Jakarta - Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta akan digelar 11 Juli 2012. Saat ini pasangan calon gubernur dan wakil gubernur tengah melakukan beragam upaya dan manuver untuk menjaring suara warga. Partai Gerindra optimistis pasangan Jokowi – Basuki akan memenangkan Pemilukada DKI Jakarta.

Mobil bertuliskan ”Jakarta Baru, Jokowi – Basuki” sudah lalu lalang di Jakarta. Mobil boks berwarna putih itu terlihat berlalu lalang di beberapa tempat, seperti Fatmawati, Cilandak, dan Kuningan. Pada setiap sisi mobil boks itu terpampang running poster bergambar Jokowi dan Basuki. Pada satu sisi menampilkan foto pasangan Jokowi – Basuki dengan baju kotak-kotak berwarna merah tengah memegangi miniatur kereta api. Dan di sisi lainnya, tampak Basuki berdiri tersenyum seorang diri dengan baju kotak-kotaknya.

Di sisi belakang mobil menampilkan peta Jakarta yang disusun dari kata-kata berwarna-warni, yang mewakili lokasi-lokasi utama di Jakarta, seperti Pondok Indah, Menteng, Fatmawati, dan lain-lain. Pada bagian tengah peta tersebut tampak mencolok tulisan ”Jakarta Baru, Jokowi – Basuki”.

Partai Gerindra dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan telah mengusung pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk maju sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta yang akan digelar pada 11 Juli 2012. Saat ini pasangan calon gubernur dan wakil gubernur tengah melakukan upaya untuk menarik suara warga Jakarta. Salah satunya dengan mobil kampanye pasangan Jokowi – Basuki tersebut.

Rupanya, mobil boks putih itu merupakan ”warisan” kampanye Megawati – Prabowo pada pemilihan presiden 2009. Usai pemilihan, mobil yang dimiliki adik Prabowo, Hasjim Djojohadikusumo, itu tidak terpakai. Mobil itu kemudian ditawarkan kepada pasangan Jokowi – Ahok. Jumlahnya 28 unit, semuanya dalam kondisi rusak di bengkel. Setelah diperbaiki dan dicat ulang, mobil kampanye itu sudah lalu lalang di jalan-jalan ibukota.

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, optimistis pasangan Jokowi – Ahok yang diusung partainya bersama dengan PDI Perjuangan akan menang. Optimisme itu muncul setelah melihat dukungan warga Jakarta yang semakin meluas terhadap pasangan ini. Padahal Jokowi – Ahok berasal dari daerah yang berbeda. Joko Widodo berpengalaman menjadi Walikota Solo. Sedangkan Ahok juga sukses menjadi Bupati Belitung Timur.

”Keduanya bukan asli Jakarta. Keduanya datang dari dua daerah yang berbeda. Tapi keduanya dalam waktu dekat mendapatkan dukungan dari masyarakat luas. Itu yang membuat saya optimistis keduanya akan memenangkan Pemilukada DKI Jakarta,” kata Prabowo saat mengunjungi Solo Techno Park, Solo, Jawa Tengah, Sabtu 14 April 2012.

Dalam kesempatan itu Prabowo membantah kedua pasangan itu mendapatkan kucuran dana yang cukup besar. ”Siapa bilang saya memberikan dana kepada Jokowi. Saya tidak memberikan dana. Mereka cari dananya sendiri,” kata mantan Danjen Kopassus ini. Penggalangan dana kampanye dilakukan pasangan Jokowi – Ahok dengan menjual baju kotak-kotak, kata Prabowo,  ini merupakan pembelajaran bahwa berpolitik tidak harus memiliki dana banyak.

Calon wakil gubernur Ahok kepada Gema Indonesia Raya juga menegaskan bahwa tidak ada permainan uang di balik pencalonannya bersama Jokowi. ”Kami hanya ingin dilihat oleh rakyat bahwa Gerindra merupakan partai yang benar-benar tidak main uang. Jadi, kalau Pak Jokowi dan saya tidak menang pun, itu bukan kerugian bagi Partai Gerindra. Yang penting kami sudah mengajukan orang yang jujur dan berprestasi. Karena kalau jujur saja tapi tidak pintar, tidak ada gunanya,” kata Ahok.

Jakarta, menurut Ahok, mempunyai pengaruh besar. Sukses memimpin di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung,  atau Kotamadya Solo, Provinsi Jawa Tengah, tidak akan berdampak apa-apa terhadap Indonesia. ”Tapi bila saya dan Pak Jokowi berhasil memimpin di Jakarta maka dampaknya akan sangat besar bagi bangsa Indonesia,” lanjut Ahok.

Karena itu sejumlah  konsep untuk membangun ibukota sudah disiapkan, antara lain beasiswa bagi siswa tak mampu, mengurus administrasi tanpa adanya pungutan liar, kartu sehat, penggabungan izin trayek, kereta dan bus Transjakarta, mengatur keberadaan mal dan pedagang kaki lima (PKL), dan lainnya.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M. Taufik mengungkapkan, optimisme Jokowi – Ahok akan menang memang beralasan, karena tim sukses dari pasangan Jokowi – Ahok adalah masyarakat Jakarta. Ini terbukti dari banyaknya warga Jakarta yang mengisi formulir untuk menyosialisasikan pasangan Jokowi – Ahok di masing-masing lingkungannya.

”Tugas masyarakat yang menjadi tim sukses cuma satu, yaitu menyosialisasikan pasangan Jokowi – Ahok ke lingkungan terdekatnya. Saat ini jumlah warga yang mengisi formulir sudah di atas 50 ribu orang,” kata Taufik.BS

Menggalang Dana Lewat Baju Kotak-Kotak

Baju motif kotak-kotak yang dikenakan pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi – Ahok) saat mendaftarkan diri sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta ke Komisi Pemiluhan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta pada 24 Maret 2012 telah menjadi ikon khas pasangan yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) dan Partai Gerindra itu.

Seragam yang dikenakan duet ini menyedot perhatian masyarakat. Sebab, tidak lazim pasangan calon kepala daerah mengenakan seragam seperti pakaian penyanyi “country”. Berulangkali Jokowi maupun Ahok mengungkapkan filosofi di balik kemeja bermotif kotak-kotak itu. Simbol kotak-kotak menandakan bahwa Jakarta terdiri dari berbagai suku dan warna. Sedangkan penggulungan lengan baju hingga ke siku menyiratkan pesan siap bekerja keras turun ke lapangan untuk melayani warga dan menyelesaikan masalah di Ibu Kota Indonesia.

Kini, baju kotak-kotak itu tidak lagi sekadar penanda identitas Jokowi dan Ahok menjelang pertarungan Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta, tetapi juga bakal menjadi salah satu sumber pemasukan uang untuk membiayai kampanye pasangan ini.  Jokowi tengah menyiapkan kemeja kotak-kotak untuk dijualnya sebagai dana kampanye. Saat berkunjung ke konveksi di Nusukan, Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (13 April 2012), Jokowi mengungkapkan telah memesan 90.000 potong kemeja untuk dijual sebagai penggalangan dana kampanye.

Dari jumlah itu 70.000 potong dikerjakan di Jakarta. Sisanya dikerjakan sejumlah usaha konveksi kelas kecil di Surakarta dan sekitarnya seperti di Nusukan, Sondakan, Kaliyoso, Kalijambe, serta Grogol Solo Baru. Kemeja tersebut akan dijual seharga Rp 100 ribu per potong. Sedangkan biaya produksi hanya sebesar Rp 50 ribu. Setelah dikurangi biaya produksi, uang jualan baju yang dikumpulkan akan digunakan sebagai dana kampanye. Selain untuk modal kampanye, pembuatan kemeja itu juga bertujuan untuk menggairahkan sektor industri kecil atau Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Jokowi mengaku pesanan baju kotak-kotak dari masyarakat luar biasa banyak. Dia menduga mungkin pesanan itu merupakan dukungan simpatik masyarakat Jakarta. “Sudah banyak peminat dan sudah banyak relawan yang siap memasarkan baju kotak-kotak ini,” ujar Jokowi. BS

(partaigerindra.or.id)