Gerindra Terus Kedepankan Delapan Program Aksi

Partai Gerindra terus mengedepankan delapan program aksi sebagai program konkret untuk mensejahterakan rakyat. Seluruh delapan progam aksi itu memiliki parameter, ukuran, dan target yang jelas.

Bayang-bayang kepak sayap burung garuda terlihat di daratan. Burung garuda, lambang Partai gerakan indonesia raya (Gerindra), sedang terbang di udara. Melintasi daratan, ketika orang-orang sedang menjalankan aktivitasnya bersembahyang di tempat ibadah, bekerja di sawah, belajar, dan lain-lain diiringi narasi suara Prabowo Subianto yang mengajak untuk bergabung dengan Partai Gerindra.

Tentu kita masih ingat iklan Partai Gerindra yang kerap ditayangkan di berbagai stasiun televisi saat menjelang pemilu 2009 silam. Kala itu usia Partai Gerindra belum menginjak dua tahun dihitung sejak didirikan pada 6 februari 2008. Namun, Partai ini telah memikat rakyat lewat visi dan misi yang disampaikan iklan Partai: ekonomi kerakyatan, membuka lapangan pekerjaan, dan lain-lain. Berkat iklan yang merakyat dan spesifik itu, popularitas Partai Gerindra meningkat.

Dengan kampanye itu sebenarnya Partai Gerindra telah membuat sebuah gebrakan baru. Partai yang mendudukkan Prabowo Subianto, ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), sebagai ketua dewan pembina berupaya merangkul petani dan nelayan. Seperti terlihat dalam iklannya, Partai Gerindra mencoba mengembalikan dan menyadarkan kembali akar ke-Indonesiaan yang berawal dari masyarakat pedesaan sebagai petani dan nelayan. Alhasil, sebagai sebuah pemain baru yang mengikuti pemilu untuk pertama kalinya, Partai Gerindra mampu meraih 4.646.406 juta suara atau 4,46%. Dengan persiapan hanya dua sampai tiga bulan, Partai Gerindra bisa melejit ke posisi Partai papan tengah. Berada di urutan delapan.

Partai Gerindra mengungguli Partai yang sebelumnya telah mengikuti pemilu 2004 seperti Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Bintang Reformasi (PBR). Dengan hasil itu, Partai Gerindra memperoleh sebanyak 26 kursi di DPR. Tidak hanya itu, dalam Pemilihan Umum Presiden (PILPRES), Partai Gerindra berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI PERJUANGAN). Koalisi menghasilkan pasangan calon Presiden dan wakil Presiden, yaitu Megawati Soekarno Putri (calon Presiden dari PDI PERJUANGAN) dan Prabowo Subianto (calon wakil Presiden dari Partai Gerindra). Pasangan capres dan cawapres lainnya dalam pilpres adalah Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono, Jusuf Kalla dan Wiranto.

Sby dan Boediono akhirnya menjadi pemenang dalam pilpres itu. Meski belum genap berusia dua Tahun pada waktu itu, sukses Partai Gerindra cukup membanggakan. Kini, Partai Gerindra memasuki usia empat tahun. Waktu empat tahun memang terlalu singkat. “Kami mendirikan Partai tiga tahun lalu rasanya seperti baru kemarin. Waktu habis untuk verifikasi Partai, kampanye, dan melakukan program. Sebagian besar waktu yang ada justru habis untuk proses administrasi,” kata ketua umum Partai Gerindra, Prof. Dr. Ir. Suhardi, Msc. Kedepankan 8 program aksi selama tiga tahun, Partai Gerindra terus mengedepankan 8 program aksi, yaitu menjadwalkan kembali pembayaran utang, menyelamatkan kekayaan negara untuk menghilangkan kemiskinan, melaksanakan ekonomi kerakyatan, delapan program desa, memperkuat sektor usaha kecil, kemandirian energi, pendidikan dan kesehatan, menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup.

EMPAT TAHUN BERGERAK BERSAMA RAKYAT

Optimis perolehan suara pada Pemilu 2014 akan meningkat.

Menurut Suhardi, delapan program aksi tersebut merupakan program konkret untuk mensejahterakan rakyat. Seluruh delapan progam aksi itu memiliki parameter, ukuran, dan target yang jelas. “salah satu target yang berhasil kita meminta penghapusan BHP (Badan Hukum Pendidikan). Ternyata kita berhasil di tingkat Mahkamah Konstitusi (MK),” jelas Suhardi. Pada rabu, 30 maret 2010, MK membatalkan UU BHP karena tak selaras dengan UUD NRI tahun 1945. Dengan tetap mengedepankan delapan program aksi, Partai Gerindra kembali berancangancang untuk menghadapi pelaksanaan pemilihan umum 2014. Pengalaman pemilu 2009 menjadi landasan bagi Partai ini untuk mendongkrak suara pada pemilu 2014. Langkah yang ditempuh adalah melakukan konsolidasi di semua lini untuk menguatkan misi Partai. Menurut Suhardi, pemilu 2014 merupakan waktu yang singkat terutama untuk persiapan. Salah satunya verifikasi Partai politik peserta pemilu. “bagi kami sebenarnya aneh. Masak Partai yang sudah ikut pemilu harus diverifikasi. Tapi kami sudah siap,” ujarnya kepada iman firdaus dari Gema Indonesia Raya dalam wawancara telepon.

Kesiapan itu diwujudkan dengan memenuhi target sebagaimana syarat verifikasi, yaitu DPD di 33 provinsi dan 75% di tingkat kabupaten kota. “seluruh kader Partai Gerindra siap untuk menghidupkan kantor DPD tingkat kabupaten kota,” kata guru besar kehutanan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) ini. Bahkan, kader-kader militan Partai Gerindra diperkirakan bisa mendongkrak perolehan suara Partai pada pemilu 2014. Ketika awal berdiri, dalam waktu satu tahun kurang, Partai Gerindra belum punya banyak kader dan saksi. Tapi, pada pemilu 2014 mendatang, Partai Gerindra memiliki lebih dari 5 juta saksi. Saat ini tercatat 13 juta pemegang kartu tanda anggota Partai Gerindra.

Karena itu, Partai Gerindra optimistis perolehan suara pada pemilu 2014 akan meningkat. Menurut Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon, peningkatan jumlah suara Partai Gerindra itu terkait dengan manifesto perjuangan Partai yang sangat jelas. “kami tetap pada ekonomi kerakyatan dan politik yang berpihak pada rakyat,” katanya kepada Gema Indonesia Raya. Sedangkan untuk calon Presiden, baik suhardi maupun Fadli Zon memastikan Partai Gerindra tidak akan goyah, yaitu tetap mencalonkan Prabowo Subianto sebagai calon Presiden dalam pemilihan Presiden 2014. “kami tidak mungkin ditawar soal itu. Apa pun yang terjadi, kami harus mencalonkan Pak Prabowo,” kata Suhardi.

Partai Gerindra menjadi satu-satunya Partai politik yang berani mengusung calon Presiden jauh-jauh hari. Ketika Partai politik lain masih menimbangnimbang dan mencari sosok, Partai Gerindra sudah mengambil keputusan. Begitu pula pada pemilu 2009, Partai Gerindra menjadi Partai paling belakang menentukan capres, sekarang menjadi Partai yang paling dahulu menentukan capres. “sejak sekarang Partai Gerindra sudah mengusung calon Presiden untuk pemilu nanti, yakni Prabowo Subianto. Partai politik lain pun sebaiknya sudah mengusungnya dari sekarang,” kata Fadli Zon yang juga Ketua Badan Komunikasi Partai Gerindra ini. Dengan cara ini, maka sejak awal rakyat sudah memiliki pilihan.

Print Berita