• Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra

Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?

Gerindra-PKS Berkoalisi di Depok, PDI-P Ajukan Calon Sendiri

Gerindra-PKS Berkoalisi di Depok, PDI-P Ajukan Calon Sendiri

Pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok dari PDI Perjuangan dan koalisi PKS-Gerindra dijadwalkan akan mendaftarkan diri maju di Pilkada Depok 2015 pada Senin (27/7/2015) ini.

“Hari ini kemungkinan ada dua calon yang mendaftar. Dari PDI-P dan gabungan Gerindra-PKS. Mungkin nanti siang,” kata Ketua KPU Depok Titik Nurhayati saat ditemui di kantornya, Senin pagi.

Meski demikian, Titik mengaku belum bisa memastikan siapa-siapa saja calon yang akan didaftarkan.

“Sejauh ini kami cuma diberi tahu partainya. Tapi kami belum bisa memastikan sampai orangnya datang ke sini untuk mendaftarkan diri. Karena walaupun info yang beredar mengatakan orangnya ini, bisa jadi nanti masih ada perubahan,” ujar dia.

Info yang beredar sejauh ini menyebutkan pasangan calon yang akan diusung oleh PDI-P dan akan didaftarkan pada hari ini adalah Dimas Oky Nugroho dan Babai Suhaimi. Sedangkan pasangan dari koalisi PKS-Gerindra adalah Idris Abdul Somad dan Pradi Supriyatna.

Idris Abdul Somad sendiri merupakan Wakil Wali Kota saat ini. Pendaftaran balon wali kota dan wakil wali kota Depok untuk pilkada tahun ini telah dibuka sejak Minggu kemarin.

Namun, pada hari pertama belum ada satupun pasangan calon yang mendaftar. Pendaftaran dibuka selama 3 hari akan berakhir pada Selasa besok.

 

Sumber


Pencalonan Gubernur DKI, Gerindra Utamakan dari Internal

Pencalonan Gubernur DKI, Gerindra Utamakan dari Internal

Ketua DPD DKI Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik mengatakan masih banyak anggota dan kader internal Gerindra yang pantas dicalonkan menjadi Gubernur DKI Jakarta dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017.

Disebutkannya Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI, M Sanusi, yang merupakan adiknya dan juga Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani. Bahkan, dia menyatakan dirinya juga pantas dicalonkan menjadi Gubernur DKI.

“Di internal masih banyak yang pantas. Ada Sekjen, ada Taufik, ada Sanusi. Emang saya nggak pantas jadi gubernur?,” kata Taufik, Jumat (24/7).

Kendati demikian, Taufik menegaskan tidak mempermasalahkan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Hashim Djojohadikusumo menyatakan partainya mengusung Basuki Tjahaja Purnama untuk memperebutkan kursi DKI 1 pada pilkada Provinsi DKI Jakarta pada 2017.

“Pemimpin memang harus begitu. Pemimpin harus membuka peluang untuk siapapun. Partai kan pasti ada kriteria. Ada kajian terhadap si calon. Jadi siapapun yang mau daftar, boleh. Nanti kan di-sharing,” ujarnya.

Menurutnya, Gerindra merupakan partai yang terbuka dan bebas kepada siapa saja yang mau mendaftar sebagai calon kepala daerah.

Partainya akan mengumumkan bila pendaftran calon kepala daerah yang akan diusung Gerindraa telah dibuka. Gerindra tidak akan melarang siapapun yang mau mendaftar sebagai bakal calon Gubernur DKI.

“Ahok (Basuki). Juga boleh daftar, tapi kalau nggak malu. Daftar saja kalau nggak malu. Dia (Ahok) pernah bilang belum tentu bisa nyalon. Kalau menurut saya sih kalaupun nyalon tidak akan dari partai. Tidak akan minta dukungan dari partai. Karena dia udah keluar dari partai,” paparnya.

Selain itu, nanti akan terjadi proses seleksi dari pejabat yang dicalonkan tersebut. Calon Gubernur yang diusung Gerindra pasti akan dillihat rekam jejaknya.

“Tapi nanti saat proses seleksi kan sejarah akan dilihat. Kalau mau diusung pasti rekam jejaknya dilihat,” ungkapnya.

Taufik menilai pernyatan Hashim belum final. Peta politik selalu berubah-ubah, bahkan mendekati batas akhir. Karena itu, dia meminta semua pihak jangan berandai-andai terhadap wacana tersebut.

“Politik nggak bisa misal-misal. Jangan dimisal-misal. Kan belum terjadi apa-apa. Lagian Ahok itu belum pernah dipilih. Waktu itu kan orang milih Jokowi,” tegasnya.

 

Sumber


Taufik Gerindra Yakin Kader Partainya Lebih Baik dari Ahok

Taufik Gerindra Yakin Kader Partainya Lebih Baik dari Ahok

Partai Gerindra tak menutup peluang untuk mendukung kembali Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam Pilkada 2017. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusuma di Istana Negara, Kamis 23 Juli 2015.

Namun Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik menilai masih banyak kader partainya yang pantas maju sebagai calon kepala daerah dibanding Ahok.

“Di internal masih banyak yang pantes. Ada sekjen, ada Taufik, ada Sanusi. Emang gue enggak pantes jadi gubernur?” kata Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Ia pun meyakini jika mantan Bupati Belitung Timur itu tidak akan diusung partai politik manapun jika maju kembali sebagai calon kepala daerah pada Pilkada 2017. “Makanya (Ahok) bikin teman (Teman Ahok),” ucap Taufik.

Namun, Taufik mengatakan bahwa Gerindra membuka peluang siapa saja untuk mendaftar jadi Gubernur DKI Jakarta. “Gerindra partai terbuka. Bebas. Siapa aja boleh daftar. Gerindra tidak akan melarang siapapun yang mau daftar,” kata dia.

Taufik juga mempersilakan Ahok untuk mendaftar terlebih dahulu sebagai calon kepala daerah yang akan diusung dalam Pilkada mendatang. Tetapi ia meyakini, jika Ahok tidak akan meminta dukungan partai politik dalam pertarungan Pilkada 2017 mendatang.

“Ahok juga boleh daftar, tapi kalau enggak malu. Daftar aja kalau enggak malu. Dia (Ahok) pernah bilang belum tentu bisa nyalon. Kalau menurut saya sih kalaupun (Ahok) nyalon, tidak akan dari partai. Tidak akan minta dukungan dari partai. Karena dia udah keluar dari partai,” ucapnya.

Sebelumnya, Hashim menyatakan pahwa hubungan partainya dengan Ahok sudah cukup baik meski Ahok sudah keluar dari Partai Gerindra. Dengan adanya hal itu, ia tidak memungkiri bahwa partai akan kembali mendukung Ahok dalam Pilkada DKI 2017

Never say never. Pak Prabowo sangat mengerti. Beliau orang yang sangat-sangat memaafkan. Dua tahun kan masih lama, jadi everything is possible,” kata Hashim di Istana Kepresidenan.

 

Sumber


Prabowo Dijadwalkan Serahkan Rekomendasi Kandidat Bupati Gerindra dari Sulsel

Prabowo Dijadwalkan Serahkan Rekomendasi Kandidat Bupati Gerindra dari Sulsel

Sekretaris Desk Pilkada Gerindra Sulawesi Selatan, Sawal Arief menyatakan partainya sedang merampungkan tahap akhir penyusunan rekomendasi kepada kandidat kepala daerah usungan di seluruh Indonesia.

Rencananya, hari ini, Kamis (23/7/2015) Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto akan menyerahkan secara langsung rekomendasi tersebut kepada kandidat terpilih, termasuk untuk sebelas kabupaten di Sulsel.

“Semua yang dapat akan diundang ke Hambalang,” kata Sawal.

Bukit Hambalang merupakan kediaman Prabowo Subianto, yang terletak di desa Bojong Koneng kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Momen itu sekaligus menjadi ajang silaturahmi para kandidat dengan pengurus partai Gerindra.

“Karena kantor Gerindra belum buka maka diserahkan di sana,” tambahnya.

 

Sumber

 

Sumber


Gerindra siapkan 260 calon kepala daerah

Gerindra siapkan 260 calon kepala daerah

Partai Gerindra menyiapkan 260 calon kepala daerah yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah serentak pada Desember mendatang.

“Sebanyak 260 Calon bupati dan walikota, 9 cagub dan wagub. Itu dari semuanya. Itu ada juga ada lintas partai,” kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hasyim Djojohadikusumo usai bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan Luhut B Pandjaitan di Kantor KSP, Jakarta, Kamis.

Hasyim mengatakan seleksi calon kepala daerah yang mendapat dukungan Gerindra dilakukan oleh sebuah tim.

“Saya salah satu ketua komite yang dibentuk Prabowo. Ada 15 orang. Fit and proper dimulai tanggal 3 Juli dan selesai dua minggu lalu, dua hari sebelum lebaran. Rapat tersebut saya hadir, Pak Prabowo putuskan daftar final sudah ada. Hari ini kalau tidak salah calon bupati, walikota, gubernur datang hari ini di kantor DPP, mereka ada surat rekomendasi,” katanya.

Hasyim mengatakan Partai Gerindra memiliki syarat bagi calon kepala daerah untuk mendapatkan dukungan dari partai tersebut.

“Yang umumnya, ada syarat visi dan misi dari mereka khususnya dari partai lain atau non gerindra itu harus sama dengan Gerindra, pertama harus dukung Pancasila sebagai dasar negara dan kedua mereka harus dukung ekonomi kerakyatan. Kalau mereka menyimpang kami tidak akan dukung. Kami akan pantau kinerja mereka,” tegasnya.

Sementara itu ketika ditanya materi pertemuannya dengan Luhut, Hasyim mengatakan hanya pertemuan biasa dalam rangka silaturahmi.

“Kami membahas situasi umum, ekonomi, hal-hal seperti itu. Umum. Enggak ada politik,” kata Hasyim.

 

Sumber


653 Pages123...10...Last »