Justru Yang Fitnah PKI

Calon Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abid diterpa isu anak keturunan PKI. Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menilai orang yang memfitnah Nasrul Abit adalah PKI.

“Justru yang memfitnah Nasrul Abit itu yang PKI. Ingin memecah belah masyarakat Sumbar,” kata Dasco kepada wartawan, Kamis (22/10/2020).

Menurut Dasco, pihak yang memfitnah Nasrul Abit hanya ingin mengadu domba. Ia menggambarkan kejadian ini dengan istilah ‘PKI teriak PKI’.

 “PKI yang tidak ingin suasana damai. Dia pengin adu domba, pengin memecah belah. Ya itu kan PKI begitu memang. Jadi PKI teriak PKI,” tegasnya.

Dasco menilai, biasanya, isu PKI disebarkan untuk menjatuhkan lawan politik. Selain itu, Dasco mengatakan isu soal PKI tidak muncul saat Irwan Prayitno dan Nasrul Abit mencalonkan diri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar di Pilkada Sumbar 2016.

“Dulu waktu dengan Irwan Prayitno nggak digulirkan. Ini lagi hot-hot issue PKI. Ini fitnah, ya biasalah, biasa ditebarkan untuk menjatuhkan lawan. Kan gitu,” jelas Dasco.

Kendati demikian, Dasco menegaskan tidak tahu dalang di balik isu tersebut. Partai Gerindra, menurutnya, akan mendalami kejadian ini serta menyerahkan hasilnya ke aparat penegak hukum.

“Waduh yang mainin isu saya nggak tahu siapa. Nanti kita minta aparat penegak hukum ajalah. Ya tim hukum kami akan mempelajari dan kemudian akan menyerahkannya ke aparat penegak hukum,” ujar Dasco.

Untuk diketahui, masyarakat dan perantau Minang mulai diramaikan isu keturunan PKI yang ditujukan kepada cagub Sumatera Barat Nasrul Abit. Merespons hal ini, Nasrul pun membantah dan menyertakan bukti terkait isu miring yang ditujukan kepadanya.

“Anak PKI dari mana?” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (21/10)

Menurutnya, tuduhan anak PKI bukan merupakan hal yang masuk akal karena awal mula kariernya sebagai PNS di Lampung. Nasrul menjelaskan, pada 1970-an, mustahil seseorang yang punya garis keturunan PKI bisa lolos seleksi PNS karena masa itu merupakan masa Orde Baru.

Meskipun demikian, Nasrul mengaku memaafkan orang-orang yang memfitnahnya. “Saya diajarkan agama oleh orang tua saya dan tidak boleh dendam. Saya doakan mereka diampuni Allah,” katanya.

 

Sumber