Pemerintah Sekarang Cenderung Membelenggu Kebebasan Mengambil Sikap Politik

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, partanya tidak merasa dikhianati Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo yang mendukung Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

Menurutnya, sikap berbalik arah Hary Tanoe (HT) yang dulu mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2014 belum final.

┬áNggak ada (merasa dikhianati). Kami pahami apa yang terjadi sama kecenderungan Parpol lain,” kata Fadli kepada wartawan di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (3/8/2017).

Menurut dia, sikap pemerintah saat ini cenderung membelenggu kebebasan dalam mengambil sikap politik.

“Pemerintah sekarang menurut saya cenderung untuk membelenggu kebebasan dalam mengambil sikap politik,”katanya.

Fadli menyebut hal itu terlihat saat organisasi masyarakat, aktivis yang sedikit kritis, lalu ‘ditekan’.

“Sehingga menjadikan hukum sebagai alat kepentingan menekan atau penggalang demi jadi barisan pendukung. Ini yang kami rasakan,” kata Fadli.

Lebih lanjut saat ditanya apa kemungkinan hal itu yang melatarbelakangi HT mendukung Jokowi, Fadli enggan berandai-andai.

“Saya ngga tahu alasan utamanya. Walaupun kita menghargai itu kan sikap lembaga,” katanya.

Wakil Ketua DPR RI ini membenarkan isu publik karena kasus yang menjerat HT, memaksa dirinya berubah haluan mendukung Jokowi.

“Itu presepsi yang berkembang menurut saya mewakili perasaan masyarakat, jadi belum tentu sesuai hati nuraninya,” kata Fadli.

Fadli menegaskan, jika Gerindra menjadi partai penguasa tidak akan menjadikan hukum sebagai alat politik.

 

Sumber