• Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra

Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?

Gerindra Rutin Bagikan Ratusan Paket Takjil Gratis di Jalan Kolonel Sugiono

Gerindra Rutin Bagikan Ratusan Paket Takjil Gratis di Jalan Kolonel Sugiono

Gerindra rutin membagikan sebanyak 500 paket secara gratis di depan Sekretariat DPC Partai Gerindra Jakarta Timur di Jalan Kolonel Sugiono, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kegiatan bagi-bagi paket takjil gratis tersebut dilakukan kader Partai Gerindra bersama Relawan Aksi (Adi Kurnia Setiadi) yang langsung disambut oleh para pengguna jalan.

Ketua DPC Partai Gerindra Jakarta Timur, Adi Kurnia Setiadi menjelaskan, aksi yang diberi nama takjil on th road (TOR) merupakan kegiatan tahunan saat Ramadhan.

Menurut Adi, kegiatan TOR ini rutin digelar setiap harinya di titik-titik strategis.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat dan dapat membantu warga yang berpuasa saat berada di jalan,” kata Adi, MInggu (20/5/2018).

Adi berharap melalui kegiatan TOR tersebut dapat menjaga hubungan baik Gerindra dengan warga Ibukota.

Selain pembagian takjil di Jalan Kolonel Sugiono, lanjut Adi, pihaknya juga menggelar bakti sosial di sejumlah titik perkampungan di Jakarta Timur.

“Diantaranya pembagian sembako dan susu gratis,” ujar Adi.

 

Sumber

 


Penanggulangan Terorisme Harus Lebih Substansial

Penanggulangan Terorisme Harus Lebih Substansial

Ketua DPP Gerindra Gus Irawan Pasaribu mengatakan penanggulangan terorisme harus dilakukan secara komprehensif.

Selain penindakan, pemerintah juga harus memperhatikan pencegahan yang salah satunya menelusuri akar permasalahan yang menyebabkan munculnya paham radikal yang berujung pada aksi teror.

‎”Jadi saya kira kemudian, akar masalahnya ini diperhatikan untuk diselesaikan pemerintah. Ini kan kemiskinan semakin besar, ketimpangan semakin melebar, ada rasa ketidakadilan di tengah masyarakat. Apapun lah dilakukan untuk melawan terorisme tetapi akar masalah itu jangan dilupakan,” katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Pasalnya menurut Irawan, aksi teror kali ini sangat luar biasa mengkhawatirkan.

Bagaimana tidak, menurutnya satu keluarga nekat melakukan bom bunuh diri di gereja, Surabaya.

‎”Karena kejadian akhir-akhir ini sudah di luar nalar di luar akal sehat, satu keluarga bisa melakukan itu, itu kan doktrinnya luar biasa, saya kira harus masuk ke akar masalahnya,” katanya.

Meskipun demikian, Irawan mengaku untuk kondisi sekarang ini, penindakan terhadap pelaku teror juga tetap dibutuhkan.

Oleh karena itu, ia mendukung bila pemerintah melibatkan TNI melalui Komando Khusus Gabungan (Koopssusgab) dalam penumpasan terorisme, dengan syarat sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku yakni UU nomor 34 tahun 2004 tentang TNI dan Undang-undang nomor 15 tahun 2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme yang kini sedang direvisi.

“Untuk tujuan pemberantasan terorisme, bisa saja (TNI),” ujarnya.

Sumber

 


Kita mengutuk keras segala bentuk kekerasan. Kita mengutuk terorisme


Butuh Kerjasama Semua pihak Perangi Teroris

Butuh Kerjasama Semua pihak Perangi Teroris

Berbagai serangan teror mencoba menguji seberapa kuat persatuan dan kesatuan bangsa ini. Kita harus sepakat, Pancasila adalah landasan kebangsaan kita dan setiap tindakan teror yang mencoba mencerai-beraikan bangsa ini tidak akan mempengaruhi kuatnya ketunggalan bangsa ini.

Kita harus sepakat, bangsa ini harus bekerja sama, bersatu memerangi setiap ancaman-ancaman yang mencoba merendahkan Pancasila dan UUD 1945. Kita tidak bisa membiarkan bibit teroris, tumbuh subur dan bergerilya di bangsa ini.

“Persatuan dibutuhkan untuk menyelamatkan tatanan bangsa yang hendak dirusak oleh kelompok kecil teroris. Kita harus bersama, kesampingkan perbedaan. Saat ini persatuan dan kesatuan bangsa ini yang dibutuhkan untuk melawan mereka” tegas Ahmad Muzani Sekretaris Jenderal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Wakil Ketua MPR RI.


Gerindra Tak Setuju Alquran Jadi Barang Bukti Kasus terorisme

Gerindra Tak Setuju Alquran Jadi Barang Bukti Kasus terorisme 2

Anggota Komisi III Partai Gerindra, Muhammad Syafi’i tidak setuju bila Alquran menjadi barang bukti dalam tindak pidana, termasuk terorisme.

‎”Kalau kemudian kitab suci jadi alat persidangan, ini sudah luar biasa,” kata Syafi’i di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Menurutnya apabila menyangkut isi atau konten maka sebaiknya aparat penegak hukum menghadirkan saksi ahli bukan menjadikan Alquran sebagai barang bukti.

Menurutnya, Alquran merupakan kitab umat Islam, bukan benda biasa.

“Alquran bukan benda biasa yang jadi alat mainan di pengadilan, jadi alat bukti macam-macam. Itu aneh dan kebablasan,” katanya.

Oleh karena itu, Gerindra menurut Syafi’i mendukung langkah kepolisian yang akan mengevaluasi dijadikannya Alquran sebagai barang bukti.

Karena menurutnya Alquran dan kitab suci agama apapun tidak tepat dijadikan barang bukti.

“Harus jangan dijadikan alat bukti dong,” ujarnya.

Permintaan Alquran tidak dijadikan barang bukti muncul dalam petisi di media sosial.

Petisi berjudul ‘Alquran Bukan Barang Bukti Kejahatan’ tersebut muncul di situs change.org‎.

Pihak kepolisian lalu merespon hal tersebut dan berjanji akan mengevaluasinya.

“Terimakasih masukannya. Kami akan mengevaluasinya,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Warsito.

 

Sumber

 

 


830 Pages123...10...Last »