Popularitas calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto di kalangan masyarakat Jawa Timur kini menyaingi pamor SBY. Maraknya iklan politik Gerindra di berbagai media diyakini ikut mendongkrat citra mantan Pangkostrad itu.

Riset politik yang dilakukan SSC (Surabaya Survei Center) menunjukkan di Jawa Timur, tingkat elektabilitas Prabowo terus menanjak secara signifikan. Pada bulan Desember, elektabilita Prabowo di mata masyarakat Jatim telah jauh melampaui Sri Sultan, Wiranto, Amien Rais atau Gus Dur sekalipun.

Direktur SSC, Mochtar W Oetomo menjelaskan, secara rinci, SBY masih memperoleh elektabilitas paling tinggi dengan 23,61% dukungan. Disusul Megawati dengan 15,79%, Prabowo 12,23%, Sri Sultan 6,83%, Amien Rais 4,86%, Gus Dur 4,32%, Hidayat Nur Wahid 3,51%, Wiranto 2,69% dan Jusuf Kalla 1,33%.

“Peta yang demikian tentu saja tidak permanen. Karena ketika pertanyaan dibuat berpasangan dan head to head, ternyata Sultan menjadi figur yang sangat menentukan dan mempunyai elektabilitas yang tinggi ketika diposisikan sebagai Wapres” kata Mochtar dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/1).

Melejitnya Prabowo juga tak lepas dari semakin dikenalnya partai Gerindra di mata masyarakat Jatim. Gerindra dikenal oleh 70,45% masyarakat Jatim. Melampaui popularitas Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) 65,34%.

Disusul Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), yakni 53,51%. Kemudian berturut-turut, Partai Patriot 27,13%, PNBK 17,83%, Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) 15,7%, Partai Kedaulatan 10,34%, Partai Indonesia Baru (PIB) 9,11%, Partai Persatuan Rakyat Nasional (PPRN) 7,09% dan Partai Matahari Bangsa (PMB) 6,59%.

“Gencarnya iklan Gerindra dan Prabowo jelas adalah faktor utama menanjaknya popularitas keduannya. Sementara menyodoknya PKNU jelas adalah berkah dari ributnya PKB. Tapi keduanya masih kalah dibandingkan partai lama seperti PDIP dan Golkar,” jelasnya.
Riset SSC di 38 Kabupaten/Kota di Jatim. Dengan sampel 1.067, dan margin of error kurang lebih 3% dan tingkat kepercayaan 95%. (inilah.com)