694852_720

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan siap menjadi calon presiden dalam pemilihan presiden dan wakil presiden tahun depan. Kesiapan itu ia nyatakan di hadapan ribuan kader partai dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Gerindra di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 11 April 2018.

“Dengan segala tenaga, jiwa, dan raga saya. Seandainya Gerindra memerintahkan saya maju dalam pemilihan presiden yang akan datang, saya siap melaksanakan tugas tersebut,” ujar Prabowo dalam pidatonya. Para kader Gerindra menyambutnya dengan sorak dan tepuk tangan.

Pernyataan Prabowo itu menepis berbagai isu yang beredar bahwa Prabowo ragu untuk maju kembali berhadapan dengan Joko Widodo, rival yang mengalahkannya pada pemilu sebelumnya. “Saya tak perlu menjawab. Yang saya ingin sampaikan, saya pemegang mandat dari anggota Gerindra seluruh Indonesia,” ucap Prabowo. Bila jadi maju, Prabowo akan menantang Joko Widodo, yang telah mendapat dukungan dari lima partai politik.

Mandat kepada Prabowo sebagai calon presiden itu sebenarnya telah diberikan pengurus partai pada Rakornas Gerindra tahun lalu. Namun, ketika itu Prabowo belum menyatakan kesediaannya untuk maju. Hampir satu tahun berlalu Prabowo tak kunjung memberikan kepastian. Bahkan satu hari sebelum Rakornas Gerindra 2018 berlangsung sempat beredar kabar bahwa Prabowo tidak akan mencalonkan diri.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, salah satu tujuan pernyataan kesiapan Prabowo menjadi calon presiden itu adalah mendongkrak elektabilitas Gerindra. “Tentu saja untuk itu. Dengan Prabowo maju, maka elektabilitas pada pemilu legislatif akan lebih baik,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, selain menerima mandat untuk maju dalam pemilihan presiden, Prabowo bertugas membangun koalisi. “Untuk menentukan calon wakil presiden,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono menambahkan, deklarasi pencalonan Prabowo akan dilakukan setelah koalisi partai pendukung terbentuk. Saat ini Gerindra menunggu kepastian dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Para petinggi PKS dan PAN memang hadir dalam acara di Hambalang itu kemarin.

Ketua PKS Aboe Bakar menuturkan bahwa kehadiran petinggi partainya seperti Ketua Umum Sohibul Iman merupakan sinyal adanya koalisi. “PKS dan Gerindra bersama sebagai dinamisator dan pemenang,” ujarnya. Adapun Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan membantah kehadirannya merupakan sinyal untuk koalisi. “Kami belum ambil keputusan,” ujarnya.

 

 

Sumber