PEMILU 2014: Gerindra Inventarisasi Caleg

WONOGIRI Pengurus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Wonogiri mulai melakukan penjaringan dan penyaringan calon anggota legislatif (Caleg) di semua tingkatan mulai DPRD kabupaten dan provinsi hingga DPR.

Pengurus menargetkan tahun ini nama-nama Caleg sudah tersusun sehingga pada 2013 sudah bisa melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk dipilih pada Pemilu 2014. Pernyataan itu disampaikan Ketua DPC Partai Gerindra Wonogiri, Sriyadi di kantornya, Jumat (17/2/2012).

“Saat ini sudah terjaring 32 caleg dan bertepatan HUT ke-4 Partai Gerindra semua caleg diminta melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar. Baik melalui pemasangan spanduk, baliho atau kegiatan lain agar caleg Gerindra dikenal oleh masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, sosialisasi merupakan salah satu sarana untuk mengukur tingkat loyalitas kader terhadap partai. “Walau seorang caleg terpilih didasarkan pada perolehan jumlah suara yang mencoblos namun dalam ketatanegaraan peserta Pemilu adalah parpol. Untuk itu, seseorang tidak bisa menjadi anggota Dewan di tingkat kabupaten, provinsi dan pusat apabila tidak masuk ke dalam partai,” katanya.

Gerindra, ujarnya, membuka peluang bagi semua masyarakat untuk mendaftarkan sebagai caleg. “Penjaringan dan penyaringan caleg harus selesai tahun ini. Finalisasi caleg akan dibahas seusai kongres Partai Gerindra yang digelar 17 Maret mendatang di Jakarta.”

Sriyadi yang juga pegiat LSM di Wonogiri ini menegaskan dua anggota DPRD Wonogiri asal Gerindra mendapat prioritas sebagai caleg. “Tetapi apabila di tengah jalan keduanya tidak loyal terhadap partai akan dipecatnya. Karena itu, jumlah caleg yang terdata saat ini masih bisa bertambah dan berkurang,” paparnya.

(solopos.com)


KPA: Presiden SBY Tiga Kali Ingkar Janji

BATAM — Konsorsium Pembaruan Agraria menagih janji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait reformasi agraria. Presiden Yudhoyono dinilai tidak kunjung mewujudkan janji menandatangani Peraturan Presiden tentang Reforma Agraria.

Deputi Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Iwan Nurdin mengatakan, terakhir Presiden berjanji bahwa rancangan peraturan itu akan ditandatangani pada akhir Januari 2012. Namun, janji itu tidak kunjung direalisasikan sampai sekarang. ”Kami mencatat sedikitnya tiga kali Presiden Yudhoyono menjanjikan itu,” ujarnya, Jumat (17/2/2012), di Jakarta.

Janji itu, antara lain, disampaikan pada Januari 2010 di Marunda, Jakarta. Janji serupa diulangi pada Oktober 2010 di Istana Bogor. Selanjutnya, Desember lalu, Presiden mengungkapkan kembali rencana mengesahkan RPP Reforma Agraria sebagai respons atas maraknya konflik agraria. Namun, sampai sekarang janji itu tidak kunjung diwujudkan.

Sikap berbeda ditunjukkan saat pemerintah membuat aturan yang berpihak pada kebutuhan pemodal. Undang-Undang Pengadaan Tanah yang menguntungkan pengusaha dikawal pemerintah sampai disahkan DPR. ”Pengesahan RPP tidak butuh proses di DPR. Hanya perlu kemauan politik Presiden untuk menandatanganinya,” tuturnya.

(kompas.com)


Gerindra Dukung Program Jumat Bersih

Ambon – Partai Gerindra mendukung program Jumat bersih yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, demi menciptakan kota ini bersih dan indah.

“Program Jumat bersih tidak menggangu pelayanan publik kepada masyarakat seperti yang dikritik Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Ambon,” ungkap Ketua DPC Gerindra Kota Ambon, Phill Latumerisaa kepada warta­wan di Ambon, Kamis (16/2).

Menurut Latumerissa, program ini merupakan program prioritas pemkot, dikarenakan kegiatan tersebut hanya ber­langsung selama dua jam seperti yang telah dijelaskan Pak Walikota di media massa sehingga bagi pihaknya hal itu tidak ada masalah sebab setelah menjalankan program ini seluruh PNS di lingkup pemkot dapat kembali berakti­vitas seperti biasanya.

Untuk itu sebagai anggota DPRD, seharusnya berpartisi­pasi dalam mendukung program Jumat bersih, sebagai contoh anggota DPRD dapat turun langsung menjadi garda terdepan bersama-sama de­ngan para pegawai untuk me­lakukan pembersihan, bukan membangun wacana yang dapat melahirkan kontra produktif dengan kebijakan pemkot yang populis serta menyentuh kepentingan umum rakyat di kota ini.

“Seharusnya DPRD tidak memberikan kritik ataupun argumentasi, namun harus sebaliknya mendukung program ini sebab berkaitan de­ngan kebersihan lingkungan, tata kelola sampah maupun juga pelayanan publik. Malah masyarakat memberikan apre­siasi sebab perlahan-lahan mulai ada perubahan terha­dap wajah kota ini yang su­dah terlihat bersih,” ujarnya.

Dia menambahkan, Partai Gerindra tetap mendukung seluruh program pemkot yang dilaksanakan bagi kepenti­ngan dan kesejahteraan mas­yarakat yang ada di kota ini.

(siwalimanews.com)


15 PAC Gerindra Dilantik

TARUTUNG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sumatera Utara melantik 15 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerindra se-Taput.

Ke 15 PAC ini nantinya diharapkan mampu meperkenalkan Partai Gerindra kepada publik. Ketua DPD Partai Gerindra Sumut Ramses Simbolon, didampingi Ketua DPC Taput Bangkit P. Silaban mengatakan, pengurus baru PAC Gerindra harus lebih cepat bekerja. Ini mengingat Pemilu 2014 sudah semakin dekat.“Jadi jangan hanya selesai dilantik, lantas tak ada bekerja,” ujar Ramses.

Dia juga mengingatkan pengurus partai mampu membina kader partai. Tetapi juga menghimpun warga lainnya untuk bergabung ke partai.Menurut Ramses, partai besutan mantan Pangkostrad Letjen TNI AD Prabowo Subianto ini membutuhkan “pasukan” yang baik.”Maksudnya pasukan yang baik itu yakni revolusi putih,”ujarnya.

Sementara itu,Ketua DPC Gerindra Taput,Bangkit P Silaban mengatakan, partainya kini menjadi partai yang modern. Namun modern saja,kata dia,tidak cukup.Partai juga harus menjadi partai besar.“Partai yang besar adalah ketika PAC bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan melantik ranting-ranting. Pada saat ini juga kita melaksanakan,”kata dia.

(seputar-indonesia.com)


Mahasiswa Tolak Kehadiran SBY di Solo

SOLO – Dua kelompok aktivis mahasiswa berunjuk rasa menolak kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dijadwalkan singgah di Kota Solo, Jawa Tengah, itu usai meresmikan Museum Sangiran, Sragen, Kamis (16/2).

unjuk rasa mereka lakukan di Bundaran Gladag, Kota Solo. Aksi pertama dilakukan Forum Bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Unjuk rasa itu diikuti sedikitnya oleh 20 mahasiswa. Selain berorasi dan membentangkan poster berisi penolakan atas kedatangan SBY, mereka juga menggelar aksi teaterikal.

Para pengunjuk rasa melempari topeng wajah SBY yang dikenakan salah seorang mahasiswa dengan telur. “Kami sangat tidak setuju dan sangat menolak SBY mengunjungi Solo yang kota budaya dan mudah-mudahan bersih dari korupsi ini,” teriak koordinator aksi, Amin, dalam orasinya.

Aksi penolakan itu merupakan wujud kekecewaan pengunjuk rasa terhadap ketidaktegasan SBY dalam memberantas korupsi. Mulai dari kasus Bank Century sampai dugaan korupsi yang dilakukan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin. “SBY lebih peduli partainya dari pada rakyat,” tambah Presiden BEM UNS Arif dalam unjuk rasa yang mendapatkan penjagaan cukup ketat dari aparat kepolisian itu.

Setelah massa BEM UNS selesai menyuarakan aspirasinya, giliran aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar aksi penolakan serupa. Mereka menutup mulut mengunakan plester dan berjalan mundur dengan cara jongkok sebagai cerminan atas ketidakpuasan terhadap SBY yang dinilai hanya pandai beretorika.

(mediaindonesia.com)


288 Pages« First...10...271272273...280...Last »