Fraksi Gerindra Sampaikan Hasil Reses III

Fraksi Gerindra usai Reses III Tahun 2011, membuat kesimpulan dari hasil kunjungan para kadernya ke daerah-daerah. Yang menjadi sorotan para kader Gerindra adalah dibidang Pemerintahan, Ekonomi, Keuangan, Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan masyarakat.

Menurut ketua Fraksi Gerindra, Syahrir, untuk Bidang Pemerintahan hal yang menonjol didapat para kadernya dari serapan aspirasi masyarakat adalah pengratisan pelayanan KTP, Kartu keluarga dan Akte Kelahiran. Pelayanan gratis itu hendaknya dipayungi dengan peraturan daerah. Juga, perlunya tunjungan tetap bagi para RT dan RW mengingat perannya yang berada pada ujung tombak membantu pemerintah.

Untuk Bidang Perekonomian, aspirasi yang diterima seputar peningkatan peran koperasi dan usaha kecil serta usaha mikro agar mendapat pembinaan dan pemberdayaan dari Pemerintah. Peningkatan peran tersebut, salah satunya untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang akhir-akhir ini untuk di pedesaan semakin langka.

Fraksi Gerindra meminta Pemerintah untuk memperhatikan industri unggulan di tingkat Kecamatan dan Kelurahan agar usaha mereka dapat bertahan dan berkembang. Pada kenyataannya, bantuan KUMKM tidak merata, sehingga banyak KUMKM yang bangkrut padahal produksinya cukup bagus dan bisa bersaing dengan daerah lainnya.

Dibidang pembangunan, masalah banjir masih menjadi persoalan dan seyogianya pihak Pemerintah membenahi saluruan irigasi, perbaikan infrastruktur jalan, bantaran sungai dan lingkungan yang kritis.

Terakhir, Fraksi Gerindra meminta kepada Pemerintah untuk meningkatkan Bidang Kesejahteraan masyarakat. Diusulkannya antara lain, penataan distribusi beras raskin agar tepat sasaran dan terarah pemberiannya. Kemudian khusus untuk dana jaminan kesehatan masyarakat agar anggarannya dinaikan sehingga lebih banyak masyarakat yang dapat jaminan kesehatan.

Terutama untuk dana BOS agar diperjelas kembali peruntukannya, mengingat biaya operasional sekolah misalnya untuk pembelian buku-buku pelajaran masih menjadi beban bagi para orang tua dan masih adanya sekolah yang memungut DSP.


Pilwako, Gerindra Masih Wait and See

JAMBI – Partai Gerindra Kota Jambi hingga saat ini belum menentukan sikap siapa yang bakal diusung dalam ajang Pilwako Jambi nanti. Walau diakui partai lain sudah mulai menentukan arah dukungan. “Gerindra belum, kita belum menentukan arah atau kebijakan mau kemana,” sebut Putra Absor anggota DPRD Kota Jambi dari Gerindra.

Memang diakui sudah banyak nama-nama calon yang akan ikut dalam ajang pemilukada Kota Jambi nanti. Namun banyaknya nama tersebut bukan jaminan Gerindra akan memilih salah satu di antara mereka. “Kita wait and see dulu, kita juga belum mendapat arahan ataupun petunjuk mengenai hal tersebut (dari DPP),” sebut dia lagi. Sejauh ini beberapa partai juga sudah berkoalisi untuk mengusung salah satu kandidat. ”Sah-sah saja itu. Koalisi untuk kandidat tidak dilarang kok. Tapi kita (Gerindra) masih menilai sejauh mana ketokohan seseorang,” sebut dia lagi. Tidak masuknya Gerindra dalam koalisi karena belum ada arahan dari pusat terkait hal tersebut.

Bicara mengenai komunikasi politik, Gerindra mengakui sudah melakukan hal tersebut terlebih untuk pilwako mendatang. Namun komunikasi
tersebut belum mencapai titik akhir. “Kita membicarakan bagaimana membangun Kota Jambi ini, dan kita mendukung kandidat yang mendukung ekonomi kerakyatan,” tegas dia. Namun Absor menolak untuk menyebutkan siapa saja  kandidat yang masuk nominasi partai tersebut. Bahkan menolak kalau sudah punya calon. “Makanya kita lihat-lihat dulu, siapa sebenarnya kandidat yang memang untuk kepentingan masyarakat,” sebut dia.

(metrojambi.com)


Gerindra Sosialisasikan Prabowo Capres

Sejumlah kader Partai Gerindra mulai menggiatkan sosialisasi Prabowo Subiyanto yang akan maju sebagai calon presiden Pilpres 2014. Ketua DPC Partai Gerindra Kota Semarang mengatakan, Pilpres 2014 dipastikan berlangsung seru. ”Beberapa nama telah dilirik sebagai cawapres untuk mendampingi Pak Prabowo. Mereka antara lain Aburizal Bakrie dan Dahlan Iskan,” ujar dia saat pertemuan dengan Paguyuban RT/RW serta pengurus PKK se-Kelurahan Genuksari, Kecamatan Genuk.

Acara juga diisi dialog bersama anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota. Suhariyanto mengatakan, warga Genuksari meminta agar partainya ikut memperjuangkan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.

”Kami sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat tentu siap membantu apa yang diaspirasikan oleh rakyat,” imbuhnya. Sebagai timbal balik, partainya menyosialisasikan sosok Prabowo Subiyanto sebagai Capres pada Pilpres 2014. Menurutnya, langkah DPC Partai Gerindra sesuai dengan arahan yang disampaikan oleh Prabowo agar selalu bersama masyarakat.

Warga Genuksari menyambut baik kehadiran Partai Gerindra dan Prabowo Subiyanto sabagai salah satu capres yang akan maju tahun 2014 mendatang. Selain masalah pencapresan, dalam dialog kemarin juga mengemuka persoalan pos pelayanan terpadu atau posyandu.

Lebih lanjut, bantuan posyandu perlu ditingkatkan. Jika selama ini tiap posyandu dibantu Rp 50 ribu/bulan, ke depan perlu ditingkatkan. Caranya, posyandu di kawasan perumahan elite tidak perlu mendapat bantuan. Dana dapat dialihkan ke daerah lain yang masih membutuhkan.

”Mereka yang tinggal di perumahan tentu terbilang sudah mampu. Karena itu, bantuan bisa dialihkan ke posyandu lain yang masih membutuhkan,” katanya sembari mengatakan bantuan tersebut agar tepat sasaran.

(suaramerdeka.com)


Gerindra Buat Program Benah Mesjid

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Makassar kembali membuat program benah masjid. Program tersebut diperuntukkan untuk sejumlah masjid yang jumlah peralatannya sangat minim, seperti speaker, mic, dan beberapa peralatan lainnya.
Selain benah masjid, Partai Gerindra juga melakukan bakti sosial dengan membantu masyarakat yang menjadi korban bencana alam, seperti banjir dan angin puting beliung.
Wakil ketua DPC Partai Gerindra Kota Makassar, Drs Amar Busthanul, mengatakan, semua program yang dicanangkan pihaknya merupakan gerakan sosial partai untuk berbagi bersama masyarakat. Pasalnya saat ini masyarakat sangat membutuhkan bantuan dari semua pihak, khususnya pemerintah baik dari tingkat provinsi maupun kota.
“Gerakan benah masjid telah kami lakukan sejak sebulan lalu. Masjid yang sudah kami benahi seperti Mesjid Al Muttaqin di Antang dan beberapa mesjid lain. Ini akan terus kami jalankan hingga akhir tahun 2012,” paparnya kepada Upeks di Makassar, akhir pekan lalu.
Anggota komisi C DPRD Makassar ini menghimbau agar masyarakat khususnya di Kota Makassar agar selalu waspada, dan menjaga lingkungan sekitar. Sebab, memasuki musim penghujan, berbagai bencana alam selalu mengintai termasuk banjir.
“Kami mengharapkan masyarakat bersama pemerintah dapat bekerjasama menjaga kebersihan, khususnya pembenahan drainase. Sebab tersumbatnya drainase juga menjadi penyebab banjir. Mengingat, daerah serapan air di Makassar semakin kurang, sehingga pembenahan drainase dianggap sebagai solusi yang tepat,” paparnya.

(ujungpandangekspers.com)


Gerindra NTT Calonkan Prabowo Jadi Presiden

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) NTT menyatakan sikap politik dengan mencalonkan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI periode 2014-2019. Menurut Ketua DPD Gerindra NTT, Ir Esthon Foenay Msi, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu layak dan harus dicalonkan sebagai Presiden RI.

“Gerindra NTT akan tunjukkan eksistensi sebagai partai yang punya harga diri, mulai dari calon Walikota Kupang sampai calon Presiden,” katanya.

Esthon menyampaikan, Gerindra merupakan partai politik yang memiliki harga diri sehingga semua regulasi tetap dihargai maka sikap politik dari jajaran DPD tingkat kabupaten/kota dan semua DPC sangat dibutuhkan dan dihargai. Menjawab pertanyaan wartawan tentang kesiapan dirinya untuk maju sebagai calon Gubernur NTT periode 2013-2018, Esthon menyampaikan sangat tergantung dari sikap politik partai Gerindra. “Keputusan untuk calon Gubernur adalah sikap politik partai Gerindra,” kata Esthon.

Dia mengemukakan, yang berhak menetapakan calon kepala daerah dan Presiden adalah DPP Gerindra. Jajaran pengurus di tingkat bawah hanya berhak untuk mengusulkan dan penentuan ada pada DPP. Misalnya, DPD Gerindra NTT mencalonkan Prabowo Subianto sebagai Presiden namun keputusan terakhir ada di pusat.

Tentang calon Walikota Kupang dari Gerindra, Esthon menyampaikan, sudah ada lima paket yang dikirim ke DPP berdasarkan hasil surfei. Lima paket tersebut ialah Jefry Riwukore-Kristo Blasin, Lay Djaranyora-Ody Pollo, Yovita Mitak-Anton Natun, Gustaf Oematan-Seli Tokan, dan Hendrik Benu-Yahidin Umar.

Lima paket itu sudah diusulkan sesuai dengan regulasi yang ada dan ini merupakan aspirasi masyarakat sebab nama-nama yang diusulkan berdasarkan hasil surfei. “Ini adalah bentuk dari aspiras masyarakat,” jelas Esthon.

Dia menguraikan, bakal calon Walikota Kupang yang melamar ke Gerindra sebanyak 15 paket dan yang diproses hanya lima paket sesusi urutan hasil surfei pertama dan kedua. Dikatakan, Gerindra hanya memiliki tiga kursi di DPRD Kota Kupang maka harus berkoalisi dengan partai lain.

Intinya calon Walikota Kupang sedang diproses karena Gerindra hanya memiliki tiga kursi di DPRD Kota Kupang sehingga masih kurang tiga kursi maka harus koalisi dengan partai lain karena itu adalah aturan yang baku dan berlaku untuk semua partai politik. Dan sampai saat ini Gerindra masih tetap konsolidasi dan bekerja keras untuk menetapkan calon pemimpin, baik itu Walikota Kupang dan juga Presiden.


250 Pages« First...10...244245246...250...Last »