Gerindra Nilai Cacat Hukum

Pengembangan Pasar Seputihbanyak, Lampung Tengah, terus menjadi sorotan. Kali ini disampaikan Fraksi Gerindra, yang menyatakan rekomendasi pimpinan DPRD Lamteng No. 15/Pimp/DPRD/LT/2011 tentang Persetujuan Pembangunan Pasar cacat hukum. Sebab, rekomendasi yang dikeluarkan tidak prosedural.

Itu disampaikan Fraksi Gerindra melalui surat tembusan resmi ke Radar Lamteng (grup Radar Lampung) kemarin. Surat tembusan itu ditujukan kepada pimpinan DPRD Lamteng dengan nomor 001-01/F-GERINDRA/LT/2011 tertanggal 11 Januari 2012. Surat ditandatangani Riagus Ria, S.E., ketua Fraksi Gerindra, dan Achmad Rosyidi, S.H., sekretaris.

Fraksi Gerindra meminta agar ada peninjauan kembali surat rekomendasi pimpinan DPRD Lamteng terkait persetujuan pembangunan Pasar Seputihbanyak. Mengingat ada beberapa hal yang menjadi persoalan. Seperti adanya surat penolakan dari pedagang Pasar Seputihbanyak yang ditandatangani 340 pedagang. Kemudian ada pengaduan pedagang ke DPRD Lamteng pada 9 Januari lalu. Selain itu, menindaklanjuti pengaduan pedagang, komisi III melakukan kunjungan ke Pasar Seputihbanyak pada 10 Januari.

Di samping itu, dalam surat tembusan Fraksi Gerindra disebutkan bahwa rekomendasi yang dikeluarkan pimpinan DPRD Lamteng tidak prosedural karena tak melalui persetujuan DPRD/paripurna. Surat rekomendasi juga tidak mengacu pada tata tertib DPRD dan perundang-undangan serta Perda No. 14 Tahun 2009 tentang Kerja Sama Daerah. Oleh sebab itu, Fraksi Gerindra meminta surat rekomendasi pimpinan DPRD ditinjau ulang.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Lamteng Hi. Syaifulloh Ali K.M. mengatakan, pada Jumat (13/1) pihaknya mengundang hearing tim kajian kerja sama daerah, asisten pemkab, dan Dinas Pasar Lamteng. ’’Menindaklanjuti kunjungan ke Pasar Seputihbanyak, kami telah menjadwalkan hearing Jumat nanti,” kata dia.

Sebelumnya, Syaifulloh menganggap Pasar Seputihbanyak masih layak ditempati. Karena bangunan yang ada masih dalam keadaan baik. Saat kunjungan diketahui bahwa pedagang tidak menyetujui adanya pengembangan pasar. Karena para pedagang masih memiliki piutang. Sehingga, mereka meminta waktu agar pengembangan ditunda.

Selain itu, di lokasi pasar ada 44 kepala keluarga (KK) yang sudah lama bertempat tinggal di sana. Ke-44 KK tersebut diminta camat Seputihbanyak untuk mengosongkan areal pasar. ’’Tetapi akan dipindahkan ke mana ke-44 KK itu belum ada kejelasan,” terangnya.

(radarlampung.com)


Fraksi Gerindra Sampaikan Hasil Reses III

Fraksi Gerindra usai Reses III Tahun 2011, membuat kesimpulan dari hasil kunjungan para kadernya ke daerah-daerah. Yang menjadi sorotan para kader Gerindra adalah dibidang Pemerintahan, Ekonomi, Keuangan, Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan masyarakat.

Menurut ketua Fraksi Gerindra, Syahrir, untuk Bidang Pemerintahan hal yang menonjol didapat para kadernya dari serapan aspirasi masyarakat adalah pengratisan pelayanan KTP, Kartu keluarga dan Akte Kelahiran. Pelayanan gratis itu hendaknya dipayungi dengan peraturan daerah. Juga, perlunya tunjungan tetap bagi para RT dan RW mengingat perannya yang berada pada ujung tombak membantu pemerintah.

Untuk Bidang Perekonomian, aspirasi yang diterima seputar peningkatan peran koperasi dan usaha kecil serta usaha mikro agar mendapat pembinaan dan pemberdayaan dari Pemerintah. Peningkatan peran tersebut, salah satunya untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang akhir-akhir ini untuk di pedesaan semakin langka.

Fraksi Gerindra meminta Pemerintah untuk memperhatikan industri unggulan di tingkat Kecamatan dan Kelurahan agar usaha mereka dapat bertahan dan berkembang. Pada kenyataannya, bantuan KUMKM tidak merata, sehingga banyak KUMKM yang bangkrut padahal produksinya cukup bagus dan bisa bersaing dengan daerah lainnya.

Dibidang pembangunan, masalah banjir masih menjadi persoalan dan seyogianya pihak Pemerintah membenahi saluruan irigasi, perbaikan infrastruktur jalan, bantaran sungai dan lingkungan yang kritis.

Terakhir, Fraksi Gerindra meminta kepada Pemerintah untuk meningkatkan Bidang Kesejahteraan masyarakat. Diusulkannya antara lain, penataan distribusi beras raskin agar tepat sasaran dan terarah pemberiannya. Kemudian khusus untuk dana jaminan kesehatan masyarakat agar anggarannya dinaikan sehingga lebih banyak masyarakat yang dapat jaminan kesehatan.

Terutama untuk dana BOS agar diperjelas kembali peruntukannya, mengingat biaya operasional sekolah misalnya untuk pembelian buku-buku pelajaran masih menjadi beban bagi para orang tua dan masih adanya sekolah yang memungut DSP.


Pilwako, Gerindra Masih Wait and See

JAMBI – Partai Gerindra Kota Jambi hingga saat ini belum menentukan sikap siapa yang bakal diusung dalam ajang Pilwako Jambi nanti. Walau diakui partai lain sudah mulai menentukan arah dukungan. “Gerindra belum, kita belum menentukan arah atau kebijakan mau kemana,” sebut Putra Absor anggota DPRD Kota Jambi dari Gerindra.

Memang diakui sudah banyak nama-nama calon yang akan ikut dalam ajang pemilukada Kota Jambi nanti. Namun banyaknya nama tersebut bukan jaminan Gerindra akan memilih salah satu di antara mereka. “Kita wait and see dulu, kita juga belum mendapat arahan ataupun petunjuk mengenai hal tersebut (dari DPP),” sebut dia lagi. Sejauh ini beberapa partai juga sudah berkoalisi untuk mengusung salah satu kandidat. ”Sah-sah saja itu. Koalisi untuk kandidat tidak dilarang kok. Tapi kita (Gerindra) masih menilai sejauh mana ketokohan seseorang,” sebut dia lagi. Tidak masuknya Gerindra dalam koalisi karena belum ada arahan dari pusat terkait hal tersebut.

Bicara mengenai komunikasi politik, Gerindra mengakui sudah melakukan hal tersebut terlebih untuk pilwako mendatang. Namun komunikasi
tersebut belum mencapai titik akhir. “Kita membicarakan bagaimana membangun Kota Jambi ini, dan kita mendukung kandidat yang mendukung ekonomi kerakyatan,” tegas dia. Namun Absor menolak untuk menyebutkan siapa saja  kandidat yang masuk nominasi partai tersebut. Bahkan menolak kalau sudah punya calon. “Makanya kita lihat-lihat dulu, siapa sebenarnya kandidat yang memang untuk kepentingan masyarakat,” sebut dia.

(metrojambi.com)


Gerindra Sosialisasikan Prabowo Capres

Sejumlah kader Partai Gerindra mulai menggiatkan sosialisasi Prabowo Subiyanto yang akan maju sebagai calon presiden Pilpres 2014. Ketua DPC Partai Gerindra Kota Semarang mengatakan, Pilpres 2014 dipastikan berlangsung seru. ”Beberapa nama telah dilirik sebagai cawapres untuk mendampingi Pak Prabowo. Mereka antara lain Aburizal Bakrie dan Dahlan Iskan,” ujar dia saat pertemuan dengan Paguyuban RT/RW serta pengurus PKK se-Kelurahan Genuksari, Kecamatan Genuk.

Acara juga diisi dialog bersama anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota. Suhariyanto mengatakan, warga Genuksari meminta agar partainya ikut memperjuangkan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.

”Kami sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat tentu siap membantu apa yang diaspirasikan oleh rakyat,” imbuhnya. Sebagai timbal balik, partainya menyosialisasikan sosok Prabowo Subiyanto sebagai Capres pada Pilpres 2014. Menurutnya, langkah DPC Partai Gerindra sesuai dengan arahan yang disampaikan oleh Prabowo agar selalu bersama masyarakat.

Warga Genuksari menyambut baik kehadiran Partai Gerindra dan Prabowo Subiyanto sabagai salah satu capres yang akan maju tahun 2014 mendatang. Selain masalah pencapresan, dalam dialog kemarin juga mengemuka persoalan pos pelayanan terpadu atau posyandu.

Lebih lanjut, bantuan posyandu perlu ditingkatkan. Jika selama ini tiap posyandu dibantu Rp 50 ribu/bulan, ke depan perlu ditingkatkan. Caranya, posyandu di kawasan perumahan elite tidak perlu mendapat bantuan. Dana dapat dialihkan ke daerah lain yang masih membutuhkan.

”Mereka yang tinggal di perumahan tentu terbilang sudah mampu. Karena itu, bantuan bisa dialihkan ke posyandu lain yang masih membutuhkan,” katanya sembari mengatakan bantuan tersebut agar tepat sasaran.

(suaramerdeka.com)


Gerindra Buat Program Benah Mesjid

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Makassar kembali membuat program benah masjid. Program tersebut diperuntukkan untuk sejumlah masjid yang jumlah peralatannya sangat minim, seperti speaker, mic, dan beberapa peralatan lainnya.
Selain benah masjid, Partai Gerindra juga melakukan bakti sosial dengan membantu masyarakat yang menjadi korban bencana alam, seperti banjir dan angin puting beliung.
Wakil ketua DPC Partai Gerindra Kota Makassar, Drs Amar Busthanul, mengatakan, semua program yang dicanangkan pihaknya merupakan gerakan sosial partai untuk berbagi bersama masyarakat. Pasalnya saat ini masyarakat sangat membutuhkan bantuan dari semua pihak, khususnya pemerintah baik dari tingkat provinsi maupun kota.
“Gerakan benah masjid telah kami lakukan sejak sebulan lalu. Masjid yang sudah kami benahi seperti Mesjid Al Muttaqin di Antang dan beberapa mesjid lain. Ini akan terus kami jalankan hingga akhir tahun 2012,” paparnya kepada Upeks di Makassar, akhir pekan lalu.
Anggota komisi C DPRD Makassar ini menghimbau agar masyarakat khususnya di Kota Makassar agar selalu waspada, dan menjaga lingkungan sekitar. Sebab, memasuki musim penghujan, berbagai bencana alam selalu mengintai termasuk banjir.
“Kami mengharapkan masyarakat bersama pemerintah dapat bekerjasama menjaga kebersihan, khususnya pembenahan drainase. Sebab tersumbatnya drainase juga menjadi penyebab banjir. Mengingat, daerah serapan air di Makassar semakin kurang, sehingga pembenahan drainase dianggap sebagai solusi yang tepat,” paparnya.

(ujungpandangekspers.com)