desmon_mahesa

Jika serius ingin memindahkan ibukota negara, Presiden Joko Widodo harus mengajak bicara DPR dengan baik-baik. Terlebih, pemerintah sudah memutuskan ibukota pindah ke Kalimantan Timur.

Jika minim kajian dan DPR tidak dilibatkan, rencana pemindahan ibukota dikhawatirkan bernasib sama dengan mobil nasional Esemka yang gaung-gaungkan Jokowi.

Begitu kata Ketua DPD Banten Partai Gerindra, Desmond Junaidi Mahesa  di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/8).

“Udah dibicarakan belum sama DPR? Jangan-jangan ini kaya Esemka, cuma khayalan,” ujar Desmond.

Wakil ketua Komisi II DPR ini menyatakan, sebagai kepala negara, Jokowi tidak seharusnya memaksa publik ikut dengan cara berpikirnya. Tetapi, kebijakan yang akan dia umumkan seharusnya sudah dikaji dan dibahas bersama parlemen.

“Zaman Soeharto saja tidak seperti ini gitu lho. Ada apa dengan Jokowi? Jangan-jangan Esemka, Esemka saja khayalan. Yang jadi soal hari ini, saya sebagai orang Kalimantan seneng gitu lho (ada rencana pindah ibukota), tiba-tiba ketipu. Nah ini jadi soal,” jelasnya.

Kata Desmond, terkait dengan rencana pemindahan ibukota, Jokowi harus lebih banyak belajar lagi dari para pendahulunya. Jangan menebar angin kepada rakyat sendiri.

“Kami tidak mengkritik dalam konteks ibukota baru. Tapi kami mengkritik kalau ini khayalan yang tidak konkret,” tukasnya.

 

Sumber