Hadiri Perayaan Ultah Gerindra, Kader Teriakkan Prabowo Presiden

Hadiri Perayaan Ultah Gerindra, Kader Teriakkan Prabowo Presiden

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendapat sambutan meriah ketika menghadiri perayaan haru ulang tahun (HUT) Partai Gerindra di Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Senin (6/1). Massa partai Gerindra yang hadir memakai baju putih dan celana cokelat muda berbaris menunggu kedatangan pimpinan mereka Prabowo Subianto.

Saat Prabowo hadir di lokasi acara, massa Gerindra meneriakkan yel-yel Prabowo Presiden.

“Prabowo, Presiden. Prabowo Presiden,” ucap para kader Partai Gerindra yang hadir.

Prabowo datang sekitar pukul 10.00 WIB didampingi cagub dan cawagub DKI Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Acara perayaan ini tertutup bagi media itu dihadiri ribuan kader Gerindra dari seluruh pelosok Nusantara.

Dari pantauan, Jl RM Harsono tampak macet Senin pagi. Puluhan bus dari berbagai daerah terpaksa parkir di sisi jalan menuju taman margasatwa Ragunan maupun sebaliknya.

Juru bicara Partai Gerindra Ariseno Ridwan mengatakan, acara perayaan HUT Gerindra kali ini hanya diikuti internal partai saja. Bahkan media pun hanya boleh melihat acara dari gerbang utama kantor DPP Partai Gerindra itu.

 

Sumber


Ahok Bikin Gaduh, Kenapa Pak Luhut yang ke Kiai Ma’ruf

Ahok Bikin Gaduh, Kenapa Pak Luhut yang ke Kiai Ma'ruf 1

Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra menilai terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah membikin gaduh karena bersikap tidak pantas ke Ketua Umum MUI yang juga Rais Aam PBNU Ma’ruf Amin. Gerindra merasa aneh lantaran sejumlah pejabat negara lah yang sowan ke Ma’ruf Amin dan bukan Ahok untuk meredam kegaduhan tersebut.

“Yang jadi soal hari ini kan, Ahok yang gaduh kok pendiri negara yang datang ke kiai? Ini kan yang datang, Kapolda, Pak Luhut, itu kan orang-orang terhormat yang datang ke Kiai Amin,” kata Ketua DPP Partai Gerindra Desmon J Mahesa di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Desmon pun mempertanyakan kedatangan Luhut, Kapolda dan Pangdam Jaya ke kediaman Ma’ruf. Sebab kedatangan mereka tepat setelah ramai pasca persidangan Ahok yang meragukan kesaksian tokoh NU itu.

 

Sumber

 


Mulut Ahok Diselotip Saja

ahikerrr

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerakan Indonesia Raya Desmon J Mahesa menilai ucapan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) harus segera dibatasi. Dia pun mengutip pernyataan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputeri kepada Ahok.

“Saya melihatnya, ya benarnya Bu Mega, mulut Ahok diselotip saja,” kata Desmon di DPR, Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Hal itu menanggapi sikap Ahok dalam persidangan perkaranya tentang penodaan agama. Dalam persidangan yang menghadirkan Ketua Umum Majelis Ulama Ma’ruf Amin, Ahok dan pengacaranya menanyakan soal adanya telepon dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono kepada Ma’ruf. Kubu Ahok menduga telepon itu membicarakan keluarnya fatwa MUI untuk ucapan Ahok soal Al-Maidah.

Dalam persidangan itu, ‎Ma’ruf membantahnya. Kubu Ahok pun mengatakan Ma’ruf berbohong dan mengatakan memiliki dokumen pembicaraan antara Ma’ruf dan SBY.

“Pada saat persidangan, bahasa tubuhnya, dia (Ahok) menyatakan punya sadapan. Tapi saat dikejar data, karena bicara penyadapan yang ilegal itu ada pidana, nah dia ini buang badan. Ahok dan pengacaranya buang badan.‎ Dan ada juga pengacara yang bilang itu hasil dari Tuhan. Kita jadi bingung,” ujar Desmon.

‎Wakil Ketua Komisi III DPR ini pun meyakini bahwa Ahok memiliki sadapan telepon itu. Namun, Ahok berdalih ketika ditagih bukti dari sadapan tersebut.

“Dalam konteks ini, kalau lihat persidangan itu, Ahok menyadap. Tapi sesudah itu dia berdalih bukan sadapan, tapi berita. Beda nuansanya,” kata Desmon.

 

Sumber


Gerindra Pertanyakan Luhut dan Kapolda Datangi KH Ma’ruf Amin

Gerindra Pertanyakan Luhut dan Kapolda Datangi KH Ma'ruf Amin

Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa mempertanyakan kedatangan Kapolda Metro Jaya M Iriawan dan Menko Maritim Luhut Panjaitan ke kediaman Ketua MUI KH Ma’ruf Amin, Rabu (1/2) malam. Kedatangan mereka persis setelah kegaduhan perihal dugaan penyadapan terhadap presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang diungkapkan cagub DKI, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di persidangan.

”Ini kan yang datang, Kapolda, Pak Luhut, itu kan orang-orang terhormat yang datang ke Kiai Amin. Ini inisiatif atau diperintah? Kok persoalan Ahok jadi hal yang luar biasa,” kata Desmond, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (2/2).

Desmond mengaku heran Ahok yang membuat kegaduhan, tapi yang datang ke Ma’ruf pejabat negara. Sehingga, ada kesan penguasa terlibat melindungi Ahok, dengan datangnya petinggi negara tersebut. ”Karena Ahok yang minta atau bosnya Ahok yang nyuruh orang-orang itu. Kenapa kesannya jadi jelek?” kata Desmond.

Desmond menilai ada keterlibatan negara dalam kasus penodaan agama oleh Ahok. Namun, hal itu memang sulit dibuktikan. Menurut dia, kegaduhan ini lebih kepada pertarungan pra-pilres. ”Bisa juga pertarungan antara keluarga SBY dan keluarga PDI Perjuangan,” katanya.

 

Sumber


Gerakan radikal jadi musuh bersama

Gerakan radikal jadi musuh bersama

Sekretaris Jenderal Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Ahmad Muzani mengatakan pengaruh ISIS sudah sangat kencang penetrasinya dan tidak hanya masuk ke masyarakat kalangan biasa, tapi telah merangsek masuk ke lingkaran pemerintah.

“Tidak swasta, tidak pemerintah, sama saja berpotensi,” katanya saat ditanya wartawan mengenai dideportasinya mantan pegawai Kemenkeu dari Turki karena diduga kepincut akan masuk ISIS.

Sebelumnya pemerintah Turki menangkap lima orang warga negara Indonesia di Istanbul, karena diduga kuat bagian dari jaringan ISIS di Timur Tengah. Kelima orang tersebut salah satunya merupakan salah satu pegawai di Kementerian Keuangan dan sudah dideportasi ke Indonesia melalui Denpasar, Bali.

Oleh karena itu ia mengajak semua lapisan masyarakat untuk terus membendung gerakan ISIS dengan cara memberikan pemahaman yang benar sesuai dengan ideologi bangsa.

“Karena itu tugas kita semua (pemerintah dan masyarakat) untuk meyakinkan ideologi yang benar, ideologi yang benar (Pancasila dan UUD 45) harus dikumandangkan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta kepada semua pihak agar menggunakan cara-cara yang manusiawi. Karena menurutnya cara-cara kekerasan tidak dapat menghentikannya.

“Saya kira pemberantasan ‎terorisme dengan persuasif harus dikedepankan,” ujarnya.

 

Sumber


578 Pages« First...91011...20...Last »