• Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra

Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?

Ke Anies Baswedan, Nelayan Marunda Mengeluh Pencemaran Limbah

mengadu-ke-anies-baswedan-nelayan-marunda-mengeluh-pencemaran-limbah

Seorang perwakilan nelayan di Marunda, Jakarta Utara menyampaikan keluh dan kesahnya ke Cagub DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Kondisi pesisir laut Jakarta yang tercemar disebutnya sangat merugikan nelayan.

Hal ini disampaikan seorang perwakilan nelayan Marunda bernama Yusuf ke Anies di Jalan Marunda Pulo No. 1, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (3/12/2016). Saat itu Cagub nomor urut 3 itu sedang blusukan menyapa warga di lokasi tersebut.

“Yang mau saya tanyakan, apa yang bapak lakukan jika bapak menjadi gubernur (terhadap laut pesisir). Itu laut sudah tidak ramah dengan nelayan kecil pak, karena di wilayah pinggir ini, ikan-ikan, udang-udang, itu sudah enggak ada pak,” kata Yusuf ke Anies.

Yusuf kemudian menjelaskan jika ikan-ikan tersebut telah berpindah tempat jauh dari wilayah pesisir Jakarta. Sebabnya adalah wilayah pesisir Jakarta yang telah tercemar oleh limbah.

“Itu pada lari ke tengah, bukannya udang itu menghilang, ikan itu menghilang, bukan pak. Karena pesisirnya ini sekarang semenjak tahun 95 sampai kesini, itu sudah terkena limbah Pak, Tercemar limbah,” jelas Yusuf.

Yusuf mengatakan jika tercemarnya laut tersebut bukan hanya karena reklamasi teluk Jakarta saja. Limbah itu tak hanya mengancam ekosistem laut tapi juga para nelayan.

“Bukan masalah reklamasi saja, reklamasi baru kemarin. Ini yang paling utama limbah Pak, entah dari mana limbah itu datangnya. Khusus pesisir Marunda, itu air menjadi seperti susu pak, jangankan udang, kita aja yang menghirup bisa beracun pak,” jelasnya lagi.

Akibat pencemaran ini sekitar 80 persen nelayan harus berhenti menjadi seorang nelayan. Hal ini karena modal yang mereka keluarkan tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan.

“Karena kita nelayan pakai modal Pak, sedangkan modal itu sudah enggak bisa kita pulangin lagi. Jangan lagi kita makan sehari-hari Pak, buat besok melaut sudah tidak ada Pak. Karena modal minimal sekarang 100 ribu, sedangkan pendapatan kita itu paling banyak itu 60 ribu. Bagaimana kita bisa melaut besok,” keluh Yusuf ke Anies.

Anies kemudian membenarkan jika pencemaran lingkungan di Jakarta telah sangat parah. Anies pun berjanji akan memprioritaskan masalah lingkungan jika terpilih di Pilgub DKI.

“Jakarta ini salah satu tempat bukan hanya di Marunda, salah satu tempat di Asia yang buruk (akibat pencemaran). Lingkungan hidup di Jakarta mengalami kerusakan yang luar biasa. Tempat berkumpulnya limbah,” jelas Anies.

“Untuk itu, masalah lingkungan hidup akan menjadi prioritas kita nantinya. Nanti kita akan duduk bersama nelayan untuk juga mencari solusi. Biar kita sama-sama tau apa yang kita butuhkan,” jelasnya lagi.

 

Sumber


Gerindra Nilai Jokowi Termakan Isu Makar

gerindra-nilai-jokowi-termakan-isu-makar

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah termakan isu makar. Menurutnya isu makar itu cenderung dipaksakan dan digulirkan pascaaksi 4 November lalu.

Sehingga‎, Ferry menganggap aksi aksi Jokowi menyambangi basis-basis militer dan Polri karena kekhawatiran pemerintah tentang adanya upaya makar tersebut.

‎”Itu dalam rangka menghadapi persepsi makar,” kata Ferry dalam diskusi Polemik SindoTrijaya, di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (3/11/2016).

Sebaliknya, kata Ferry, pemerintah sendiri telah mendapat bukti bahwa aksi 4 November maupun aksi 2 Desember tak ada kaitannya dengan makar. Menurutnya, para demonstran berhasil me‎nunjukan kepada pemerintah bahwa aksi mereka murni menuntut penegakan hukum yang adil terhadap kasus penistaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka.

‎”Tapi kemudian polisi masih menganggap ini kegiatan makar,” ujar mantan Aktivis yang memutuskan bergabung dengan Partai Gerindra ini.

Ferry mengaku menyesalkan tindakan penangkapan terhadap sejumlah tokoh dan aktivis yang dituding akan melakukan aksi makar. ‎Bahkan penangkapan terhadap para aktivis cenderung pada aksi penculikan karena dilakukan pada dini hari.

‎”Makar proses penjatuhan pemerintahan yang sah. Tidak ada yang mau menjatuhkan pemerintahan yang sah. Jutaan orang turun ke jalan kalau tuntutannya tidak minta pemerintah diganti bukan makar,” ujarnya.

 

Sumber


Pengerahan PNS ke Aksi 412 Dinilai Bentuk Kesewenangan Penguasa

pengerahan-pns-ke-aksi-412-dinilai-bentuk-kesewenangan-penguasa

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono menyesalkan mengenai informasi adanya surat imbauan dari sejumlah kementerian dan lembaga pemerintah yang meminta ‎pegawainya ikut terlibat dalam aksi 412 yang mengusung ‘Kita Indonesia’ pada 4 Desember besok.

‎”Apalagi (kalau aksi 412 ada imbauan ajak PNS) itu. Kalau saya dapatkan buktinya, saya langsung lawan gitu,” ujar Ferry usai diskusi Polemik SindoTrijayaFM, di Kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (3/12/2016).

Mantan aktivis ini berharap publik ikut mengungkap soal ‎imbauan tersebut. Pasalnya, hal itu dinilai bentuk dari kesewenang-wenangan penguasa dan partai politik pendukung pemerintah.

Menurutnya, mobilisasi massa yang menghalalkan segala cara termasuk melibatkan kalangan PNS ingin mempertontonkan kepada publik bahwa partai pendukung mampu mengerahkan massa. Terhadap hal ini, Ferry menegaskan akan melawan.

‎”Sudah lah (aksi 412) batalkan aja. Daripada PNS nanti ketahuan, nanti malah jadi masalah yang baru (buat mereka),” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ‎sukses menggelar aksi Bela Islam III yang dihadiri jutaan umat Islam dengan tajuk 212, disinyalir muncul aksi tandingan yang akan dilaksanakan pada 4 Desember besok. Aksi 412 mengusung tema ‘Kita Indonesia’.

Beberapa selebaran imbauan untuk mengikuti aksi 412 beredar di kalangan wartawan dan sosial media, Sabtu (3/12/2016), baik lembaga setingkat kementerian ataupun swasta. Hal yang sama juga dilakukan partai politik pendukung pemerintah.

 

Sumber


Ada Upaya Benturkan Massa dengan Massa Lewat Aksi 412

ada-upaya-benturkan-massa-dengan-massa-lewat-aksi-412

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono meminta kepada aparat kepolisian untuk membatalkan rencana aksi 412 yang mengusung tema ‘Kita Indonesia’. Ferry meminta agar kepolisian menolak izin penyelenggaraan aksi yang akan dilangsungkan 4 Desember besok.

‎”Karena acara tersebut dikhawatirkan ada upaya untuk membenturkan massa dengan massa,” ujar Ferry usai diskusi Polemik SindoTrijayaFM, di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (3/12/2016).

Ferry yang juga mantan aktivis ini menilai, aksi 412 itu tidak relevan lagi untuk ‎dilanjutkan, meski mengusung tema tentang kebhinekaan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebab, menurutnya, aksi-aksi yang mengusung tema kebhinekaan dan NKRI juga sudah dilaksanakan‎ oleh gabungan ormas Islam dalam aksi Bela Islam I, II, III kemarin. Apalagi, aksi Bela Islam yang diiisi kegiatan doa bersama dan salat Jumat kemarin juga dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakilnya Jusuf Kalla, serta sejumlah Menteri Kabinet Kerja.

‎”Berarti ya sudah tidak perlu lagi ada pengerahan massa, apalagi ini dikoordinir oleh partai-partai pendukung yang pasangan nomor 2 Basuki Tjahaja Purnama, jadi lebih baik itu dibatalkan saja. Diberi masukan oleh kepolisian kepada pihak panitia, karena (aksi 412) jadi lucu-lucuan lah gitu,” jelasnya.

‎Sukses menggelar aksi Bela Islam III yang dihadiri jutaan umat Islam dengan tajuk 212, muncul aksi tandingan yang akan dilaksanakan pada 4 Desember besok. Aksi 412 mengusung tema ‘Kita Indonesia’.

Beberapa selebaran imbauan untuk mengikuti aksi 412 beredar di kalangan wartawan dan sosial media, Sabtu (3/12/2016), baik lembaga setingkat kementerian ataupun swasta. Hal yang sama juga dilakukan partai politik pendukung pemerintah.

 

Sumber


Prabowo Minta Jokowi Bebaskan Aktivis yang Dituding Makar

prabowo-minta-jokowi-bebaskan-aktivis-yang-dituding-makar

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) ‎yang mau menemui langsung jutaan umat Islam dan saalat Jumat bersama di Silang Monas kemarin.

Namun begitu, kata Ferry, Prabowo juga meminta Jokowi agar para aktivis dan tokoh yang ditangkap polisi terkait dugaan makar ‎untuk dibebaskan seluruhnya.

‎”Dan tetapi kemudian Pak Probowo juga minta bahwa temen-temen yang diperiksa, (lalu) ditahan kemarin itu cepet dibebaskan,” ujar Ferry saat ditemui Sindonews, usai diskusi Polemik SindoTrijaya di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (3/12/2016).

Ferry menilai, langkah Jokowi menemui umat Islam di aksi Bela Islam III telah memperbaiki hubungan Jokowi dengan rakyatnya yang sempat memburuk, meski‎ hal itu idealnya dilakukan Jokowi pada aksi 4 November 2016 lalu.

Sayangnya, kata Ferry, langkah Jokowi itu ternodai dengan tindakan aparat kepolisian yang menangkap sejumlah tokoh dan aktivis beberapa jam sebelum aksi Bela Islam III dilaksanakan. “Pada kesempatan ini saya minta kepada kepolisian untuk membebaskan semua termasuk Sri Bintang Pamungkas,” tegasnya.

Menurut dia, tudingan makar yang telah disangkakan kepada para tokoh dan aktivis membahayakan perkembangan demokrasi di Indonesia. Maka itu, dia berharap Jokowi memerintahkan kepada anak buahnya untuk membebaskan mereka.

Ferry menambahkan, pemerintah Jokowi tidak perlu mengkhawatirkan kalau aktivis dan tokoh yang ditangkap kemarin‎ akan berbuat makar. Sebab menurutnya, aksi makar justru dilakukan negara dengan ‘mengimpor’ buruh asal China, membiarkan pengibaran bendera negara Tiongkok di Sulawesi, serta serbuan proyek Turki di sejumlah daerah.

‎”(Langkah pemerintah) itu menurut saya berbahaya, itu (tindakan) makar juga menurut saya. Dan kalau presiden masih bela ini dan itu ya, makar juga itu presidennya,” pungkasnya.

 

Sumber


757 Pages123...10...Last »