Fadli Zon Dukung Angket Skandal Ahok Gubernur Lagi

Fadli Zon Dukung Angket Skandal Ahok Gubernur Lagi

Fraksi Partai Gerindra di DPR ikut menggulirkan usulan Panitia Khusus Hak Angket terkait diaktifkannya kembali Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang berstatus terdakwa, sebagai Gubernur DKI Jakarta. Gerindra menduga ada pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 83 ayat 1 dan ayat 3.

“Kita ingin menguji sebuah pelanggaran yang dilakukan pemerintah dalam hal ini, yang tidak memberhentikan Basuki Tjahaja Purnama sebagai gubernur,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin 13 Februari 2017.

Selain adanya pelanggaran UU, Fadli juga menyebut ada yurisprudensi terkait masalah kasus pemberhentian gubernur yang berstatus terdakwa. Apalagi kata Fadli, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang pernah menyatakan akan memberhentikan Ahok.

“Terkait dengan janji Mendagri kepada media beberapa waktu itu, dia mengatakan ‘akan memberhentikan kalau sudah masa cutinya’. Tapi kenyataannya tidak demikian. Saya kira ini yang menjadi masalah dan ini (usulan hak angket) akan segera kami tandatangani,” ujar Fadli.

Setelah penandatanganan oleh sejumlah anggota Fraksi Gerindra, Fadli mengatakan juga akan berkomunikasi dengan sejumlah Fraksi lain. Sementara Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto juga disebut tidak menghalangi usulan angket untuk mengusut ‘Ahok Gate’ ini.

“Pak Prabowo welcome dengan inisiatif ini,” kata Fadli.

Setelah memberi pernyataan pengantar, Fadli kemudian menandatangani kertas usulan pengajuan hak angket. Langkah Fadli kemudian diikuti anggota Fraksi Gerindra yang lain.

Diketahui, jumlah anggota Fraksi Gerindra yang telah menandatangani ada 13 orang. Namun menurut Fadli jumlahnya akan bertambah untuk memenuhi persyaratan pengajuan hak angket ini.

 

Sumber


Fraksi Gerindra Resmi Usulkan Hak Angket ‘Ahok Gate’ ke DPR

Fraksi Gerindra Resmi Usulkan Hak Angket 'Ahok Gate' ke DPR

Fraksi Partai Gerindra resmi mengusulkan hak angket ‘Ahok Gate’, untuk menginvestigasi pelantikan kembali Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi gubernur DKI Jakarta meski berstatus terdakwa kasus penodaan agama.

”Kami dari Fraksi Gerindra, akan mengajukan angket ‘Ahok Gate’. Karena ini terkait dugaan pelanggaran terhadap UU KUHP 156a, UU Nomor 23 tahun 2014,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/2).

Menurut Fadli yang juga wakil ketua DPR tersebut, angket tersebut untuk menguji kebijakan pemerintah melantik Ahok kembali. Sebab, ia menilai, paling tidak ada tigal hal yang dilanggar pemerintah.

Yaitu KUHP, UU Pemda, dan tidak sejalan dengan Yurisprudensi. Kepala daerah yang sudah terdakwa, kata dia, bahkan belum masuk pengadilan sudah diberhentikan. Ia mencontohkan, kepala daerah yang pernah diberhentikan sebelum divonis adalah mantan gubernur Banten, Sumut, dan Riau.

Selain itu, Gerindra menilai, mendagri melanggar janji akan memberhentikan Ahok kalau sudah selesai masa cutinya. ”Saya kita ini yang menjadi masalah. Kita inisiator. Kita menyamakan dengan fraksi lain, PKS dan Demokrat. Kita menggunakan hak konstitusi,” kata Fadli.

 

Sumber


Wakil Ketua Umum Gerindra Bantah Isu Jabat Menteri Pertanian

Wakil Ketua Umum Gerindra Bantah Isu Jabat Menteri Pertanian

Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo membantah kabar yang mengaitkan namanya dengan posisi Menteri Pertanian.

Edhy mengaku tetap konsisten menjadi Anggota DPR RI dari Dapil Sumatera Selatan I.

Edhy kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR.

“Kabar tersebut adalah tidak benar dan tidak jelas sumbernya. Sehingga tidak perlu dibesar-besarkan,” kata Edhy melalui pesan singkat, Jumat (10/2/2017).

Edhy mengatakan dirinya masih ditugaskan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto tetap konsisten berjuang di lingkaran parlemen.

Edhy mengatakan Gerindra akan mendukung seluruh program pemerintah selama berpihak kepada rakyat.

Gerindra juga akan menjadi barisan terdepan yang mengeritik pemerintah bila kebijakannya tidak pro rakyat atau bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Edhy juga menyoroti kinerja Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Menurutnya, kinerja Menteri Pertanian Amran Sulaiman sejauh ini masih masih on the track dan mampu menjalankan tugas dengan baik.

“Posisi Menteri Pertanian bukanlah jabatan yang harus direshuffle,” kata Edhy.

Edhy mendukung Menteri Pertanian agar terus bekerja dengan sungguh-sungguh.

Serta dapat mengeluarkan kebijakan dan melakukan terobosan yang berpihak kepada rakyat pada umumnya.

“Serta berpihak kepada para petani khususnya,” kata Edhy.

 

Sumber


100% Kader Gerindra Ingin Prabowo Capres 2019

100% Kader Gerindra Ingin Prabowo Capres 2019

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Mohammad Haekal mengatakan, hampir seluruh kader partai akan mengusung Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2019.

“100 persen keinginan kader partai untuk mengusung kembali Prabowo Subianto sebagai capres 2019. Itu keinginan seluruh kader,” kata Haekal di kompleks parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (8/2).

Menurutnya, pencapresan Prabowo masih akan melihat hasil pembahasan RUU tentang penyelenggaran Pemilu yang kini dibahas di DPR. Pansus RUU Pemilu menargetkan pembahasan RUU Pemilu tersebut akan tuntas pada Mei 2017 mendatang.

“Insya Allah, beliau calon presiden 2019. Tapi kita lihat dulu hasil RUU Pemilu,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu.

Dalam perayaan HUT ke-9 Partai Gerindra Senin lalu, semua kader makin menyerukan agar Prabowo Subianto kembali menjadi calon presiden pada Pilpres 2019.

 

Sumber


Hadiri Perayaan Ultah Gerindra, Kader Teriakkan Prabowo Presiden

Hadiri Perayaan Ultah Gerindra, Kader Teriakkan Prabowo Presiden

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendapat sambutan meriah ketika menghadiri perayaan haru ulang tahun (HUT) Partai Gerindra di Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Senin (6/1). Massa partai Gerindra yang hadir memakai baju putih dan celana cokelat muda berbaris menunggu kedatangan pimpinan mereka Prabowo Subianto.

Saat Prabowo hadir di lokasi acara, massa Gerindra meneriakkan yel-yel Prabowo Presiden.

“Prabowo, Presiden. Prabowo Presiden,” ucap para kader Partai Gerindra yang hadir.

Prabowo datang sekitar pukul 10.00 WIB didampingi cagub dan cawagub DKI Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Acara perayaan ini tertutup bagi media itu dihadiri ribuan kader Gerindra dari seluruh pelosok Nusantara.

Dari pantauan, Jl RM Harsono tampak macet Senin pagi. Puluhan bus dari berbagai daerah terpaksa parkir di sisi jalan menuju taman margasatwa Ragunan maupun sebaliknya.

Juru bicara Partai Gerindra Ariseno Ridwan mengatakan, acara perayaan HUT Gerindra kali ini hanya diikuti internal partai saja. Bahkan media pun hanya boleh melihat acara dari gerbang utama kantor DPP Partai Gerindra itu.

 

Sumber


572 Pages« First...234...10...Last »