Bakal Calon Gubernur (Bacagub) dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta tahun 2017 mendatang, Sandiaga Salahudin Uno (46), menegaskan, dirinya akan tetap setia dan mendukung penuh pilihan dan keputusan siapa yang akan diusung oleh Gerindra.
Meski demikian, Sandiaga Uno mengaku tetap optimis dirinya akan diusung oleh partai yang sudah membesarkan namanya dalam Pilkada DKI Jakarta yang akan dimulai tahapannya pada Februari 2017 mendatang.
Hal tersebut diungkapkan Sandiaga Uno saat melakukan penjaringan aspirasi warga di Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara pada Sabtu (28/5) yang dihadiri oleh puluhan ibu-ibu rumah tangga dan pemuda di lokasi tersebut.
Meski isu yang berkembang saat ini Partai Gerindra akan mengusung Sjafrie Sjamsoeddin dengan Djarot Saiful Hidayat, namun Sandiaga Uno mengaku tidak akan berhenti untuk terus menjaring aspirasi masyarakat dari satu Kelurahan ke Kelurahan lainnya.
“Saya tidak akan mundur dari pencalonan Pilkada DKI Jakarta dari Partai Gerindra, meski saya tidak diusung sekalipun oleh Gerindra, saya akan tetap mendukung dan menghormati keputusan yang diambil Gerindra,” ujar Sandiaga Uno, Sabtu (28/5) siang, di Jalan Lagoa Terusan Gang 1C, Kelurahan Lagoa, Jakarta Utara.
Menurutnya, kesetiaan dan loyalitasnya terhadap Partai Gerindra tidak akan hilang meskipun dirinya tidak diusung oleh partai dengan lambang kepala Burung Garuda itu dalam ajang Pilkada DKI Jakarta 2017. Dirinya juga menegaskan, tidak akan berganti ke perahu lain (berpindah Parpol-Red) hanya karena tidak diusung oleh Gerindra.
“Partai Gerindra baru akan mengumumkan bakal calon yang diusung setelah hari raya Lebaran nanti, dan saya optimis bisa tetap menjadi salah satu kandidat yang bisa diusung oleh Gerindra, namun jika saya tidak diusung sekalipun, saya akan tetap mendukung pilihan Gerindra,” tambahnya.
Sandiaga Uno meyakini, dalam dunia politik selalu ada dinamika dan perubahan-perubahan bahkan hingga last minute sekalipun. Oleh sebab itu, kata Sandiaga, dirinya mendaftar pembukaan Bacagub (Bakal Calon Gubernur) ke beberapa partai politik yang membuka pendaftaran dari anggota eksternal.
“Dengan komunikasi politik dengan partai lain, maka Gerindra dapat lebih leluasa untuk menjalin koalisi untuk menyongsong Pilkada DKI Jakarta tahun depan, bisa saja saya menjadi DKI1 atau DKI2, itu tidak masalah selama Gerindra mempercayakan hal tersebut kepada saya,” lanjut Sandiaga.
Sandiaga juga mengaku tidak akan pernah berhenti untuk menjaring aspirasi dari seluruh warga di Jakarta dengan menyambangi minimal dua lokasi yang berbeda dalam satu hari di wilayah DKI Jakarta untuk semakin sempurna mendengarkan keinginan rakyat.
“Saya semakin yakin dan percaya bahwa dengan kegiatan turun langsung ke lapangan mendengar keluhan dan curhatan dari warga tentang masalah di lingkungannya ataupun aspirasinya, maka kita bisa mengetahui dengan pasti dan spesifik apa yang diinginkan warga Jakarta,” ucapnya.
Sandiaga Uno yang sudah selama 110 hari menyapa dan turun langsung ke berbagai lokasi di 5 kota administrasi Jakarta, mengaku akan semakin meningkatkan sambang grass root ke seluruh lokasi yang mengundang atau membutuhkan perhatian khusus.
“Masih ada waktu 8 bulan menuju Pilkada DKI Jakarta, dan saya akan terus turun ke masyarakat, mendengar apa keinginan hati mereka demi kota Jakarta yang lebih baik dan inklusif,” tandasnya.