Kendaraan Operasional untuk DPC Gerindra Banten

Rapat konsultasi internal DPD Partai Gerindra dengan DPC dan DPAC se-Provinsi Banten, Rabu (3/8), berlangsung meriah. Kerumunan massa yang berkumpul dikantor DPD Gerindra Provinsi Banten, di Jl. Raya Cilegon No. 7B Serang, Banten, membuat kemacetan di ruas jalan tersebut.

Akibatnya ratusan kendaraan yang tengah ngabuburit (jalan-jalan sambil menunggu waktu berbuka) terpaksa jalan merambat, dan suara klakson pun bersautan. Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah tampak hadir di tengah-tengah rapat konsultasi pimpinan DPC dan DPAC Gerindra se-provinsi Banten tersebut, dan sekaligus melihat langsung kesiapan Partai Gerindra dalam mendukung pencalonan dirinya pada Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, yang berlangsung 22 Oktober nanti.

Ratu Atut dalam kesempatan itu, meminta jajaran pimpinan DPC dan DPAC Gerindra se-provinsi Banten untuk tetap pada komitmen mencalonkan dirinya dan H. Rano Karno sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Banten. Ia berharap, Partai Gerindra tetap solid dan tidak terjadi perpecahan.

Menanggapi permintaan Ratu Atut itu, Sekjen DPP Partai Gerindra H. Ahmad Muzani yang hadir pada pertemuan itu, meminta kader dan simpatisan Partai Gerindra turut menyukseskan Pemilukada ini, mulai pendaftaran, pemilihan hingga terpilihnya pasangan calon Gubernur Banten: Ratu Atut – Rano Karno.

Jadi, menurut Muzan kader Gerindra harus terdaftar dan ikut mengawasi proses pendaftaran hingga pelaksaan Pemilukada. “Kader Gerindra harus benar-benar menentukan pilihannya pada Hj. Ratu Atut, agar bisa langsung menang pada putaran pertama,” tandas Muzani, “Dan, bila telah terpilih, kader Gerindra ikut mengawal kepemimpinan Ratu Atut hingga 2016.”

Muzani menjelaskan alasan sehingga Gerindra mendukung pencalonan Ratu Atut, calon incumbent Gubernur Banten. Karena Gerindra menilai, Ratu Atut sebagai gubernur berhasil membangun Banten, sesuai dengan Delapan Program Aksi Partai Gerindra. “Karena itu, kepemimpinan Ratu Atut patut dilanjutkan, agar hasil pembangunannya semakin nyata,” kata Muzani.

Sebelum acara ditutup, tepatnya sesaat menjelang buka puasa, Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Banten H. Budi Heryadi, SE. SH., menyerahkan mobil operasional kepada 8 (delapan) DPC Partai Gerindra di Banten. Budi Heryadi berharap, mobil — yang dihiasi lambang Gerindra dan foto Ketua Dewan Pembinan Prabowo Subianto ini — bisa membantu pekerjaan DPC, terutama menghadapi Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur, serta pemilu 2014.

Dan, yang paling diharapkan oleh Budi, perolehan suara Gerindra di Banten meningkat. Kalau sekarang Gerindra Banten menempatkan hanya satu wakil di DPR RI, maka pada 2014 Fraksi Gerindra dari Banten harus mampu mendudukkan 10 orang wakilnya. Artinya, kalau 2009 Gerindra memiliki 5,6% suara, maka 2014 nanti, kita harus mendapatkan lebih dari 10% suara.


Gerindra Banten Bedah Rumah Model Gerindra

Usia Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) memang baru seumur jagung. Namun kiprahnya di masyarakat tak boleh dipandang sebelah mata. Sudah banyak yang dilakukan para kader dan simpatisan partai berlambang Kepala Garuda ini untuk masyarakat luas. Salah satunya seperti yang diprakarsai H. Budi Heryadi SE, SH, Ketua DPD Partai Gerindra Banten, yang juga anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra.

Ceritanya, saat reses lalu, sekitar Maret 2011, H. Budi Heryadi, SE., SH., melakukan kunjungan ke kawasan Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Saat berdialog dengan warga, muncullah keluhan dari seorang peserta dialog yang meminta bantuan agar ketua DPD Partai Gerindra itu ikut membantu renovasi rumah milik seorang janda bernama Mak Jimol (65).

Gayung pun bersambut, usai dialog, Budi Heryadi langsung menengok kondisi rumah yang kebetulan jaraknya berdekatan dengan tempat diskusi. Tanpa pikir panjang, kata Ator Maryoto, Ketua OKK Kabupaten Tengerang menirukan kata-kata Budi Heryadi: “Ya, sudah ayo kita renovasi rumah ini, saya yang bertanggung jawab atas seluruh biaya yang dibutuhkan”.

Sejak itu, selama hampir dua bulan lamanya, masyarakat sekitar rumah Mak Jimol, tepatnya di jl. Rempoa Raya, Gg. Swadaya Ciputat Timur pun turut membantu menyumbang tenaga melakukan renovasi rumah milik Mak Jimol. Setiap hari Sabtu dan Minggu, kata Ator, yang berlaku sebagai kepala proyek, puluhan warga membantu melakukan renovasi. Ada juga yang membantu memasak untuk makan orang-orang yang bekerja. Semua bahannya disumbang oleh H. Budi Heryadi. Praktis hanya ada beberapa tukang saja yang digaji, yang lain ikhlas bergotong-rotong.


Lampung Muzani Disambut Bak Raja

Habis manis sepah dibuang. Itulah nasib masyarakat kecil yang tinggal di desa terpencil, apalagi terisolir. Saat pemilu dan pemilukada berlangsung, mereka ini menjadi obyek para caleg dalam mengumbar janji. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk mendapatkan simpati dan dukungan. Namun, saat sudah terpilih, jangankan berkunjung, teringat janji kampanye pun tidak.

Inilah perasaan 14.000 penduduk yang tinggal di sembilan desa, wilayah Kecamatan Pematang Sawah, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Dari sekian kali pemilu yang sudah berlangsung, dan sekian banyak anggota legislatif terpilih, tidak seorang pun dari mereka pernah mau menengok dan berkunjung ke tempat dimana mereka tinggal. Demikian pula para pejabat negara hingga ajudannya. Apalagi untuk ukuran seorang presiden.

Akibatnya, kerinduan mereka bertemu, bersalaman dan mengemukakan keluh kesah kepada para petinggi negeri ini pun semakin memuncak. Dan, hal itu terjadi ketika Sekjen DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani, berkunjung ke sana pada masa reses lalu. “Mereka semua bergembira, dan datang berduyunduyun menyambut kedatangan saya,” cerita Muzani.

Tak hanya itu, kegembiraan juga mereka tunjukkan dengan menjamu tamu agungnya dari Jakarta itu dengan memotong binatang ternak, dan kesempatan itu dimanfaatkan makan bersama. Hal yang lebih menarik lagi, penduduk pun beramai-ramai menandu Muzani laiknya seorang raja.

“Itu kenangan yang tak akan pernah terlupakan,” ungkap Muzani. Apalagi untuk menjangkau daerah itu butuh perjuangan sangat berat. Butuh waktu 8 jam dari Bandar Lampung untuk bisa sampai ke tempat itu. Dan, kendaraan yang bisa digunakan hanya ojek dan perahu. “Jangan membayang ada jalan aspal di sana,” cerita Muzani. Nah, itu baru namanya wakil rakyat.


Gerindra NTB : Lulus Ujian Berkat Gerindra

Ujian Nasional (UN) kerap menjadi momok bagi sebagian siswa di lingkungan pendidikan swasta. Tak jarang, murid-murid di lingkungan lembaga pendidikan yang dikelola yayasan swasta tidak dapat mengerjakan soal yang diujikan.

Melihat kenyataan itu, DPD Partai Gerindra Nusa Tenggara Barat (NTB) tergerak melaksanakan kegiatan bertema Gerindra Peduli Pendidikan, dalam bentuk bimbingan belajar. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua minggu, menjelang UN lalu, tepatnya dimulai sejak 28 April 2011.

Bimbingan Belajar yang diprakarsai DPD Gerindra itu bekerjasama dengan anggota DPRD Provinsi NTB, M. Sakdudin, S.H., dilaksanakan di wilayah Lombok Timur. Kegiatan ini melibatkan 750 murid dari 10 Yayasan Pondok Pesantren beserta 30 orang guru sebagai tutor.

Hasilnya, sungguh membanggakan. Menurut Pjs. Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Willgo Zainar, SE, MBA., seluruh siswa di sepuluh sekolah yang mengikuti kegiatan bimbingan belajar itu lulus 100%. Keberhasilan itu tak urung disyukuri oleh semua siswa, orangtua dan para guru di sepuluh sekolahan tersebut.

“Kegiatan ini luar biasa, karena memberi manfaat yang sangat besar. Disaat siswa mengalami ketegangan menjelang ujian nasional dan mahalnya biaya bimbingan belajar, Gerindra hadir memberi solusi”, kata Willgo Zainar.


Gerindra Terjunkan Ratusan Relawan Terkait Tragedi Situ Gintung

Partai Gerindra menerjunkan sedikitnya 300 relawan untuk membantu para korban akibat jebolnya tanggul Situ Gintung. Relawan berasal dari Kecamatan Pamulang, Ciputat dan Ciputat Timur. Selain itu, partai berlambang kepala burung garuda warna kuning keemasan tersebut juga membuka dua posko bencana di dekat lokasi kejadian.

Kepada wartawan di Jakarta, Sekjen DPP Partai Gerindra Achmad Muzani mengungkapkan, relawan yang diterjunkan tersebut bekerja sejak pagi hari sekitar pukul 07.00 wib, antara lain untuk membantu aparat mencari sekaligus mengevakuasi para korban yang hilang.

Sementara posko bencana Partai Gerindra beroperasi sejak pagi hari — tak lama setelah tanggul Situgintung jebol. Muzani menyatakan, awalnya Gerindra mendirikan Posko di sekitaran lokasi bencana. Namun, kemudian disatukan di dekat Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta.

DPP Gerindra sendiri, lanjut Muzani, saat ini terus menghimpun bantuan dari pengurus, kader, maupun simpatisan partai untuk membantu para korban. “Ini bentuk kepedulian kami terhadap saudara-saudara kita yang terkena musibah akibat jebolnya tanggul Situgintung,” ujar Sekjen DPP Partai Gerindra itu.

Dihubungi terpisah, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Tangerang, Samsul Maarif mengatakan, selain menyiapkan layanan kesehatan bagi korban yang menderita luka, Posko bencana Gerindra juga membuka dapur umum untuk menyediakan makanan bagi para korban. Dapur umum akan dibuka satu minggu ke depan.

“Mulai pukul tujuh tadi pagi kami sudah siapkan makanan berupa nasi bungkus. Rencananya kami akan siapkan makanan untuk para korban bencana hingga satu minggu ke depan. Jika ternyata masih diperlukan, akan kami perpanjang lagi,” katanya.


305 Pages« First...10...301302303...Last »