Gerindra Kurang Yakin Jokowi Bisa Turunkan Harga Pokok yang Terlanjur Naik

Pergantian malam tahun baru kemarin Presiden Jokowi telah menurunkan harga BBM jenis premium Rp 7.600, setelah menaikkannya Rp 8.500 dari Rp 6.500 pada November 2014 lalu.

Namun, penurunan harga BBM tersebut tidak diukuti oleh penurunan harga bahan pokok dan transportasi yang sudah terlanjur naik.

Anggota Komisi VII DPR RI Aryo Djojohadikusumo mengatakan, pemerintah perlu mendorong penurunan harga bahan pokok lain tersebut.

“Saya rasa pemerintah perlu melakukannya,” sebut politisi Gerindra ini, Senin (5/1).

Tetapi kalau melihat kinerja pemerintah yang sudah berjalan lebih dua bulan ini, Aryo kurang yakin hal itu bisa dilakukan. Mengingat, Jokowi kurang serius mengurus rakyat, khususnya memperhatikan mayarakat menengah ke bawah.

“Saya kurang yakin pemerintah saat ini punya kemampuan menurunkan harga bahan pokok lain,” tandasnya.