• Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra

Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?

Gerindra: Prabowo Jadi Presiden untuk Menyelamatkan Bangsa

prabowo-subianto-_180411223239-435

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan Prabowo Subianto menjadi calon presiden dan bukan sebagai king maker untuk menyelamatkan bangsa. Prabowo kembali maju untuk menantang Joko Widodo pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

Kan dari awal sudah bilangenggak menjadi king maker, kami maunya menjadi capres, masak jadi king maker, kalau untuk Pilkada ya enggak apa-apa jadi king maker, kalau Pilpres ya harus maju dong untuk menyelamatkan bangsa,” kata dia kepada Republika, Jumat (13/4) kemarin.

Riza mengakui memang banyak yang meminta Prabowo untuk menjadi king maker. Bahkan, ada juga yang meminta Prabowo menjadi calon wakil presiden untuk pejawat Joko Widodo.

Namun, dia mengatakan, lebih banyak lagi yang meminta Prabowo untuk menjadi capres kembali. “Yang lebih banyak itu yang dipilih dong, ya kita pilih capres,” kata dia.

Dia juga menegaskan permintaan menjadi king maker atau cawapres Jokowi bukan berasal dari internal partai. Sebaliknya, dia menyatakan, kader Gerindra sangat solid mendukung Prabowo sebagai penantang Jokowi.

Menurutnya, sejak awal sudah solid memberikan dukungan menjadi capres dan Prabowo telah menyatakan kesiapannya. “Aspirasi seluruh daerah itu capres, yang minta jadi king maker itu orang lain, kalau di kader internal semua solid jadi capres,” ujarnya.

Riza juga menyatakan pengusungan ketua umum Prabowo menjadi capres 2019 tidak akan berubah. Soal kapan Prabowo akan mendeklarasikan diri sebagai capres, ia menilai itu hanya seremoni yang dapat dilakukan kapan saja.

Riza mengibaratkan deklarasi pengusungan Prabowo sebagai capres pada Rabu (11/4) lalu sebagai akad dalam pernikahan. “Jadi deklarasinya (Prabowo) cuma soal seremoni, ibarat orang kawinan, kalau sudah akad nikah ya sudah sah, resepsi bisa kapan saja, lebih baik sekarang fokus mencari pasangan cawapres yang terbaik dari yang baik-baik,” papar dia.

 

Sumber

 

 

 


Terima Mandat Gerindra, Prabowo Subianto Maju sebagai Capres 2019

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) resmi mencalonkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden dalam Pilpres 2019. Hal ini dilakukan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Gerindra di Padepokan Garudayaksa Hambalang, Bogor, Rabu (11/4).

Prabowo Subianto, dalam pidato penerimaan mandat sebagai calon presiden, menegaskan menerima mandat tersebut dan akan segera bergerak membangun koalisi pilpres.

“Seandainya Partai Gerindra memerintahkan saya untuk maju dalam pemilihan Presiden yang akan datang, saya siap melaksanakannya,” kata Prabowo.

Prabowo juga memerintahkan seluruh kader turun bersama rakyat siang dan malam serta berjuang dengan rakyat.

“Saya berjuang dan selama saya dipercaya oleh Partai Gerindra, apapun tugas yang diberikan oleh Partai Gerindra kepada saya, akan saya jalankan. Dengan segala tenaga saya, dengan segala jiwa dan raga saya,” imbuhnya.

Analis politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago kepada VOA mengatakan, sulit buat Gerindra untuk bisa bertarung dalam pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019 jika tidak memunculkan sosok Prabowo sebagai calon presiden.

“Ya bisa saja karena desakan kader. Kalau beliau ga maju sebagai ikonnya Gerindra, maka Gerindranya gak akan terselamatkan di 2019. Karena di sebuah partai itu harus ada sosok figur,” kata Pangi.

Pangi menambahkan jika dilihat dari berbagai survey lembaga peneliti, masih ada sekitar 25 sampai 30 persen suara masyarakat yang belum menentukan pilihan antara Joko Widodo atau Prabowo Subianto. Bisa jadi suara itu masih menunggu munculnya calon lain selain Jokowi dan Prabowo.

“Artinya, ada orang yang tidak puas dengan pemerintaahan Jokowi hari ini. elektabilitas pak Jokowi kan tidak sampai 60 persen, artinya tidak aman. Tingkat kepuasan terhadap pak Jokowi juga tidak lebih dari 70 persen itu juga tidak memuaskan sebetulnya. Tetapi limpahan dari kekecewaan pemilih misalnya atau swing voters mengambang yang belum menentukan pilihan itu, masih cukup besar untuk diperebutkan,” jelas Pangi

“Mestinya elektabilitas pak Prabowo bisa di atas 40 persen. Ini tidak sampai, baru 25 sampi 30 persen, bahkan ada yang menyebut di angka 15 persen. Artinya ada keinginan publik belum tentu ke pak Prabowo. Bisa saja mereka menginginkan sosok figur baru di luar sosok pak Jokowi dan pak Prabowo,” imbuhnya.

Dalam acara Rapimnas Partai Gerindra ini, hadir sejumlah tokoh politik antara lain Amien Rais, Ketua umum PAN Zulkifli Hasan, dan Presiden PKS Sohibul Iman.

Selain Gerindra, Prabowo didukung oleh PKS sebagai sesama partai oposisi. Jika PKS benar bergabung, ini sudah cukup untuk mencapai ambang batas 20 persen kursi di DPR sebagai syarat untuk mengusung pasangan capres dan cawapres.

Meski begitu, Gerindra masih terus berusaha untuk mengajak partai lain bergabung. Partai yang menjadi sasaran Gerindra tentu saja adalah PAN, partai yang selama ini memang dikenal dekat dengan Gerindra meskipun berada dalam koalisi pemerintah.

Selain itu, Gerindra juga berkomunikasi dengan PKB dan Demokrat yang sejauh ini juga belum menentukan pilihan koalisinya di pilpres 2019.

 

Sumber


Fadli Zon: Prabowo Maju Pilpres, Elektabilitas Gerindra Membaik

694852_720

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan siap menjadi calon presiden dalam pemilihan presiden dan wakil presiden tahun depan. Kesiapan itu ia nyatakan di hadapan ribuan kader partai dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Gerindra di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 11 April 2018.

“Dengan segala tenaga, jiwa, dan raga saya. Seandainya Gerindra memerintahkan saya maju dalam pemilihan presiden yang akan datang, saya siap melaksanakan tugas tersebut,” ujar Prabowo dalam pidatonya. Para kader Gerindra menyambutnya dengan sorak dan tepuk tangan.

Pernyataan Prabowo itu menepis berbagai isu yang beredar bahwa Prabowo ragu untuk maju kembali berhadapan dengan Joko Widodo, rival yang mengalahkannya pada pemilu sebelumnya. “Saya tak perlu menjawab. Yang saya ingin sampaikan, saya pemegang mandat dari anggota Gerindra seluruh Indonesia,” ucap Prabowo. Bila jadi maju, Prabowo akan menantang Joko Widodo, yang telah mendapat dukungan dari lima partai politik.

Mandat kepada Prabowo sebagai calon presiden itu sebenarnya telah diberikan pengurus partai pada Rakornas Gerindra tahun lalu. Namun, ketika itu Prabowo belum menyatakan kesediaannya untuk maju. Hampir satu tahun berlalu Prabowo tak kunjung memberikan kepastian. Bahkan satu hari sebelum Rakornas Gerindra 2018 berlangsung sempat beredar kabar bahwa Prabowo tidak akan mencalonkan diri.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, salah satu tujuan pernyataan kesiapan Prabowo menjadi calon presiden itu adalah mendongkrak elektabilitas Gerindra. “Tentu saja untuk itu. Dengan Prabowo maju, maka elektabilitas pada pemilu legislatif akan lebih baik,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, selain menerima mandat untuk maju dalam pemilihan presiden, Prabowo bertugas membangun koalisi. “Untuk menentukan calon wakil presiden,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono menambahkan, deklarasi pencalonan Prabowo akan dilakukan setelah koalisi partai pendukung terbentuk. Saat ini Gerindra menunggu kepastian dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Para petinggi PKS dan PAN memang hadir dalam acara di Hambalang itu kemarin.

Ketua PKS Aboe Bakar menuturkan bahwa kehadiran petinggi partainya seperti Ketua Umum Sohibul Iman merupakan sinyal adanya koalisi. “PKS dan Gerindra bersama sebagai dinamisator dan pemenang,” ujarnya. Adapun Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan membantah kehadirannya merupakan sinyal untuk koalisi. “Kami belum ambil keputusan,” ujarnya.

 

 

Sumber


Prabowo Sampaikan Keputusan Nyapres ke Kader Gerindra Malam Ini

image-gerindra-tidak-akan-calonkan-gatot-di-pilpres-2019

Seluruh DPD Gerindra yang hadir dalam acara rakornas telah sepakat soal pencapresan sang Ketum, Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Prabowo akan menyampaikan pidato resmi soal penerimaan mandat pencapresan malam ini.

Pidato politik itu akan disampaikan di lokasi rakornas yang merupakan kediaman Prabowo di Padepokan Garuda Yaksa, Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/4/2018).

“Insyaallah nanti jam 8 malam Pak Prabowo akan menyampaikan pidato politiknya untuk menjawab permintaan kader yang Insyaallah menjadi sikap resmi Gerindra,” kata Wasekjen Gerindra Andre Rosiade kepada wartawan.

Hal ini turut dibenarkan oleh Waketum Gerindra Fadli Zon. Ia pun yakin Prabowo akan menerima mandat untuk maju jadi capres 2019.

Sebab, dalam pidato pembuka rakornas pagi tadi, Prabowo telah memberikan sinyal-sinyal siap maju di perhelatan pilpres mendatang.

“Pak Prabowo tadi sudah mengatakan bahwa kalau ditugaskan dalam bentuk apapun beliau siap,” ujar Fadli di lokasi Rakornas.

“Saya kira ini bukan persoalan pribadi, bukan persoalan ambisi, ini persoalan panggilan untuk mengabdi kepada kepentingan bangsa dan negara,” imbuhnya.

Gerindra sah menyerahkan mandat kepada Prabowo untuk maju sebagai capres 2019. Sebelumnya, Prabowo dalam pidato pembukanya pagi tadi telah memberikan sinyal siap maju di pilpres.

“Dengan segala tenaga saya, dengan segala jiwa dan raga saya, seandainya Partai Gerindra memerintahkan saya untuk maju dalam pemilihan presiden yang akan datang, saya siap melaksanakan tugas tersebut,” ujar Prabowo.

 

Sumber


Gerindra Mantapkan Mandat Pencalonan Prabowo sebagai Presiden di Pilpres 2019

592-ketua_umum_partai_gerindra_prabowo_subianto

Partai Gerindra memantapkan mandat pencalonan Prabowo Subianto  sebagai presiden pada Pemilu Presiden 2019 dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Gerindra di kediaman Prabowo, Padepokan Garuda Yaksa, Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/4/2018).

“Nampaknya belum ada deklarasi capres. Tapi lebih kembali memantapkan mandat dari kader Gerindra untuk ketum (Prabowo),” kata Kepala Departemen Informasi Publik dan Media DPP Partai Gerindra, Ariseno Ridhwan dikonfirmasi di kawasan Hambalang.

Menurut dia Rakornas mendengarkan pandangan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di seluruh Indonesia.

“Rakornas ini mendengarkan teman-teman kader untuk menyampaikan dukungan kepada Prabowo,” ujarnya.

Wasekjen Gerindra Andre Rosiade memastikan eks Danjen Kopassus itu maju sebagai calon presiden pada 2019.

Ia menampik isu yang menyebut Prabowo enggan maju dan memilih menjadi king maker dalam perhelatan pilpres mendatang.

“Memastikan bahwa Pak Prabowo insyaallah akan maju jadi capres,” ujarnya.

Sementara itu, pelaksanaan  Rakornas Gerindra tertutup bagi kalangam media. Sejumlah wartawan yang mencoba mendekat untuk masuk ke kompleks kediaman Prabowo langsung dicegah pasukan berbaju krem loreng berbaret merah.

Beberapa yang nekad masuk pun diminta untuk kembali lagi oleh pasukan yang dikenal dengan nama Laskar Garuda.

Menurut Ariseno, rakornas merupakan kegiatan internal Partai Gerindra, yang dihadiri hanya oleh para anggota yang diundang.

“Dengan kata lain tertutup untuk publik,” kata Ariseno.

 

Sumber

 

 


825 Pages123...10...Last »