Haryanto-Budiyono Sementara Unggul di Pemilu Kada Pati

PATI–MICOM: Hasil perhitungan sementara Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilu Kada) ulang Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menempatkan pasangan Haryanto-Budiyono, unggul sementara. Pasangan yang diusung tujuh partai koalisi, yakni PKS, PKB, PPP, Gerindra, Hanura, PPI dan PKPB, ini berhasil meraup sebanyak 171.909 suara atau sekitar 39,93 persen.

Sementara, urutan kedua ditempati pasangan Imam Suroso-Sujoko yang diusung oleh PDIP, mendapatkan 148.063 suara atau sekitar 34,39 persen. Disusul pasangan Slamet Warsito-Sri Mulyani sebanyak 92.734 suara atau 21,54 persen.

Pasangan Kartina Sukawati-Supeno yang diusung Demokrat menempati urutan keempat dengan memperoleh suara sebanyak 6.337 atau 1,47 persen. Sedangkan, posisi kelima Sri Merditomo-Karsidi meraih 7.651 suara atau 1,78 persen.

Terakhir, posisi keenam, ditempati pasangan Sri Susahid-Hasan sebanyak 3.842 suara atau 0,89 persen.

Perhitungan tersebut berdasarkan data perhitungan sementara KPU Kabupaten Pati hingga tadi malam, dari jumlah surat suara semenatara yang diterima KPU Pati sebanyak 430.535 suara dari 1.453 TPS atau 63,45 persen dari total 2.290 TPS yang tersebar di 21 kecamatan di Kabupaten Pati. (FU/OL-10)


Pasangan TIBA dan SAE Mendaftar de KPU

CIMAHI, (PRLM).- Dua Pasangan Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Cimahi, mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi, Minggu, (17/6/12). Mereka adalah Gantira Kusumah-Bambang Suprihatin (TIBA) yang diusung Partai Gerindra, Hanura dan Pelopor sedangkan Pasangan Supiyardi-Encep Saepuloh (SAE) didaftarkan oleh PKS dan PDI-P.

Kedua pasangan optimistis akan memenangkan Pemilukada yang berlangsung 8 September mendatang. Gantira Kusumah mengatakan dengan waktu yang tersisa kurang dari tiga bulan, ia dan timnya mampu merebut hati masyarakat Cimahi dengan program-program yang ditawarkan.”Kami siap beradu program dengan kandidat manapun dan siap bergerilya untuk meningkatkan perolehan dukungan,”tutur politisi asal Partai Gerindra.

Gantira menambahkan koaliasi tiga partai dengan perolehan tujuh kursi di parlemen pada pemilu 2009, hanya sebagai modal awal Pasangan TIBA untuk memperkuat dukungan suara.Pihaknya menyakini, mayoritas pemilih pemula akan menjatuhkan pilihannya kepada pasangan TIBA.

Sedangkan Encep Saepuloh, Bakal Calon Wakil Walikota Cimahi mengklaim telah mendapatkan dukungan awal suara yang cukup signifikan.”Kepercayaan masyarakat Cimahi terhadap PKS dan PDI-P pada pemilu 2009 mencapai 30% jumlah pemilih.Kami optimistis suara dari simpatisan saya dan pak Supiyardi bisa menambahnya,” tutur Encep yang juga Sekretaris Daerah non aktif Kota Cimahi.

Sementara itu Ketua KPU Kota Cimahi, Ikin Sodikin menuturkan sejumlah pasangan yang masih belum melengkapi beberapa persyaratan administratif seperti Laporan Kekayaan Harta Penyelenggara Negara (LKHPN) yang akan diserahkan ke Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). “Hal itu bisa kami maklumi karena formulirnya baru kami serahkan saat pasangan tersebut mendaftar,” tutur Ikin.

Ikin menambahkan, LPKHN bisa diserahkan langsung oleh para bakal calon ke KPK atau dititip melalui KPU. “Mengenai kebenaran isi LPKHN bukan kewenangan kami, yang KPU minta adalah tanda terima dari KPK, sebagai bukti penyerahanannya,” Ikin menjelaskan.

Dalam waktu dekat KPU juga akan mengumumkan daftar kekayaan Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Cimahi. Pengumuman tersebut akan dilakukan setelah ditutupnya pendaftaraan pada senin (18/6). (CA-10/A-108)***


20 Gereja di Aceh Disegel dan Terancam Dibongkar

Sebanyak 20 gereja di Aceh, khususnya di Kabupaten Singkil, telah disegel dan terancam dibongkar oleh pemerintah daerah setempat. Gereja-gereja itu dianggap tidak memenuhi syarat pembangunan tempat ibadah yang ditetapkan pemerintah daerah.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Eva K Sundari, mengatakan, ia dan politisi PDI-P lain, yakni Adang Ruchiatna dan Moh Sayed, serta Suroso dari Fraksi Partai Gerindra, menerima pengaduan penutupan 20 gereja di Aceh dari Aliansi Sumut Bersatu, Senin kemarin.

Sumber masalah dari penutupan tempat ibadah itu, kata Eva, yakni Peraturan Gubernur Nomor 25 Tahun 2007 tentang Pedoman Pendirian Rumah Ibadah. Dalam Peraturan itu, lanjut dia, syarat pendirian tempat ibadah lebih berat dibanding Surat Keputusan Bersama (SKB) dua menteri yang mengatur hal sama.

“Kalau SKB mensyaratkan 60 anggota jemaat gereja untuk mengajukan permohonan IMB (izin mendirikan bangunan), maka peraturan gubernur itu meminta 150 anggota jemaat,” kata Eva di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (12/6/2012).

Eva menambahkan, yang lebih menyedihkan adalah adanya fatwa lokal yang mengharamkan umat Muslim untuk memberi tanda tangan persetujuan pembangunan tempat ibadah selain masjid. Artinya, kata dia, upaya meminta tanda tangan persetujuan dari masyarakat sekitar tidak mungkin tercapai.

Eva menambahkan, bukan hanya tempat ibadah baru yang terancam dibongkar. Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi yang sudah berdiri sejak 1932 pun dipaksa untuk mengikuti kesepakatan komunitas tahun 1971 dan 2001 yang berisi hanya memperbolehkan satu gereja di Kabupaten Singkil.

“Sesuatu yang tidak relevan mengingat saat ini penganut agama Kristen sudah mencapai 1.500 keluarga. Mereka menyebar di seluruh wilayah Kabupaten Singkil. Belum lagi umat Khatolik yang tidak mungkin berbagi gereja dengan umat Protestan,” ucap Eva.

Eva mengatakan, perlu ketegasan dan bimbingan dari pemerintah pusat agar pelaksanaan keistimewaan Aceh tetap dalam koridor NKRI. Menurut dia, kesepakatan tahun 1971 dan 2001 itu tidak sesuai dengan konstitusi sehingga tidak boleh dipaksakan.

“Bimbingan dari Menteri Dalam Negeri (Gamawan Fauzi) diperlukan agar muspida dan Kapolres dapat bertindak adil dan netral bagi semua warga negara sesuai hukum nasional dan tidak tertekan oleh ormas intoleran setempat,” minta Eva. (kompas)


Siapkan Cabup Ideal, PBB-Gerindra Koalisi

PAMEKASAN- Partai Bulan Bintang (PBB) dan Pertai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) bertemu untuk membicarakan koalisi menghadapi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Pamekasan Januari 2013 mendatang. Keduanya mulai menjajaki Calon Bupati (Cabup) dan wakilnya yang diusung dalam Pilkada nanti.

Pertemuan penjajakan koalisi dilaksanakan Kamis (7/6) lalu di diruang fraksi PBB DPRD Pamekasan. Sejumlah petinggi kedua parpol tersebut membicarakan format koalisi. Pertemuan ini dihadiri Sekretaris Majelis Pembina Cabang (MPC) PBB Pamekasan A. Muzairi dan Sekretaris DPC PBB M.Suli Faris. Sementara dari Gerindra dihadiri langsung oleh Ketua DPC Gerindra Agus Sujarwadi dan Wakil Sekretaris Esa Arif A.S
“Kami serius membicarakan pola koalisi yang akan dibangun kedepan. Itu dilakukan supaya ada perubahan kearah yang lebih baik di Pamekasan. Kalau dalam jangka pendeknya, bisa melalui momentum pemilukada bupati-wabup yang akan kita laksanakan pada awal januari mendatang,” ujar Suli Faris, Sabtu (9/6).
Ketua Komisi A DPRD Pamekasan ini menuturkan, PBB dan Gerindra bersepakat akan berkoalisi dan mengusung calon pimpinan daerah dalam pemilukada pada Januari 2013 mendatang. Soal nama bakal calon yang bakal diusung masih belum dibicarakan, dan akan diumumkan ke public pada saat yang tepat nanti.

Sementaa, Sekretaris MPC PBB A. Muzairi mengungkapkan, setelah koalisi formal dibangun dan masukan dari kedua pengurus parpol telah diperolah dari seluruh tingkatan, langkah selanjutnya mengumumkan calon yang akan diusung. Menurut dia calon akan diumukan sekitar bulan Juli. Sebab, masih memerlukan kajian lebih dalam lagi. Terutama  menyangkut figur yang cocok dengan situasi Pamekasan kedepan.

Ketua DPC Gerindra Pamekasan  Agus Sujarwadi mengatakan koalisi antara Gerindra dengan PBB pihaknya optimis akan menemukan figur bupati Pamekasan yang ideal. Dia juga yakin bahwa koalisi Gerindra dan PBB pada akhirnya juga akan diikuti parpol lain, sehingga bisa menambah kekuatan koalisi.

“Bulan depan pengurus cabang sampai ranting akan berkumpul untuk membicarakan figure calon bupati yang ideal itu. Semoga saja akan berjalan aman dan lancar. Animo masyarakat akan perlunya figur bupati  Pamekasan yang ideal sangat besar, sehingga kami akan berupaya menemukan figur yang pas,” tuturnya.
Agus mengakui bahwa jajakan koalisi PBB Gerindra kini telah banyak didengar petinggi parpol  lain dan mendekat untuk bergabung dengan koalisi yang akan dibangun. (mas – Surabaya Post Online)


Gerindra tak Terpengaruh Hasil Survei LSI

Bandung – Partai Gerindra cuek melihat hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Berdasarkan survei LSI, Dede Yusuf diprediksi memenangkan Pilgub Jabar 2013. Sementara bakal calon (balon) gubernur dari Gerindra, termasuk Rachel Maryam, raihan suaranya jeblok.

“Buat saya, hasil yang kemarin itu (LSI – red) tidak berpengaruh baik ke saya pribadi atau partai,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Oo Sutisna saat ditemui di Kantor DPD Gerindra Jabar, Jalan Cimanuk, Jumat (8/6/2012).

Ia sendiri mengajak semua pihak berpikir logis melihat hasil survei LSI. Sebab orang yang disurvei jumlahnya sedikit. Sementara jumlah penduduk Jabar di atas 43 juta orang.

“Yang disurvei kan sedikit. Saya bukan tidak percaya, hanya harus kita lihat berapa yang disurvei, berapa persen dari penduduk Jabar. Yuk kita berpikir rasional,” jelasnya.

Oo mengatakan, pihaknya tetap optimistis meski hasil survei menempatkan para balon Gerindra di posisi bawah. “Kenapa kita harus panas dingin mengetahui hasil survei itu. Tapi itu membuat kami semangat untuk berusaha memenangkan pilgub,” tandasnya.

Ia pun mengajak para balon gubernur dari Gerindra untuk tetap punya keyakinan bisa memenangkan pilgub. “Jangan kecil hati. Masih banyak peluang untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas,” tegasnya.

Meski cuek dengan hasil survei, Oo menyampaikan selamat pada Dede Yusuf yang diperkirakan bakal memenangkan pilgub. “Yang jelas saya ucapkan selamat pada orang yang hasil surveinya paling tinggi,” tandasnya.

(ors/ern – detik Bandung)


283 Pages« First...10...249250251...260...Last »