• Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra

Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?

Gerindra Soppeng Kerahkan 8 Legislator Menangkan Akar Super

Gerindra Soppeng Kerahkan 8 Legislator Menangkan Akar Super

Ketua DPC Gerindra Kabupaten Soppeng, Nurul Safitri menegaskan semua kekuatan Gerindra akan dikerahkan untuk memenangkan paslon Bupati dan Wakil Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak – Supriansa Mannahau (Akar Super).

“Semuanya, termasuk peran delapan anggota fraksi Gerindra di DPRD (Soppeng),” tegas kader HMI Bontolempangan ini ditemui disalah satu warkop, Jl Kemakmuran, Watansoppeng Senin (3/8/2015) sekitar pukul 02.00 Wita.

Kader partai besutan Prabowo Subianto di Soppeng tidak ragu-ragu mengusung dan memenangkan Akar Super di 503 TPS yang tersebar di 70 desa dan kelurahan di Soppeng.

“Sejak awal kami tidak ragu dengan pilihan pada Akar Super. Para Fraksi kami kerahkan. Target utama menumpuk suara sebesar-besarnya dari sebuah TPS,” ungkap Alumnus Fakultas Teknik UMI Makassar ini.

 

Sumber


Gerindra Kawal Ahmad Dhani Hadiri Muktamar NU di Jombang

Gerindra Kawal Ahmad Dhani Hadiri Muktamar NU di Jombang

Musisi Ahnad Dhani didekati Gerindra saat injury time menjelang pendaftaran calon wali kota. Saat mengisi acara di Muktamar ke-33 NU di Jombang, Dhani terus dilayani pengurus Gerindra. Bahkan ketua Pokja yang merupakan representasi Koalisi Majapahit, AH Tony mengantar dan menjemput Dhani.

Setibanya di Bandara Juanda, Dhani sudah langsung dijemput pengurus DPC Gerindra Surabaya. Musisi kondang asli Surabaya ini diantar hingga ke Jombang, tempat berlangsungnya Muktamar NU.

“Ini saya masih bersama Mas Dhani. Kami mau kembali ke Surabaya untuk menginap di Hotel Majapahit,” kata Tony, Minggu (2/8/2015).

Pertemuan AH Tony dengan Dhani benar-benar menjadi pertemuan sangat penting di saat genting. Saat disinggung soal pertemuan itu, awalnya Tony menolak jika pertemuan itu tak ada kaitannya dengan partai. Namun setelah dikaitkan dengan sesaat menjelang pendaftaran ini, pertemuan itu sulit untuk tidak terkait dengan Pilwali Surabaya.

“Benar, ini adalah malam yang paling menentukan bagi siapa pun partainya. Inilah malam menentukan sebelum partai memutuskan mendaftar Pilwali besok. Makanya wajar jika disinggung bahwa pertemuan dengan Mas Dhani adalah pertemuan luar biasa,” kata Tony.

Apakah ini ada kaitannya dengan rekomendasi Dhani untuk calon wali kota dari Gerindra? Tony hanya menjawab diplomatis. Menurutnya, malam terakhir yang sebenarnya menjadi malam menentukan koalisi Majapahit terpaksa diabaikan karena harus menemui Dhani.

“Silakan ditafsirkan sendiri saat malam penting ini malah kami menemui Mas Dhani. Logikanya, lebih penting mana koalisi Majapahit dengan saya menemui Mas Dhani,” tambah Tony melalui sambungan telepon

 

Sumber


Gerindra Dukung Pasangan Irwan-Said di Pilkada Meranti

Gerindra Dukung Pasangan Irwan-Said di Pilkada Meranti

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra akhirnya memberikan dukungan terhadap pasangan bakal calon (Balon) kepala daerah Meranti periode 2016-2020 Irwan Nasir-Said Hasyim.

Sebelumnya, partai Prabowo Subianto ini, memberikan dukungan terhadap pasangan Masrul Kasmy-Basiran.

Namun disebabkan kurangnya dukungan dari Partai politik (Parpol) pengusung, akhirnya yang bersangkutan mundur.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua DPD Partai Gerindra Kabupaten Meranti, Taufikurrahman pada Minggu (2/8/2015) pagi.

“Pak Masrul tak jadi maju, karena kurang partai pengusung. Dan saat ini Gerindra mendukung pasangan Irwan-Said,”jelasnya.

Sebagaimana diketahui, perebutan kepala daerah di Meranti pada Desember 2015 mendatang hanya diperebutkan oleh dua pasangan saja. Yakni Tengku Mustafa – Amyurlis dan Irwan Nasir – Said Hasyim.

 

Sumber


Demokrat Depok Merapat ke Koalisi Gerindra-PKS

Demokrat Depok Merapat ke Koalisi Gerindra-PKS

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok Rudi Kadarisman menyatakan, partainya telah menentukan arah dukunganya pada pemilihan kepala daerah Kota Depok 2015. Dukungan partai berlambang mercy ini jatuh kepada bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang diusung oleh PKS dan Gerindra, Idris Abdul Somad dan Pradi Supriyatna.

“Jadi jelas kami mendukung Idris dan Pradi. Keputusan ini sudah final. Kemungkinan tidak ada keputusan lain yang sah,” kata Rudi, Jumat (31/7/2015).

Meski demikian, Rudi mengatakan, dukungan yang mereka nyatakan tidak bisa diajukan secara resmi ke KPU Depok. Hal itu disebabkan sudah ditutupnya masa pendaftaran bakal calon yang berlangsung 26-28 Juli kemarin.

“Soal pengusungan di KPU itu hanya catatan di kertas. Tapi kita tetap mendukung mereka,” ucap Rudi.

Sebagai informasi, dukungan tanpa berkas dari Demokrat kepada Idris dan Pradi sama seperti dukungan yang diberikan Golkar dan PPP kepada Dimas Oky Nugroho dan Babai Suhaimi. Dimas dan Babai merupakan pasangan yang secara resmi diusung PDI Perjuangan, PKB, PAN, dan Nasdem.

Berbeda dengan Demokrat yang tidak bisa menyerahkan berkas dukungan karena keterlambatan, Golkar dan PPP tidak adanya kesepakatan oleh pengurus di tingkat pusat.

Seperti yang diketahui, kepengurusan Golkar dan PPP di tingkat pusat sampai saat ini masih mengalami perpecahan.

Sumber

 


Gerindra Hindari Mahar Politik dalam Pilkada

Gerindra Hindari Mahar Politik dalam Pilkada

Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria, mengatakan pihaknya memilih menjalin komitmen politik untuk mengatasi tawaran mahar dalam Pilkada.  Komitmen politik dinilai lebih menguntungkan partai secara jangka panjang.

“Jika ada tawaran mahar politik dari calon kepala daerah yang bukan dari kader partai, kami memilih untuk membuat komitmen yang harus disepakati oleh kedua belah pihak,” ujar Riza saat dihubungi ROL, Rabu (29/7).

Kesepakatan, kata dia, harus jauh dari unsur balas budi seperti layaknya mahar politik. Kesepakatan dibatasi hanya dalam mendukung pendaftaran calon. “Intinya, kami memilih melakukan sinergi dengan calon-calon di daerah,” tegas Riza.

Menurut dia, pilihan itu menguntungkan secara jangka panjang. Dalam Pilkada serentak 2015, Gerindra mentargetkan raihan suara dan sejumlah kursi yang berguna sebagai modal di gelaran Pemilu Legislatif dan Pilpres  beberapa tahun mendatang.

Meski menyatakan sanggup bersinergi, Riza menyatakan jika Gerindra tetap mengutamakan pencalonan kepala daerah yang berasal dari kader partai sendiri.   Dengan demikian, potensi mahar politik kecil kemungkinan terjadi.

 

Sumber


655 Pages123...10...Last »