Anies Ajak Relawan dan Simpatisan Bantu Korban Banjir Jakarta

Anies Ajak Relawan dan Simpatisan Bantu Korban Banjir Jakarta

Sejumlah wilayah di Jakarta sejak kemarin terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Jabodetabek. Terkait hal tersebut, calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan menyatakan banjir merupakan kenyataan yang terjadi di Jakarta.

“Kita tidak perlu ribut saling menuding, tidak perlu saling menyalahkan dan jangan pula sampai saling menghujat,” kata Anies, Selasa (21/2/2017).

Anies sendiri telah mengunjungi langsung lokasi banjir dan bertemu warga korban banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur pada Senin (20/2/2017).

“Saya datang dan merasakan langsung kerumitan, betapa besarnya penderitaan keluarga dan warga di Cipinang Melayu,” ujar Anies.

Anies mengatakan saat ini warga korban banjir
membutuhkan bantuan berupa baju, sarung, selimut serta berbagai kebutuhan lain seperti bedak gatal, minyak kayu putih, sabun/cairan antiseptik, pampers, susu kemasan, minuman kemasan dan lain-lain.

Untuk itu, Anies mengimbau relawan dan simpatisan Anies untuk ikut membantu korban banjir.

“Harap untuk bisa berbagi. Saya sudah berkoordinasi dengan tim,” tutur Anies.

Anies berharap relawan dan simpatisan membantu lingkungannya seperti tetangga, teman atau keluarga yang menjadi korban banjir. “Temani mereka, bantu jaga anaknya, antarkan bila diperlukan.”

Anies juga meminta whatsapp grup relawan dan tim pemenangan sebagai tempat koordinasi dan bertukar informasi. Meski demikian, Anies menyarankan relawan dan simpatisan untuk menyebarkan informasi yang dipastikan kebenarannya. “Sertakan keterangan waktu, kapan informasi diterima. Jangan menyebarkan informasi yang meragukan atau yang sudah basi,” pungkas Anies.

Selain itu Anies juga meminta relawan dan simpatisan jika ingin membantu korban banjir untuk tidak mempersulit kerja aparat. Mantan menteri pendidikan ini juga berharap tekawan dan simpatisan memastikan bantuan yang dikelola agar dikoordinasikan dengan aparat.

“Turuti perintah aparat, bantu mereka. Mari kita buktikan Jakarta adalah rumah kita bersama di mana penghuninya saling membantu, maka kini saatnya kita menunjukkannya. Selamat bekerja, selamat berjuang,” kata Anies.

Berikut lokasi yang menjadi titik pengumpulan bantuan:
1. Posko Pemenangan Anies-Sandi, Jl. Cicurug No. 6, Menteng, Jakarta Pusat.
2. Kantor DPP Gerindra, Jl. RM Harsono No. 54, Ragunan, Jakarta Selatan.
3. Kantor DPW PKS, Jl. Letjen Soeprapto No. 17, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat.

 

Sumber


Tinjau Banjir Cipinang Melayu, Anies Tak Mampu Menahan Haru

anis tak kuat menahan haru

Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tak mampu menahan haru saat meninjau warga Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, yang rumahnya terendam banjir. Bahkan, pasangan cawagub Sandiaga Uno itu terlihat sedih menyaksikan kondisi mereka saat menghadapi banjir.
Selama berkeliling meninjau lokasi banjir, Anies mengaku dapat merasakan penderitaan warga korban banjir.

“Tadi saya ketemu dengan warga orang tua di situ tempat tidurnya dinaikkan bersama dengan cucunya berdua bertahan tidak mau mengungsi,” ujar Anies di lokasi banjir, Senin (20/2/2017), dengan mata berkaca-kaca.

Menurut Anies, kebanyakan warga yang tidak mengungsi adalah warga yang rumahnya berlantai dua.

Anies bersama beberapa warga berkeliling dan menelusuri lokasi tersebut karena ingin melihat langsung kondisi banjir dan penyebabnya. Dalam kesempatan ini, Anies juga didampingi Ketua RW 04 Cipinang Melayu, Irwan Kurniadi. “Ini airnya memang cukup deras, bukan hanya tinggi,” kata Anies, di lokasi.

Diketahui, banjir di Cipinang Melayu terjadi sejak Minggu (19/2/2017) kemarin, akibat hujan deras dan meluapnya Kali Sunter.‎  Banjir setinggi 1 meter ‎tersebut merendam RW 3 hingga RW 4, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Cipinang Muara. Sebanyak 285 warga sudah dievakuasi.

 

Sumber


Dikunjungi ‎Anies, Korban Banjir: Alhamdulillah, Akhirnya Kami Diperhatikan

Alhamdulillah, Akhirnya Kami Diperhatikan

Anies Rasyid Baswedan, calon gubernur DKI Jakarta mendatangi lokasi banjir di kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Senin (20/2/2017).

Saat tiba dilokasi, Anies langsung berbincang dengan sejumlah warga korban banjir sambil berjalan menyusuri rumah-rumah warga yang terendam air.

Saat berjalan di tengah genangan air tersebut, mantan Ketua Komite Etik KPK itu ditemani oleh Ketua RW 04, Irwan Kurniadi.

“Ini banjir setiap tahun menerjang kawasan sini pak, setahun bisa 4-5 kali terjadi banjir,” ujar Irwan kepada Anies.

Irwan juga menunjukkan kepada Anies, toko sembako yang ludes terendam air dan tak sempat dievakuasi.

Dalam kesempatan ini, Anies juga terlihat menyinggahi dua Masjid yang terendam air. “Di sini selalu berulang, karena normalisasi sungai berhenti di tahun 2014,” tutur Irwan lagi.

Anies kemudian menyampaikan bahwa, penderitaan warga terhadap genangan yang selalu berulang seperti ini harus disudahi.

“Mudah-mudahan kita bisa segera berikan jalan keluar, sabar ya Pak, kita berdoa agar airnya segera surut,” ucapnya.

Saat berjalan di sebuah gang dengan genangan setinggi paha orang dewasa, Anies menyempatkan menyapa sejumlah warga.

“Airnya masuk ke dalam rumah Pak, semalam sempat turun tapi pagi ini naik lagi,” ucap seorang ibu paruh baya kepada Anies.

Pasangan Sandiaga Uno di Pilgub DKI Jakarta itu lalu menyampaikan. “Sabar ya bu, kita akan jadikan ini (genangan) perhatian, agar ke depan tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Budi, Ketua RT 02 menyampaikan kepada media bahwa lokasi ini tidak pernah dikunjungi oleh Gubernur.

“Kami senang akhirnya (diperhatikan), Pak Anies bisa hadir dan melihat apa yang kami rasakan,” ucapnya.

Sebelum meninggalkan lokasi bencana, Mantan Mendikud ini juga menyempatkan diri untuk mendatangi masjid yang dijadikan tempat pengungsian korban Banjir tersebut, tak jauh dari Kampus Universitas Borobudur, Jakarta Timur.‎

 

Sumber


Sudah Jelas Warga Jakarta Ingin Gubernur Baru

Sudah Jelas Warga Jakarta Ingin Gubernur Baru

Terlepas dari perdebatan mengenai politik aliran di arena pemilihan gubernur DKI Jakarta ada satu hal yang sudah dapat dipastikan. Yakni, mayoritas warga Jakarta sudah tidak ingin Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memimpin Jakarta.

Hal ini dapat dilihat dari persentase suara yang diperoleh pasangan calon Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni sebesar 17 persen, serta pasangan calon Anies Baswedan dan Sanidaga Uno mengantongi 40 persen.

Demikian dikatakan Ketua DPP Gerindra Supratman dalam perbincangan pagi ini (Senin, 20/2) di sebuah stasiun televisi.

Menjelang putaran kedua, Supratman meminta pemerintah untuk netral dan tidak memihak salah satu calon. Termasuk, berlaku adil dalam kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok.

“Jadi bukan cuma fair dalam berdemokrasi, tapi juga penegakan hukum,” ujar anggota Komisi VII DPR RI itu.

 

Sumber


Jelang Putaran Kedua Pilkada DKI, Arus Bawah Harus Mulai “Tancap Gas”

Jelang Putaran Kedua Pilkada DKI,
Hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) di tiga TPS kemarin yang dimenangkan Anies Sandi mengindikasikan dua hal penting.
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, Senin (20/2/2017) di Gedung DPR RI, Senayan. “Yang pertama, kita bisa paham siapa yang sebenarnya curang pada pemilihan awal 15 Februari lalu dan yang kedua kita bisa menyimpulkan bahwa dukungan arus bawah pro AHY akan beralih ke Anies Sandi pada putaran kedua,” ujarnya.
Saat ini elit-elit partai pengusung paslon 1 dan paslon 3 sedang melakukan sinkronisasi untuk mencari format terbaik pada putaran kedua. Gerindra menyerukan kepada massa arus bawah untuk tidak menunggu proses sinkronisasi tersebut selesai, namun agar segera mulai kerja-kerja konsolidasi untuk mengalahkan lawan.
“Belajar dari putaran pertama, bahaya laten kecurangan Pilgub DKI Jakarta kali ini adalah migrasi pemilih yang rentan disusupi pemilih siluman dan politik uang berupa suap pada pemilih,” tukasnya.
Untuk itu kata dia, rakyat harus mulai tancap gas mengantisipasi kecurangan dengan membentuk satuan relawan-relawan pengawas TPS.
“Tugas utama relawan pengawas TPS tersebut adalah mengawasi pemilih tak dikenal dan ilegal yang mungkin saja dikawal preman bayaran untuk memaksa memilih.
Relawan juga harus berani menuntut pencoblosan harus selesai jam 13.00 WIB. “Tugas lainnya adalah mengingatkan jangan sampai ada yang bawa HP masuk dalam bilik TPS. Namun yang perlu diingat, semua yang kita lakukan tetap harus sesuai dengan hukum,” paparnya.
Partai Gerindra kata Dasco, memberi penghargaan setinggi-tingnya kepada masyarakat arus bawah yang selama ini bekerja dengan tulus dan sangat militan mendukung paslon 1 dan paslon 3 untuk menang.
“Kemenangan sudah di depan mata, namun kita jangan lengah. Selanjutnya para pendukung paslon 1 dan paslon 3 perlu merapatkan barisan dan menuntaskan langkah-langkah perjuangan demi mewujudkan Jakarta yang lebih baik dengan Gubernur baru,” pungkasnya.
Sumber

721 Pages123...10...Last »