• Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra

Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?

DPP Gerindra Sebut Capres 02 Sukses ‘Jahit’ Pluralisme di Sulut

pricilia-woworuntu-ketua-dpp-gerindra-bersama-prabowo

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Pricilia Ester Waworuntu mengatakan Prabowo Subianto Ketua umum Partai Gerindra yang juga calon presiden (capres) nomor urut 02 berhasil menjahit pluralisme di Sulawesi Utara Kota Manado dan sekitarnya.

‘Iya, jadi capres pak Prabowo menjahit pluralisme saat melaksanakan kampanye rapat umum di Kota Manado Minggu kemarin‎. Dimana simpatisan yang hadir dari bermacam agama dan suku, semua datang dengan damai untuk sebuah perubahan,’ ungkap Priscillia Waworuntu dalam pesan tertulis yang diterima Tribun Manado, Senin (25/03/2019).

Menurut wanita yang tengah berjuang merebut kursi DPRD Provinsi Sulawesi Utara Dapil Minahasa Utara dan Bitung ini, dalam kampanye itu ‎pak capres Prabowo telah menunjukan perhatiannya kepada Sulawesi Utara dengan langsung menyapa warga Kota Manado di kesempatan pertama.

Yang speSial dari kampanye yang dilakukan putra Langoan itu adalah, Prabowo merasakan benar-benar seperti pulang kampung karena Ibunda asli orang Sulawesi Utara (Sulut).

‘Dihadapan ribuan relawan Prabowo kembali menegaskan perjuangannya bersama cawapres Sandiaga Uni dan partai koalisi di Pemilu Pilpres 2019 bukan untuk pribadi,’ tambah isteri tercinta dari Simon A Mantiri.

Dalam kampanye itu, dia menyatakan bahwa perjuangannya ini demi masa depan bangsa dan anak cucu generasi Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

Pricislia mengutip apa yang disampaikan capres nomor 01 itu terkait beberapa hal, seperti perjuangan kita adalah agar Indonesia menjadi bangsa pemenang bukan bangsa kalah. Serta ingin Indonesia menang, ingin Indonesia adil makmur.

 

Sumber


Partai Gerindra Optimis Prabowo-Sandiaga Mampu Rebut Suara Jokowi-Maruf Jelang Pilpres 2019

prabowo-dan-jokowi-2

Pilpres 2019 aKan berlangsung 17 April 2019 mendatang.

Partai Gerindra semakin optimis pasangan Prabowo-Sandiaga mampu memenangkan Pilpres 2019.

Partai Gerindra menyebut tren survei yang menunjukkan peningkatan elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga   dibandingkan pasangan Jokowi-Maruf jelang Pilpres 2019.

Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono yakin para pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters) sudah menentukan memilih pasangan Prabowo – Sandiaga Uno.

Hal itu dibuktikan setiap kunjungan Prabowo – Sandiaga Uno di daerah-daerah yang memancing atusias ratusan ribu masyarakat untuk hadir.

“Kita menyiapkannya kampanye terbuka, gampang saja tinggal sebar undangan ke masyarakat lewat medsos untuk hadir di kampanye terbuka dan masyarakat pasti akan datang berduyun-duyun, enggak perlu dibayar,” kata Arief Poyuono melalui siaran pers, Minggu (24/3/2019)

Melihat antusiasme warga tersebut, Arief Poyuono mengklaim 30 persen pemilih Jokowi – Maruf Amin telah beralih mendukung Prabowo – Sandiaga Uno.

Lembaga survei Indo Barometer merilis hasil survei elektabilitas pasangan capres dan cawapres jelang Pilpres 2019.

Berdasarkan survei yang dilakukan pada 6-12 Februari 2019 ini, elektabilitas pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin 50,2 persen.

Sementara pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 28,9 persen.

 

Sumber


Hadiri Harlah NU, Gerindra Jatim Pastikan Prabowo-Sandiaga Konsisten Menjaga Ideologis Nahdliyin

anwar-sadad-sekretaris-dewan-pimpinan-daerah-dpd-gerindra-jatim

Partai Gerindra di Jawa Timur ikut menghadiri peringatan hari lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama di Surabaya, Sabtu malam (23/3/2019).

Kehadiran Gerindra tersebut juga memastikan bahwa pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno tetap akan menjaga konsep Nahdliyin apabila kelak terpilih.

Di antara perwakilan Partai Gerindra yang hadir adalah Anwar Sadad, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Jatim.

“Saya datang mewakili DPD Gerindra yang mendapatkan undangan resmi dari PWNU (Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama) Jatim),” kata Sadad ketika dikonfirmasi Minggu (24/3/2019).

Selain itu, Alumni Pondok Pesantren Sidogiri ini juga menjelaskan bahwa kehadirannya tersebut untuk menegaskan bahwa pihaknya merupakan bagian dari keluarga besar NU.

“Di samping itu, saya hadir karena ‘ghirah’ ke-NU-an. Saya bisa menyampaikan ucapan dirgahayu ke 96 jamiyah Nahdlatul Ulama kepada pada masyayikh yang saat ini menjadi pengurus NU,” kata Sadad menjelaskan.

Hal tersebut sekaligus menjawab adanya kekawatiran apabila Prabowo-Sandi terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden mendatang, akan meninggalkan semangat Nahdliyin.

Hal ini pula yang menjadi alasan NU secara struktural mendukung Paslon nomor urut 01, Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin.

“Kami menyadari bahwa arus besar struktural NU cenderung ke 01. Pemihakan kepada Paslon 01 lebih didasari kekuatiran dan kecemasan para kiai tentang dugaan kerugian secara ideologis di masa mendatang,” kata Sadad.

Ketua Harian Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi di Jawa Timur tersebut kembali menegaskan bahwa dugaan itu tidak benar.

“Di dalam pandangan saya, hal itu ‘absurd’,” kata Sadad.

“Segala bentuk kekuatiran dan kecemasan para kiai NU akan hilangnya ajaran dan tradisi NU jika paslon yang beliau-beliau dukung kalah, tak akan terjadi,” tegas Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Gerindra ini.

Pihaknya pun memastikan akan mengawal perjuangan Ahlussunnah Waljamaah, sesuai garis perjuangan NU.

Hal ini sesuai dengan pesan Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar.

“Ada hal yang menggembirakan saat selesai acara. Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar sempat membisikkan supaya kader-kader NU yang ada di kubu Paslon 02 untuk benar-benar memperjuangkan Ahlussunnah Waljamaah,” ungkapnya.

 

Sumber


Gerindra Soal Rp 18 M untuk Apel Kebangsaan: Bisa Buat Gaji 18.000 Guru

Gerindra soal

Partai Gerindra Jawa Tengah menyebut kegiatan Apel Kebangsaan yang diselenggarakan Pemprov Jawa Tengah terkesan mengamburkan APBD. Kegiatan yang berlangsung 17 Maret 2019 tersebut menelan anggaran lebih dari Rp 18 miliar.

“Kegiatan Apel Kebangsaan yang akan dilaksanakan 17 Maret oleh Gubernur Jateng itu sangat tidak tepat dan terkesan mengamburkan anggaran karena menelan biaya lebih dari Rp 18 miliar,” ujar Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Abdul Wachid saat dihubungi detikcom, Jumat (15/3/2019)

Menurutnya, kegiatan tersebut dilaksanakan di tengah kondisi ekonomi negara sedang melemah.

“Seharusnya cukup Ro 1,8 miliar tidak sampai Rp 18 miliar. Kegiatan itu tidak tepat karena kondisi ekonomi sedang melemah,” paparnya.

Wachid mengklaim mendapat laporan dari anggota DPRD Jateng bahwa selama ini tidak ada pembahasan bersama antara DPRD dan eksekutif terkait anggaran kegiatan tersebut.

“Dari informasi teman di DPRD Jateng, saat pembahasan anggaran 2019 DPRF tidak pernah diajak eksekutif membahas anggaran Apel Kebangsaan,” lanjutnya.

Bahkan, dirinya juga menyayangkan Apel Kebangsaan itu dilaksanakan bersamaan dengan Debat Cawapres.

“Jadi bisa menggangu Konsentrasi masyarakat yang ingin melihat kualitas Cawapres dalam debat,” keluhnya.

Selain itu, Wachid juga mempertanyakan muatan kegiatan. Apel Kebangsaan yang dimaksud dinilai hanya sebatas panggung hiburan.

“Ada tokoh agama dan pejabat teras yang diundang. Dan ada juga panggung dangdut dan musik rock. Apa ini Apel Kebangsaan, ini sangat keliru,” terang dia.

Dia membandingkan jika anggaran Rp 18 miliar itu dialokasikan pada program rumah tak layak huni (RTLH) dan gaji guru honorer.

“Apabila satu RTLH membutuhkan Rp 15 juta per rumah, maka bisa membangun RTLH sebanyak 1.200 lebih. Atau, untuk gaji guru K2 sebanyak 18.000 guru K2 kalau Rp 1 juta sebulan,” tandasnya.

 

Sumber


Dukung Langkah Anies Lepas Saham di Perusahaan Bir, Gerindra: Tak Bisa Ditawar

ketua-gerindra-jakarta-barat-yudha-permana-mengatakan

Partai Gerindra mendukung rencana Gubernur Jakarta Anies Baswedan melepas kepemilikan saham di perusahaan bir PT Delta Djakarta. Pemporv DKI memiliki 26,25 persen saham di perusahaan tersebut.

Ketua Gerindra Jakarta Barat Yudha Permana mengatakan bahwa penjualan saham bir tersebut merupakan janji politik Anies saat maju sebagai Cagub DKI 2017 lalu.

“Sebagai partai pengusung, sudah menjadi kewajiban mendukung penuh pemenuhan janji politik pak Anies. Itu tidak bisa ditawar,” ujarnya, Minggu, (10/3/2019).

Menurutnya, janji yang dibuat Anies tersebut merupakan komitmen bersama Ormas dan Parpol pengusungnya. Selain itu dengan melepas saham bir, Anies telah menyerap aspirasi warga.

“Pelepasan saham bir itu salah satu alasan warga pilih Anies-Sandi. Gerindra ada disitu untuk sosialisasi waktu itu, jadi komit tetap dukung penjualannya,” katanya.

Ia mengatakan bahwa Gerindra akan berkomitmen untuk mendukung langkah pelepasan tersebut, meskipun sejumlah fraksi di DPRD DKI menolaknya. Menurutnya setiap fraksi memiliki pandangan masing- masing termasuk mereka yang berpandangan mempertahanakan saham pemprov di PT Delta karena masih memberikan pemasukan atau dividen.

“Itu hak mereka, Saya pastikan Gerindra masuk partai yang komit mendukung Gubernur menjual saham bir,” pungkasnya.

Sumber