Infrastruktur Hanya Etalase Politik atau Pencitraan Semu

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, mengkritik pemerintah yang menurutnya banyak mengklaim keberhasilan pembangunan. Menurutnya, pembangunan pemerintah tidak sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat.

“Pemerintah tak punya road map yang jelas, karena orientasinya menjadikan pembangunan hanya etalase politik. Padahal pembangunan adalah kewajiban bagi pemerintahan manapun, bukan prestasi. Prestasi itu kalau blue print yang direncanakan dapat direalisasikan dan akhirnya menstimulus ekonomi,” kata Fadli di Jakarta, Rabu (2/1).

Fadli menyinggung ‘revolusi mental’ yang digulirkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo. Justru pemerintah gencar membangun infrastruktur fisik.

Menurutnya, pemerintahan Jokowi hanya mengambil hasil pembangunan dari pemerintahan terdahulu atau hasil dari provinsi dan kabupaten.

“(Misalnya) pembangunan Bandara Kertajati di Majalengka sebenarnya keberhasilan pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah Gubernur Ahmad Heryawan, tapi kini diklaim seolah hasil pemerintah pusat sekarang. Padahal pembangunan itu sudah dimulai pada periode lalu dengan menggunakan sebagian besar dana APBD,” ujarnya.

Selain itu, Fadli juga menyinggung jargon pembangunan Poros Maritim. Pemerintah pernah memperkenalkan tol laut, namun yang dibangun justru tol darat.

“Ini membuat sebagian besar proyek pembangunan menjadi tak realistis, karena memang tak berangkat dari proyeksi kebutuhan dan perencanaan matang. Selain itu, pembangunan gagal menstimulus pertumbuhan ekonomi yang dijanjikan 7-8 persen,” tegasnya.

“Pembangunan mestinya juga dilakukan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan, bukan untuk kepentingan etalase politik atau pencitraan semu. Mahal sekali harga yang harus dibayar oleh rakyat Indonesia nantinya,” imbuh Fadli.

 

Sumber