• Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra
  • Slide Partai Gerindra

Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?

Fadli Zon: Jokowi Sudah Buat 100 Janji, Mana Realisasinya

Fadli Zon- Jokowi Sudah Buat 100 Janji, Mana Realisasinya

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, mengingatkan Presiden Joko Widodo akan janji-janji kampanye dahulu. Menurut Fadli, sudah ada 100 janji yang sudah dilontarkan presiden yang akrab disapa Jokowi itu.

“Mau bangun 50 ribu puskesmas, 10 pelabuhan, berapa juta hektare sawah baru. Ini banyak sekali. Kemudian ada e-gorvernment, e-procurement dan lain-lain dua minggu setelah dilantik. Ini sudah satu bulan tapi belum ada,” ujar Fadli pada diskusi Wajah Politik Kita di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu. (29/11/2014).

Fadli melanjutkan, sudah banyak janji-janji yang tidak tepat waktu. Untuk itu, Fadli mengingatkan bahwa kabinet menteri Jokowi adalah kabinet kerja bukan kabinet blusukan.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu menambahkan Pemerintah, DPR, masyarapak sipil, media menginginkan ada satu kedewasaan yang bisa dibangun ketika tidak ada dusta antara pemerintah dan rakyat. Menurut dia, itu bisa dilakukan melalui kritik terbuka.

“Saya menjalankan politik terbuka, meskipun kadang disalahpahami. Sebagai pengawas menjalankan politik secara terbuka dan kalau salah saya siap menerima kritik. Tapi jangan dibodoh-bodohi oleh orang-orang puber politik,” tukas Fadli.

Sumber: tribunnews.com


Fadli Zon Sarankan Jokowi Reshuffle Menteri Kabinet Kerja dalam 3 Bulan

Fadli Zon Sarankan Jokowi Reshuffle Menteri Kabinet Kerja dalam 3 Bulan

Jakarta – Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyoroti kinerja Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menganggap banyak menteri yang tidak sesuai dengan bidangnya, ia pun menyarankan agar Jokowi mulai mengevaluasinya dan mempersiapkan reshuffle kabinet.

“Saya jauh-jauh hari ngomong, presiden sebaiknya persiapkan rencana reshuffle, evaluasi. Mana menteri-menteri yang jalan, mana yang tidak jalan, mana yang pencitraan, mana yang benar-benar kerja. Untuk naik pagar awal-awal nggak apa-apa lah,” sindir Fadli. Menaker Hanif Dhakiri pernah memanjat pagar penampungan TKI ilegal karena tidak diijinkan masuk.

Hal tersebut diungkap Fadli dalam Diskusi Polemik bertajuk ‘Wajah Politik Kita’ di Warung Daun, Cikini, Jakpus, Sabtu (29/11/2014). Hadir pula dalam diskusi Pakar Hukum dan Tata Negara Irman Putra Sidik dan Direktur Eksekutif Pol-Tracking Hanta Yuda.

“Di tim Pak Jokowi lemah sekali orang-orang yang mengerti hukum. Misalnya ada Pak Yusril, Saldi isra, atau Pak Irman mungkin akan lain. Sehingga (di Kabinet Kerja) banyak nabrak-nabrak. Mudah-mudahan ini bukan gejala terus menerus karena akan membahayakan Presiden. (Menteri) bukan orang-orang yang baik dalam bidangnya,” kata Waketum Gerindra itu.

Menurut Fadli, contoh menteri yang menabrak hukum adalah bagaimana Menkum HAM Yasonna Laoly yang mengintervensi dalam permasalahan di tubuh PPP dan juga bagaimana Menkopolhukam Tedjo Edhy melarang Kapolri untuk menerbitkan izin penyelanggaraan Munas Golkar di Bali.

“Kami harap ke pemerintah jangan intervensi parpol dengan kepentingan jangka pendek. Tidak boleh Menkopolhukam itu berbicara soal izin. Itu tidak elok sekali. Apalagi sudah membicarakan tanggal dan tempatnya. Itu kapasitas panitia, Menkopolhukam bukan panitia. Itu intervensi telanjang. Saya kira Ibu Mega marah kalau dengar seperti itu,” papar Fadli.

“Saya sampai bilant ke Mas Pram (Pramono Anung), kok ini kita dikasih banyak amunisi. Coba (menteri) ditinjau lagi, dalam 3 bulan, kalau memang tidak bagus, tidak perform lebih baik diganti saja,” sambung alumnus UI itu.

Fadli pun menjamin bahwa di DPR tidak ada niat untuk menjatuhkan pemerintah. Menurutnya semua kembali kepada kinerja atau kebijakan yang dibuat pemerintah sendiri.

“Saya yakin kawan-kawan di DPR tidak ada niat aneh-aneh tapi semua tergantung pemerintahnya. Kalau pemerintah ini bagus, tidak akan dicegal. Tidak ada niat sedikitpun. Tapi kalau merugikan rakyat harus dikritik. Sebaiknya hati-hati, dan benar-benar tahu arahnya. Jangan sampai tidak tahu tujuannya,” tutup Fadli.

Sumber: detik.com


Fadli Zon: KMP Terlalu Banyak Dapat Amunisi untuk Mengkritik Pemerintah

Fadli Zon- KMP Terlalu Banyak Dapat Amunisi untuk Mengkritik Pemerintah

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon menilai, kegaduhan yang diciptakan DPR saat ini tidak terlepas dari apa yang dilakukan pemerintah. Pemerintah dianggap menabrak banyak aturan perundang-undangan sehingga Koalisi Merah Putih (KMP) pun memiliki terlalu banyak amunisi untuk mengkritik pemerintah.
“Saya bingung, saya bilang ke Mas Pramono Anung, kami ini dikasih terlalu banyak amunisi. Jangan sampai orang-orang lama-lama tidak ada kepercayaan atau harapan tinggi terhadap pemerintah sekarang,” kata Fadli dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (29/11/2014).

Fadli mencontohkan, belum ada sebulan, pemerintah sudah membuat berbagai kebijakan kontroversial, misalnya, menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Fadli mempertanyakan alasan pemerintah menaikkan harga BBM pada saat harga minyak dunia tengah jatuh.

Atas dasar itu, KMP pun menggalang usulan interpelasi terhadap pemerintah. Fadli bahkan mengklaim sudah ada lebih dari 200 anggota DPR yang melakukan tanda tangan setuju supaya parlemen mengajukan interpelasi terkait kenaikan harga BBM.

Selain itu, Fadli juga menyebutkan surat keputusan Menteri Hukum dan HAM yang telah mengesahkan kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi M Romahurmuzy serta pernyataan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhi Purdijatno yang meminta Kapolri Jenderal Pol Sutarman melarang Musyawarah Nasional Partai Golkar.

“Surat Menkumham sudah menghancurkan PPP. Selain itu, pernyataan Menko juga bentuk intervensi pemerintah yang sangat terbuka,” ucap Fadli.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu, DPR tidak akan gaduh apabila pemerintah telah menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan.

“Tidak ada lagi dua racing karena itu selesai saat pilpres dan finalmya MK. Maka, sebaiknya pemerintah hati-hati dan tahu tujuannya ke mana,” kata dia.

Sumber: kompas.com


Fadli Zon: Pemerintah Tak Perlu Paranoid Diinterpelasi

Fadli Zon- Pemerintah Tak Perlu Paranoid Diinterpelasi

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon meminta pemerintah tak perlu risau atas bergulirnya hak interpelasi oleh legislatif setelah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Interpelasi itu adalah hak yang diatur dalam undang-undang. Jadi, tidak usah paranoid,” ujar Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Jumat (28/11/2014).

Di Indonesia, kata Fadli, interpelasi sering kali diinterpretasikan yang macam-macam. Fadli tak sepenuhnya setuju. Sebab, hak interpelasi yang telah diwacanakan sejumlah anggota DPR RI kini adalah salah satu jalur komunikasi antara legislatif dan eksekutif.

“Harus dibiasakan. Ini bagian dari mekanisme kontrol pemerintah agar menjalankan suatu kebijakan berdasarkan peraturan,” ujar politisi Partai Gerindra ini.

Terlebih lagi, Fadli menambahkan, tidak perlu Presiden yang langsung datang menjelaskan ke DPR. Presiden bisa saja mengutus menteri terkait kebijakan itu ke gedung wakil rakyat di Senayan. Soal diterima atau tidaknya jawaban eksekutif, Fadli mengatakan hal itu bergantung pada substansi penjelasan sang menteri atas kebijakan yang diinterpelasi.

“Kalau menterinya pintar, jago, jawaban dia itu bisa memuaskan, DPR akan puas. Kalau itu tidak, ya kita tindak lanjuti lagi,” lanjut Fadli.

Diberitakan, ratusan anggota DPR mendukung penggunaan hak interpelasi atas kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Dukungan diberikan dengan cara menandatangani dokumen usulan hak interpelasi atas kebijakan Presiden Joko Widodo tersebut.

Anggota Fraksi Partai Golkar yang menjadi salah satu inisiator hak interpelasi, Misbakhun, menjelaskan, penggalangan dukungan untuk menggunakan hak ini telah dimulai sejak Senin (24/11/2014). Ia mengklaim dukungan yang mengalir sangat deras dan sampai hari ini ada 202 anggota DPR dari enam fraksi yang menandatangani dukungan digunakannya hak interpelasi tersebut.

Misbakhun menuturkan, lima fraksi yang anggotanya mendukung interpelasi itu adalah Fraksi Golkar, Gerindra, PKS, PAN, dan PPP. Salinan dukungan penggunaan hak interpelasi akan diserahkan ke pimpinan DPR sebelum reses 5 Desember 2014.

Sumber: kompas.com


Fadli Zon: Polisi tak Perlu Represif Tangani Demo Kenaikan BBM

aksi-menolak-rencana-kenaikan-harga-bahan-bakar-minyak-bbm-_141118092351-244

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Wakil ketua DPR RI, Fadli Zon menghimbau aparat kepolisian tidak perlu represif dalam mengamankan aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM. Menurutnya, sikap tersebut bisa memancing demonstrasi lanjutan yang lebih anarkis lagi.
“Kita menghimbau Polisi tidak perlu represif terhadap Demo tolak BBM. Karena bisa memancing demo yang lebih anarkis lagi,”ujar Fadli, di Kompleks Parlemen, Jumad (28/11).

Fadli mengatakan, DPR telah banyak mendapat komplain dari berbagai kalangan, baik mahasiwa, buruh, dan lainnya tentang sikap polisi diatas. Ia menyayangkan hal tersebut, karena menurutnya aksi unjuk rasa merupakan sarana untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Jadi kita menghimbau, penanganan lebih profesional dan persuasif,”tukasnya. Mengenai pendekatan profesional, menurutnya dalam menangani demonstrasi tentu ada prosedur tetapnya. Ia melihat belakangan ini, kurang memiliki kejelasan bagaimana prosedur penanganan di lapangan.

“Kadang-kadang pake gas air mata, yang kita tidak tahu bahannya apa,”ungkap Fadli.

Untuk itu, kata dia, dalam waktu dekat DPR akan memanggil Polri untuk meminta penjelasan bagaimana prosedur penaganan di lapangan. Termasuk kandungan kimia saja yang terdapat dalam gas air mata.

“Iyah nanti, kita akan minta keterangan, pasti,”tegasnya. Pada intinya menurut Fadli, kuncinya ada pada kedisipilinan. Kalau polisi disiplin menjalankan secara profesional, serta dalam standar prosedur yang ditetapkan, maka tidak akan ada korban dalam sebuah aksi masa seperti ini.

“Saya melihat kuncinya ada pada kedisipilinan,”tandasnya

Sumber: republika.co.id


630 Pages123...10...Last »