• Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra

Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?

Warteg, Contoh Usaha Mikro yang Pas dengan OK OCE

Warteg, Contoh Usaha Mikro yang Pas dengan OK OCE

Calon Gubernur DKI Anies Baswedan merasakan sendiri betapa pengusaha warung Tegal (Warteg) menggantungkan hidupnya di Jakarta. Apalagi sebagian besar warga Tegal yang merantau ke Jakarta mendirikan warteg.

Bahkan banyak diantaranya sampai tinggal berpuluh tahun dan memiliki KTP di Ibu Kota.

Untuk itu, kata Anies, sudah menjadi kewajibannya nanti ketika terpilih menjadi gubernur DKI untuk lebih mengembangkan para wirausahawan warteg.

“Warteg itu contoh wirausaha mikro yang sangat pas dengan program kewirausahaan kami OK OCE (One Kecamatan, One Center for Entrepreneurship),” kata Anies di Warung Ma’Nyak di Kelurahan Cabawan, Margadana, Tegal, Jateng, Rabu (29/3/2017).‎

Anies berharap, dengan mensinergikan program OK OCE dengan warteg, maka wirausaha mikro di bidang kuliner itu akan lebih berkembang.

“Mereka (para pengusaha warteg) memiliki skill tinggal memberikan pelatihan dan kepastian usaha. Saya sakin mereka akan lebih berkembang,” terangnya.

Lebih lanjut, OK OCE nantinya bukan hanya untuk pengusaha warteg saja. Melainkan seluruh usaha mikro warga.

Menurut Anies, hal itu merupakan wujud keberpihakan pemerintah kepada para pengusaha kecil. Sebab banyak pengusaha di bidang kuliner kerap kali menjadi korban penertiban, karena kurangnya lahan untuk berjualan.

“Para pengusaha kecil itu ingin kepastian usaha dan lokasi, maka dari itu kami akan berikan solusi agar mereka dapat berjualan dengan aman dan nyaman,” ucapnya

 

Sumber


Komitmen Anies Berantas Korupsi Tak Diragukan Lagi

Komitmen Anies Berantas Korupsi Tak Diragukan Lagi

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade menyayangkan beredarnya selebaran yang diduga kuat sebagai kampanye hitam untuk menyudutkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno. Isi selebaran tersebut, intinya menekankan bahwa Anies belum terbukti dalam pemberantasan korupsi.

“Selebaran di sekolah-sekolah itu jelas-jelas memojokkan Anies, itu opini yang sangat menyesatkan,” kata Andre dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/3/2017).

Padahal, sambung Andre, sepak terjang Anies dalam pemberantasan korupsi tidak diragukan lagi. Anies pernah menjadi sebagai Ketua Etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menangani bocornya draf surat perintah penyidikan (sprindik) kasus korupsi.

Pada kasus cicak vs buaya analogi dari perseteruan KPK dan Polri, Anies juga menjadi aktivis antikorupsi yang berada di barisan terdepan. Justru, ujar Andre, yang patut dipertanyakan adalah komitmen rivalnya Anies di Pilkada DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Berbagai perkara dugaan korupsi melibatkan nama Ahok. Sebut saja, kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras dan pembelian Bus Transjakarta.

“Kasus Sumber Waras itu disebutkan dalam audit BPK merugikan negara. Kasus Bus TransJakarta yang tidak dipakai itu bagaimana yang terindikasi merugikan keuangan negara?” ujarnya.

Lalu kasus proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik (E-KTP), di mana Ahok masih duduk sebagai Komisi II DPR, dan proyek reklamasi di teluk Jakarta yang katanya bertujuan untuk kesejahteraan warga Ibu Kota.

“Reklamasi itu kan selama ini digembar-gemborkan sukses, anehnya kita tidak pernah mendengar Ahok bicara keberhasilan reklamasi. Padahal, kita tahu Ahok begitu gigih membela reklamasi, apa manfaat reklamasi tidak pernah dikampanyekan,” ujarnya.

Mantan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Trisakti itu mengatakan, bahwa hal tersebut seharusnya menjadi pertanyaan besar bahwa reklamasi itu sebenarnya untuk kepentingan siapa.

“Dari sini saja rakyat Jakarta bisa menilai, siapa yang pro dan antikorupsi, Anies atau Ahok. Kan Ahok yang berada dalam pusaran korupsi,” pungkasnya.

 

Sumber


5 Tokoh yang Dipertimbangkan Gerindra Maju Pilkada Jabar 2018

mulyadi

Partai Gerindra tengah menjajaki beberapa tokoh untuk diusung di Pilgub Jawa Barat. Menurut Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi pihaknya telah melakukan komunikasi politik dengan lima tokoh.

Mereka adalah Ridwan Kamil, Dedy Yusuf, Dedi Mulyadi, Dedi Mizwar dan Agung Suryamal Sutrisno. Menurut Mulyadi, kelimanya masuk dalam pertimbangan setelah melihat survei dari internal dan eksternal partai.

“Kami buka komunikasi yang masuk di hasil survei internal dan eksternal. Kelimanya non-kader,” ujar Mulyadi kepada Liputan6.com di Jakarta, Senin (27/3/2017).

Menurut Mulyadi, ketika komunikasi politik berlangsung kelima tokoh itu ditanya pendapat mereka tentang pembangunan Jabar. Kemudian pandangan mereka jika maju di pilkada jabar melalui Partai Gerindra. Tak hanya itu, mereka juga dimintai pandangan tentang kontestan lain di luar mereka.

Tak hanya kelima tokoh tersebut, kata Mulyadi, Gerindra juga menyeleksi kadernya sendiri untuk diusung sebagai calon gubernur Jawa Barat.

Mulyadi mengatakan, Gerindra akan menggelar rapat pimpinan daerah pada 8 April 2017 untuk membahas soal kader yang akan diusung di Pilkada Jawa Barat.

“Nanti dinamika yang berkembamg itu dilaporkan ke DPP, ke Pak Prabowo, kontestan yang masuk survei,” ujar Mulyadi.

Sebab, sebagai Ketua DPD dirinya hanya memberikan rekomendasi tokoh-tokoh untuk dijadikan calon gubernur. Sementara siapa yang bakal diusung adalah hak prerogatif Pak Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum.

 

Sumber


PPP Romi Batal Dukung Ahok, Gerindra: Mereka Cenderung ke Anies

Mereka Cenderung ke Anies

PPP DKI Jakarta kubu Romahamurmuziy (Romi) berencana mendeklarasikan dukungan ke pasangan calon Pilgub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, namun rencana tersebut batal. Waketum Gerindra, Fadli Zon mengatakan arus bawah PPP DKI kubu Romi cenderung mendukung Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

“Kita lihat saja nanti. Kalau kita lihat di bawah, mereka yang berafiliasi dengan partai Islam cenderung memilih Anies-Sandi. Pak Haji Lulung juga sebagai Ketua DKI menyatakan diri mendukung Anies-Sandi. Yang paling penting kan yang di Jakarta,” ungkap Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (27/3/2017).

Menurut Fadli, pilihan ditentukan oleh massa PPP. “Yang memilih kan rakyatnya, massanya. Elitnya sedikit aja, namanya juga elite,” ucap Wakil Ketua DPR ini.

Sebelumnya, Waketum PPP kubu Romi Reni Marlinawati mengatakan bahwa pengurus PPP di DKI Jakarta sudah berencana mendeklarasikan dukungan ke Ahok-Djarot di Pilgub DKI 2017. Namun, deklarasi itu urung dilakukan.

“Ini sebuah keputusan yang sudah diambil dewan pimpinan wilayah, bahwa mereka mendukung Pak Ahok dan kemudian kemarin rencana dilakukan deklarasi tapi belum terlaksana,” kata Waketum PPP Reni Marlinawati di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (27/3).

Dia mengatakan pilihan itu memang tidak mudah. Pimpinan pusat PPP kemudian menghargai keputusan pengurus DKI.

“Ini adalah politik, bahwa keputusan yang harus dilakukan oleh teman-teman DPW. Saya kira tugas kami mengahargai apa yang sudah menjadi keputusan DPW,” ujarnya.

 

Sumber


Fadli Zon Masih Yakin Akar Rumput PPP Dukung Anies-Sandi

Fadli Zon Masih Yakin Akar Rumput PPP Dukung Anies-Sandi

Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon masih optimistis kader akar rumput Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muktamar Surabaya akan mendukung pasangan Anies Baswedan – Sandiaga Uno di putaran dua Pilkada DKI. Meskipun ada kabar elite PPP pimpinan Romahurmuziy atau Romi itu akan merapatkan dukungan ke petahana Ahok-Djarot.

“Kita lihat saja nanti. Kalau kita lihat di bawah mereka yang berafiliasi dengan partai Islam cenderung memilih Anies-Sandi,” kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin 27 Maret 2017.

Wakil Ketua DPR ini menekankan pentingnya suara akar rumput dalam dinamika putaran dua Pilgub DKI 2017 ini. Ia meyakini suara akar rumput yang akan menentukan dukungan nyata meski elite petinggi partai bersikap berbeda. Acuannya karena jumlah kader akar rumput yang banyak.

“Yang memilih kan rakyatnya, massanya. Elitenya sedikit aja. Namanya juga elite,” ujar Fadli.

Fadli menambahkan sejauh ini, hubungan Gerindra masih baik dengan PPP kubu Romi. Begitu pun dengan PPP Muktamar Jakarta pimpinan Djan Faridz.

“Bagus ya, bagus komunikasinya. Pak Romi juga bagus-bagus aja,” kata Wakil Ketua DPR itu.

Sebelumnya, kabar PPP Romi akan mendeklarasikan untuk Ahok-Djarot mencuat pada Minggu, kemarin. Deklarasi ini rencananya dilakukan pengurus dewan pengurus wilayah (DPW)  dan dewan pengurus cabang (DPC) PPP se-DKI. Namun, deklarasi ini batal karena belum ada alasan yang jelas. Rencananya, deklarasi ini akan disampaikan bersama DPP PPP.

 

Sumber


788 Pages123...10...Last »