• Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra

Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?

“Sahabat Sandiaga Uno” Ajak “Teman Ahok” Bergabung

Sahabat Sandiaga Uno Ajak Teman Ahok Bergabung

Keputusan Gubernur petahana DKI Jakarta Basuki Tjhaja Purnama atau Ahok maju lewat jalur partai politik dalam Pilkada DKI 2017 menjadi celah bagi pesaingnya untuk menampung para pendukung Ahok yang mungkin kecewa karena tidak jadi maju lewat jalur perseorangan.

“Sahabat Sandiaga Uno (SSU)” yang merupakan relawan pendukung Sandiaga Uno, salah satu bakal calon gubernur dari Partai Gerindra, mencoba memanfaat peluang itu.

Koordinator SSU, Anggawira, mengatakan, kelompoknya berniat merangkul “Temana Ahok” yang merupakan kelompok relawan pendukung Ahok, dan para pendukung yang kecewa untuk bergabung menjadi tim SSU.

“Jadi, kalau Teman Ahok, Amalia dan teman-teman yang mau bergabung ke Sahabat Sandiaga Uno silahkan saja. Kami sangat terbuka, kami rangkul, dan senang menyambut Teman Ahok jika mau bergabung. Intinya bagaimana kami bangun Jakarta dengan kebersamaan di bawah komando pemimpin yang berintegritas,” kata Anggawira saat dihubungi, Jumat (29/30/2016).

Anggawira menilai inkonsistensi Ahok tentunya dapat membuat kecewa pendukungnya dan berpotensi membuat mereka berpindah dukungan. Ia membandingkan hal itu dengan jagoannya Sandiaga Uno yang sejak awal konsisten mengikuti jalur partai.

“Bang Sandi dari awal sudah komit melalui parpol, dan sekarang selain Gerindra juga PKS, PAN, PKB, dan partai lain juga sudah banyak komunikasi yang semakin mengerucut,” katanya.

Anggawira menyatakan, para mantan pendukung Ahok yang ingin menjadi bagian dari relawan Sandiaga Uno, dapat mengikuti Program Ambassador, yaitu perekrutan relawan. Pendukung dapat menjangkau di akun Facebook Sahabat Sandiaga Uno.

Partai Gerindra hari ini mengadakan Rapat Kordinasi Nasional di Hambalang. Salah satu agendanya membahas kandidat yang akan diusung pada Pilkada DKI Jakarta. Ada tiga kandidat yang akan dipilih oleh Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, yaitu Sandiaga Uno, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Yusril Ihza Mahendra.

 

Sumber


Ahok Maju lewat Parpol, Gerindra: Pulangin Fotokopi KTP-nya Dong!

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berjalan usai menghadiri sidang lanjutan dengan Terdakwa Alex Usman di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (4/2). Ahok menjadi saksi dalam sidang tersebut terkait kasus korupsi proyek pengadaan 25 UPS untuk 25 sekolah SMA/SMKN pada Sudin Pendidikan Menengah Kota Administrasi Jakarta Barat pada APBD Perubahan Tahun 2014. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/aww/16.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik menyebutkan, jika Teman Ahok seharusnya mengembalikan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) yang sudah terkumpul untuk mendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) maju melalui jalur independen.

“Ya pulangin dong. Kan barang enggak dipakai. Saya kira wajar saja kalau ada yang minta (balikin KTP) begitu,” kata Taufik kepada wartawan, Jumat (29/7/2016).

Ia menilai, jika 1 juta fotokopi KTP yang digembor-gemborkan Teman Ahok hanya bentuk dari penawaran mantan Bupati Belitung Timur ini untuk masuk ke jalur partai politik.

“Fotokopi KTP hanya buat alat tawar saja kali ya?” ujarnya.

Sebelumnya, keputusan Ahok memilih jalur parpol untuk maju pada Pilgub DKI Jakarta 2017 menuai kekecewaan masyarakat. Bahkan, di media sosial Twitter pun ramai #BalikinKTPGue sebagai bentuk kekecewaan netizen yang sudah menyerahkan KTP-nya.

 

Sumber


Angkat Wiranto Jadi Menteri, Jokowi Tak Konsisten

Angkat Wiranto Jadi Menteri, Jokowi Tak Konsisten

Anggota Komisi I DPR RI, Martin Hutabarat menilai, Presiden Jokowi tidak konsisten antara perbuatan dan perkataannya. Hal itu bisa dilihat dari penunjukan Wiranto yang merupakan Ketua Umum Partai Hanura sebagai Menko Polhukam pada reshuffle jilid II Kabinet Kerja.

“Jokowi ini kelihatan tidak konsisten. Dia bilang menteri tak boleh jadi ketum, tak boleh rangkap jabatan di partai, tapi malah dia angkat Wiranto sebagai Menko Polhukam,” kata Martin di Gedung DPR RI, Jakarya, Kamis (28/07/2016).

Ketika ditanya adanya penolakan terhadap Wiranto dari berbagai elemen dan LSM karena Wiranto diduga melakukan pelanggaran HAM, termasuk soal adanya surat dari Pemerintah Timor Leste yang merekomendasikan penahanan Wiranto.

“Saya tidak masuk dan tak mau berkomentar soal penolakan tersebut,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Ia hanya berharap kepada Wiranto untuk meningkatkan hubungan antara TNI-Polri.

“Wiranto itu perlu meningkatkan hubungan yang lebih baik antara TNI-Polri,” kata dia.

Wiranto, sambungnya, harus bisa menangani teroris karena sudah jadi ancaman global yang anginnya sudah berhembus ke Indonesia.

“Lalu masalah narkoba, sudah sangat luar biasa mengancam kita dan tak kalah bahayanya dari teroris, Saya kira perlu diperhatikan penanganannya secara serius sebab 5 juta orang lebih pengguna narkoba di Indonesia,” pungkasnya.

 

Sumber


Fadli Zon Wanti-wanti Reklamasi Bakal Berjalan Mulus dari Dicopotnya Rizal Ramli

Fadli Zon Wanti-wanti Reklamasi Bakal Berjalan Mulus

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan bahwa proyek reklamasi teluk Jakarta yang sempat tertunda akan berjalan mulus pasca reshuffle ini.

Hal itu menyusul dikeluarkannya Menteri Kordinator Maritim Rizal Ramli (RR) yang paling keukeuh menentang adanya pembangunan proyek reklamasi. Posisi Rizal Ramli kini digantikan Luhut Binsar Panjaitan (LBP).

“Kalau ada perubahan soal reklamasi, setelah‎ reshuffle. Bila reklamasi tetap berlanjut, harus ditolak,” kata Fadli, di Gedung DPR RI, Senayan, Rabu (27/7).

Fadli pun menyayangkan keputusan Presiden Jokowi untuk mencopot Rizal Ramli sebagai Menko Maritim.

‎”Meskipun Rizal Ramli vokal, patut disayangkan kalau ia diganti. Kita tak ingin menteri-menteri yang baik, tidak diberi peluang,” sebut dia.

‎”Apa yang disampaikan Rizal Ramli dengan menentang dilanjutkannya reklamasi sudah tepat. Masalah reklamasi jadi perhatian publik,” tandas dia.

 

Sumber


Gerindra Makassar Incar Danny Pomanto Jadi Ketua DPC

Gerindra Makassar Incar Danny Pomanto Jadi Ketua DPC

Jelang Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) Gerindra di Hambalang, Bogor pada 29 Juli mendatang, menyeruak isu pergantian Ketua DPD hingga DPC kabupeten/kota.

Menariknya, Wali Kota Makassar Ramadhan “Danny” Pomanto akhir-akhir ini disebut-sebut akan memimpin partai tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Wilayah Sulawesi DPP Gerindra, Abdul Karim Aljufri.

Dia tak menampik kabar tersebut. “Pergantian ketua DPC, DPD serta rotasi pimpinan di dewan untuk penyegaran adalah hal wajar. Jika itu dilakukan tentu semua sudah berdasarkan hasil evaluasi. Siapa mengganti siapa, ya kita lihat saja nanti,” ujarnnya singkat saat dikonfirmasi, pada Kamis (28/7/2016).

Sementara untuk DPD Gerindra Sulawesi Selatan juga dikabarkan akan dilakukan pergantian. Beberapa figur disebut-sebut yang akan menggantikan Latinro Latunrung adalah Azikin Solthan, Diza Rasyid Ali dan Kamrussamad. “Semua akan terjawab di waktu tepat,” tutupnya.

 

Sumber


742 Pages123...10...Last »