Banjir Jakarta Bukan Sabotase

Terjadinya banjir di Jakarta akibat semakin sedikitnya daerah resapan air serta buruknya sistem drainase di wilayah tersebut. Kondisi itu tidak semestinya Gubernur Jakarta menyalahkan pihak lain.

Demikian diungkapkan oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon saat menghadiri harlah partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di Cibinong, Bogor, Kamis 12 Februari 2015. Dalam acara tersebut diadakan penanaman 1.000 pohon bambu di bantaran Kali Ciliwung.

Menurut politikus Partai Gerindra ini, banjir di Jakarta disebabkan oleh banyak faktor, di antaranya daerah resapan air yang terus berkurang. Jakarta dipadati berbagai bangunan, seperti gedung, perumahan warga, dan mal yang jumlahnya 120 mal. Bahkan, 40 persen area fasilitas umum dan sosial yang seharusnya menjadi wilayah resapan air sudah menjadi lokasi bangunan.

“Harus introspeksi bahwa banjir itu bukan kiriman dari Bogor atau sabotase. Tapi, masalahnya ada di Jakarta itu sendiri,” ucap Fadli.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu memuji salah satu langkah penanganan banjir yang direncanakan pemerintah DKI, yakni pembangunan tembok raksasa penahan ombak laut atau Giant Sea Wall. Pembuatan tembok raksasa ini penting untuk menahan banjir akibat air laut yang pasang. Di Amsterdam, Belanda, tembok semacam ini cukup berhasil menahan banjir rob.

“Amsterdam itu kotanya lebih rendah daripada permukaan air laut. Penyempurnaan sistem drainase dan deep tunnel atau pembuatan sodetan. Katanya kalau Gubernur (Jokowi) jadi Presiden banjir beres. Setelah jadi Presiden banjir belum juga hilang,” ucap Fadli.

Terkait dengan penanaman pohon bambu, menurut Fadli hal tersebut sebagai bentuk dari menjaga lingkungan dan kelestarian alam. Dipilihnya bambu karena pohon tersebut dapat mencegah erosi dan dapat menyimpan air. Selain itu, bambu berfungsi sebagai ekologi, budaya, dan bernilai ekonomi.

“Bambu adalah tanaman khas Indonesia dan ada di mana-mana karena murah, sehingga diharapkan masyarakat Indonesia dapat menanam bambu sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Sumber