• Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra

Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?

Gerindra Apresiasi Niatan PDIP Memasukkan KMP ke Kabinet

Gerindra Apresiasi Niatan PDIP Memasukkan KMP ke Kabinet

Gerindra mengapresiasi niatan PDIP memasukkan Koalisi Merah Putih (KMP) ke kabinet. Gerindra menilai niat tersebut cukup baik.

“Kalau itu merupakan bagian dari upaya untuk bangsa membangkitkan dari kondisi terpuruk, saya kira itu bagus. Wajar,” kata Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani di kawasan Kalibata, Jakarta, Jumat (3/7/2015).

Pernyataan PDIP ini bisa jadi merupakan itikad baik dari partai pemerintah untuk berbagi tanggung jawab. “Tandanya PDIP ingin sama-sama memberi tanggungjawab ‘ayo sama-sama bangun bangsa yang terpuruk’,” kata Muzani.

Gerindra merasa susunan pemerintah saat inilah yang membuat kondisi Indonesia terpuruk. Iklim politik antara kelompok oposisi dan pemerintah di parlemen pun sudah sehat.

“Politik menurut saya sudah cukup stabil. Partai Koalisi Indonesia Hebat dan partai KMP sudah tahu pada posisinya. Tapi kemudian dorongan ini tidak mampu mendorong pemerintah bekerja lebih cepat,” terang dia.

Salah satu cara untuk mengeluarkan Indonesia dari lubang keterpurukan ini, kata dia, memang dengan reshuffle kabinet. Namun, dia tidak bisa bicara banyak jika sudah berbicara soal ajakan bergabung untuk KMP.

“Tidak ada tawaran, jadi ngapain reshuffle diomongin. Ini kan lagi terpuruk, jangan sampai pas kita masuk justru makin nyungsep,” canda Muzani.

Dia tidak terlalu mengkhawatirkan bila ada partai di KMP yang ‘membelot’ ke pemerintah. Namun yang pasti, KMP akan terus menjadi kelompok yang mengkritisi kebijakan pemerintah.

“Yang pasti KMP tak akan biarkan bangsa makin terpuruk. KMP cuma ingatkan. Karena kita berada di luar (pemerintahan). Di luar biar kita yang bereskan. Nah di dalam (pemerintahan) anda (KIH) yang bereskan,” tegas dia.

Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah menyatakan KMP sudah selayaknya ditarik ke dalam Kabinet Kerja. Hal tersebut agar dukungan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di parlemen menjadi lebih kuat.

“Kalau mau realistis, karena dukungan di parlemen belum signifikan. Presiden harus pertimbangkan agar dukungan politik bertambah,” kata Basarah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis 2 Juni 2015.

 

Sumber


Kepala Dinas Merangkak dari Bawah, Ahok Enggak

Kepala Dinas Merangkak dari Bawah, Ahok Enggak

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Abdul Ghoni meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menghargai perjuangan pegawai negeri sipil (PNS) yang sudah memulai karier dari jabatan terendah.

Oleh karena itu, ia berpendapat Basuki bisa mepertimbangkan lebih masak jika ingin menurunkan jabatan PNS menjadi staf.

“Maksud saya orang yang sudah menjadi kepala dinas adalah orang yang merangkak dari bawah. Mereka sudah ikut seminar, kursus, untuk pengembangan Jakarta. Ahok kan enggak, jadi dia jangan asal bongkar pasang,” ujar Ghoni ketika dihubungi, Jumat (3/7/2015).

Berkaitan dengan perombakan jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang akan dilakukan Basuki hari ini, Ghoni berharap Basuki bisa membuat susunan yang lebih tepat.

Menurut dia, PNS yang dipilih untuk memimpin dinas tertentu harus memiliki latar belakang yang sesuai dengan dinas yang dia pimpin.

Ia berharap dalam perombakan SKPD ini tidak ada kepala dinas yang diturunkan menjadi staf. “Saya kira kita harus hargai mereka,” ujar Ghoni.

Ghoni juga berharap susunan baru SKPD nanti dapat benar-benar menunjukkan kinerja yang baik dalam membangun Jakarta. Dia juga berharap jajaran SKPD tidak mengikuti karakteristik pemimpinnya, Basuki, yang emosional.

“Kalau mereka lakukan terobosan membuat macet dan banjir terkendali, saya angkat topi. Tapi ini kan enggak ada. Yang ada gubernurnya cuma emosi. Kalau jiwa pemimpin emosional, saya harap enggak diikuti oleh pegawainya lah,” ujar Ghoni.

Untuk diketahui, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kembali merombak jajaran pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Berdasarkan informasi, pelantikan akan dilaksanakan pada Jumat (3/7/2015) pukul 13.30 di Balai Agung, Balai Kota DKI.

 

Sumber

 


Ketua Fraksi Partai Gerindra Meminta Ahok Menghargai Perjuangan PNS

Ketua Fraksi Partai Gerindra Meminta Ahok Menghargai Perjuangan PNS
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Abdul Ghoni meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk menghargai perjuangan PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang sudah memulai karirnya dari jabatan terendah.
Langkah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang akan merombak jajaran pejabat Eselon II di lingkungan Pemprov DKI Jakarta membuat Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Abdul Ghoni bereaksi dan meminta Ahok untuk menghargai perjuangan PNS yang telah memulai karirnya dari jabatan terendah.
Ghoni menambahkan seharusnya Ahok bisa mempertimbangkan lebih jauh jika ingin menurunkan jabatan Kepala Dinas menjadi staf. Menurutnya orang yang telah menjabat Kepala Dinas adalah orang yang telah berjuang dari bawah, sehingga sebaiknya Ahok tidak asal bongkar pasang.
Ghoni juga menyinggung sikap Ahok yang cenderung emosioal sehingga melakukan perombakan di jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta tanpa pertimbangan lebih jauh. Ghoni pun membandingkan jika PNS berjuang dari karir jabatan yang terendah berbeda dengan Ahok yang tidak seperti PNS.
Terkait dengan perombakan di jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dilakukan oleh Ahok hari ini, Jum’at (3/7/2015) Ghoni berharap Ahok bisa membuat susunan yang lebih tepat.
Ghoni juga berharap susunan dalam perombakan SKPD tidak ada Kepala Dinas yang diturunkan menjadi staf, karena menurutnya PNS yang dipilih untuk memimpin dinas tertentu telah memiliki latar belakang yang sesuai dengan dinas yang dipimpinnya.
Sumber

Menteri Jangan Saling Menjelekkan, Kesannya Cari Muka ke Presiden

Menteri Jangan Saling Menjelekkan, Kesannya Cari Muka ke Presiden

Sekretaris Gerindra Ahmad Muzani menyayangkan dengan sikap Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang mengumumkan ke publik adanya seorang menteri diduga menghina presiden.

Menurutnya, sesama menteri hendaknya tidak saling menjelek-jelekkan.

“Menteri jangan sibuk jelekkan sesama menteri. Kesannya cari muka ke presiden,” kata Ahmad Muzani usai buka puasa bersama Fraksi Gerindra di Aula Komplek Perumahan DPR RI, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2015).

Pria yang menjabat sebagai Ketua Fraksi Gerindra di DPR itu menyarankan agar permasalahan internal kabinet tidak dibawa ke ranah publik.

Menurutnya, lebih baik jika permalasahan yang ada di Kabinet Kerja diselesaikan secara internal.

“Sudah lah, menteri kerja saja di bidangnya. Biarlah juru bicara presiden yang bicara, kan punya juru bicara,” tuturnya.

Pernyataan Tjahjo, kata Muzani bukan untuk menyelesaikan permasalahan, dan justru menambah kegaduhan. Karena menurutnya, permasalahan ekonomi di Indonesia belum juga usai namun ditambah pernyataan menteri Tjahjo tersebut.

“Presiden kan pernah bilang agar (semua pihak) tidak timbulkan kegaduhan baru,” katanya.

 

Sumber


Ahok Sering Rombak SKPD karena Galau

Ahok Sering Rombak SKPD karena Galau

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Abdul Ghoni berpendapat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama galau sehingga sering merombak jajaran pemimpin satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Sebab, menurut Ghoni, jajaran SKPD yang dibentuk Basuki beberapa waktu lalu tidak menunjukan hasil yang memuaskan.

“Gubernur itu enggak yakin yang dia rombak bisa berhasil. Jadi itulah karakter pemimpin kita, dia galau bahwa kemampuan SKPD-nya yang enggak bisa mengikuti kemauan dia, makanya sering ngerombak,” ujar Ghoni ketika dihubungi, Jumat (3/7/2015).

Ghoni berpendapat sejak Basuki sering merombak pejabat dari berbagai eselon, belum ada kemajuan di DKI Jakarta. Hal tersebut menunjukkan bahwa susunan SKPD bentukan Basuki tidak berhasil.

Menurut Ghoni, semua kebijakan Basuki hanya melanjutkan pemerintahan sebelumnya. Tidak ada yang benar-benar baru. Begitu juga dengan kinerja jajaran SKPD pilihan Basuki.

Ia menilai Basuki sebenarnya menyadari hal itu. Itu sebabnya Basuki galau dan mulai membongkar pasang susunan SKPD agar kemajuan Jakarta bisa terlihat.

“Enggak ada yang dia ciptakan sendiri. Adanya hanya emosi saja selama memimpin. Dia memang enggak bisa mimpin Jakarta,” ujar Ghoni.

Untuk diketahui, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kembali merombak jajaran pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Pelantikan akan dilaksanakan pada Jumat (3/7/2015) pukul 13.30 di Balai Agung, Balai Kota DKI.

Kompas.com sempat melihat undangan berkop surat Gubernur dan bertuliskan, “Mengharap dengan hormat kehadiran saudara pada acara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas, serta Pengukuhan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Provinsi DKI Jakarta.”

“Sudah dapat undangannya dari hari Rabu kemarin,” kata sumber Kompas.com, Kamis (2/7/2015) malam.

Sebelum melantik pejabat baru, Basuki sudah menyelenggarakan seleksi terbuka. Hasilnya, DKI telah mendapatkan 30 nama stok pejabat eselon III yang akan dipromosikan menjadi pejabat eselon II. Stok pejabat itu akan digunakan oleh Basuki ketika ingin merombak pejabat kembali.

 

Sumber


650 Pages123...10...Last »