Gerindra Susun Nama Caleg

JAMBI – Saat ini, DPC Partai Gerindra Kabupaten Muarojambi sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi Pemilu 2014 mendatang. Ini ditegaskan langsung oleh Salman, Ketua DPC Partai Gerindra Muarojambi, kemarin. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempersiapkan kader-kader terbaik partai untuk ditempatkan sebagai calon anggota legislatif pada pemilu 2014 mendatang.

“Kita mulai mempersiapkan caleg per dapil. pembagian kita lakukan sejak dini agar caleg puas untuk melakukan sosialisasi. Para caleg juga bisa fokus untuk melakukan sosialisasi di dapilnya masing-masing,” sebutnya. Tidak hanya itu, pihaknya juga terus fokus melakukan konsolidasi internal partai. “Kita juga membentuk koordinator kecamatan (korcam). Para korcam ini ditunjuk dari pengurus DPC.

Kita sekarang juga intens turun ke masyarakat. Apa pun yang dibutuhkan masyarakat, kita siap bantu sesuai dengan kemampuan kita. Gerindra siap 24 jam untuk membantui masyarakat,” tandasnya.

Menurut Salman, semua program dan kegiatan merupakan wujud nyata yang dilakukan oleh seluruh kader Partai Gerindra di Provinsi Jambi, merupakan amanah Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra H Prabowo Subianto dan diteruskan oleh Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi H AR Sutan Adil Hendra.

(metrojambi.com)


Gerindra: KPK Jangan Budayakan Tarik Ulur

JAKARTA – Partai Gerakan Indonesia Raya melihat pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang baru masih mempraktikkan budaya tarik ulur kasus. Budaya tarik ulur ini maksudnya budaya lambat dan mengulur-ulur waktu untuk mengambil keputusan menyelidiki atau menyidik kasus padahal bukti dan saksi sudah kuat.

“Dalam kasus cek pelawat misalnya, pimpinan KPK baru menetapkan Miranda S Gultom sebagai tersangka setelah sebelumnya Ketua KPK berkali-kali mengatakan akan ada tersangka baru dalam kasus tersebut,” kata Ketua Bidang Advokasi Dewan Pimpinan Pusat Gerindra, Habiburokhman,  Selasa 31 Januari 2012.

Budaya tarik ulur ini juga terjadi dalam kasus Wisma Atlet. Keterangan sejumlah saksi dan tersangka sudah mengarah pada sejumlah nama seperti Anas Urbaningrum dan Angelina Sondakh, namun KPK tak kunjung menetapkan mereka sebagai tersangka.

“Sementara Wakil Ketua KOK Bambang Widjajanto mengatakan bahwa keterangan saksi dalam persidangan adalah bukti yang sah,” kata Habib.

Gerindra mengingatkan, budaya tarik ulur ini justru bisa membuat koruptor untuk cukup waktu melawan. Bahkan komisioner KPK pun bisa menjadi sasaran kriminalisasi.

“Jika budaya tarik ulur ini terus dipertahankan, dapat dipastikan tidak banyak kasus besar seperti kasus Century, kasus Nazaruddin, kasus Badan Anggaran, bisa diselesaikan oleh pimpinan KPK periode III ini,” kata Habib.

(vivanews.com)


Ketua DPC Gerindra Pangkep Beri Bantuan Puting Beliung

Pangkep – Ketua DPC Gerindra Pangkep Kamrussamad mendatangi lokasi bencana puting beliung di Kampung Lomboka, Kelurahan Tekolabbua, Pangkajene, Pangkep, Selasa (31/1/2012).

Di bawah sebuah tenda, Kamrussamad memberi bantuan sekaligus memberi motivasi kepada warga yang mengalami korban.

Sedikitnya 40 rumah rusak parah di kawasan ini akibat terjangan puting beliung, Senin (30/1/2012) dini hari.

Sebelumnya, peraih suara terbanyak kelima Pemilu DPD 2009 ini melayat di rumah duka di Kampung Gellengnge Kecamatan Ma’Rang, Pangkep. Seorang warga Gellengnge, Abd Rahim bin Abd Wahab, meninggal dunia Senin malam.
Kamrussamad juga masih berduka setelah orangtuanya, Haji Mustahiq, berpulang ke Rahmatullah, Senin (30/1/2012) pagi.

(tribunnews.com)


Gerindra Muarojambi Bagi-bagi Susu

JAMBI – Guna memperingati Hari Gizi Nasional, DPC Partai Gerindra Kabupaten Muarojambi membagi-bagi minuman susu secara gratis kepada anak-anak di Muarojambi. Salman, ketua DPC Gerindra Muarojambi mengatakan, tujuan pembagian susu segar kepada anak-anak ini, untuk mengajak masyarakat gemar minum susu yang mempunyai nilai gizi tinggi.

“Karena pembagiannya hari Minggu, kita berikan lansung dengan turun ke masyarakat. Juga kepada anak-anak yang sedang mengaji di madrasah,” ujarnya.

“Pembagian susu ini kita lakukan serentak di Indonesia. Kegiatan ini dalam rangka peringatan hari gizi yang jatuh setiap tanggal 25 Januari,” sambungnya.

(metrojambi.com)


Gerindra Tingkatkan Ekonomi Kalsel

Kalimantan Selatan – Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kalimantan Selatan terus berupaya meningkatkan ekonomi petani dan nelayan.

“Meningkatkan ekonomi pertani dan nelayan, bagian dari peningkatan ekonomi kerakyatan,” ujar Ketua DPD Gerindra Kalsel, H Abidin H.H pada Rapar Kerja Daerah (Rakerda) partai politik (parpol) tersebut, di Banjarmasin, Minggu.

Karena itu Rakerda Gerindra Kalsel yang berlangsung sehari, antara lain untuk menyusun program kerja yang nanti betul-betul menyentuh keperluan rakyat banyak, seperti warga tani dan nelayan, lanjutnya didampingi Ketua Dewan Penasihat H Achmad Yudhi Wahyuni.

“Dengan membangun dan meningkatkan ekonomi kerakyatan, Gerindra berharap dapat mendongkrak perolehan suara Pemilu 2014 serta Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden mentang,” demikian Abidin.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD Gerindra Kalsel H Nahwan menegaskan, peningkatan ekonomi kerakyatan tersebut sesuai program besar partainya sejak lama.

Oleh karenanya, sasaran peningkatan ekonomi kerakyatan dari Gerindra, para petani dan nelayan yang tinggal di daerah-daerah pinggiran.

“Terlebih lagi seperti nelayan yang menduduki persentasi terbesar atau 60 persen dari jumlah penduduk miskin di Kalsel yang mencapai 190 ribu orang, perlu menjadi perhatian bersama,” ungkapnya.

Ia menerangkan, sebagai salah satu meningkatkan ekonomi kerakyatan yang dilakukan Gerindra selama ini antara lain memberikan bantuan pembangunan warung serba ada (waserda) di daerah pesisir.

Keberadaan waserda itu juga untuk meringankan para nelayan dalam memenuhi keperluan hidup sehari-hari keluarga mereka, lanjutnya.

Menurut dia, peningkatan ekonomi nelayan akan cepat tercapai, jika ada dukungan kuat dari pemerintah daerah, seperti Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), terutama dalam pemasaran hasil tangkapan mereka.

“Sebab seperti cumi-cumi hasil tangkapan nelayan, kalau dijual di Satui, Kabupaten Tanah Bumbu Kalsel, hanya mendapatkan uang sekitar Rp20.000/Kg. Tapi kalau menjual ke Surabaya bisa mencapai Rp100.000/Kg,” demikian Nahwan.

(antaranews.com)


259 Pages« First...10...248249250...Last »