Gerindra Dukung Program Jumat Bersih

Ambon – Partai Gerindra mendukung program Jumat bersih yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, demi menciptakan kota ini bersih dan indah.

“Program Jumat bersih tidak menggangu pelayanan publik kepada masyarakat seperti yang dikritik Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Ambon,” ungkap Ketua DPC Gerindra Kota Ambon, Phill Latumerisaa kepada warta­wan di Ambon, Kamis (16/2).

Menurut Latumerissa, program ini merupakan program prioritas pemkot, dikarenakan kegiatan tersebut hanya ber­langsung selama dua jam seperti yang telah dijelaskan Pak Walikota di media massa sehingga bagi pihaknya hal itu tidak ada masalah sebab setelah menjalankan program ini seluruh PNS di lingkup pemkot dapat kembali berakti­vitas seperti biasanya.

Untuk itu sebagai anggota DPRD, seharusnya berpartisi­pasi dalam mendukung program Jumat bersih, sebagai contoh anggota DPRD dapat turun langsung menjadi garda terdepan bersama-sama de­ngan para pegawai untuk me­lakukan pembersihan, bukan membangun wacana yang dapat melahirkan kontra produktif dengan kebijakan pemkot yang populis serta menyentuh kepentingan umum rakyat di kota ini.

“Seharusnya DPRD tidak memberikan kritik ataupun argumentasi, namun harus sebaliknya mendukung program ini sebab berkaitan de­ngan kebersihan lingkungan, tata kelola sampah maupun juga pelayanan publik. Malah masyarakat memberikan apre­siasi sebab perlahan-lahan mulai ada perubahan terha­dap wajah kota ini yang su­dah terlihat bersih,” ujarnya.

Dia menambahkan, Partai Gerindra tetap mendukung seluruh program pemkot yang dilaksanakan bagi kepenti­ngan dan kesejahteraan mas­yarakat yang ada di kota ini.

(siwalimanews.com)


15 PAC Gerindra Dilantik

TARUTUNG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sumatera Utara melantik 15 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerindra se-Taput.

Ke 15 PAC ini nantinya diharapkan mampu meperkenalkan Partai Gerindra kepada publik. Ketua DPD Partai Gerindra Sumut Ramses Simbolon, didampingi Ketua DPC Taput Bangkit P. Silaban mengatakan, pengurus baru PAC Gerindra harus lebih cepat bekerja. Ini mengingat Pemilu 2014 sudah semakin dekat.“Jadi jangan hanya selesai dilantik, lantas tak ada bekerja,” ujar Ramses.

Dia juga mengingatkan pengurus partai mampu membina kader partai. Tetapi juga menghimpun warga lainnya untuk bergabung ke partai.Menurut Ramses, partai besutan mantan Pangkostrad Letjen TNI AD Prabowo Subianto ini membutuhkan “pasukan” yang baik.”Maksudnya pasukan yang baik itu yakni revolusi putih,”ujarnya.

Sementara itu,Ketua DPC Gerindra Taput,Bangkit P Silaban mengatakan, partainya kini menjadi partai yang modern. Namun modern saja,kata dia,tidak cukup.Partai juga harus menjadi partai besar.“Partai yang besar adalah ketika PAC bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan melantik ranting-ranting. Pada saat ini juga kita melaksanakan,”kata dia.

(seputar-indonesia.com)


Mahasiswa Tolak Kehadiran SBY di Solo

SOLO – Dua kelompok aktivis mahasiswa berunjuk rasa menolak kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dijadwalkan singgah di Kota Solo, Jawa Tengah, itu usai meresmikan Museum Sangiran, Sragen, Kamis (16/2).

unjuk rasa mereka lakukan di Bundaran Gladag, Kota Solo. Aksi pertama dilakukan Forum Bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Unjuk rasa itu diikuti sedikitnya oleh 20 mahasiswa. Selain berorasi dan membentangkan poster berisi penolakan atas kedatangan SBY, mereka juga menggelar aksi teaterikal.

Para pengunjuk rasa melempari topeng wajah SBY yang dikenakan salah seorang mahasiswa dengan telur. “Kami sangat tidak setuju dan sangat menolak SBY mengunjungi Solo yang kota budaya dan mudah-mudahan bersih dari korupsi ini,” teriak koordinator aksi, Amin, dalam orasinya.

Aksi penolakan itu merupakan wujud kekecewaan pengunjuk rasa terhadap ketidaktegasan SBY dalam memberantas korupsi. Mulai dari kasus Bank Century sampai dugaan korupsi yang dilakukan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin. “SBY lebih peduli partainya dari pada rakyat,” tambah Presiden BEM UNS Arif dalam unjuk rasa yang mendapatkan penjagaan cukup ketat dari aparat kepolisian itu.

Setelah massa BEM UNS selesai menyuarakan aspirasinya, giliran aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar aksi penolakan serupa. Mereka menutup mulut mengunakan plester dan berjalan mundur dengan cara jongkok sebagai cerminan atas ketidakpuasan terhadap SBY yang dinilai hanya pandai beretorika.

(mediaindonesia.com)


Dinilai Lamban, Foto SBY Dilempari Telur

Solo – Puluhan mahasiswa melempari foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan telur di Solo, Jawa Tengah. Aksi itu sebagai bentuk protes mahasiswa terhadap pemerintahan SBY-Boediono.

Aksi teatrikal itu digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas 11 Maret, Kamis (16/2). Mereka menilai pemerintahan SBY-Boediono lamban memberanguskan kasus-kasus korupsi.

Mereka menuntut pemerintahan segera menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang mrak di Tanah Air. Beberapa di antaranya yaitu kasus mafia pajak dan skandal Bank Century. Mereka pun meminta Presidne mereformasi Polri.

Mahasiswa juga membakar ban bekas dalam aksi itu. Tak satu pun polisi tampak berjaga-jaga di sekitar lokasi aksi.

(metrotvnews.com)


Gerindra bedah RTLH Bidin

Depok – Keluarga pasangan Bidin dan Nur Lela, warga Jl Rawa Kebo, RT 02/04, Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, sama sekali tidak menyangka jika rumah yang ditempatinya selama lima tahun ini akan mendapatkan program bedah rumah dari DPC Gerindra Kota Depok.

Program bedah rumah yang langsung dikomandoi oleh Ketua DPC Gerindra Kota Depok Pradi Supriatna ini dimulai pada Minggu, 30 Januari 2012, dalam rangka menyambut HUT Gerindra yang diperingati pada 6 Februari.

“Awalnya ada yang datang dari Gerindra, melihat kondisi rumah dan difoto. Kaget juga karena nggak ada yang kenal sama sekali. Ketiga kali dateng lagi, terus langsung dibongkar. Kami sama sekali nggak nyangka rumah ini bisa dibangun. Syukur Alhamdulillah ada bantuan,” ujar Nur Lela didampingi adik Iin.

Rumah berukuran 6×5 m memang dapat dikategorikan tidak layak huni (RTLH). Dindingnya terbuat dari bilik, lantai beralaskan tanah, dan atap rumah hanya berupa terpal plastik dan spanduk.

“Kalau kondisi rumah ya bisa dilihat, dapur masih tanah, kamar dialas pakai karung. Kalau depan dipakein sisa-sisa keramik dari Perumahan Permata. Atapnya ya cuma di depan yang pakai asbes. Itu pun kebawa angin saat hujan deras disertai angin beberapa minggu lalu,” tandasnya.

Setiap kali hujan, lanjutnya, keluarganya hanya bisa berdiam diri di kamar karena hanya di situlah yang terbilang aman dan tidak kebocoran. Namun jika hujan sangat deras, terpaksa mengungsi ke rumah orangtua yang berada di samping rumah.

“Dulu pernah saat hujan deras, semua kebocoran sampai harus lari-lari bawa kasur untuk ngungsi,” katanya.

Penghasilan suami sebagai buruh serabutan dengan penghasilan sekitar Rp20.000 hanya cukup untuk makan dan biaya anak sekolah.

“Sekarang suami kerja di bikin lemari di Kampung Rambutan upahnya Rp20.000 sehari. Yah gali lubang tutup lubang. Ada tambahan kalau disuruh buat ngurut. Kalau nggak ada, terpaksa minjem,” pungkasnya yang ikut membantu penghasilan suami dengan membuat lap dari sisa-sisa bahan konvenksi.

“Kami sekeluarga sangat bersyukur adanya bantuan dan Gerindra dan Pak Pradi. Kami tidak bisa membalas apa-apa, kecuali ucapan terima kasih,” tambahnya.

(monitordepok.co.id)


261 Pages« First...10...244245246...250...Last »