara (40,05 persen).

“Tentang koalisi, sepenuhnya dikelola PKS dan Gerindra karena mereka yang mengusung kami dan berinteraksi. Dan ini adabnya, yang diusung konsentrasi pada pemenangan, yang mengusung bicara koalisi pengusung. Kan nggak lucu yang diusung nyari sana-sini, justru kita jaga adabnya,” pungkas Anies.

PKB masih belum menentukan pilihan untuk mendukung Ahok-Djarot atau Anies-Sandi pasca pasangan yang diusungnya, Agus-Sylvi gagal ke putaran kedua. Cak Imin disebut akan bertemu dengan kedua belah pihak dalam waktu dekat.

“Cak Imin akan berkomunikasi, bertemu dengan kedua kandidat bersama seluruh partai pendukungnya masing-masing. Minggu depan rencananya,” ungkap Wasekjen PKB Daniel Johan kepada detikcom, Minggu (19/2).

 

Sumber


Gerindra Pertanyakan Banyaknya Warga yang Pindah TPS di Pilgub DKI

Gerindra Pertanyakan Banyaknya Warga yang Pindah TPS di Pilgub DKI
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pihaknya melihat ada celah kecurangan baru dalam Pilkada DKI yang sedikit berbeda dengan praktek-praktek kecurangan pada Pilkada sebelumnya.Jika selama ini kecurangan lebih didominasi pada proses rekapitulasi berjenjang yang dimanipulasi, pada Pilgub DKI Jakarta kemarin yang paling mengkhawatirkan adalah migrasi pemilih yang mengakibatkan penggelembungan pemilih di tingkatan TPS.

“Banyak sekali pemilih yang tidak dikenali warga setempat tanpa identitas yang lengkap yang memaksa untuk memilih,” kata Dasco dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Minggu (19/2/2017).

Saking banyaknya jumlah pemilih, lanjut Dasco, di daerah tertentu bahkan ada informasi jika pencoblosan masih terjadi setelah lewat batas waktu pukul 13.00 WIB.

Dasco mengaku telah melihat video antrian pemilih yang masih sangat panjang yang disebutkan di wilayah Mall of Indonesia Kelapa Gading padahal waktu sudah menunjukkan jam 13.15.WIB.

“Benar atau tidaknya video tersebut harus kita verifikasi bersama,” ucap Dasco.

Dasco menilai fenomena banyaknya pemilih yang pindah TPS ini cukup aneh karena Jakarta adalah provinsi tidak terlalu luas jika dibandingkan dengan provinsi lain.

Tidak sulit bagi siapapun warga Jakarta untuk memilih di TPS yang sesuai dengan KTP nya, karena jarak tempuh dari satu tempat ke tempat lain paling lama hanya 3 jam naik kendaraan umum dan Pilgub dijadikan hari libur.

“Jadi sebenarnya nyaris tida ada alasan bagi pemilih untuk memilih tidak di TPS tempat dia terdaftar,” ucap Dasco.

Hal lain yang mengkhawatirkan, lanjut Dasco, adalah sulitnya mencegah praktek politik uang di tingkat TPS. Tidak terlihat upaya maksimal pencegahan pemilih membawa HP atau kamera masuk ke dalam bilik TPS.

Padaha, HP atau kamera adalah alat yang paling sering digunakan untuk transaksi politik uang. Foto kertas suara yang dicoblos biasanya digunakan sebagai bukti untuk mendapatkan uang suap.

Menurut Dasco, penyelenggara pemilu tidak boleh mengabaikan begitu saja informasi yang beredar di masyarakat soal politik uang.

“Indikasi kuat adalah adanya TPS yang perolehan suara salah satu pasangan calon 100 persen. Di Jakarta tidak ada sistem noken, dan masyarakat Jakarta sangat heterogen sehingga nyaris tidak masuk akal jika pasangan calon lain tidak meraih satupun suara,” ucapnya.

Di tengah kesulitan ekonomi yang dialami sebagian besar warga Jakarta saat ini, lanjut Dasco, uang sejumlah ratusan ribu sebagai imbalan memilih bisa jadi sangat efektif dilakukan untuk meraih kemenangan secara curang.

Dasco meminta ada evaluasi serius untuk menangkal praktek politik uang ini. Dasco menilai dua potensi kecurangan ini bisa merugikan calon yang diusung partainya, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

“Meski perolehan suara Anies-Sandi cukup tinggi dan hampir dapat dipastikan lolos ke putaran kedua, kami tetap menganggap hasil tersebut belum maksimal memenuhi harapan kami,” ucapnya.

Sikap Gerindra ini berbeda dengan sikap PDI-P yang mendukung pasangan Basuki Thahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. PDI-Pjustru mempertanyakan soal banyaknya warga yang pindah TPS namun tidak bisa memilih karena dipersulit oleh petugas.

PDI-P merasa banyaknya warga yang pindah TPS namun tidak bisa memilih merugikan pasangan Ahok-Djarot.

 

Sumber

 


Perolehan Suara Ahok Akan Mentok di Putaran Dua

ahok

Partai Gerindra yang mengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta menilai lawan Anies-Sandi yaitu Basuki Tjahaha Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat akan kesulitan menambah perolehan dukungan suara di putaran kedua pilkada.

Politisi Gerindra yang menjadi juru bicara pemenangan Anies-Sandi, Aryo Djojohadikusumo kekuatan pasangan Ahok dan Djarot untuk meraup tambahan suara di putaran kedua sudah tak bisa lagi dalam jumlah besar.

 

“Di wilayah-wilayah yang menjadi basis kantong suara Ahok sudah mentok kalau ingin mendapat penambahan suara,” ujar Aryo kepada CNNIndonesia.com, Minggu (19/2).

Menurut Aryo, perolehan suara Ahok dan Djarot saat pencoblosan pada 15 Februari lalu sudah mendekati batas maksimal. Kondisi ini, ucap dia berbeda dengan Anies-Sandi yang masih memiliki peluang besar menggarap wilayah-wilayah yang akan menjadi sumber penambahan perolehan suara pada putaran kedua April mendatang.

“Pasangan Anies dan Sandi waktu pemungutan suara 15 Februari berhasil menang di lebih banyak tempat pemungutan suara. Jumlah TPS-nya lebih unggul,” kata anggota Komisi VII DPR ini.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra itu mengklaim bahwa untuk menambah perolehan suara di putaran kedua Anies-Sandi hanya butuh menambah 50 suara di setiap TPS yang jumlah totalnya ada lebih dari 13 ribu TPS yang tersebar di seluruh ibu kota.

“Kalau di pukul rata-rata di masing-masing TPS butuh penambahan 50 suara saja. Kalau penambahan di setiap TPS itu bisa kami raih maka suara yang kami peroleh sudah mencapai 51,5 persen,” tutur Aryo.

Aryo melanjutkan pasangan Ahok-Djarot hanya dimungkinkan untuk menambah suara dari golput atau warga yang tidak menggunakan hak pilihnya pada hari pemungutan suara pada 15 Februari lalu. Namun Anies dan Sandi juga akan membidik secara maksimal suara golput pada putaran kedua nanti.

Dia menambahkan Anies dan Sandi juga bakal mendapat tambahan suara yang cukup besar dari partai-partai yang tadinya mendukung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. “Anggota partai yang tadinya menjadi pendukung AHY berduyun-duyun datang ke kami untuk bergabung,” kata Aryo.

Aryo lantas menepis klaim tim pemenangan Ahok-Djarot bahwa bakal terjadi migrasi suara ke Ahok dan Djarot dari pemilik suara yang pada 15 Februari lalu tak mencoblos Ahok dan Djarot. “Soal akan ada migrasi suara ke Ahok dan Djarot itu tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Berdasarkan apa? Basis datanya apa?” ujarnya.

 

Sumber


Gerindra Tingkatkan Komunikasi dengan Pengusung Agus-Sylvi

Gerindra Tingkatkan Komunikasi dengan Pengusung Agus-Sylvi

Partai Gerindra, selaku pengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, berharap partai pengusung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni bergabung. “Dengan mengerucutnya dua pasangan calon dalam putaran kedua, kita berharap partai pengusung Agus-Sylvi bergabung,” kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade saat dihubungi Republika.co.id, Sabtu (18/2) pagi.

Menurut Andre, komunikasi dengan  Agus-Sylvi berikut partai pengusungnya akan dilakukan secara intensif. Titik temu pada visi-misi dan program Anies dan Agus di Pilkada DKI pasangan Anies-Sandi yang keluar sebagai pemenang.

“Kita berharap partai Agus-Sylvi bisa bergabung dengan pasangan Anies-Sandi. Apalagi sekitar 60 persen lebih warga Jakarta menginginkan perubahan,” kata Andre.

Menurut Andre, pasangan calon yang maju ke putaran kedua adalah Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. Pertarungan ini menurutnya sangat menarik karena kedua paslon mempunyai perbedaan mencolok. “Anies-Sandi menolak reklamasi, Ahok-Djarot mendukung reklamasi,” kata Andre.

Menurutnya, putaran kedua merupakan pertarungan sesungguhnya dalam Pilkada DKI. Sebab hasilnya menentukan keterpilihan pasangan memimpin Ibu Kota dalam lima tahun mendatang. Jika salah pilih, pertaruhannya menyangkut masa depan warga Jakarta dalam lima tahun ke depan.

Andre meminta warga bisa mempertimbangkan rekam-jejak dua pasangan.  “Warga bisa merenungkan sesuai dengan hati nurani,” katanya.

 

Sumber


Gerindra Ajak Parpol Merapat Menangkan Anies-Sandi

Gerindra Ajak Parpol Merapat Menangkan Anies-Sandi

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, partainya bersama PKS menyambut hangat sejumlah relawan maupun basis massa pendukung pasangan calon Agus-Silvy yang mulai merapat ke pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Hal ini menyusul tidak lolosnya pasangan Agus-Silvy ke putaran kedua Pilkada DKI.

Karena itu, Ahmad berharap beralihnya dukungan relawan itu juga diikuti oleh partai politik koalisi pendukung pasangan Agus-Silvy. “Saya kira, kita menggabungkan semua kekuatan yang di Jakarta ya, baik kekuatan politik, maupun masyarakat yang ada. Sehingga dengan begitu, bisa memenangkan Anies-Sandi,” kata Muzani saat dihubungi pada Jumat (17/2).

Ia menilai pentingnya bergabung koalisi Parpol guna kemenangan Anies-Sandi dalam putaran kedua Pilkada DKI. Hal ini karena kekuatan parpol dalam menjalankan perannya dengan basis pendukung masing-masing. “Kita sudah tahu basis massa dari parpol itu, sehingga kita bisa dengan mudah melakukan pembagian-pembagian kerja, agar pasangan ini bisa melenggang lebih baik lagi,” kata Muzani.

Komunikasi akan dilakukan untuk memastikan dukungan koalisi Parpol dari Agus-Silvy beralih ke pasangan Anies-Sandi. Menurut dia, jika parpol tersebut nantinya merapat, semangat perubahan menjadi tema besar untuk memenangkan Anis-Sandi.

Hal ini didasarkan hasil hitung cepat pilkada putaran pertama yang menunjukan mayoritas masyarakat DKI Jakarta menginginkan gubernur baru. “Jadi semangat perubahan itu yang jadi tema besar dari pilkada putaran kedua ini. Jadi kemudian, kalau pernak-pernik lainnya, sesuatu yang nggak terlalu vital. Tapi yang penting, ada kesukaan dan kerelaan untuk gabung, ini sesuatu yang bagus,” katanya.

 

Sumber


729 Pages« First...91011...20...Last »