Profil Andi Tenri Indah, Srikandi Gerindra yang Lolos DPRD Gowa

ketua-dpc-partai-gerindra-kabupaten-gowa-andi

Partai Gerindra Kabupaten Gowa berhasil meloloskan satu nama perempuan meraih kursi DPRD Gowa pada Pemilu 2019. Perempuan itu bernama Andi Tenri Indah.

Pasangan Darmawasangyah Muin ini bertarung di daerah pemilihan satu yang meliputi Kecamatan Somba Opu. Hasilnya Indah meraup 3.595 suara.

“Alhamdulillah Gerindra meloloskan satu kader perempuan untuk DPRD Gowa,” kata Indah kepada Tribun Timur, Sabtu (1/6/2019).

Indah mengaku semula tidak memiliki niat untuk mencalonkan diri. Akan tetapi, Gerindra ketika itu belum memiliki kontestan dari kaum hawa.

“Karena tidak ada perempuan, makanya saya ikut bertarung. Dan hasilnya Alhamdulillah kita dapat satu kursi di dapil satu,” imbuh Indah.

Meski demikian, raihan tersebut ternyata tidak sesuai dengan target ia canangkan semula, yakni 6.000 suara.

Selama kampanye, Indah mengaku menemui dan menyapa masyarakat sekitar 12.000-an orang. “Tapi kita hanya meraih 3.595 suara,” tuturnya.

Dalam konstestasi Pemilu 2019 ini, Indah juga mengaku tidak banyak menghasilkan uang selama masa kampanye.

Untuk meraup 3.595 suara tersebut, ia menghabiskan dana sekitar Rp 400 juta.

“Kami hanya menghabiskan sekitar Rp 400 juta. Itu banyak kami pakai untuk operasional tim relawan dan simpatisan, serta pengadaan alat peraga kampanye,” tandasnya.

Siapa Andi Tenri Indah? berikut Data dirinya:

Nama lengkap: Andi Tenri Indah SE
Alamat: Jl Hos Cokroaminoto No 5 Sungguminasa Kabupaten Gowa
Tempat/ tanggal lahir: Ujung Pandang, 28 Agustus 1982
Jabatan di Partai: Ketua DPC Gerindra Kabupaten Gowa
Anak: 3 orang laki-laki
Suami: Ir. Darmawangsyah Muin Msi

*Riwayat Pendidikan
1. SDN 1 Sungguminasa
2. SMPN 1 Sungguminasa
3. SMUN 2 Makassar
4. STIM-LPI (S1)

Akun Media Sosial
Instagram: @indahzillarsy
Facebook: www.facebook.com/tenri.indah (Indah DM)

 

Sumber


Gerindra Rebut Kursi Ketua DPRD Jabar dari PDIP, Demokrat Tergusur dari Pimpinan

gerindra-rebut-kursi-ketua-dprd-jabar-dari-pdip-demokrat-tergusur-dari-pimpinan

PDIP gagal mempertahankan statusnya sebagai partai pemenang Pemilu di Jawa Barat tahun 2014. Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu kalah saing dengan Gerindra dan PKS.

Dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat, Gerindra mendapatkan sebanyak 4.182.896 suara, di posisi dua ada PKS dengan 3.529.869 suara, sedangkan PDIP menempati urutan ketiga dengan 3.519.559 suara. Sedangkan partai Golkar harus puas di urutan keempat dengan jumlah suara 2.933.982.

PKB secara mengejutkan berada di lima besar dengan meraup 1.893.303 suara. Sedangkan partai Demokrat berada di urutan keenam dengan raihan suara sebanyak 1.784.417. Hal itu membuat partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono itu harus merelakan kursi unsur pimpinan DPRD provinsi Jawa Barat.

Partai lain, seperti PAN mendapat 1.352.742 suara, PPP 1.124.578 suara, Nasdem 1.040.625 suara dan Perindo 671.781 suara.

Partai tersebut secara matematis akan menduduki kursi DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2019-2024 dengan jumlah kuota kursi bertambah menjadi 120 kursi dari sebelumnya hanya 100 kursi.

Sedangkan partai yang bisa dipastikan tidak lolos untuk melaju ke DPRD Provinsi adalah Berkarya 562.820 suara, PSI 391.666 suara, Hanura 296.825 Hanura, PBB 278.818 dan di urutan terakhir adalah PKPI: 48.781 suara.

“Partisipasi masyarakat terhadap pemilihan anggota legislatif DPRD Provinsi sebanyak 79.12% dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 33.276.905 dengan jumlah pengguna hak pilih sebanyak 27.385.275,” ujar Ketua KPU Jabar Rifqi Ali Mubarok, Senin (27/5/2019).

Perolehan suara Gerindra itu membuat mereka mendapat jatah menempatkan kadernya sebagai ketua DPRD provinsi Jawa Barat. Para pengurus partai ini akan menunggu keputusan dari Prabowo Subianto selaku Ketua Umum untuk menunjuk siapa yang akan menduduki jabatan tersebut.

“Kami tunggu saja nanti karena (penentuan posisi jabatan ketua Dewan) itu keputusan ketua umum, sekarang kami masih dalam tahapan pemilu,” kata Wakil ketua DPD Gerindra Jawa Barat Syahrir.

Berbeda dengan Gerindra, PKS menyebut jabatan pimpinan DPRD dari partainya kemungkinan besar diisi oleh anggota legislatif senior karena dianggap berpengalaman.

“Banyak kader yang sudah berpengalaman dan senior,” ujar Haru.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat MQ Iswara membenarkan adanya penurunan raihan suara pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Di periode sebelumnya, partai berlambang pohon beringin menduduki posisi kedua dengan raihan suara 3,5 juta lebih atau 15,7 persen.

Faktor penurunan ini ia sebut disebabkan oleh tidak tepatnya format dalam mengkapitalisasi suara antara pileg dan pilpres yang berlangsung kemarin. Selain itu, permasalahan yang terjadi di internal partai pun turut berpengaruh terhadap keterpilihan masyarakat kepada partai golkar.

Meski begitu, ia enggan dianggap partainya gagal, karena masih bisa menempatkan kadernya dalam unsur pimpinan dewan. “Jadi sebenarnya kita berhasil survive dari keterpurukan,” katanya.

Terkait siapa kader yang ditunjuk, Partai Golkar akan merujuk pada aturan dari internal partai. Penentuannya dimulai dari proses rapat pleno yang menghasilkan tiga nama yang nantinya akan diputuskan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Para kandidat pun harus memenuhi kriteria yang diterapkan. Yang pertama pengurus partai, atau pengurus ormas yang didirikan partai golkar atau yang mendirikan partai golkar, dan hasta karya.

“Selanjutnya berpengalaman di dewan, serta raihan suara calon menjadi salah satu kriteria juga,” pungkasnya.

 

Sumber


Pleno KPU Selesai, Gerindra Diprediksi Geser PDIP dari Kursi Pimpinan DPRD Banten

pleno-kpu-selesai-gerindra-diprediksi-geser-pdip-dari-kursi-pimpinan-dprd-banten

Hasil pleno rekapitulasi penghitungan suara partai Gerindramengalami peningkatan di Provinsi Banten. Bahkan Gerindra diprediksi dapat menggeser kursi pimpinan DPRD Banten yang kini diduduki PDIP.

Berdasarkan hasil rekapitulasi, ada 12 partai yang bakal mengisi kursi DPRD Banten. Diantaranya, Gerindra memperoleh 16 kursi, disusul PDIP 13 kursi, Golkar 11 kursi,PKS 11 kursi dan Demokrat 9 kursi. Urutan berikutnya ada PKB 7 kursi, PAN 6 kursi, PPP 5 kursi, NasDem 4 kursi, Berkarya 1 kursi, PSI 1 kursi dan Hanura 1 kursi.

“Syukur alhamdulillah kepada masyarakat telah mempercayakan kami. Dari Partai Gerindra alhamdulilah 16 kursi. Berdasarkan aturan yang ada pemenang pemilu yang akan jadi pimpinan DPRD,” kata Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi Banten Andra Soni kepada wartawan, Selasa (14/5).

Menurut Soni, perolehan suara Gerindra ini merupakan efek dari suara Prabowo Subianto- Sandiaga Uno di Banten. Prabowo-Sandi berhasil menang telak di Banten dengan perolehan 61,54 persen suara.

“Harus diakui kami mendapat keuntungan suara dari Pilpres tahun ini,” katanya.

Jika dirunut menggunakan metode perolehan kursi sainte lague, sejumlah politikus diprediksi bakal menjadi penghuni gedung parlemen Banten. Untuk daerah pemilihan (dapil) Banten 1 atau Kota Serang adalah Encop Sopia (Gerindra), Teguh Ista’al (Golkar), Juheni Mohamad (PKS), Furtasan Ali Yusuf (NasDem) dan Agus Efendi (PPP).

Banten 2 atau Kabupaten Serang ada Sopwan (Gerindra), Fahmi Hakim (Golkar), Madsuri (PDIP), Gembong R Sumedi (PKS), Ubaidillah (PPP), Heri Handoko (Demokrat), Ishak Sidik (PAN), Dedi Haryadi (Berkarya), Umar Bin Barmawi (PKB), Tati Nurcahyana (Gerindra), Muhsinin (Golkar dan Ida Rosida (PDIP).

Banten 3 atau Kabupaten Tangerang A terdiri atas Muhlis (PDIP), Moh Bahri (Gerindra), M Faizal (Golkar), Miptahudin (PKS), Dedi Sutardi (Demokrat), M Nur Kholis (PKB), Indah Rusmiati (PDIP), Tb Luay Sofhani (PAN), Agus Supriyatna (Gerindra) dan Martua Nainggolan (Hanura).

Banten 4 atau Kabupaten Tangerang B adalah Bahrum (PDIP), A Jaini (Golkar), Ade Awaludin (Gerindra), Rahmat (PKB), M Nawa Said Dimyati (Demokrat), Asnin Syafiuiddin (PKS), Achmad Farisi (PAN), Jamin (PDIP), Mujakkir Zuhri (Golkar), Ali Nurdin Abdul Ghani (NasDem) dan Dahlan Hasyim (Gerindra).

Banten 5 atau Kota Tangerang A terdiri atas Sri Hartati (PDIP), M Nizar (Gerindra), Hilmi Fuad (PKS), Kuswara (Golkar), Ahmad Fuadi (PKB), Asep Hidayat (Demokrat), Sugianto (PDIP) dan Iskandar (PPP). Banten 6 Kota Tangerang B ada Yeremia Mendrofa (PDIP), Andra Soni (Gerindra), M Bonnie Mufidjar (PKS), Jazuli Abdillah (Demokrat), Desy Yusandi (Golkar) dan Ella Silvia (PAN).

Banten 7 atau Kota Tangerang Selatan terdiri atas Anita Indah Wati (PDIP), Budi Prajogo (PKS), Yudi Budi Wibowo (Gerindra), Syihabudin Hasyim (Golkar), Rommy Adhie Santoso (Demokrat), Meretta Dian Arthanti (PSI), Rohidi Darmadi (PDIP), Ria Mahdia Fitri (NasDem), Ahmad Fauzi (PKB), A Cut Muthia Ahmad M (PKS) dan Zaid Elhabib (Gerindra).

Banten 8 atau Kabupaten Lebak ada Ade Hidayat (Gerindra), Imanudin Sudirman Karis (Demokrat), Ade Suryana (PDIP), Saefullah (PKB) Suparman (Golkar), Iip Makmur (PKS), Neng Siti Julaeha (PPP), Oong Syahroni (Gerindra) dan Mahpudin (Demokrat).

Banten 9 atau Kabupaten Pandeglang terdiri atas Kuswandi (Gerindra) Fitron Nur Ikhsan (Golkar), Eri Suhaeri (PDIP), Nurul Wasiah (PKS), Nawawi Nurhadi (PKB) , Yoyon Sujana (Demokrat), Ida Ating (PPP), Beni Sudrajat (NasDem), Hadi Mawardi (PAN) dan Anda Suhanda (Gerindra). Sementara untuk Banten 10 atau Kota Cilegon ada Syihabudin Sidik (Gerindra) Dede Rohana Putra (PAN) dan Shinta Wishnu Wardhani (PKS).

 

Sumber


Prabowo-Sandi Menang 64,09 Persen di Kalimantan Selatan

prabowo dan jokowi dalam acara debat

Pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengungguli pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Provinsi Kalimantan Selatan dalam Pilpres 2019.

Hal tersebut merupakan hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan dan perolehan suara tingkat nasional dalam negeri dan penetapan hasil pemilu 2019 untuk Provinsi Kalimantan Selatan.

Pasangan Prabowo-Sandi memperoleh 1.470.163 suara (64,09 persen), sedangkan Jokowi-Ma’ruf memperoleh 823.939 suara (35,91 persen).

“Dengan ini rekapitulasi suara pemilu Provinsi Kalimantan Selatan sah,” ujar Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asyari saat mengesahkan rekapitulasi suara dalam negeri di Kantor KPU, Menteng, Jakarta, Minggu (12/5/2019).

Jumlah pemilih yang terdaftar Kalimantan Selatan sebanyak 2.995.206 orang. Dari angka tersebut, yang menggunakan hak pilih sebanyak 2.382.103 orang.

Dari jumlah yang menggunakan hak pilih itu, suara yang sah sebanyak 2.294.102.

Hasil tersebut sekaligus mempertebal raihan suara Prabowo di Pilpres 2014. Prabowo yang kala itu berpasangan dengan Hatta Rajasa unggul di Kalimantan Selatan dengan perolehan 50,05 persen.

Sedangkan Jokowi yang saat itu berpasangan dengan Jusuf Kalla memperoleh 49,95 persen suara.

 

Sumber


Gerindra Naik Takhta di DPRD Kalsel Pemilu 2019

gerindra

Pengamat sosial politik Kalimantan Selatan Abdillah berpendapat bahwa Partai Gerindra naik takhta di DPRD Provinsi Kalsel.

“Mengapa saya katakan naik takhta? Karena hasil Pemilu 2019 Gerindra berhak menjadi unsur pimpinan DPRD Provinsi Kalsel yang berjumlah empat orang itu (ketua dan tiga wakil ketua),” katanya di Banjarmasin, Minggu.

Pasalnya, dalam kepemimpinan DPRD Provinsi Kalsel periode 2014-2019, Gerindra kalah bersaing dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kendati sama-sama mendapat enam kursi, jumlah suara PKB lebih banyak.

“Pada periode 2014-2019 unsur, pimpinan DPRD Provinsi Kalsel terdiri atas Partai Golkar (ketua) dan tiga wakil ketuanya berasal dari PDIP, PPP, dan PKB. Pada periode 2019 s.d. 2024, PPP dan PKB tidak lagi menjadi unsur pimpinan DPRD setempat,” ujarnya.

Pada kesempatan terpisah, Wakil Ketua Partai Gerindra Kalsel H. Muhammad Nur S. Sy. menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang memilih partainya pada Pemilu 2019.

“Dengan memberikan pilihan yang banyak, perolehan suara buat Gerindra meningkat,” ujar Mad Nur, panggilan akrabnya.

Sementara itu, perolehan masing-masing partai politik untuk perebutan 55 keanggotaan DPRD Provinsi Kalsel periode 2019 s.d. 2024, yakni Golkar 12, PDIP dan Gerindra masing-masing delapan orang/kursi.

Selanjutnya, PAN enam orang, PKB dan PKS masing-masing lima, NasDem empat, PPP dan Partai Demokrat masing-masing tiga, serta Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) satu orang.

Periode sebelumnya (2014-2019) keanggotaan DPRD Provinsi Kalsel dari Partai Golkar 13, PDIP delapan, PPP tujuh, PKB dan Gerindra masing-masing enam orang, PKS lima, Demokrat empat, Nasdem tiga, Hanura dua, dan PAN satu orang.

 

Sumber