Video #BeragamItuBasukiDjarot Tak Tunjukkan Kondusivitas

Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, turut angkat bicara mengenai munculnya video tentang keberagaman yang diunggah oleh Cagub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Muzani menilai video tersebut tak mencerminkan suasana kondusivitas dan suasana bersahabat.

“Ya pokoknya video tidak menunjukkan kondusivitas, tidak menunjukan suasana yang bersahabat, suasana yang sudah capai, kita bangun. Tiba-tiba ada video seperti itu. Jadi saya nggak tahu maksudnya apa,” ujar Muzani di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Jl Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jaksel, Senin (10/4/2017).

Muzani tahu mengenai video tersebut dari koleganya di Partai Gerindra. Menurutnya, video itu seakan-akan memancing dan tidak menampilkan kesejukan dalam Pilgub DKI putaran kedua ini.

“Tadi sejumlah kawan-kawan, menginformasikan seperti itu. Kesannya kok memancing-mancing. Menurut saya kita harus menjaga kondusivitas pilkada ini dengan kesejukan, keramahan dan dengan ya begitulah ya. Saya kira semua komponen harus memiliki keterpanggilan itu,” terang Muzani.

Selain itu, dia juga tidak mengetahui maksud dari makna video #BeragamItuBasukiDjarot. Pihaknya disebut Muzani kini tengah mempelajari apakah video tersebut akan dilaporkan atau tidak.

“Kita sedang mempelajari ya,” ujar anggota Komisi I DPR itu.

Muzani pun mengharapkan suasana ke depan dalam hajatan pemilu lima tahunan ini berjalan dengan aman. Tidak ada intimidasi atau ketakutan yang dirasakan masyarakat ketika menyalurkan hak politiknya.

“Karena kita berharap pilkada ini suasana lebaran di mana orang bersuka ria, orang Jakarta untuk mentukan pilihan gubernurnya sehingga tidak ada intimidasi, tidak ada ancaman, tidak ada ketakuran karena itu menjadi sesuatu penting orang meluapkan kegembiraan itu,” kata Muzani.

Sebelumnya, ACTA melaporkan Ahok-Djarot ke Bawaslu karena menilai video tersebut menyerang agama tertentu. Video berdurasi dua menit itu menampilkan secara jelas berisi adegan di mana terjadi kerusuhan dan demo, yang pelakunya adalah orang berpeci dan bersurban.

 

Sumber