Soal Analisis TWK Terkait 2024, Gerindra Doakan KPK Tetap Kerja Maksimal

Soal Analisis TWK Terkait 2024, Gerindra Doakan KPK Tetap Kerja Maksimal

Mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengaitkan tes wawasan kebangsaan (TWK) yang berujung pada ‘penyingkiran’ sejumlah pegawai KPK dengan kontestasi politik 2024. Anggota Komisi III DPR Fraksi Gerindra Habiburokhman menilai tudingan KPK menjadi alat politik bukan hal baru.

“Tudingan KPK jadi alat politik bukan hal baru,” ujar Habiburokhman, saat dihubungi, Minggu (6/6/2021).

Habiburokhman mengatakan, sebelumnya, pengusutan kasus yang melibatkan Anas Urbaningrum juga dikatakan kental dengan politik. KPK, lanjutnya, saat itu dituding sebagai alat untuk meringkus Anas.

Waktu Pak Anas Urbaningrum dipersangkakan, juga ada narasi pengusutan tersebut kental nuansa politik sampai muncul istilah ‘nabok nyilih tangan’,” katanya.

Kendati demikian, Habiburokhman enggan berprasangka buruk terhadap KPK. Dia memilih terus mendoakan dan mengawal KPK agar tetap maksimal dalam menjalankan tugas pemberantasan korupsi akan lebih baik.

“Namun demikian, kami memilih untuk tidak berasumsi hanya berdasar prasangka, lebih baik kita kawal dan doakan agar KPK tetap maksimal seperti setahun belakangan ini dimana pencegahan, edukasi dan penindakan bisa berjalan dengan baik,” kata Habiburokhman.

Lebih lanjut, politikus Gerindra itu berharap polemik terkait nasib 75 pegawai KPK dapat diselesaikan. Habiburokhman menilai, jika pihak-pihak yang terlibat dapat duduk bersama, masih ada peluang merumuskan solusi menyelamatkan 75 orang pegawai tanpa mendiskreditkan pimpinan KPK.

“Soal nasib 75 karyawan KPK kami harapkan belumlah final. Jika pihak terkait bisa duduk bersama, kita masih berpeluang merumuskan solusi konkrit bagaimana menyelamatkan 75 orang tanpa perlu mendiskreditkan pimpinan KPK,” tuturnya.

Diketahui, eks jubir KPK Febri Diansyah mengaitkan TWK pegawai KPK dengan kontestasi politik 2024. Febri khawatir sengkarut TWK akan berisiko membuat KPK dijadikan alat untuk bertempur pada 2024.

Hal ini disampaikan Febri saat menjadi narasumber diskusi ‘Teka Teki Pemberantasan Korupsi’ yang ditayangkan Gusdurian Tv pada Jumat (4/6) lalu. Febri mulanya menyampaikan kekhawatirannya jika KPK tidak independen dan dikuasai kekuatan politik tertentu.

“Kalau kita bicara dalam konteks 2024, ada yang lebih berbahaya sebenarnya ketika KPK tidak independen, kalau KPK bisa dikuasai oleh kekuatan-kekuatan tertentu, kalau KPK bisa dikuasai kekuatan politik tertentu sehingga dia tidak independen,” kata Febri seperti dilihat detikcom, Minggu (6/6/2021).

Menurut Febri, ketidakindependenan KPK itu bisa membuat kontestasi politik di 2024 berjalan secara tidak fair. Dia menjelaskan kontestasi politik yang dimaksud bukan hanya Pilpres, tapi juga Pileg dan Pilkada.

KPK telah menanggapi pernyataan Febri Diansyah tersebut. KPK menilai analisis tersebut terlalu jauh.

“Sebagai sebuah analisa, siapa pun boleh berpendapat dan kita hargai. Namun terlalu jauh jika mengkaitkan pelaksanaan TWK bagi seluruh pegawai tetap maupun tidak tetap KPK ini dengan konstestasi politik 2024,” kata juru bicara KPK, Ali Fikri, saat dihubungi detikcom, Senin (7/6).

Ali menyebut KPK pada prinsipnya selalu mengedepankan penegakan hukum sesuai aturan dan koridor hukum yang berlaku. Karena itulah, menurutnya, independensi KPK menjadi hal yang mutlak.

 

Sumber


Pesan Sekjen Gerindra ke Wali Kota Samarinda: Atasi Sampah, Macet, dan Banjir

Atasi Sampah, Macet, dan Banjir

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menemui pengurus DPD dan DPC Gerindra se-Kalimantan Timur di Samarinda. Dalam pertemuan tersebut, Muzani mengingatkan kepala daerah terpilih dari partainya harus memberi solusi bagi permasalahan rakyat.

Muzani awalnya berbicara soal latar belakang lahirnya Gerindra. Dia menuturkan Gerindra lahir dari tekad untuk mewujudkan cita-cita Proklamasi.

“Salah satu janji partai Gerindra ketika di awal adalah memberi solusi atas problem bangsa, 6 Februari 2008, ketika partai ini didirikan salah satu gagasannya adalah bagaimana mewujudkan cita-cita proklamasi 1945,” kata Muzani dalam pernyataan tertulis yang diterima, Minggu (4/4/2021).

Kenyataannya, kata Muzani, banyak terjadi masalah di bangsa ini, di antaranya adalah kemiskinan dan ketimpangan di mana-mana. Pendirian Gerindra adalah untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

“Di kehidupan rakyat dan bangsa ini ada kemiskinan di mana-mana, ada kesenjangan di mana-mana ada problem di mana-mana olehnya itu kita sebagai anak bangsa merasa terpanggil untuk ikut bersama-sama menyelesaikan problem ini melalui Partai Gerindra,” ujarnya.

Lalu Muzani bicara soal capaian Gerindra di Pilkada 2020. Di Kalimantan Timur, ada dua kepala daerah jagoan Gerindra.

“Di Provinsi Kalimantan Timur, hasil pilkada ada dua kepala daerah dari Gerindra yang dinyatakan menang oleh KPU yakni Boni di Mahakam Ulu dan Andi Harun di Samarinda,” kata Muzani.

Dia berpesan agar Boni dan Andi Harun menjaga kedekatan dengan rakyat dan menjadi pemecah masalah di daerah masing-masing. Khusus di Samarinda, Muzani kembali mengingatkan ada 3 pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan.

“Problem Samarinda tadi saya dapat penjelasan dari Wakil Wali Kota, yakni sampah, kemacetan, dan banjir. Problem tiga ini yang sudah amat mendesak. Ketika Andi Harun menjadi Wali Kota yang diusung Partai Gerindra, tugas dia adalah bagaimana menyelesaikan problem ini. Dan ketika problem ini pelan-pelan sudah mulai terurai meski belum tuntas itu adalah bagian dari janji yang kita berikan kepada rakyat untuk diselesaikan. Ini adalah cara partai menyelesaikan,” ulas Muzani.

Dia mengingatkan pemimpin-pemimpin yang berasal dari Gerindra harus bertanggung jawab memenuhi janji partai ke rakyat. Kepala daerah, ataupun wakil rakyat dari Gerindra harus menjalankan amanah dengan baik.

“Andi Harun adalah wali kota yang sejak awal beliau punya ambisi untuk membangun Kalimantan Timur untuk membangun ibu kota provinsi menjadi kota metropolitan yang jauh lebih baik dari sekarang. Sebagai partai kami mendukung itu, kami mendorong beliau menjadi wali kota yang baik, berhasil di tingkat Samarinda sehingga rakyat bisa mengetahui bahwa kota yang diusung Gerindra adalah walikota yang berpihak kepada masyarakat,” ujar Muzani.

 

Sumber


Jelang PSU Pilgub Kalsel, Muzani-Gus Irfan-Denny Ziarah Makam Syekh Al Banjari

denny

Cucu pendiri Nahdlatul Ulama atau NU Hasyim Asyari, Gus Muhammad Irfan Hasyim, dan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani serta cagub Kalsel Denny Indrayana berziarah ke makam Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari (Syekh Al Banjari). Mereka juga berkeliling Ponpes Tebuireng untuk memastikan kemenangan dalam pemilihan suara ulang (PSU) Pilgub Kalsel pada Juni 2021.

“Saya bersama calon gubernur dan calon wakil gubernur Denny Indrayana-Difriadi Darjat dipimpin oleh Gus Irfan baru saja berziarah ke makam Syekh Arsyad Al Banjari, pakunya Kalimantan Selatan, sebagai orang yang akan mendapatkan kepercayaan memimpin Kalimantan Selatan. Dan sebagai orang yang beragama, sepatutnya kita tetap berziarah ke orang-orang yang berjasa menanam kebaikan dalam kehidupan kita, dan salah satu ulama yang kita hormati adalah Syekh Arsyad Al Banjari,” kata Ahmad Muzani dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (1/4/2021).

Muzani menyebut Gerindra sebagai partai pendukung Denny Indrayana-Difriadi Darjat ke depannya akan memperpendek jarak pemerintah dengan rakyat. Muzani ingin gubernur yang terpilih menjadi pelayan serta mendengarkan semua aspirasi masyarakat.

 “Tadi saya sudah menyampaikan kepada Prof Denny, bila dalam pemilihan suara ulang nanti Prof Denny jadi gubernur-H Difri jadi wakil gubernur, saya pesankan sekali-kali jangan pernah lupakan rakyat kecil di Kalimantan Selatan,” kata Muzani.
Muzani juga meminta Denny Indrayana-Difriadi Darjat, jika diberi amanah memimpin Kalimantan Selatan, seluruh masyarakat baik itu pendukung maupun bukan pendukungnya saat pilgub, harus dilayani.

“Di tangan Bapak, rakyat lemah bisa jadi kuat, di tangan Bapak yang setengah kuat bisa menjadi kuat, yang kuat bisa semakin kuat, yang belum pintar bisa menjadi rakyat yang pintar, orang yang pintar bisa menjadi lebih pintar. Di tangan Bapak, rakyat miskin bisa menjadi setengah kaya, jangan orang kaya tambah kaya, yang kaya dia-dia saja. Itulah kehidupan rakyat yang akan Bapak pimpin ke depan,” terangnya.

Muzani meminta seluruh kader Partai Gerindra dan seluruh partai koalisi untuk memenangkan Denny Indrayana-Difriadi Darjat dalam PSU mendatang.

 

Sumber


Diincar Jadi Basis Suara, Gerindra Yakin Jadi Partai Pemenang di Jatim

Diincar Jadi Basis Suara, Gerindra Yakin Jadi Partai Pemenang di Jatim12

Jawa Timur diincar DPP Gerindra sebagai basis suara dalam Pemilu Legislatif 2024 mendatang. DPD Gerindra Jatim yakin, pihaknya bisa menjadi partai pemenang.

“Dalam kegiatan konsolidasi di wilayah Mataraman, Sekjen DPP (Ahmad Muzani) memang minta khusus tugas, boleh dikatakan berat untuk melapis, selama ini basis gerindra di Jabar dan Banten, beberapa masukkan dari survei ada secercah harapan , Jatim ini bisa jadi basis Gerindra selain Banten dan Jabar,” ujar Plt Ketua DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad saat dikonfirmasi detikcom, Senin (29/3/2021).

Sadad yakin Gerindra bisa menjadi partai pemenang di Jatim. Dia melihat, masyarakat Jatim cenderung cair dan dinamis akan politik. Selain itu, fakta bahwa partai pemenang legislatif di Jatim selalu berubah dan dinamis.

Pemenang pemilunya gantian, PKB, Demokrat, PDIP. Sehingga itu menggambarkan sesungguhnya kultur pemilih di Jatim sangat cair dan dinamis,” terangnya.

Sadad mengaku, dirinya mendapat target 25 kursi di untuk DPRD Jatim. Saat ini, Gerindra memiliki 15 kursi di DPRD Jatim. Untuk kabupaten/kota, DPP Gerindra menargetkan setiap DPC memiliki kursi yang cukup untuk mengusung sendiri calon kepala daerah pada Pilkada Serentak 2024 mendatang.

Sementara menanggapi survei Charta Politika terkait elektabilitas  Prabowo Subianto sebagai Capres meraih 19,6 persen dan paling tinggi, Sadad menilai hal itu merupakan realita di masyarakat.

Fakta yang berhasil dipotret dan menggambarkan realita sebenarnya akan figur Pak Prabowo. Sejak menteri, perjumpaan Pak Prabowo dengan masyarakat terbatas, tetapi faktanya hampir seluruh survei menaruh Pak Prabowo teratas,” terangnya.

Gerindra Jatim menyatakan akan mendukung Prabowo jika nantinya maju dalam Pilpres 2024.

“Kalau Pak Prabowo dalam kongres luar biasa yang diselenggarakan tahun lalu, seluruh kader minta kesediaan Pak Prabowo maju di Pilpres 2024, sudah disampaikan. Akan tetapi seluruh keinginan, usulan diterima, beliau masih fokus tugas sebagai Menteri Pertahanan, bukan fokus untuk nyapres. Belum konfirmasi kesediaan beliau, tapi beliau ucapkan terima kasih atas kepercayaan (kader),” tandasnya

 

Sumber


Gerindra Sebut Tak Ada yang Spesial Terkait Pertemuan Muzani-Gibran di Solo

Gerindra Sebut Tak Ada yang Spesial Terkait Pertemuan Muzani-Gibran di Solo

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menemui Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Loji Gandrung. Partai Gerindra menyebut tidak ada yang istimewa terkait pertemuan tersebut.

“Apa yang dilakukan pak Muzani itulah agenda partai di kota Solo, untuk melakukan sepedahan dengan partai politik dan Wali Kota. Jadi saya pikir itu bukan suatu yang istimewa, karena pak Muzani emang rajin keliling ke daera-daerah,” ujar Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad saat dihubungi, Minggu (28/3/2021).

Dasco mengatakan, Muzani menghadiri agenda partai Gerindra di daerah. Menurut Dasco, pertemuan bukan merupakan agenda yang direncanakan jauh hari.

“Itu agenda partai di daerah, pak Muzani datang menyemangati dan kebetulan acara ini teristimewa karena ada Wali Kota Solo di acara tersebut,” kata Dasco.

“Jadi memang bukan agenda yang jauh-jauh direncanakan, tapi karena mengikuti undangan-undangan yang datang ke DPP,” sambungnya.

Diketahui, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menemui Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di rumah dinasnya di Loji Gandrung. Muzani dan Gibran menepis membahas Pilgub DKI Jakarta 2024.

“DKI 1 (Gubernur) 2024 masih lama, kami tadi membicarakan beberapa langkah beliau agar bisa menjadi Wali Kota yang berhasil seperti Pak Jokowi saat memimpin Kota Solo,” kata Muzani seusai pertemuan dengan Gibran di Loji Gandrung, Solo, Minggu (28/3/2021).

Pertemuan Gibran dan Muzani itu berlangsung sekitar satu jam. Rombongan Muzani terdiri dari Waketum Gerindra Sugiono, Ketua DPP Gerindra Prasetyo Hadi, Danang Wicaksana, Eko Wibowo, serta pengurus Partai Gerindra lainnya.

 

Sumber